cover
Contact Name
Annas Sumeru
Contact Email
schumeru@gmail.com
Phone
+6285215308602
Journal Mail Official
schumeru@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Keperawatan Soedirman Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED Jln. Dr. Soparno Purwokerto 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing)
ISSN : 19076673     EISSN : 25799320     DOI : 10.20884
Core Subject : Health,
The Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) is a peer review and open access journal which publishes scientific works on the nursing and health science field (pISSN: 1907-6673, e- ISSN: 2579-9320). This journal was established in 2006 and developed by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing. JKS is published by Universitas Jenderal Soedirman.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
Hubungan Pola Makan dan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia Remaja Putri Utami, Baiq Nurlaily; Surjani,; Mardiyaningsih, Eko
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.604

Abstract

Anemia pada remaja putri  ditandai oleh beberapa hal antara lain  lesu, lemah, letih, lelah dan lalai (5L), sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang. Faktor-faktor yang berkaitan dengan anemia pada remaja putri diantaranya diet dan pola menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan diet dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Sejumlahl 70 siswa perempuan dipilih sebagai responden secara acak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hubungan diuji dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pola makan dan kejadian anemia diperoleh OR 5,400 (p 0,002), pola menstruasi dengan kejadian anemia OR 5,769 (p 0,002). Disimpulkan bahwa baik pola makan maupun pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang. Diharapkan MTs Ma’Arif Nyatnyono Kabupaten Semarang lebih memperhatikan kejadian anemia pada siswinya agar tidak mengganggu prestasi dan menghambat tujuan pendidikan.  
Pengaruh Facilitated Tucking Dan Musik Terhadap Respon Nyeri Bayi Prematur Ketika Pengambilan Darah Zubaidah,; Naviati, Elsa
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.603

Abstract

Manajemen nyeri yang tidak terkontrol pada bayi akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Salah satu tindakan manajemen nyeri non-farmakologi yang aman bagi bayi prematur adalah facilitated tucking dan pemberian musik. Penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi fasilitated tucking dan musik dalam mengurangi respon nyeri dan durasi menangis bayi prematur saat pengambilan darah. Rancangan kuasi eksperimen dengan pos-ttest control group design dipilih. Sampel penelitian ini adalah 60 bayi prematur yang dirawat di rumah sakit dan dilakukan pengambilan darah.  Uji hipotesis menggunakan independent t-test. Kelompok intervensi diberikan facilitated tucking dan musik ketika pengambilan darah. Pengukuran nyeri menggunakan Premature Infant Pain Profile (PIPP) dan durasi menangis diukur dalam detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor nyeri bayi adalah 7,03 pada kelompok intervensi dan 12,4 pada kelompok kontrol. Rata-rata durasi menangis bayi pada kelompok intervensi adalah 68,5 detik dan kelompok kontrol adalah 105 detik. Uji t menunjukkan perbedaan yang bermakna skor nyeri p 0,000 (α=0,05) dan durasi menangis 0,009 (α=0,05) bayi premature antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. DIsimpulkan bahwa facilitated tucking dan musik telah mengurangi respon nyeri dan durasi tangisan bayi prematur ketika pengambilan darah.
Persepsi Dan Kesiapan Dosen terhadap Pembelajaran Interprofesional Yuniawan, Arif Eko; Mulyono, Wastu Adi; Setiowati, Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.595

