cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA BAJA KARBON SEDANG ST 60 Lagiyono .; Suwandono .; Mukhamad Masykur
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 2 No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.875 KB) | DOI: 10.24905/eng.v2i2.107

Abstract

Medium carbon fertilizer ST 60 in general is often used in construction of building materials and a variety of fields. Society prefers medium carbon fertilizer because this material is more easily available and relatively affordable  prices, and also the strength and tenacity are sufficient. Temperature significantly affects the mechanical properties of carbon steel is ST 60.  Formulating of the problem in this study is to determine how the mechanical properties of medium carbon steel ST 60 to temperature 00C, 260C, 500C, 1000C. The purpose of this research to know how much testing on tensile strength, hardness, and price impact. The results of research on testing with 00C yield of 696,68 N/mm2tensile test, hardness test of 201,00 HB, the impact test produces 30,35 J/cm2. In the test with a temperature of 260C produced by 694,47 N/mm2tensile test, hardness test of 200,11 HB, the impact test at 24,52 J/cm2. In the test with a temperature of 500C produced by 685,87 N/mm2tensile test, hardness test of 198,00 HB, the impact test at 41,70 J/cm2. In the test with a temperature of 1000C resulted N/mm2tensile test at 672,89 N/mm2, the hardness  of 195,56 HB, the impact test at 37,69 J/cm2. Data analysis in this study using the product moment correlation test and t-test.  The conclusion of this research is that there is a negative relationship between temperature with mechanical properties which means the higher the temperature the more down the value of tensile strength, hardness, and the price impact.Keywords: fertilizer, mechanical, temperature.
PENGGUNAAN TEOREMA PI BUCKINGHAM PADA PENYELIDIKAN LOST HEAD UNTUK PIPA MENDATAR DENGAN ALIRAN TAK KOMPRESIBEL TURBULEN Indah Eko Cahyani; Agus Wibowo
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 2 No 2 (2011): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.989 KB) | DOI: 10.24905/eng.v2i2.108

Abstract

Lost  head  can be interpreted  as a decrease  in  the pressuregradient  and is a measure  of  resistance  to  flow  through the  pipe. Barriers  to  flow  through the  pipeline  will greatly  affect  the  power needed  in  moving the  fluid  so that the  investigation of the  losthead  on  pipe  important thing to do.  Use of  Buckingham  Pitheorem  for  dimensional  analysis  will make it easier  to analyzeand  make the  move  quicker  and directed  experiments.  With theinitial data  is a function  of the  barrier  pipe diameter,  fluidviscosity,  fluid density,  pipe length, the fluid velocity  and theroughness of  the pipe.  The results indicate  a lost  connection  headper  weight of  the fluid  (w p /)  is proportional to  the piperoughness  factor  (f) is proportional to  the length of  pipe  per  pipe diameter  (L  /  d) is proportional to  the  fluid velocity  kuwadrat  pertwo times gravity (v2/2g)Keywords: Lost head, turbulent flow, the flow channel is closed
ANALISA PERBANDINGAN DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN STANDAR DENGAN PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA MESIN TOYOTA KIJANG SERI 7K Akhmad Ali Fadoli; Mustaqim .; Zulfah .
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.63 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.109

Abstract

Pada motor bensin, tenaga yang dihasilkan merupakan hasil dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara. Proses tersebut terjadi karena adanya percikan bunga api busi dari suatu rangkaian listrik yang biasa disebut sistempengapian. Pada awalnya sistem pengapian bermula dari konvensional danberkembang menjadi elektronik. Pada sistem pengapian konvensional cara kerjanya masih secara mekanik, sehingga masih banyak kekurangannya.Seiring dengan kemajuan teknologi maka semakin banyak pula komponen yang diproduksi yang ditujukan untuk memperbaiki atau meningkatkan performa mesin kendaraan bermotor. Salah satunya adalah komponen untuk memperbaiki sistem pengapian yaitu  boosterpengapian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan daya dankonsumsi bahan bakar antara pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan  boosterpada mesin Toyota seri 7K dengan variasi putaran mesin 1000,1400, 1800, 2200, 2600, 3000, 3400, 3800, 4200, dan 4600 rpm.Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode Observasi dan Eksperimen yaitu dengan cara pengamatan langsung serta mencatat hasil pada obyek yang diamati, pada metode eksperimen pengujian yang pertama dilakukan yaitu menggunakan sistem pengapian standar kemudian dilanjutkan dan dibandingkan dengan pengapian yang menggunakan  booster, Sedangkan analisis data hasil penelitian dengan analisis deskriptif yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan daya dan konsumsi bahan bakar mesin Toyota Kijang seri 7K pada beberapa variasi putaran mesin.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan positif pada daya mesin dan konsumsi bahan bakar Spesifik (sfc) antara pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan  booster. Daya mesin maksimal yang dihasilkan pada sistem pengapian yang menggunakan  booster  sebesar 27,85 kW pada 2200 rpm atau naik 4,77% dari daya mesin maksimal sistem pengapian standar (26,58 kW). Prosentase kenaikan reratanya sebesar 5,7%. Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) minimum sebesar 0,143 kg/kW-h pada 1800 rpm atau turun 2,45% dari pengapian standar (0,147 kg/kW-h). Prosentase penurunan reratanya sebesar 6,91%. Sehingga pemakain booster baik digunakan untuk memperbaiki system pengapian karena dapat meningkatkan daya dan menghemat pemakaian bahan bakar. Kata Kunci :   Booster, Daya, sfc
ANALISIS PENGUJIAN SIMULATOR TURBIN AIR SKALA MIKRO Bambang hermani
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.566 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.110

