cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2012)" : 9 Documents clear
STUDI KUAT TEKAN KOLOM BAJA PROFIL C GANDA DENGAN PENGAKU PELAT ARAH LATERAL Aditya Kurnia Haryanto Yoso Wigroho
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.967 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.614

Abstract

Baja merupakan salah satu alternatif bahan bangunan yang banyak digunakan di dalam konstruksi.  Pemakaian baja sebagai bahan bangunan utama mempunyai beberapa kelebihan, yaitu keseragaman  bahan  dan  sifat-sifatnya  yang  dapat  diduga  secara  cukup  tepat,  kestabilan dimensionalnya, kemudahan pembuatan dan cepatnya pelaksanaanya.  Selama ini baja profil yang sering digunakan dalam konstruksi bangunan seperti kolom, balok dan gelagar jembatan adalah profil WF (wide flange) maka pada penelitian ini dicoba membuat kolom menggunakan baja profil C yang selama ini hanya digunakan untuk keperluan konstruksi ringan seperti gording dan rangka atap. Penelitian ini menggunakan profil C yang dirangkai ganda sebagai kolom dengan diberi pengaku baja pelat arah lateral.   Panjang kolom baja profil C ganda adalah 1000 mm sebagai kolom pendek dan 3500 mm sebagai kolom panjang.  Dimensi profil C yang digunakan  lebar (b) 35,8 mm, tinggi (h) 68,6 mm, dan tebal (t) 1,9 mm. Benda uji berupa kolom baja profil C ganda sebanyak 8 buah dengan variasi pengaku yang berbeda-beda yaitu 100 mm, 150 mm, dan  200 mm dan 250 mm.  Kolom baja profil C ganda  tersebut akan ditinjau kekuatan menahan beban sentris pada  pusat  sumbu  kolom.  Pembacaan  lendutan  hingga  profil  tersebut  mengalami  beban maksimum. Hasil penelitian yang diperoleh pada kolom baja profil C dari hasil pengujian beban maksimum, kolom pendek profil C ganda mampu menahan beban rata-rata sebesar 5399,46 kg sedangkan pada kolom panjang profil C ganda mampu menahan beban rata-rata sebesar 3199,68 kg.   Defleksi maksimum kolom pendek yang terjadi adalah; pada kolom dengan jarak pengaku lateral 250 mm yaitu sebesar 6,12 mm, pada jarak pengaku lateral 100 mm, 150 mm dan 200 mm berturut-turut sebesar 2,86 mm, 2,63 mm, dan 2,36 mm.  Defleksi maksimum kolom panjang yang terjadi adalah; pada kolom dengan jarak pengaku lateral 250 mm yaitu sebesar 33,56 mm, pada jarak pengaku lateral 100 mm, 150 mm dan 200 mm berturut-turut sebesar 26,8 mm, 23,02 mm,dan 21,61 mm.
ANALISA KEKUATAN TARIK BESI BETON STRUKTUR BETON JEMBATAN WAIHATTU (PERHITUNGAN MANUAL-MINITAB.13) Steanly R.R Pattiselanno Nanse H Pattiasina
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.898 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.615

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisa lanjut hasil uji kekuatan tarik besi beton untuk tulangan beton jembatan melalui perbandingan hasil perhitungan manual dengan program minitab versi 13 untuk tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Perbandingan hasil yang dilakukan melalui pendekatan tahapan perhitungan manual adalah menghitung mean sampel, deviasi standar sampel dan estimasi interval mean populasi, serta tahapan Minitab Versi 13 adalah uji normalitas dan perhitungan cepat tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Penelitian dilakukan menggunakan prosedur jumlah sampel kecil (n<30), untuk sampel berdiameter (Ø) 10 mm, 16 mm, 19 mm dan 22 mm. Berdasarkan teknik analisa   dan hasilnya, terdapat perbedaan besaran kekuatan tarik maksimum dari benda uji melalui penggunaan metode estimasi titik dan metode estimasi interval, sebagai berikut besaran perbedaan   untuk interval kepercayaan ci = 95%, berkisar antara 0,001% s/d 0,239%, besaran perbedaan   untuk interval kepercayaan ci = 99% berkisar antara 0,002% s/d 0,550% dan perbedaan besaran tegangan tarik antara daerah interval kepercayaan ci = 99% dan ci= 95% berkisar antara 0,001% s/d 0,315%.
KAJIAN REUSE MATERIAL BANGUNAN DALAM KONSEP SUSTAINABLE CONSTRUCTION DI INDONESIA Wulfram I. Ervianto Biemo W. Soemardi Surjamanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.208 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.616

