cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
OSEATEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 01 (2015): Juni" : 24 Documents clear
Upaya Perbaikan Kualitas Perairan Tambak dengan Penggunaan Kompos Berbahan Baku Daun Kayu Jati dalam Pengelolaan Tambak Berwawasan Lingkungan Kurniawan, Budi; ,, Kusnandar
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.601 KB)

Abstract

Kompos dengan bahan baku daun jati akan meningkatkan tingkat keseburan media selama penelitian. Tingkat saprobitas dikategotikan dalam saprobitas : oligosaprobik (belum tercemar) sampai dengan β Mesosaprobik (pencemaran sedang sampai ringan) dengan indikasi kesuburan dapat dimanfaatkan dan dapat dimanfaatkan untuk lokasi budidaya kerang, tiram, ikan kakap, bandeng dan rumput laut Perbedaan jenis kompos berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kelimpahan plankton, indeks SI dan TSI, indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman, dan Indeks Kemerataan, sedangkan perbedaan dosispemberian kompos tidak berpengaruh terhadap kelimpahan plankton, indeks SI dan TSI, indeks keanekaragaman, indeks Keseragaman, dan Indeks Kemerataan. Kandungan nitrogen dan phospat pada kompos daun jati lebih tinggi daripada jenis kompos yang lainnya.Kata kunci : Perbaikan Kualitas, Kompos Daun Kayu Jati, Pengelolaan Tambak
Strategi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem ,, Kusnandar; Mulyani, Sri
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.489 KB)

Abstract

Pendekatan potensi sumberdaya perikanan pesisir secara terpadu terhadap aspek pengelolaan sumberdaya perikanan yang meliputi : aspek ekologi, aspek ekonomi, aspek teknologi, aspek sosial kultural masyarakat, dan aspek ekternal belum tersusun dengan baik, sehingga kadang terjadi tumpang tindih pengelolaan sumberdaya antara beberapa sektor pembangunan. Berdasarkan matrik faktor strategi internal (IFAS) dan eksternal (EFAS) Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan, diperoleh bahwa nilai total faktor strategi internal (IFAS) sebesar 2,24 dan eksternal (EFAS) sebesar 2,25; sehingga jika dimasukkan dalam matrik internal eksternal Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan berada dalam posisi sel (segmen) V yang berarti Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Laut Berkelanjutan berada pada kondisi yang relatif stabil dan kemungkinan dapat terjadi pertumbuhan dan masihmemungkinkan untuk dikembangkan.Kata kunci : Strategi Pengelolaan, Sumberdaya Perikanan, Ekosistem
Konsentrasi Logam Berat (Pb, Cu ) Pada Kerang Darah (Anadara Granosa) di Kawasan Pantai Keranji Bangka Tengah dan Pantai Teluk Kelabat Bangka Barat Selpiani, Lena; ,, Umroh; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.636 KB)

Abstract

Pantai Keranji merupakan kawasan perairan yang terbuka, sedangkan Pantai Teluk Kelabat merupakan kawasan perairan tertutup. Kedua perairan tersebut memiliki sumberdaya laut salah satunya adalah Kerang Darah. Banyaknya limbah seperti logam berat Pb dan Cu di perairan memberi pengaruh bagi kehidupan organisme. Kerang Darah merupakan hewan yang dijadikan bioindikator di perairan, karena bersifat deposit feeder atau filter feeder mampu mengakumulasi logam berat dalam jumlah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat Pb dan Cu pada kerang darah, serta mengetahui parameter lingkungan perairan. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam berat tertinggi pada Kerang Darah adalah Cu 0,428 ppm, dan terendah adalah Pb 0,0001 ppm. Konsentrasi logam berat tertinggi pada air laut adalah Cu 1,95 ppm, dan terendah adalah Pb 0,0009 ppm. Konsentrasi logam berat tertinggi dalam sedimen adalah Cu 0,6995 ppm, dan terendah Pb 0,0004 ppm. Nilai BCF menunjukan kemampuan Kerang Darah mengakumulasi logam berat rendah. Analisis logam berat tertinggi adalah Cu.Kata Kunci : Kerang Darah, Logam Berat, Pb, Cu, Pantai Keranji dan Teluk Kelabat
Kebiasaan Makan Kerang Kepah (Polymesoda erosa) di Kawasan Mangrove Pantai Pasir Padi Melinda, Mery; Sari, Suci Puspita; Rosalina, Dwi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.03 KB)

