Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 4 (2014)"
:
8 Documents
clear
PEMODELAN ELEMEN HINGGA NON LINIER PELAT SATU ARAH BETON BERTULANG BERONGGA BOLA
Dinar Gumilang Jati
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.626 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.631
Pelat beton bertulang berongga bola merupakan salah satu teknologi alternatif yang bertujuan untuk mengurangi berat sendiri struktur dan menghemat material beton. Penempatan bola pada area tarik beton diharapkan tidak akan mengurangi kekuatan lentur pelat tersebut. Kondisi non linier material beton dan keberadaan rongga dalam beton mendorong perlunya permasalahan ini didekati dengan pemecahan numerik menggunakan program ATENA. Pada penelitian ini membahas perilaku lentur pelat solid dengan ketebalan 12 cm (PL0), dan pelat beton bertulang berongga bola dengan ketebalan 12 cm (PB17), dengan sistem beton cor ditempat, menggunakan metode elemen hingga non linier. Pengujian ini menggunakan pembebanan statis dari hydraulic jack yang diterapkan pada dua titik beban. Studi parameter penelitian ini mengamati pengaruh rasio rongga pada pelat terhadap perilaku lenturnya. Analisis numerik dilakukan dengan program ATENA dan program GID sebagai graphical user interface. Perilaku yang diamati pada penelitian ini antara lain kuat lentur, kekakuan dan daktilitas. Penentuan tipe elemen pada pemodelan numerik mempengaruhi hasil analisisnya. Perbandingan tipe elemen mengindikasikan bahwa kuat lentur pelat solid dengan elemen hexahedral (PL0_NUM_HEX) lebih mendekati hasil pengujian eksperimen (PL0_EKS) daripada pelat solid dengan elemen tetrahedral (PL0_NUM_TET). Pada penelitian ini didapatkan nilai kuat lentur pengujian numerik pada pelat PL0_NUM dan PB17_NUM berturut turut sebesar 54 kN dan 53 kN. Sementara itu nilai kuat lentur pengujian eksperimen untuk PL0_EKS dan PB17_EKS berturut-turut sebesar 43,29 kN dan 46, 29 kN.. Perbedaan nilai kuat lentur tersebut terjadi karena model numerik mensimulasikan kondisi struktur yang ideal. Kuat lentur, kekakuan dan daktilitas pelat beton berongga bola akan menurun seiring bertambahnya rasio rongga pada pelat.
ANALISIS PERSEPSI PENUMPANG TERHADAP KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN LAUT PELABUHAN REGIONAL SANANA KAB.KEPULAUAN SULA PROP. MALUKU UTARA
Budiman Soamole Benidiktus Susanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.989 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.632
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui kualitas pelayanan angkutan laut berdasarkan persepsi pengguna jasa. Kualitas pelayanan yang dinilai adalah pelayanan Pelabuhan Regional Sanana dan pelayanan kapal penumpang KM. Intim Teratai, KM. Theodora, dan KM. Bunda Maria. Analisis dilakukan dengan menghitung Importance Performance Analysis (IPA) dan CustomerSatisfaction Index (CSI). Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan rata-rata pengguna jasa Pelabuhan Regional Sanana terhadap 8 (delapan) faktor pelayanan sebesar 54,74 persenmasuk kriteria cukup puas. Faktor fasilitas pendukung di ruang tunggu pelabuhan dan faktor informasi jadwal kapal masuk kriteria kurang puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya. Indeks kepuasan rata-rata penumpang kapal KM. Intim Teratai sebesar 53,98 persen masuk kriteria cukup puas, kapal KM. Theodora sebesar 55,10 persen masuk kriteria cukup puas, dan kapal KM. Bunda Maria sebesar 67,10 persen masuk kriteria puas. Faktor jaminan mendapat tempat tidur di kapal, faktor keamanan barang bagasi, dan faktor waktu tiba berangkat kapal masuk kriteria kurang puas dan menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya.