Abstract

Pengkajian  rancang bangun simulator turbin air skala mikro dimaksudkan untuk  penanding turbin skala  proyek  pembangkit  listrik  tenaga air, dengan sumber energi  potencial  head  water dibentuk dari  model penganti sebuah  pompa setrifugal dengan debit tetap,  diedarkan  diantara  katup spear sisi masuk turbin air dan sisi keluar bak penampung.Skala pengukuran parameter unjuk kerja turbin air skala mikro ditetapkan lewat pendekatan alat  –  alat ukur  skala indrustri, yang diantaranya  seperti  pengukuran beban setimbang pada mechanical brake  dynamometer,  water flow meter,  pressure gauge, timer,Amp dan Volt meter,pengujian ini dilakukan untuk  diperoleh data-data rekam parameter serta variabel unjuk kerja turbin air skala mikro dengan metode kalkulasi dalam persamaan dasar yang diberikan secara teori.Hasil kalkulasi data pengujian akan diperoleh karakteristik unjuk kerja turbin air skala mikro dengan model simulasi perubahan water head dperoleh karakteristik pengujian pada head total 12 m dan pembukaan katup spear K 100% adalah  nt= 1600 rpm,  whp=413.5 W  bhp=195.0 W,  ηt= 48.7 % : pada head total 14 m dan pembukaan katup  spear 100 % adalah  nt=  1600  rm,  whp  =552,2 W, bhp =247.8 W, ηt = 33.3 %.Kata kunci: simulator turbin air mikro, parameter unjuk kerja
ANALISA PENGARUH BAHANBAKAR BIOETHANOL E-30 (BENSIN 70% -ETHANOL30%), E-50 (BENSIN 50% - ETHANOL 50%), E-100 (ETHANOL 100%) TERHADAP DAYA DAN TORSI MESIN 4 LANGKAH Eko Hadisiswanto; Agus Wibowo; A. Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.678 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.111

Abstract

Bahan bakar alternatif bioethhanol E-10, E-15 sudah banyak dipergunakan pada kendaraan bersilinder 1 dan kendaraan bersilinder 4 karena angka oktan pada bahan bakar tersebut tinggi sehingga dalam pembakaran dalam ruang bakar akan sempurna karena pada pembakaran yang sempurna akan menaikan angka torsi.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh bahan bakar alternatif bioethanol (E-30, E-50, E-100) terhadap daya dan torsi mesin 4 langkah dengan menggunakan bahan bakar bioethanol E-30, E-50, E-100 yang akan diuji dengan metode eksperimen menggunakan dynotest untuk di peroleh hasil daya dan torsinya. Hasil eksperimen menunjukan bahwa penggunaan bahan bakar alternatif bioetahanol E-30, E-50, E-100 pada pengujian  daya diperoleh daya tertinggi pada 3000 Rpm yaitu 1.01 HP terletak pada E-50, pada, 3500 Rpm yaitu 2.35 HP terletak pada E-50, pada 4000 Rpm yaitu 2.40 HP terletak pada E-50, pada 4500 Rpm yaitu 3.73 HP terletak pada E-50, pada 5000 Rpm yaitu 3.77 HP terletak pada E-50, pada 5500 Rpm yaitu 3.68 HP terletak pada E-30, pada 6000 Rpm yaitu 3.68 terletak pada E-50 sedangkan pada pengujian torsi diperoleh torsi tertinggi pada 3500 Rpm yaitu 0.215 kgf.m terletak pada E-50, pada 4000 Rpm yaitu 0.380 kgf.m terletak pada E-50, pada 4500 Rpm yaitu 0.498 kgf.m terletak pada E-50, pada 5000 Rpm yaitu 0.515 terletak pada E-50, pada 5500 Rpm yaitu 0.497 terletak pada E-50, pada 6000 Rpm yaitu 0.450 kgf.m terletak pada E-30.Kata Kunci : Bioethanol, Dynotest, Daya, Torsi
ANALISA PENGGUNAAN BAHAN ALUMINIUM FOIL DAN STYROFOAM PADA PENUTUP ALAT DISTILASI TERHADAP PRODUKSI AIR HASIL DISTILASI JENIS BASIN SOLAR STILL Hasanudin .; Lagiyono .; Tofik H.
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.227 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.112