Abstract

Kerang kepah is a type of bivalves are commonly found in coastal mangroves areas Pasir Padi beach. Analysis of food habits can give an idea of the role of this species in the waters, and to know that there is a natural food resources in the waters. This aims of this study analyze food and abundance of kerang kepah. The research was conducted in July 2014. The determination of the station done by Purposive random sampling method.. Kerang kepah were taken from three stations by used transects measuring 1x1 meters squared distance between transects is 10 meters. The results of the analysis in the stomach and intestines kerang kepah, it can be concluded that the main meal in the form of phytoplankton as a natural food in the water as well as a group that plays an important role in aquatic ecosystems and can perform photosynthesis, while the food detritus complementary, IP value in the stomach 75.39% in the form of plankton and 24.62 form detritus, IP value in the instestinesl 75.50% in the form of plankton and 24.5 form detritus. Abundance of kerang kepah on the station I of 3 ind/25 m2, station II 1.75 ind/25 m2 and the station III 2 ind/25 m2. Differences in abundance values for each station were allegedly due to differences in the characteristics of each station.Keywords: Kerang kepah, Food Habits, Mangrove, Pasir Padi Beach
Salinitas dan Flake Serasah Daun Mangrove yang Berbeda Mempengaruhi Pertumbuhan (Dendronereis pinnaticiris) Hartanti, Ninik Umi; ,, Suyono
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.605 KB)

Abstract

Result of the research showed that leaf litter of A. Marina contained 19.48% which was higher than that of R. stylosa that contained 5,86%, while R. stylosa contained lipid of 2.31 % dry weight, which was higher than that of A marina that contained lipid of 1.96 % dry weight. R. stylosa contained the highest fibre. Survival rate of PlS1 66.667 %, P1S2 100 %, P2S1 100 %, P2S2 100%, P3S1 was 100% and P3S2 was 100%. The different feed types affected body weight increment, where P1S1 was 0 mg, PlS2 was 227 mg, P2S1 was 27,9 mg P2S2 was 143 mg and P3S1 was 134 mg and P3S2 was 93 mg. The average number of  posterior segment generated was P1S1 (5,08), P1S2 (59,8), P2S1 (18,33), P2S2 (47,7) and P3S1 (40) P3S2 (33,5). Feeding artificial diet made from leaf mangrove litter as raw material increased growth but did not increase survival rate of the worm. Growth of the nereid worm fed with flake composed from leaf litter of A marina anda 30 ppt salinity was greater than that fed with flake made of leaf litter another and the mixture of leaf litter of both mangrove plant species.Key Word : nereid worm, leaf litter of mangrove plant, feed
Pemetaan Wilayah Tambak Berdasarkan Tingkat Kesuburan Perairan dengan Metode Sistem Informasi Geografis sebagai Model Pengelolaan Tambak Berkelanjutan ,, Nurjanah; Kurniawan, Budi; Hartanti, Ninik Umi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.189 KB)

Abstract

Area pertambakan Kota Tegal telah mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, industri, pengolahan sampah, pengolahan limbah, yang dibangun di sekitar area tambak. Terjadinya penyempitan lahan tambak dari tahun ke tahun menjadi perumahan, industri, Upaya pemerintah dalam pengembangan pertambakan Kota Tegal lebih ditekan pada pemberian bantuan pada pengadaan bibit dan pelatihan budidaya tambak. Kebijakan pemeritah Kota Tegal terlihat bahwa pengembangan budidaya tambak di Kota Tegal semakin menyempit dan hanya di wilayah Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Margadana. Namun bila dilihat dari lokasi budidaya keberadaan tambak berada setelah areal perumahan. Hal ini dapat mengakibatkan proses budidaya tambak menjadi terganggu bila keberadaannya terhimpit oleh perumahan, pengolahan sampah, pengolahan limbah, dan industri.Kata Kunci : Pemetaan Wilayah Tambak, Tingkat Kesuburan Perairan, Sistem InformasiGeografis
Permodelan Basis Data Spasial untuk Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Ekosistem Pesisir Berkelanjutan Budhiati, Retno; Mulyani, Sri; Kurniawan, Budi
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.382 KB)

Abstract

Pengelolaan wilayah pesisir pantura yang meliputi pesisir Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes telah mengalami degradasi lingkungan dan kegiatan pengelolaan, serta tata ruang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Pelestarian Lingkungan dan Pemanfaatan Pesisir adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat pantai dan taraf hidup masyarakat pantai melalui pemberdayaan masyarakat pesisir. Pengelolaan sumber daya perikanan wilayah pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan ekosistem sumber daya melibatkan berbagai unsur terpadu antara masyarakat sebagai pelaksana dan pemerintah sebagai penggagas dan penyelaras kegiatan sehingga diperoleh keterpaduan pengelolaan pesisir yang berwawasan lingkunga dan berkelanjutan. Upaya-upaya mencapai kebijakan tersebut dapat diusahakan dengan mengadakan pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspirasi masyarakat pengguna wilayah pesisir tersebut (stakeholder) serta konflik kepentingan dan pemanfaatan yang mungkin ada dalam masyarakatKata kunci : Permodelan Basis Data Spasial, Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Ekosistem Pesisir
Model Optimasi Pengelolaan Kualitas Lingkungan melalui Peran Biofilter Rumput Laut (Gracilaria sp.) untuk Pengembangan Tambak yang Berkelanjutan Mulatsih, Sri; ,, Nurjanah
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.614 KB)

