cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
ENGINEERING
ISSN : 20873859     EISSN : 25498614     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journals that publish scientific articles from various engineering / engineering disciplines namely mechanical engineering, industrial engineering, civil engineering. Articles published in the Engineering Journal include the results of original scientific research (top priority), scientific review articles that are new (not priority), or comments or criticisms of scientific writings published by the Engineering Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
ANALISA NILAI KALOR DAN KADAR ABU BRIKET BIOARANG CAMPURAN SERBUK GERGAJI KAYU JOHAR DAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Agus Ulin Nuha; Saufik Luthfianto; Soebyakto .
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.134 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i2.575

Abstract

Kabupaten pemalang memiliki potensi sumber energi terbarukan yang cukup besar, yaitu biomassa.  Biomassa  dapat dijadikan  sebagai  bahan  bakar   alternatif  contohnya  dengan pembuatan briket. Briket campuran limbah kulit pisang kepok dan serbuk gergaji kayu johar belum  banyak  dikembangkan, padahal  mempunyai  nilai  kalor  yang  tinggi.  Tujuan  dari penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  nilai  kalor  dan kadar  abu  yang  dihasilkan  pada komposisi campuran briket serta untuk mengetahui hasil  uji  T  –  test  paired  sampel  antara hasil pengujian briket limbah organik murni dengan briket limbah orgnik campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Bahan yang digunakan yaitu limbah kulit pisang kepok dan serbuk gergaji kayu johar dengan perekat tepung tapioka. Untuk pengujian yang dilakukan yaitu pengujian nilai kalor dan kadar abu pada masing – masing spesimen. Berdasarkan hasil penelitian pengujian nilai kalor dapat disimpulkan bahwa nilai rata – rata  terbesar terjadi pada spesimen 5  dengan komposisi 80% serbuk  gergaji kayu johar, 10% limbah  kulit  pisang kepok  dan  10%  perekat  tepung tapioka  sebesar  4679.366 kal/g, sedangkan untuk kadar abu nilai rata – rata terendah terjadi pada spesimen 4 dengan komposisi 70% serbuk gergaji  kayu  johar,  20%  limbah  kulit  pisang  kepok  dan  10%  perekat  tepung tapioka  sebesar 36.951%. Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa uji T – test paired sampel  pengujian  nilai  kalor  briket  kulit  pisang murni  dengan  campuran  limbah  kulit pisang  kepok  dan serbuk gergaji kayu johar  mengalami kenaikan jumlah nilai kalor yang terjadi pada briket campuran limbah kulit pisang kepok dan serbuk gergaji kayu johar sebesar 94%. Dari hasil uji T – test paired sampel pengujian nilai kalor briket arang kayu murni dengan briket campuran limbah serbuk gergaji kayu johar dan kulit pisang kepok mengalami kenaikan jumlah nilai kalor yang terjadi pada briket arang kayu murni sebesar 61%. Dari hasil uji T – test  paired  sampel  pengujian  kadar  abu briket kulit pisang murni dengan briket campuran limbah kulit pisang kepok dan serbuk gergaji kayu johar mengalami penurunan jumlah kadar abu yang terjadi pada briket kulit pisang murni sebesar 53%. Dari hasil uji T – test paired sampel pengujian kadar abu briket arang kayu murni dengan campuran limbah serbuk gergaji kayu johar dan kulit pisang kepok mengalami penurunan jumlah kadar abu yang terjadi pada briket arang kayu murni sebesar 79%.Kata Kunci : Biomassa, Briket, Serbuk Gergaji, Kayu Johar, Kulit Pisang Kepok, Kadar Abu
PENGARUH PERUBAHAN WAKTU PENGAPIAN (IGNITION TIMING) TERHADAP TORSI, DAYA, DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN HONDA G200 DENGAN BAHAN BAKAR GAS LPG Moh Afif Afroni; Mustaqim ,; Hadi Wibowo
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.332 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i2.576