Abstract

Fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh efek gas rumah kaca erat kaitannya dengan aktivitas pembangunan. Oleh sebab itu diperlukan pola pembangunan yang sekecil mungkin pengaruhnya terhadap lingkungan yang kemudian disebut dengan Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan. Salah satu bagian dari pembangunan berkelanjutan adalah konstruksi berkelanjutan, salah satu aspeknya adalah melakukan konservasi terhadap penggunaan sumberdaya alam. Disisi lain, volume limbah yang dihasilkan mencapai 19,5 kg/m2 akibat aktivitas pembangunan proyek baru sedangkan akibat pembongkaran bangunan adalah 757 kg/m2. Oleh karenanya diperlukan tindakan nyata untuk memanfaatkan limbah tersebut dengan cara reuse dan recycle. Data dan informasi diperoleh melalui wawancara langsung terhadap pelaku usaha material bekas bangunan yang berada di beberapa kota besar di pulau Jawa. Hasil yang diperoleh adalah jenis material bekas yang banyak digunakan kembali adalah bahan yang terbuat dari kayu dan besi dengan alasan hasil bongkaran bangunan mengalami kerusakan relatif kecil pada saat pembongkaran dan dapat digunakan kembali melalui proses perbaikan dan atau reproduksi. Aspek positif membeli bahan bangunan di pasar loak adalah dapat membeli material sesuai dengan kebutuhan serta mendukung konservasi sumberdaya alam sedangkan aspek negatifnya adalah kontinuitas ketersediaan jenis material kurang terjamin.
ESTIMASI MATRIK INFORMASI LALU LINTAS MODEL GRAVITY ASAL TUJUAN ANGKUTAN PRIBADI-UMUM Chairur Roziqin
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.284 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi matrik asal tujuan (MAT) dengan memanfaatkan data-data sekunder seperti data sosio ekonomi, lintas harian rata-rata (LHR), waktu perjalanan (travel time), jaringan jalan dan kecepatan. Selama ini dalam pembuatan MAT selalu menggunakan data primer yang didapatkan dari survei asal-tujuan (O-D) yang dilakukan lima tahun sekali sehingga memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang lama. Pembentukan matrik estimasi dalam penelitian ini menggunakan model kombinasi sebaran pergerakan yaitu Gravity dan pemilihan moda Multinomiallogit dalam kondisi pembebanan rute keseimbangan (model SPPM). Analisis perhitungan menggunakan program (Equilibre Multimode, Multimodal Equilibium) EMME2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian statistik pada level arus angkutan pribadi menghasilkan R2 sebesar 0,27118 dan pada pengujian statistik pada level arus angkutan umum menghasilkan R2 sebesar 0,01044. Sedangkan pengujian statistik pada level matrik menghasilkan R2 sebesar 0,002. Tingkat kemiripan arus lalu lintas hasil pemodelan terhadap arus pengamatan sebesar 41,8 % dan arus lalu lintas aktual sebesar 50,9 %.
KEAMANAN UTILITAS TIANG JALAN RAYA Yohannes Lulie Y. Hendra Suryadharma
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.833 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.618

Abstract

Akhir-akhir ini, suatu tabrakan dengan tiang utilitas menjadi kejadian sangat berbahaya dalam suatu tabrakab yang mematikan. Paper ini mendiskusikan penangan yang representatif untuk menangani tiang utilitas pada daerah tabrakan tinggi. Lokasi penelitian di Persimpangan Mirota Universitas Gajahmada. Hasil Studi menginformasikan bahwa pada simpangan lengan utara, tiang utilitas berada pada manfaat jalan. Pada setiap lengan simpang, Seluruh tiang-tiang utilitas tidak mempunyai bandalan pelindung untuk melindungi tiang-tiang utilitas dari tabrakan. Analisis dari ketiga skenario bahwa tiang-tiang utilitas sangat berbahaya bagi banyak pengemudi. Perlu memindahkan tiang-tiang utilitas dari manfaat jalan ke sisi jalan dan melindungi tiang-ting utilitas dengan cluster crash cushion atau pole guardrail.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN PUSAT BELANJA (STUDI KASUS CIHAMPELAS WALK BANDUNG) Theresita Herni Setiawan
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.142 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.619

Abstract

Berbelanja merupakan salah satu aktivitas manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.Untuk memenuhi itu, dibutuhkan suatu pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan merupakan suatu kompleks pertokoan dan fasilitas pendukung lainnya yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kenyamanan, baik kepada konsumen dalam berbelanja maupun kepada pedagang yang menyewa gedung dalam menata barang dagangannya. Pemeliharaan bangunan didefinisikan sebagai suatu proses pengelolaan bangunan, fasilitas, dan/atau infrastruktur. Pemeliharaan bangunan berfungsi untuk mempertahankan fisik bangunan serta umur bangunan sesuai dengan rencana. Pesatnya pembangunan gedung-gedung baru umumnya tidak disertai dengan peningkatan kegiatan pemeliharaannya. Biasanya yang menjadi salah satu penyebabnya adalah kurang terencananya suatu sistem pemeliharan dan pengawasan yang baik. Namun hal ini tidak seluruhnya terjadi dalam setiap gedung yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemeliharaan gedung mulai dari pekerjaan pemeliharaan, pembuatan laporan pemeliharaan, dan teknologi pemeliharaan. Penelitian ini menganalisis kasus yang terjadi pada Bangunan Gedung dan Area Koridor di Cihampelas Walk Bandung. Dari analisis disimpulkan bahwa Cihampelas Walk sudah memiliki perencanaan manajemen pemeliharaan bangunan namun masih ada kecenderungan ketidak-cocokkan perencanaan manajemen pemeliharaan bangunan dengan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan di lapangan.  Diharapkan  pada              perencanaan setiap bangunan memperhatikan manajemen pemeliharaan tersebut agar mengurangi kondisi yang tidak diharapkan di kemudian hari.
KONSTRUKSI PONDASI SARANG LABA-LABA ATAS TANAH DAYA DUKUNG RENDAH BANGUNAN BERTINGKAT TANGGUNG S.S. Purwanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.42 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.620