Abstract

Kondisi perairan dan lahan tambak di kawasan pesisir Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes mengalami peningkatan kualitas perairan dengan adanya peran biofilter rumput laut dengan hasil penyerapan kandungan nitrogen (N) yaitu 0,08% , kandungan phosphor 0,01 % dan kandungan unsur C organik yang terserap pada rumput laut 0,07 %. Keberadaan budidaya rumput laut di tambak mampu meningkatkan kualitas lingkungan tambak terutama kandungan bahan organik unsur N dan P dibandingkan dengan tambak yang tidak ditanami rumput laut. Perbedaan tersebut tercemin dari kandungan BO, N,P pada akhir penelitian sebesar BO 112,72 %, N 0,34 % dan P 0,02 % untuk tambak rumput laut. Sedangkan tambak yang tidak ditanami rumput laut kandungan BO, N,P adalah : BO 106,20 %, N 0,32 % dan P 0,01 %. Kualitas air selama penelitian menunjukan bahwa kulitas air berada pada kisaran yang layak untuk kegiatan budidayaKata kunci : Model Optimasi, Kualitas Lingkungan,Biofilter, Pengembangan Tambak
Pemetaan Degradasi Ekosistem Mangrove dan Abrasi Pantai Berbasis Geographic Information System di Kabupaten Brebes-Jawa Tengah ,, Suyono; ,, Supriharyono; Hendrarto, Boedi; Radjasa, Ocky Karna
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.556 KB)

Abstract

Issu degradasi mangrove dan abrasi pantai secara ekologis, sosial, ekonomis senantiasa aktual . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove dan tingkat abrasi pantai di wilayah Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System) dan inderaja melalui interpretasi dan analisis citra satelit Landsat 7 TM. Penentuan model keeratan hubungan dinamika faktor ekologis dengan degradasi mangrove dan abrasi pantai dilakukan melalui analisis system dinamis dengan bantuan soft ware Power Sim 2.0. Hasil intepretasi data satelit menggunakan metode NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menunjukan bahwa luasan mangrove di wilayah pantai Kabupaten Brebes tinggal 243.20 hektar tersebar di wilayah pantai Kecamatan Losari 26.56 ha., di Kecamatan Tanjung 5.60 ha., di Kecamatan Bulakamba 35.42 ha., di Kecamatan Wanasari 14.31 ha. dan di Kecamatan Brebes 161.31 ha.. Nilai kerapatan vegetasi mangrove secara total untuk Kecamtan Losari, Tanjung, Bulakamba,Wanasari dan Kecamatan Brebes (Kaliwlingi dan Randusanga Wetan) berturut-turut 10.79 ; 19.46 ; 18.50 ; 13.03 ; 36.43 dan 22.79 individu/ha. dengan kategori berturut-turut : sangat jarang, jarang , jarang, jarang, sedang dan jarang. Di wilayah penelitian dijumpai tiga jenis vegetasi mangrove dalam jumlah layak hitung yakni : Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata , Avicennia marina dimana Rhizophora mucronata memiliki kepadatan paling tinggi (35.73 individu/ha). di Kaliwlingi, Kecamatan Brebes.Degradasi mangrove dan abrasi di wilayah pantai Kabupaten Brebes masing-masing 68 ha./tahun dan 63ha./tahunKata Kunci : Degradasi, mangrove, abrasi, NDVI, Rhizophora
Aspek Keselamatan Kerja Kapal Purse Seine di Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Kota Tegal Jasman, Thimotius
OSEATEK Vol 9, No 01 (2015): Juni
Publisher : OSEATEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.674 KB)

Abstract

Dalam upaya melindungi dan menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan kerja awak kapal perikanan, maka faktor keselamatan operasional kapal perikanan di laut sangatlah penting untuk diprioritaskan, terutama ketersediaan alat keselematan kapal harus tersedia dan kondisinya baik, sehingga bila terjadi kecelakaan kapal alat keselamatan kerja di kapal siap digunakan. Dengan terciptanya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik dan tepat akan memberikan ketenangan dan kegairahan kerja yang dapat menunjang terjadinya pertumbuhan dan perkembangan produksi dan produktivitas kerja bagi anak buah kapal, serta dapat memberikan iklim yang baik dalam menimbulkan stabilitas sosial dilingkungan masyarakat ketenagakerjaan. Nelayan purse seine sudah memahami arti penting peralatan keselamatan kerja namun dari kesiapan alat keselamatan kerja di atas kapal belum memenuhi persyaratan pelayaran kapal. Ketersediaan dan kesiapan alat keselamatan kapal pada armada penangkapan purse seine di TPI Pelabuhan sudah tersedia, namun keberadaanya hanya sebagai pemenuhan persyaratanlaik laut. Alat keselamatan kapal yang digunakan pada kapal purse seine di TPI Pelabuhan Kota Tegal terdiri dari peralatan. navigasi : kompas, GPS, dan radio; keselamatan perorangan : life jacket, life bouy, ban dalam, derigen; peralatan kesehatan (P3K); perlengkapan kerja : kacamata kerja, sarung tangan, sepatu kerja; peralatan kerja : derek, capstan, perkakas, tali-tali dan alat bengkelKey word : Keselamatan Kerja, Kapal Purse Seine, Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan

Page 1 of 3 | Total Record : 24