Abstract

Pengujian dilakukan pada motor bensin G200. Variabel bebas pada penelitian ini adalah timing pengapian, dan variabel terikatnya adalah torsi, daya dan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen,  timing pengapian yang di gunakan pada sudut pengapian dari 18°, 20° (pengapian standar), 22°, 24° dan 26°.Hasil yang dperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai tosi tertinggi pada saat mengunakan waktu pengapian  22°  pada  putaran  mesin  2500  rpm  sebesar  1,1  kg.m,  sedangkan  nilai  torsi terendah  pada saat mengunakan waktu pengapian 18° dan 26° sebesar 0,13 kg.m. dan nilai daya yang tertinggi pada saat mengunakan waktu pengapian 22° pada putaran mesin 2500 rpm sebesar  2,642  kW, sedangkan  nilai  daya  terendah    pada  saat mengunakan waktu pengapian 18° dan 26° sebesar 0,066 kW. Untuk konsumsi bahan bakar (Spesifik Fuel Consumption) nilai yang paling tinggi pada pengapian 26° pada putaran mesin 500 rpm sebesar  6,54  (kg/kWh),  dan  untuk  nilai  yang  paling  rendah  pada  pengapian  22°  pada putaran mesin 2000 rpm sebesar 0,41 (kg/kWh). Dan dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pengapian yang paling baik pada saat menggunakan pahan bakr gas adalah pada sudut pengapian 22°.Kata Kunci : Timing pengapian, gas LPG, torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.
PENINGKATAN KINERJA AERATOR TAMBAK DENGAN VARIASI PULLEY Zaenal Supriyadi; Agus Wibowo; Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.767 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i2.577

Abstract

Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya (syarifudin, 2014) aerator yang dibuat dengan menggunakan motor listrik dengan dipasang  langsung  pada kincir aerator,  tidak dapat berlangsung lama (mengalami  kerusakan  pada motor listrik) karena mengalami  beban yang besar. Tahanan yang besar akan mengakibatkan  beberapa  kerugian  pada  motor penggerak seperti daya  output motor yang   besar.   Dengan dasar  tersebut  penulis  mencoba melakukan  perbaikan aerator  tambak  dengan penambahan system transmisi dan gearbox.Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan dengan  beberapa  ujicoba,  dengan  melakukan  perancangan  aerator  tambak  melaluai  optimasi  hasil penelitian sebelumnya, dengan penambahan system transmisi dimana aerator sebelumnya tanpa menggunakan transmisi. Transmisi yang digunakan yaitu dengan perbandingan jenis A (127;88), B (127:127) dan C (88:127), pada masing-masing transmisi tersebut di ujicoba pada perlakuan kedalaman kincir di air yaitu 5 cm, 7 cm dan 10 cm.Hasil penelitian diperoleh Bahwa kedalaman kincir aerator di air berpengaruh terhadap putaran poros dengan masing-masing variasi transmisi di motor penggerak. Putaran poros tertinggi diperoleh pada transmisi A  kedalaman  5  cm dengan putaran  maksimum yaitu  33,66 rpm,  sedangkan putaran poros terendah  yaitu  pada  transmis  C  kedalaman  10cm  yaitu 12,80  rpm.  Pada  konsumsi  listrik  tertinggi diperoleh dari transmisi A kedalaman 10 cm yaitu 993,37 Watt, sedangkan daya listrik terendah yaitu pada transmisi  C  kedalaman  5  cm  yaitu  254,55  Watt. Sedangkan  dari  hasil  perhitungan  umur sabuk/belt diperoleh bahwa pada transmisi A diperoleh umur yang lebih lama yaitu 2362,62561 jam kerja dan tercepat pada transmisi C yaitu 1120,70784 jam kerjaKata Kunci : Transmisi, Aerator,umur sabuk
ANALISA VARIASI BENTUK JET NEEDLE KARBURATOR PADA MOTOR4 TAK 125 CC BERBAHAN BAKAR E – 100 DENGAN SISTEM REMAPPING PENGAPIAN CDI Achmad Jamaludin; Mustaqim ,; M Agus Sidiq
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 6 No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.57 KB) | DOI: 10.24905/eng.v6i2.578