Abstract

Interprofessional Education (IPE) dapat mendorong praktik kolaboratif untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Institusi telah mengenal konsep ini tetapi belum banya yang diadopsi. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti mispersepsi dan ketidaksiapan dari mahasiswa, dosen, dan pengelola. Persepsi dan kesiapan mahasiswa dan fasilitator terhadap IPE dilaporkan baik. Tetapi tidak ada penelitian yang melaporkan perspektif dosen. Penelitian ini untuk menganalisis persepsi dan kesiapan dosen terhadap IPE. Rancangan cross sectional dipersiapakan untuk meneliti persepsi 73 dosen dari jurusan kedokteran, kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, kedokteran gigi, dan ilmu gizi. Kuesioner IEPS dan RIPLS dimodifikasi, dan dipakai sebagai instrumen pengukuran setelah diuji. Hasil menunjukkan paling banyak responden dari kedokteran (26,0%), perempuan (57,5%), pernah berkolaborasi (95,5%), dan bekerja kurang atau sama dengan 10 tahun (76,7%). Persepsi (84,9%) dan kesiapan (94,5%) adalah baik dan sama diantara dosen di semua jurusan dengan nilai p 0,606 dan 0,535 secara berurutan. Dapat disimpulkan bahwa persepsi dan kesiapan dosen terhadap IPE di setiap jurusan adalah baik. Terdapat hubungan positif yang lemah tetapi bermakna antara persepsi dan kesiapan dosen. Institusi ini perlu membentuk bagian khusus untuk mengelola IPE. Penelitian lanjutan perlu  menggali lebih dalam tentang teknis model pembelajaran IPE.
Pengaruh Deep Breathing pada Pasien Praoperasi di RSUD Kuningan Tahun 2013 Taryadi, Aang; Aini, Khusnul; Ramadhy, Asep Sufyan
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.605

Abstract

Praoperasi merupakan stressor yang dapat menyebabkan kecemasan. Salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam. Berdasarkan studi pendahuluan  hasil wawancara  dengan pasien menunjukkan sebanyak  80% mengalami kecemasan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen kelompok perlakuan 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang, dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HRS-A. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian dengan Uji Wilcoxon rerata skor kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam adalah 27,1 ± 8,24 dan rerata skor kecemasan sesudah dilakukan teknis relaksasi napas dalam adalah 11,5 ± 4,72. Setelah dilakukan uji beda didapatkan nilai p=0,000, terdapat perbedaan yang  bermakna skor kecemasan antara sebelum dan setelah dilakukan pemberian teknis relaksasi napas dalam. Dan hasil uji Mann-Whitney rerata skor kecemasan pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 11,5  ± 4,72, sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 25,6 ± 4,73. Setelah dilakukan uji beda didapatkan perbedaan yang sangat signifikan (p=0,000), antara pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam dan yang tidak diberikan teknik relaksasi napas. Perawat diharapkan memberikan teknik relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien praoperasi.
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Tingkat Postpartum Blues Ibu Primipara Berusia Remaja Girsang, Bina Melvia; Novalina, Miranda; Jaji,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.598

Abstract

Postpartum blues merupakan sindroma stress ringan pasca melahirkan yang dialami oleh ibu dalam rentang 3-10 hari. Postpartum blues memiliki tanda gejala seperti sedih berlebihan, menangis tiba-tiba, mudah tersinggung, sulit tidur, nyeri kepala, dan cenderung menyalahkan diri sendiri. Postpartum blues mengakibatkan ibu menjadi pasif dan mengabaikan bayinya serta ketidakseimbangan hormon karena cemas dan stress. Pada bayi mengakibatkan lemahnya sistem imun bayi dikarenakan kurangnya perhatian dan sentuhan dari ibu. Posptartum blues harus ditangani dengan tepat sebelum berkembang menjadi depresi postpartum. Pikoedukasi merupakan suatu tindakan yang diberikan pada individu maupun keluarga dalam gangguan kesehatan mental dengan memperkuat strategi koping menggunakan booklet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah pengaruh tingkat postpartum blues sebelum dan setelah diberikan intervensi. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pre experiment. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan cara accidental sampling yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu 24 Juni-24 Juli 2013 dengan hasil yaitu SD pre intervensi 1,218 dan post intervensi 1,701 dengan uji statistik paired T-test menunjukkan p value<0,05 (p value = 0,001). Untuk penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan penelitian kualitatif tentang adat istiadat, pekerjaan, dan status ekonomi keluarga.
Hubungan Spiritualitas Perawat Dan Kompetensi Asuhan Spiritual Arini, Hana Nur; Susilowati, Ida; Mulyono, Wastu Adi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.594

