cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mediator
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2000)" : 16 Documents clear
Implikasi Perkembangan Pertelevisian Pascaderegulasi terhadap Media Cetak Baskin, Askurifai
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasar pemikiran tulisan ini dilandasi perkembangan siaran televisi swasta yang semakinberkembang, dalam arti beragamnya pilihan stasiun tv swasta dengan acara yang bervariasi,di samping dukungan kebijakan pemerintah me/alui UU Penyiaran. Permasalahannya adalahbagaimana hubungan antara media cetakyang sudah lebih dahulu muncul dengan masuknyamedia elektronika dan broadcasting house? Kedua jenis media ini sebetulnya memilikikelebihan, sekaligus kekurangan. Ketika budaya televisi tumbuh dengan pesat, munculkekhawatiran dari sementara pengelola surat kabar akan semakin surutnya pembaca yangmenjadi surut. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa masing-masing mediamemiliki tingkat efisiensi tertentu yang tergantung dari message dan target khalayaknya.Da/am mengatasi persaingan, media cetak terus berupaya meningkatkan produksi danprofesionalismenya selain dengan mempertahankan segmen pembaca tertentu. Namun,pada perkembangan selanjutnya ternyata antarkedua media tersebut terjadi hubungankerja sama positif Masing-masing media saling memanfaatkan dan mendukungkelebihannya masing-masing
Komunikasi dan Praksis Kebebasan Ratmanto, Teguh
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper concerns with communication and praxis of freedom. Communication in wider perspective is not just transftring a message but more than that. It is not just a process but involves many aspects of human lift such as culture and language. Culture and language reflect an understanding of reality. We can only perceive reality through language,whilelanguage can not be separated from culture. Language, basicly, is symbolization of reality using meaningful sign. That symbolization reducts reality into single aspect perceived by signs, however they want to represent it in one-ta-one correspondence. So the reality we perceive through language is not the real reality. It means that the communication we do is a complex action. The process of establishing meaning has something to do with people, because sign (language) . by itself has no meaning. Words do not mean but people mean. In relating with power, the meaning ofsign (languange) is determined by who holds the power. Whoever they are, they will have a dominant interpretation of meaning. Communication (as far as relate to culture, language, reality, and sign)is no longer free because it is not reflecting reality anymore, but symbolizing the power. Communication. naturally, is reflecting reality, that what we call free communication. But the(political)power has canged communication being just a tool for their interest. Communication reflects reducted reality. That is a chained communication. Communication has to be placed again in its natural place (reflecting reality) sowe can interpretate reality freely.
Menimbang Positivisme Hasbiansyah, O
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harus diakui, pengaruh positivisme dalam ilmu-ilmu sosial, termasuk ilmu komunikasi. masih sangat kuat dan luas. Hal ini, misalnya, bisa dilihat dalam rumusan-rumusan metodologipenelitian. Masalah generalisasi. objektivitas. deskripsi sebab-akibat, yang sederhana, kerap ditemukan. Tak bisa dipungkiri, memang. bahwa positivisme berjasa dalam mengembangkan metodologi ilmiah. di samping dosa-dosanya yang juga cukup besar. Karena itu, pemahaman asumsi-asumsi positivisme. dan kritik-kritik terhadapnya, cukup penting bagi para ilmuwan. Sebab, hal ini, secara filosofis, sangat pendasar. Penting disadari, positivisme telah memberikan landasan sistematis, dan membantu cara berpikir dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Positivisme telah memberikan bimbingan. melalui verifikasi dalam proses penelitian,misalnya. Tetapi juga,dengan memahami kritik-kritik tadi. penting juga disadari bahwa penalaran ilmu pengetahuan positivisme. telah memperkerdil realitas. Padahal realitas itu sangat kaya dan penuh nuansa. Realitas direduksi ke dalam gambaran yang kering dan miskin, sehingga realitas sesungguhnya (yang diungkap) bisa keliru. dan menyesatkan. Dengan demikian. betapapun serangan bertubi-tubi dilancarkan pada positivisme. masih ada sejumlah manfaat yang bisa dipetik. Kritik-kritik tajam itu. mungkin. tak bisa menghapus seluruh penalaran yang didasarkan pemahaman positivisme. Kritik-kritik demikian harus dipandang sebagai proses dialektis. untuk menemukan pendekatan yang dianggap lebih baik.
Sistem Komunikasi dan Informasi di Indonesia Rachmiatie, Atie
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu Perubahan dan Tantangan Masa Depan Terdapat perubahan pola komunikasi dan informasi pada masyarakat. terutama perubahan dari segi perangkat keras, perangkat lunak. dan sumber daya manusia, yang berpengaruh terhadap sistem komunikasi dan informasi nasional, baik yang terjadi pada individu maupunpada lembaga/institusi yang berkaitan. Perubahan menyangkut pulapada kondisi organisasi pemerintah yang terkait dengan pengelolaan informasi. yaitu dengan ditata kembalinya sistem administrasi dan manajemen, baik secara intern, maupun ekstern berkaitan dengan organisasi luar. Apresiasi masyarakat terhadap materi informasi. pada kenyataannya. belum tersosialisasikan secara optimal. karena hal ini tergantung pada kebutuhan dan prioritas kebijakan institusi pemerintahan setempat. Dengan demikian. tidak semuajenis isi/materi informasi mendapatkan porsi yang sama dalam pemasyarakatannya.
Muslim, Pembangunan, dan Informasi Nazsir, Nasrullah
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembangunan, harus berorientasi kebutuhan. Pandangan yang dimiliki oleh negara-negara berkembang pada umumnya, dan negeri-negeri Muslim khususnya. tentang diri mereka sendiri dan negara-negara industri. Pada tahap tertentu, pandangan ini merupakan suatu warisan kolonialisme. Namun, hal ini juga merupakan hasil pola-pola pembangunan konvensional yang telah dilakukan masyarakat di negara berkembang. Analisis, atas peranan informasi inil. harus dikembangkan dengan suatu pendekatan yang kritis dan seimbang. Akhirnya, hanya dengan mengembangkan teknologi-teknologi informasi yang sesuai. dan memenuhi kebutuhan dan kriteria nilai yang khas-Iah. negeri-negeri Muslim akan dapat bertahan dengan integritas dan kemandiriannya di abad informasi.
Telaah Buku Astuti, Santi Indra
Mediator Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refleksi Seorang "Begawan" Televisi

Page 2 of 2 | Total Record : 16