Abstract

Karburator berfungsi untuk mencampurkan bahan bakar dan udara dalam perbandingan yang tepat pada setiap tingkat putaran mesin serta memasukan campuran bahan bakar kedalam ruang bakar dalam bentuk kabut. jarum skep bekerjasama dengan needle jet (spuyer) yang mana berfungsi untuk mengatur jumlah bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar. Tujuan dari diadakannnya penelitian ini untuk mengetahui nilai torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada saat menggunakan bahan bakar E – 100. Metode penelitian yang dilakukan dengan metode eksperimen. Pada pengujian ini digunakan alat dynamometer untuk mengetahui torsi dan daya sepeda motor. Dimana untuk torsi maksimum menunjukan angka 12.51 N.m di putaran 2904 rpm saat menggunakan jarum skep Ø 1,40 mm dan daya sebesar 9.8 Hp di putaran 6665 rpm saat menggunakan jarum skep Ø 1,65 mm. Sedangakan yang paling rendah nilai Sfc yaitu jarum skep Ø 1,65 mm.Kata Kunci : Jarum Skep, E – 100.
REMAPPING PENGAPIAN PROGRAMMABLE CDI DENGAN PERUBAHAN VARIASI TAHANAN IGNITION COIL PADA MOTOR BAKAR 4 TAK 125 CC BERBAHAN BAKAR E-100 Agung Setyo Pambudi; Mustaqim ,; Galuh Renggani Willis
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.671 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.581

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai torsi, daya, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan menggunakan etanol 96% pada motor bakar 4 tak 125 cc. Metode penelitian  yang  digunakan  adalah  dengan  mengatur timing  pengapian  yang  sudah ditentukan dan mengubah suatu tahanan primer tahanan sekunder pada koil sebesar 0,2 Ohm 5,2 Ohm, 0,4 Ohm 7,1 Ohm dan 1,3 Ohm 10,1 Ohm untuk motor bakar 4 tak menggunakan bahan bakar etanol 96% setelah itu diuji torsi, daya dan konsumsi bahan bakar.Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil nilai rata – rata torsi tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahahan sekunder 10,1 Ohm sebesar 11,81 N.m di putaran mesin 2000 rpm, dan untuk nilai rata – rata daya tertinggi saat menggunakan timing pengapian standar 15° dengan koil tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm sebesar 9,63 Hp di putaran mesin 7000 rpm. Dan untuk nilai maksimum rata – rata torsi tertinggi sebesar 12.33 N.m pada putaran mesin 2875 rpm dan nilai maksimum rata – rata daya tertinggi sebesar 9.3 pada putaran mesin 7034 rpm, nilai maksimum tersebut didapat saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan  tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian map 2 (20°). Untuk nilai Sfc yang paling maksimum (lebih irit saat menggunakan bahan bakar E – 100) adalah saat menggunakan koil dengan tahanan primer 1,3 Ohm dan tahanan sekunder 10,1 Ohm dan timing pengapian standar 15° sebesar 253.9 gr/kW.h. Dan untuk nilai kadar emisi yang paling rendah antara bahan bakar premium dan bahan bakar E – 100 (etanol 96 %) adalah saat Honda Supra X 125 cc menggunakan bahan bakar E – 100 dengan konsentrasi kadar HC sebesar 637 ppm. Kata Kunci : Koil, E – 100, CDI programmable, terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar, dan emisi gas buang.
ANALISIS KEKERASAN BAHAN ST-60 DENGAN VARIASI WAKTU PENAHANAN PADA PROSES PEMANAS INDUKSI UNTUK TOOL HOLDER CNC BUBUT M Irsyadul Anam; Lagiyono ,; Drajat Samyono
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1252.724 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.582