POLA PERJALANAN DI PERKOTAAN YOGYAKARTA
J.Dwijoko Ansusanto Ahmad Munawar Sigit Priyanto, Bambang Hari Wibisono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.707 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.633
Yogyakarta memiliki banyak predikat sebagai kota, dan memiliki karakteristik khusus transportasi. Perjalanan pola di daerah perkotaan di Yogyakarta ditentukan oleh karakteristik penduduk perkotaan di kota Yogyakarta. Penyebaran lokasi tempat kerja atau sekolah yang terletak jauh dari tempat tinggal cenderung menghasilkan masalah untuk transportasi. Setiap hari, banyak gerakan yang dilakukan untuk bekerja dan sekolah melintasi pusat kota dampak ke jalan perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor- faktor penggunaan lahan sebagai salah satu unsur perencanaan yang mempengaruhi efisiensi transportasi. Hasil penelitian dan pemodelan diharapkan untuk mendapatkan transportasi perkotaan yang efisien dalam kasus kota Yogyakarta. Kasus yang dipilih adalah kota Yogyakarta, yang merupakan kota menengah. Metode penelitian ini adalah survei rumah tangga dengan instrumen kuesioner untuk perjalanan asal-tujuan. Dari matriks asal-tujuan, maka pemodelan menggunakan model transportasi empat langkah akan dilakukan, untuk mendapatkan tugas jalan .
KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN LOKASI BLACK SPOT DI KAB. CILACAP
Gito Sugiyanto Bagyo Mulyono Mina Yumei Santi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.495 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.634
Kecelakaan dan kemacetan lalu lintas merupakan dua masalah transportasi yang perlu diatasi segera. Selama tahun 2012 tercatat sebanyak 25.131 nyawa hilang akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis karakteristik kecelakaan lalu lintas dan melakukan identifikasi terhadap lokasi yang merupakan titik rawan kecelakaan lalu lintas. Penentuan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dengan menggunakan metode pembobotan angka ekivalen kecelakaan menurut Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa karakteristik kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Cilacap dari tahun 2006 s.d 2008 berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh laki-laki. Sepeda motor merupakan kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan diikuti oleh mobil penumpang. Berdasarkan lokasi kecelakaan maka sebagian besar kecelakaan terjadi di ruas jalan antar kota dan faktor utama penyebab kecelakaan adalah manusia. Lokasi rawan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan perkotaan yaitu jalan Rinjani, jalan Urip Sumoharjo dan jalan Gatot Subroto. Lokasi rawan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan antar kota yaitu ruas jalan raya Jeruk Legi, ruas jalan raya Cimanggu, ruas jalan raya Purwokerto-Banjar, Kecamatan Wanareja dan ruas jalan raya Kedungreja-Tambakareja, Cilacap.
EFISIENSI ENERGI MELALUI PENGHEMATAN PENGGUNAAN AIR (Studi Kasus: Institusi Pendidikan Tinggi Universitas Bakrie)
Sandra Madonna
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.985 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.635
Krisis energi yang dihadapi manusia diseluruh dunia saat ini tidak terkecuali Indonesia, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Cadangan energi di indonesia semakin hari semakin menyusut. Hal ini juga diperparah dengan pemborosan dalam penggunaannya. Jumlah penduduk yang semakin meningkat menyebabkan ketersediaan akan energi termasuk didalamnya penggunaan air bersih semakin langka. Di sisi lain, penggunaan air bersih masih seringkali digunakan berlebihan bahkan cenderung terbuang percuma. Efisiensi energi termasuk efisiensi air merupakan salah satu solusi mengatasi krisis energi dan mengurangi kerusakan lingkungan hidup dapat terjadi karenanya.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berhemat air diantaranya membatasi penggunaannya. Melihat adanya potensi penghematan air yang bisa dilakukan di Universitas Bakrie, maka telah dilakukan penelitianEfisiensi Energi Melalui Penghematan Penggunaan Air.Sampling air yang terpakai dalam penelitian adalah air wudhu.Penelitian dilaksanakan di salah satu mushola Universitas Bakrie dengan metode eksperimen melalui pendekatan secara teknologidengan menggunakan alat pembatas aliran air(plug valve). Sampling dilakukan pada 8 keran wudhu yang terdiri dari 4 keran tanpa plug valve dan 4 keran dengan plug valve di musholaUniversitas Bakrie. Hasil menunjukan bahwa penggunaan plug valvepada keran air dapat menghemat volume air wudhu sebesar sebesar 60%dengan volume rata-rata sebesar 979.25 mL setiap berwudhu.