Abstract

Mendirikan konstruksi bangunan gedung diatas lapisan batu karang atau padas yang cukup tebal, boleh dikatakan kita sudah terbebaskan dari permasalahan pondasi sebab dengan adanya lapisan batu karang  atau  padas yang cukup  tebal itu sendiri pada prinsipnya sudah merupakan suatu konstruksi pondasi yang ideal. Permasalahan pondasi baru akan timbul, apabila kita  akan  mendirikan suatu  konstruksi bangunan diatas  tanah  yang daya  dukungnya  rendah Mendirikan  suatu  konstruksi  bangunan  yang  relati  cukup  berat  diatas  tanah  yang  daya dukungnya rendah, jelas akan merupakan suatu tantangan yang harus diatasi. Pada perencanaan pondasi  langsung  dengan  sistem  sistem  yang  lain,  kesemuanya  bertujuan  untuk  mengatasi tantangan diatas, yaitu besarnya beban disatu pihak dengan lemahnya daya dukung dilain pihak. Masing-masing sistem lahir dengan bentuk dan modifikasi sesuai dengan besar kecilnya tantangan yang harus diatasi. Pada sistem pondasi langsung yang sudah kita kenal selama ini masih terdapat berbagai  kekurangan  yang  dapat  disempurnakan,  baik  dari  segi  perencanaan,  effisiensi, pelaksanaan, maupun dari segi ekonomisnya. Berbagai sistem pondasi yang selalu dianggap biasa tersebut, sebenarnya masih dapat digali hal hal yang lebih dari biasa. Sistem kombinasi yang lahir sebagai sistem baru dengan bentuknya yang sederhana tersebut, kemudian diperkenalkan dengannama “Sistem Konstruksi sarang laba laba
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN Mamok Suprapto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.609 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.621

Abstract

Pengelolaan Sumberdaya Air pada daerah irigasi, didasarkan pada debit andalan dengan faktor-K sebagai tolok ukur keberhasilannya. Adanya perubahan iklim, banyak daerah irigasi sering mengalami kekeringan dan gagal panen. Keraguan terhadap efektivitas penggunanan faktor- K dalam pengelolaan sumberdaya air, memberikan inspirasi perlunya kajian terhadap pemakaian ambang batas pengelolaan. Penelitian ini menggunakan indeks keandalan (Ia) dan indeks kelentingan (Ik) dalam pengelolaan daerah irigasi Notog, daerah aliran sungai Pemali. Terdapatnya sifat alami aliran mengisyaratkan bahwa tiap daerah irigasi memiliki ambang batas berbeda. Konsep telah diuji-cobakan pada daerah irigasi Notog, dengan ketetapan awal nilai Ia ≥ 0,75 dan Ik ≥ 0,5. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Ia ≥ 0,75 dapat dicapai, tetapi nilai Ik ≥ 0,5 sulit. Keadaan ini selaras dengan fenomena kekeringan yang sering dialami oleh daerah irigasi Notog. Hasil penelitian membuktikan bahwa faktor-K semata, tidak dapat menjamin hasil panen yang baik.
WATERSHED HYDROLOGICAL ANALYSIS OF JAKARTA EXTREME FLOODS Anastasia Yunika Mukand Singh Babel Satoshi Takizawa
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2012)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.116 KB) | DOI: 10.24002/jts.v12i1.622

Abstract

Jakarta flood is a routine event. It occurs annually in rainy seasons while extreme flood takes place approximately every five years. Various factors, from natural to man-induced and technical to non-technical ones, are involved in causing the detrimental impacts of the flood. Among those factors, the existence of Ciliwung as the main river flowing across Jakarta leads to the complication of the problem. This study analyzed the main hydrologic parameters, i.e. rainfall and river discharge in Ciliwung’s catchment area, to assess the extreme floods in Jakarta. Three extreme flood events, i.e. two events in 1996 and one event in 2002 were analyzed based on the rainfall data at five stations overall area of Jakarta and river discharge at four stations along Ciliwung. The result of analysis revealed the factors of main causes of the extreme events. Furthermore, it is expected that by considering the past record of similar events in various study reports, precautions could be developed to anticipate predictable impacts from such events in the future, and recommendations could be provided as alternatives to overcome the problem.Keywords: discharge, flood, hydrological analysis, rainfall, watershed

Page 1 of 1 | Total Record : 9