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui variasi yang ideal dan efektif dari proses pemanasan permukaan material ST60 yang meningkatkan sifat mekanis material dimana masih mempunyai modulus elastisitas tinggi, sebagian mana sifat dasar Tool Holder.Metode  analisis  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah teknik  analisis statistik  deskriptis,  pada  penelitian  ini  yaitu untuk  mengetahui  berapa  besar  pengaruh variasi temperatur pemanasan 500°C, 600°C, 700°C, 800°C dan berapa besar pengaruh variasi waktu penahanan 11dtk, 13dtk, 15dtk, 17dtk ditahan pada temperatur 450°C. Hasil penelitian pada pengujian kekerasan dengan variasi temperatur pemanasan mendapatkan nilai rata-rata 500°C = 17,5 HRC, 600°C = 27,83 HRC, 700°C = 31 HRC, 800°C = 39,83 HRC  dan  untuk  hasil  penelitian  pada pengujian  kekerasan  variasi  waktu  pemanasan mendapatkan nilai rata-rata 11detik = 19,17 HRC, 13detik = 16,67 HRC, 15detik = 28 HRC, 17detik = 17,67 HRC.Kekerasan yang baik atau mendekati dengan nilai kekerasan permukaan Tool Holder  CNC  Bubut,  yang  mempunyai rata-rata kekerasan  38  HRC  adalah  sepesimen dengan berdasarkan pengaruh variasi temperatur pemanasan 800°C = 39,83 HRC dan untuk sepesimen berdasarkan pengaruh variasi waktu pemanasan 15detik = 28 HRC. Dimana dipermukaan keras tetapi masih mempunyai modulus elastisitas tinggi sebagai mana sifat dasar Tool Holder.Kata Kunci : Baja, Kekerasan, Temperatur dan Waktu.
STUDY SIFAT MEKANIK KOMPOSIT MATRIK POLYESTER YANG DIPERKUAT SERAT POHON TIMAH DAN SERBUK TIMAH Fahad Aziz; Lagiyono ,; M Fajar Sidiq3
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.327 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.583

Abstract

Komposit dapat didenifisikan sebagai material yang terentuk dari dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen. Material komposit memiliki sifat mekanik, kekuatan jenis dan kekakkuan jenis melebihi logam tanamanwaru memiliki kandugan serat yang tinggi dan ramah ligkungan karena dapat terurai secara alami. Polyester yang terbentuk dari resin dan katalis memiliki keunggulan mudah dibentuk dan tahan korosi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frasksi volumee serat pohon waru dan serbuk timah komposit matrik polyester terhadap uji impak, uji kekerasan dan uji bending. Dengan Variasi fraksi volume serat dan serbuk kayu 10%, 20%, 30% dengan ukuran  panjang  serat  acak  dan  diameter  serat  1mm  dan  menggunakan  anyaman  acak. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengumpulan data melalui tahapan wawancara, observasi , eksperimen, dan dokumentasi dan diaplikasikan sebagai helm sederhana yang mengacu pada SNI 1811-2007. Bahan yang digunakan dalam penelitian  ini yaitu  :  gunting,  gelas ukur,  timbangan  digital,  cetakan spesimen,  mixer, jangka sorong, mesin uji impak, mesin uji kekerasan, dan mesin uji bending .Setelah resin dicampur dengan serbuk dan diaduk secara merata kemudian ditetesi dengan katalis, setelah itu serat yang   sudah dihitung massa jenisnya   kemudian ditata secara  acak  dalam  sistem  spesimen  dan  campuran  resin,  serbuk  dituangkan  kedalam cetakan yang telah berisi serat kemudian tunggu sampai kering. Pengujian dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.Hasil pegujian impak pada fraksi volume 20% memiliki harga impak rata-rata yang tertinggi  yaitu 4 J/mm2, pada fraksi volume 20% memiliki angka kekerasan rata-rata tertinggi yaitu 49.1 kgf, dan pada fraksi volume 10% memiliki angka kekuatan bending rata-rata tertinggi 55,34 Mpa. Jadi pada fraksi volume 20% adalah variasi fraksi volume terbaik dan layak untuk diaplikasikan sebagai helm sederhana.Kata kunci: komposit, serat pohon waru, serbuk timah, matrik polyester
TURBIN ANGIN HORIZONTAL ROTOR GANDA SEBAGAI PENGGERAK POMPAIRIGASI PERTANIAN Moh Ibnu Kharisma Alfajri; Mustaqim ,; Galuh R Wilis
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.47 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.584