Abstract

Asuhan spiritual  berkaitan dengan  spiritualitas perawat.  Terdapat  beberapa  faktor yang mempengaruhi perilaku perawat dalam memberikan asuhan spiritual. Menguasai spiritualitas sendiri akan memberdayakan diri perawat dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien. Penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan spiritualitas dengan kompetensi spiritual perawat. Studi cross-sectional dirancang untuk menginvesitigasi 59 perawat yang dipilih secara simple random sampling di sebuah rumah sakit tipe B di Jawa Tengah. Kuesiner modifikasi Spiritualitas perawat diukur menggunakan kuesioner modifikasi Utomo, dan kompetensi spiritual diukur dengan modifikasi kuesioner SCC Van Leuween. Kedua kuesioner diuji dan reliabilitasnya mencapai 0.936 and 0.937 secara berurutan. Spearman’s Rank dipilih untuk menguji korelasi. Hasil investigasi menunjukkan spiritualitas perawat paling banyak (50.8%) baik dan kompetensi spiritual perawat (47.45%) adalah bagus dan sangat bagus. Spearman's rank menunjukkan adanya hubungan sedang positif yang bermakna antara kedua variabel (r: +0,504; p: 0,000). Disimpulkan bahwa persespsi perawat terhadap nilai spiritual berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan professional untuk memberikan asuhan spiritual. Riset selanjutnya perlu mengkaji berbagai cara untuk memupuk dan mengembangkan baik spiritualitas maupun kompetensi asuhan spiritual.
Pengetahuan dan Stigma Masyarakat terhadap TBC Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pencegahan dan Penularan Hidayati, Eni
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.602

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan salah satu jenis penyakit generatif yang telah dan menyerang  kelompok  usia  produktif  maupun  anak-anak,  dan  merupakan penyakit menular pembunuh nomor satu. Stigma yang berhubungan dengan penyakit ini berdampak negatif terhadap pencegahan, prosedur pelayanan, dan kebijakan yang berkaitan dengan penyakit TB. Pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang penularan TBC terhadap stigma masyarakat pada klien TBC. Jenis penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pre dan post design. Sampel 30 orang diperoleh secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan 81,25  %  responden memiliki stigma  rendah. Pendidikan kesehatan meningkatkan rerata pengetahuan dari 18,93 menjadi 26,00 (p 0,000). Disimpulkan bahwa pendidikan dan pencegahan penyakit TBC dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan stigma besar. Diperlukan dukungan instansi kesehatan, institusi pendidikan, dan petugas kesehatan untuk upaya penurunan stigma dengan memberikan dukungan bagi pasien penderita tuberkulosis
Perbedaan Bantal Pasir dan Cold-Pack dalam Mencegah Komplikasi pasca Kateterisasi Jantung Manik, Marisa Junianti
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.600

Abstract

Kateterisasi jantung dapat menimbulkan komplikasi vaskuler lokal dan neuropati femoral. Perawatan bertujuan mempertahankan hemostasis melalui penekanan mekanik bantal pasir dan cold-pack. Saat ini, durasi penekanan lebih dari dua jam menimbulkan rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada perbedaan kejadian kedua komplikasi menggunakan bantal pasir 1 jam dengan cold-pack 20 menit setelah pencabutan femoral sheaths. Rancangan penelitian randomized posttest-only control group design. Pemilihan sampel dengan consecutive sampling. Jumlah sampel adalah 40 pasien. Uji statistik menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian pada kelompok kontrol terdapat kejadian komplikasi vaskuler lokal 5,5 % dan neuropati femoral 11,1 %. Pada kelompok intervensi tidak ada kejadian komplikasi. Uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kejadian komplikasi vaskuler lokal dan neuropati femoral pada kedua kelompok dengan p value 0, 450 dan 0,196 (p > 0,05). Penekanan mekanik bantal pasir 1 jam dan cold-pack 20 menit membantu pencapaian hemostasis sehingga dapat digunakan dalam perawatan pasca kateterisasi jantung.

Page 1 of 1 | Total Record : 8