Abstract

Sistem distilasi air tenaga surya merupakan alat alternatif ditengah krisisnya energi dibumi ini. Alat distilasi jenis basin solar still merupakan alat yang berfungsi mengubah air laut jadi air tawar dengan tenaga matahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih besar manakah air hasil distilasi antara alat distilasi dengan penutup dinding Styrofoam dan aluminium foil jenis basin solar still. Basin solar still dengan panjang 50 cm dan lebar 36 cm, dengan penutup kaca bening dengan tebal 3 mm yang membentuk sudut 30º terhadap dasar.Metode penelitian yang digunakan adalah metode komperatif yaitu suatu penelitian yang bersifat membandingkan, dimana dalam penelitian ini yang dibandingkan air hasil distilasi yang dihasilkan antara basin solar still dengan  tutup Styrofoam dan basin solar still dengan tutup aluminium foil dan untuk metode analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif. Parameter yang akan dianalisa adalah temperatur plat (Tp), temperatur kaca (Tg), temperatur air (tw), temperatur ruang basin (Tsv), temperatur lingkungan (Ta) dan air hasil distilasi (AT).Hasil penelitian menunjukan bahwa basin solar still yang menggunakan penutup aluminium foil lebih banyak menghasilkan air distlilasi dibandingkan dengan penutup styrofoam yaitu didapat  nilai rata-rata air hasil distilasi selama tiga hari, dengan aluminium foil sebanyak 181,33 mililiter, sedangkan Styrofoam 64,66 mililiter.Kata Kunci :Distilasi , Ramah lingkungan.
SISTEM PERPINDAHAN PANAS SINGLE BASIN SOLAR STILL DENGAN MEMVARIASI SUDUT KEMIRINGAN KACA PENUTUP Irfan Santosa
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.889 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.113

Abstract

Alat distilator surya tipe  basin  merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan tenaga matahari  dengan memodifikasi kemiringan kaca penutup untuk dapat memanfaatkan panas laten hasil kondensasi. Dengan memanfaatkan panas laten tersebut, diharapkan uap air yang dihasilkan akan lebih banyak..  Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisa sistem perpindahan panas dengan memvariasisudut kemiringan kaca penutup 200, 300dan 500Single Basin Solar Still. Dengan memvariasi sudut kemiringan kaca penutup  basin solar still, diharapkan dapat ditemukan sudut kemiringan kaca penutup yang efektif dan  efisien yang lebih banyak produksi air distilasi yang dihasilkanHasil penelitian ini menunjukkan bahwa  panas yang dibutuhkan untuk menguapkan air pada kemiringan kaca penutup 300lebih besar yaitu Q = 9.1872 W,  efisiensi(η)=  27.10%,kemiringan kaca 200yaitu  Q =  8.9347 W,  efisiensi(η) =  24.85% dan sudut kemiringan 500mempunyai nilai  Q = 7.1987 W,  efisiensinya(η) =  23.84%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemiringan kaca 300mempunyai produktivitas untuk menghasilkan uap lebih banyak serta laju air distilasi yang tinggi dibandingkan dengan kemiringan kaca 200dan 500.Kata kunci : Distilasi, Kemiringan Sudut, Single Basin Solar Still, Laju Perpindahan Panas
PENGUJIAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SOLAR CELL KAPASITAS 50WP Junial Heri
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.265 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.114

