cover
Contact Name
Annas Sumeru
Contact Email
schumeru@gmail.com
Phone
+6285215308602
Journal Mail Official
schumeru@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Keperawatan Soedirman Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED Jln. Dr. Soparno Purwokerto 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing)
ISSN : 19076673     EISSN : 25799320     DOI : 10.20884
Core Subject : Health,
The Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) is a peer review and open access journal which publishes scientific works on the nursing and health science field (pISSN: 1907-6673, e- ISSN: 2579-9320). This journal was established in 2006 and developed by the Department of Nursing, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS) covers all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency, and critical nursing, medical-surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing. JKS is published by Universitas Jenderal Soedirman.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 09 No. 3 (2014)" : 7 Documents clear
Hubungan Pengetahuan tentang Asuhan Perkembangan dengan Sikap Perawat dalam Merawat Bayi Berat Lahir Rendah Zubaidah,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.613

Abstract

Perawatan tumbuh kembang bertujuan meminimalkan pengaruh pengalaman hospitalisasi jangka panjang dan pendek karena masalah fisik, psikologis dan emosi. Perawat berperan enting dalam meminimalisit pengaruh hospitalisasi pada bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) tapi banyak perawat belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai perawatan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi korelasi antara pengetahuan erawat tentang perawatan tumbuh kembang dengan perilaku perawat dalam merawat bayi BBLR. Metode penelitian ini yaitu cross sectional desain, melibatkan 44 perawat yang bekerja di sebuah ruang perinatologi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner mengenai karakteristik dan pengetahuan perawat mengenai perawatan tumbuh kembang dan pernyataan mengenai perilaku mereka dalam merawat bayi BBLR. Hasil penelitian menunjukkan 59,1% perawat memiliki pengetahuan yang bauk mengenai tumbuh kembang dan 50% perawat memiliki perilaku positif dalam merawat bayi BBLR. Secara statsitik terdapat korelasi signifikan antara pengetahuan perawat dengan perilaku merawat bayi BBLR (p=0.000). Peningkatan pengetahuan perawat mengenai perawatan tumbuh kembang pada bayi BBLR perlu ditingkatkan.
Pengalaman Mahasiswa Pria dalam Praktek Profesi Keperawatan Maternitas yang Bias Gender Latifah, Lutfatul; Anggraeni, Mekar Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.601

Abstract

A  stereotype that  nursing  is a  profession  for female  has gradually  changed  with  the increasing number of men who cultivate the nursing profession. However, in some areas this stereotype remains an issue. Male nursing students may experience gender bias while practice in maternity wards. This study aims to describe the experiences of male students while having clinical practice in maternity wards. A phenomenological approach was used in this study. Using a purposive sampling method, 8 male nursing students who were pursuing internship program were selected. Data were collected by semi structured interviews and analysed by thematic analysis. This study identified 7 themes, (1) gender role strain, (2) causes of gender role strain, (3) forms of gender role strain, (4) respond of gender role strain, (5) attitude on gender role strain, (6) hope in gender role strain, and (7) positive impacts of maternity nursing internship on male students. This study found that during the internship program in maternity wards, there were several gender inequities perceived by the male nursing students. Collaboration between nurse educators and nurse practitioners is needed to facilitate the learning process in maternity wards, especially for male nursing students. 
Hubungan antara Konsep Diri dan Kemampuan Memaknai Hidup pada Narapidana Remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang Rochmawati, Dwi Heppy
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.614

Abstract

Remaja  yang  bermasalah  dengan  hukum  akan  mengalami  suatu  perubahan psikologis yang dapat mempengaruhi pembentukan konsep diri dan kemampuan memaknai hidup yang dimilikinya sehingga berakibat pada ketidakmampuan memaknai hidupnya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hubungan antara konsep diri dan kemampuan memaknai hidup pada narapidana remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan menggunakan metode cross sectional. Data dianalisa menggunakan korelasi pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  sebanyak  17  responden  (68%)  mempunyai  konsep  diri positif dengan makna hidup tinggi dan 4 responden (16%) mempunyai konsep diri positif dengan  makna  hidup  rendah.  Sebanyak  1  responden (4%)  mempunyai konsep  diri  negatif  dengan  makna  hidup  tinggi  dan  3   responden  (12%) mempunyai konsep diri negatif dengan makna hidup rendah. Ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan memaknai hidup pada narapidana remaja di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Hubungan bersifat positif dengan kekuatan korelasi cukup (R = 0,533). Artinya semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi makna hidup, dimana setiap kenaikan satu skor konsep diri akan dapat meningkatkan 1,061 skor makna hidup. Konsep diri memberikan kontribusi sebesar 28,4% (R2 = 0,284) terhadap makna hidup. Hubungan ini bermakna secara statistik, ditunjukkan dengan nilai p value = 0,006 (< 0,05). 
Suplementasi Greentea Powder pada Cookies sebagai Upaya Penurunan Kadar Zat Besi Darah Penderita Thalassemia Nuraeni, I; Proveravati, Atikah; Widiastuti, R
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.607