APLIKASI MODEL HIDROLOGI KONSEPTUAL IHACRES UNTUK PENGALIHRAGAMAN HUJAN DEBIT PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI
Imam Suprayogi Yohanna Lilis Handayani Lita Darmayanti, Trimaijon
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.607 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.636
Proses transformasi hujan menjadi debit dapat ditiru dan disederhanakan dalam bentuk model yang lazim disebut model hujan debit. Tujuan utama penelitian ini adalah mengaplikasikan model guna mengatasi keterbatasan akan data debit untuk kebutuhan prediksi akan ketersediaan air di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Metode pendekatan yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan ketersediaan air suatu DAS adalah menggunakan model IHACRES yang dikembangkan di Inggris berdasarkan data curah hujan pada stasiun hujan Tanjung Pati, Sijunjung dan Sentajo periode 1995-2004 serta data klimatologi pada stasiun klimatologi Sentajo periode 1995-2004. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa Model IHACRES yang diterapkan di stasiun duga air Lubuk Ambacang dapat dikatakan masih kurang handal karena nilai R2 yang dihasilkan pada tahap simulasi berkisar antara 0,245 – 0,485. Namun dalam hal penggunaannya di lapangan masih dapat diaplikasikan selama pemodelan hujan debit yang memberikan hasil yang lebih baik belum ditemukan.
ASESMEN TERHADAP BERAT BATU LAPIS PELINDUNG PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN LOGENDING, PLTU ADIPALA DAN CIKIDANG
Wahyu Widiyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.658 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.637
Berat batu pada lapis pelindung merupakan faktor utama stabilitas suatu pemecah gelombang. Untuk jenis yang sama dari suatu batu pelindung, semakin berat sebuah batu semakin tinggi gelombang yang dapat ditahan. Pada suatu wilayah berdekatan yang memiliki karakteristik gelombang yang serupa maka logis jika berat batu pelindung relatif sama. Namun pada kenyataannya berat batu dapat sangat berbeda seperti dapat dilihat pada kasus tiga pelabuhan di Pantai Selatan Jawa yaitu Pelabuhan Logending Kebumen, Pelabuhan PLTU Adipala Cilacap dan Pelabuhan Cikidang Pangandaran. Berat batu lapis pelindung bagian ujung/kepala pemecah gelombang pada ketiga pelabuhan tersebut berturut-turut adalah 2,1 ton, 25 ton dan 1,3 ton. Oleh karena itu penting jika dilakukan asesmen terhadap berat batu untuk mengetahui tinggi gelombang rencana yang dipilih oleh perencana yang selanjutnya berguna untuk keperluan kegiatan setelah pembangunan yaitu pemeliharaan. Analisis untuk memberikan asesmen dilakukan terhadap ketiga pemecah gelombang tersebut di atas. Dengan menerapkan Rumus Hudson dapat diperoleh hasil analisis yang menunjukkan bahwa tinggi gelombang rencana yang dipakai pada pelabuhan Logending, Pelabuhan PLTU Adipala, dan Pelabuhan Cikidang berturut-turut adalah 2,8 meter, 6,4 meter dan 2,6 meter. Pemecah gelombang Pelabuhan PLTU Adipala nampaknya menggunakan gelombang rencana yang lebih tinggi daripada gelombang signifikan (Hs) yang biasa dipakai dalam Rumus Hudson.
DEVELOPING AND SELECTING SLOPE STABILIZATION TECHNIQUES IN MANAGING SLOPE FAILURES
Ari Sandyavitri
Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 4 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.884 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v12i4.638
This paper objectives are to; (i) identification of risky slopes (within 4 Provinces in Sumatra including Provinces of Riau, West Sumatra, Jambi and South Sumatra encompassing 840 kms of the “Jalan Lintas Sumatra” highway) based on Rockfall Hazard Rating Systems (RHRS) method; (ii) developing alternatives to stabilize slope hazards, and (iii) selecting appropriate slopes stabilization techniques based on both proactive approach and value engineering one. Based on the Rockfall Hazard Rating Systems (RHRS) method, it was identified 109 steep slopes prone to failure within this highway section. Approximately, 15 slopes were identified as potential high-risk slopes (RHRS scores were calculated >200 points). Based on the proactive approach, seven riskiest slopes ware identified. The preferred stabilization alternatives to remedy most of these slopes are suggested as follow; either (i) a combination of retaining wall and drainage, or (ii) gabion structure and drainage. However, different approaches may yield different results, there are at least 2 main consideration in prioritizing slope stabilization; (i) based on the riskiest slopes, and(ii) the least expensive stabilization alternatives.