Abstract

An electric voltage can be generated when a beam of sunlight which leads to a elektoda-electrode electrolytesolution.  Less  is more  so  who  ever wrote  Edmund  Becquerel  in 1839, research  continues  to  exert  a solid object  inthe light  of the sun, called  selenium  and  until  the  cells  potovoltaik  (fhotovoltaic)  with  selenium  and  courprousmaterial,  up to  the experts  succeeded in  creating a  photoelectric  measuring devices.  In 1954  the photovoltaic  effectis developed  again  into electrical energy that  is now called  fotovoltaic  cells  or  solar  cells.  In principle,  solar  cellsform  conductive  power  semiconductor  device  which  can  directly  convert solar energy into  electrical  energy  in an efficient form of eco-friendly
ANALISA SIFAT MEKANIK KOMPOSIT SERAT TEBU DENGAN MATRIK RESIN EPOXY Prayoga Adi Nugroho; Mustaqim .; Rusnoto .
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.249 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.115

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui kekuatan tarik dan sudut lenngkung  komposit serat tebu dan mengetahui struktur mikronya. Manfaat penelitian ini adalah dapat menjadi acuan untuk penelitian berikutnya lebih pada pengembengan komposit khususnya yang mengguanakan serat tebu.Komposit dibuat dengan metode hand lay up, bahan yang digunakan adalah resin epoxy dari PT Justus Kimia raya, serat tebu dengan panjang 50mm dan dengan perbandingan epoxy 55%, 60%, 65%, 70%, 75% untuk hardener 45%, 40%, 35%, 30%, dan 25 %.Hasil pengujian menunjukan kekuatan tarik komposit serat tebu dengan fraksi volume 55% : 3,16kgf/mm², 60% : 3,14kgf/mm², 65% : 2,67kgf/mm², 70% : 2,35kgf/mm², 75% : 3,19kgf/mm² untuk pengujian lengkung dengan fraksi volume 55% : 31,33º, 60% : 42,33 º, 65% : 21,33 º, 70% : 37,5 º dan 75% : 32,5 º.Komposit serta tebu dengan fraksi volume 75% memiliki rata-rata kuat tarik paling tinggi yaitu 3,19kgf/mm² dan yang terendah pada fraksi 70% : 2,35kgf/mm². sedangkan sudut lengkung yang paling tinggi adalah pada fraksi volume 60% : 42,33 º dan yang terendah adalah 65% dengan sudut lengkung 21,33 º.Kata Kunci  : Tensile, Curvature
MEMBANGUN NARASI SKENARIO INDUSTRIALISASI SAMPAH ORGANIK MENJADI BIOGAS DI INDONESIA Saufik Luthfianto
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 3 No 1 (2012): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.334 KB) | DOI: 10.24905/eng.v3i1.116

Abstract

Sampah telah menjadi masalah besar terutama di kota-kota besar di Indonesia. Hingga tahun 2020 mendatang, volume sampah perkotaan di Indonesia  diperkirakan akan meningkat lima kali lipat. Tahun 1995 saja, menurut data yang dikeluarkan  Asisten Deputi Urusan Limbah Domestik, Deputi V Menteri Lingkungan Hidup, Chaerudin Hasyim, di Jakarta baru-baru ini, setiap penduduk Indonesia menghasilkan sampah  rata-rata 0,8 kilogram per kapita per hari, sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 1 kilogram per kapita per hari,  Salah satunya adalah pemanfaatan untuk produksi listrik biogas dari sampah kota.  Selain mengatasi masalah sampah kota, diharapkan pemanfaatan sampah untuk listrik tersebut juga bisa membantu  PLN dalam mengatasi krisis energi listrik, hal inilah yang menjadi salah satu kontribusi industrialisasi kedepan dalam pemanfaatan energy terbaharukan dan mempunyai keuntungan.  Metode  penelitian  yang digunakan adalah (1) metode survey, (2) metode partisipasi  stakeholders  dalam pengambilan keputusan, dan (3) metode pengamatan lapangan terhadap biogas, dan pengelolaan sampah. Terdapat empat skenario industrialisasi sampah organik menjadi biogas di Indonesia, yaitu: Skenario A merupakan kombinasi antara tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Skenario B merupakan kombinasi tingginya perhatian pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota, meskipun komitmen pemerintah tinggi lemahnya permintaan akan biogas yang rendah akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pengembangan sentra industry yang ada di setiap kota akibatnya, perusahaan yang seharusnya memiliki peluang yang menjadi besar akan terganggu secara cepat.  Scenario C merupakan kombinasi tidak adanya kepercayaan pemerintah melalui peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan-kebijakan adanya pemberdayaan sampah melalui pembuatan sentra biogas disetiap kota.  Scenario D merupakan kombinasi munculnya ketidakpercayaan investor akan kesungguhan pemerintah dalam pengelolaan sampah  dan keberlanjutannya.Kata Kunci: Skenario, Biogas, sampah organik.