Abstract

Thalassemia  merupakan penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh adanya kelainan pada gen globin alpha atau beta sehingga  produksi  rantai  globin  tersebut berkurang atau tidak ada. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk membuat suatu produk makanan fungsional bagi penderita thalassemia yang berfungsi untuk menstabilkan kadar zat besi dalam tubuh penderita yang menjalani transfusi darah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian eksperimental, dengan menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK), Teknik analisis data dilakukan dengan uji anova. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan pada tiap unit percobaan atau sampel terhadap parameter fisikokimia, maka dilakukan uji pembeda dengan Uji Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Penelitian dilakukan dilakukan dengan mensuplementasikan green tea powder pada konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55% dan 65% pada cookies dan tiap-tiap perlakuan dilakukan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan suplementasi green tea powder pada konsentrasi 25%, 35%, 45%, 55% dan 65% tidak memberikan pengaruh yang nyata pada kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar produk cookies, sedangkan memberikan pengaruh yang nyata pada kadar tanin green tea cookies. Untuk uji organoleptik suplementasi greentea powder tiap-tiap perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan pada tingkat kesukaan, warna, rasa dan aroma produk cookies, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada tekstur cookies. 
Pengaruh Pijat Tengkuk dan Hipnotis terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Subandiyo,
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.615

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit progresif namun tidak disadari hingga seseorang menderita masalah organ yang signifikan. Salah satu intervensi keperawatan yang dilakukan adalah pijat leher dan hipnosis. Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dari pijat leher dan hipnosis terhadap perubahan tekanan darah pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dan non equivalent control sampling group. Sample penelitian ini yaitu 64 pasien hipertensi. Tekanan darah diukur dengan sphygmanometer terkalibrasi, dan data dianalisis dengan uji wilcoxon (α< 0,05). Hasil menunjukkan bahwa tekanan darah pasien secara signifikan menurun. Pijat leher dan hipnosis dapat menurunkan tekanan darah dengan sistolik 15,62 mmHg dan diastolic 6.72 mmHg. Kesimpulannya, pijat leher dan hipnosis merupakan intervensi yang direkomendasikan untuk hipertensi. 
Pengaruh Program Diabetes Self Management Education Berbasis Keluarga terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Puskesmas II Baturraden Rahayu, Eva; Kamaluddin, Ridlwan; Sumarwati, Made
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.611

Abstract

Diabetes  Melitus  (DM)  adalah  salah  satu  penyakit  kronik  yang  memerlukan penanganan serius melibatkan penderita dan keluarga dalam penatalaksanaan perawatan mandiri,  salah satunya melalui pendekatan Diabetes Self Management Education (DSME). DSME adalah proses untuk memfasilitasi ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam perawatan mandiri diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DSME berbasis keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II di Puskesmas 2 Baturraden. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen pada 18 sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Diabetes Self Management Education dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan selama 3 bulan. Analisis data menggunakan uji t  berpasangan (pair t test) dengan CI 95 %. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000 (p < α; α = 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara program Diabetes Self Management Education berbasis keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM. Perawat dapat melakukan DSME sebagai pendekatan dalam meningkatkan self care diabetes sehingga kualitas hidup mereka dapat ditingkatkan. 
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stress Akademik Mahasiswa Reguler Program Studi D III Keperawatan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ruhmadi, Edi; Suwartika, Ira; Nurdin, Agus
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 09 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2014.9.3.612

Abstract

Mahasiswa  sebagai  bagian  dari  sebuah  kelompok  individu  merupakan bagian dari target integrasi pelayanan keperawatan, kelompok yang paling rapuh terkena ketidakseimbangan homeostasis karena stress dari kegiatan akademik. Peningkatan kejadian stres akademik akan meingkatkan kemampuan akademik yang mempengaruhi index prestasi  dan  beratnya stres dapat menyebabkan seseorang berperilaku negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan akademik stres pada mahasiswa Diploma III Keperawatan Cirebon. Desain penelitian  adalah  analisis  korelasi dengan pendekatan  cross  sectional. Responden sebanyak 77 mahasiswa diambil secara acak, instrumen yang digunakan yaitu kuesioner yang terdiri dari data demografi dan pernyataan mengenai level stres akademik dengan Depression Anxiety and Stess Scale 42 (DASS 42) dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa  terdapat  hubungan  antara  usia dan tingkat stres akademik yang signifikan (p=0.039) dan hubungan antara jumlah kunjungan ke puskesmas dengan tingkat stress akademik (p=0.008). 

Page 1 of 1 | Total Record : 7