Abstract

Dewasa ini krisis air yang sering terjadi pada wilayah indonesia membuat pemerintah kedodoran dalam menangani permasalahan krisis air tersebut. Terlebih para petani yang sudah memulai bercocok tanam yang dalam perjalanannya sering menemui kendala dengan kurangnya pasokan air untuk mengaliri lahan persawahan khususnya di wilayah  Kabupaten Tegal.  Dari  ancaman  kekeringan  itulah,  maka  diperlukan pengembangan teknologi dalam rangka menanggulangi ancaman yang akan terjadi, salah satunya pengembang turbin angin sebagai penggerak pompa.Penelitian turbin angin ini dalam rangka pengembangan energi angin yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecepatan angin terhadap pengaruh daya yang dihasilkan turbin angin horizontal dengan rotor ganda sebagai penggerak pompa irigasi pertanian melalui putaran poros turbin. Metode yang digunakan adalah eksperimental, di mana alat di tempatkan langsung di lapangan dan mengambil data kemudian diteliti untuk dianalisa. Dengan memanfaatkan energi angin dalam menggerakan rotor turbin kemudian diteruskan menggerakan engkol pompa yang bertujuan untuk mnghasilkan debit air yang dihasilkan oleh pompa. Sistem penggerak pada pompa air ini menggunakan poros engkol yang diteruskan ke pompa air. Kecepatan angin yang diperoleh 1.5 m/s sampai 4.4 m/s diukur dengan menggunakan annemometer, sedangkan putaran turbin yang dihasilkan diukur dengan menggunakan alat tachometer.Dari hasil penelitian yang didapat menunjukan hasil putaran turbin yang bervariasi, hal ini dipengeruhi oleh kecepatan angin yang tersedia, kecepatan angin terbesar 4.4 m/s menghasilkan putaran turbin sebesar 119 rpm denga daya yang dihasilkan sebesar 0.011 watt, sedangkan kecepatan angin terkecil 1.5 m/s dengan putaran turbin 54 rpm dengan daya  yang  dihasilkan  0 watt.  Pada  sistem  penggerak  pompa  perlu  digunakan sistem transmisi roda gigi untuk mereduksi kecepatan angkat pompa agar nantinya pompoa air bisa lebih maksimal.Kata kunci : Turbin angin horizontal, rotor ganda, poros engkol, pompa
ANALISA SUDUT SERANG BILAH PADA TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL ENAM BILAH DATAR SEBAGAI K PENGGERAK POMPA Wardoyo ,; Mustaqim ,; Hadi Wibowo
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.391 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.585

Abstract

Kondisi alam di Brebes (Jawa Tengah) kaya akan sumber energi angin : angin laut, angin darat, angin gunung, angin barat dan angin timur. Brebes juga merupakah daerah pertanian  yang  kondisinya 14.444  hektar  merupakan  sawah tadah  hujan.  Hal  ini  yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian penggunaan kicir angin sumbu horizontal enam bilah datar sebagai tenaga penggerak pompa.Penelitian menggunakan metode experimental dengan bentuk dan ukuran turbin angin  sesuai  ukuran  sebenarnya.  Tahapan yang  dilakukan  dalam  proses  penelitian  ini adalah:  1) Mengumpulkan  data.  2)  Analisa  Energi  sumber  energi  yang tersedia.  3) Membuat rancangan turbin angin. 4) Mengambil data dan evaluasi. 5) Evaluasi dan kesimpulan. Data penelitian dapat menunjukan  hubungan antara kecepatan angin (v), tip speed ratio (TSR) dan Coefficient Performance daya optimum (Cp).Kincir sebagai penggerak pompa dapat beroperasi saat kecepatan angin 1,4 m/s, dengan debit air rata-rata 0,5 liter per putaran. Nilai TSR maksimum yang didapat adalah 2,593.  Debit air  optimum  yang  bisa  dicapai  adalah  19,2  liter  per  menit pada  kodisi kecepatan  angin  3  m/s,  sudut  serang  bilah  45 derajat.  Debit  air  bisa  meningkat  jika kecepatan angin lebih dari 3 m/s dan konstan. Daya optimum kincir angin enam bilah datar sumbu horizontal   diperoleh saat sudut serang bilah   43 derajat dengan nilai optimum koefisient performance 0,152. Kincir  Angin Sumbu Horizontal Enam Bilah Datar Sebagai Penggerak  Pompa dapat diaplikasikan di daerah Brebes dengan design sudut serang bilah 43 derajat, TSR 2,5 dan Cp 1,52. Perbaikan dan pengembangan ekperimen ini sangat diperlukan, untuk menghasilkan putaran yang optimal seperti penggunaan material sudu yang ringan dan   ridgid supaya bisa menghasilkan putaran yang optimal dan kepresisian pompa air yang digunakan untuk  meningkatkan debit dan head pompa. Kata Kunci : Turbin, sudut serang, performance. 
ANALISA MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD TERHADAP KINERJA MESIN SEPEDA MOTOR 4 TAK 110cc Rizki Fajarudin; Agus Wibowo; Ahmad Farid
Engineering : Jurnal Bidang Teknik Vol 7 No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.597 KB) | DOI: 10.24905/eng.v7i1.586

Abstract

Saat ini ada banyak tuntutan dalam industri otomotif yaitu untuk menghasilkan kendaraan yang mampu menghasilkan performa yang tinggi (high performance), dan juga harus dapat menghemat pemakaian bahan bakar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  dari  variasi  bentuk,  panjang,  dan  diameter  Intake  manifold  terhadap  kinerja mesin. Pengujian dilakukan dengan pemasangan intake manifold standart yang sudah divariasi terhadap Torsi, Daya, dan Konsumsi  bahan bakar sepeda motor Jupiter Z. Analisa data menggunakan metode uji coba langsung yang dilakukan dengan cara mencatat data- data hasil pengujian yang akan dilakukan, dengan percobaan pemasangan Intake Manifold Standart dengan panjang 75 mm dan diameter 20 mm, Intake Manifold Variasi 1 dengan panjang 75 mm,  diameter  17  mm,dan penambahan Ulir pada lubang out,  serta  Intake manifold Variasi 2 dengan panjang 55 mm, diameter 17 mm, dan penambahan Ulir pada lubang out, terhadap kinerja mesin motor pada putaran mesin ditentukan pada 1500 sampai 10.000 rpm dengan variabel dari bentuk,diameter dan panjang   intake manifold. Hasil penelitian menunjukkan Intake manifold variasi 2 lebih unggul dengan nilai Daya 7,2 Hp, Torsi 7,92 N.m dibanding intake standart dan konsumsi bahan bakar lebih irit 36,83% sedangkan Intake manifold variasi 1 lebih rendah dibanding standart dengan nilai Daya 5,7 Hp, Torsi 6,8 N.m namun konsumsi bahan bakar lebih irit 40,66%, jadi Intake manifold terbaik adalah Intake manifold variasi 2.Kata Kunci : Intake Manifold, Torsi, Daya