cover
Contact Name
Tri Yulianti
Contact Email
jts@uajy.ac.id
Phone
+62274-487711
Journal Mail Official
jts@uajy.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl.Babarsari No.44 Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 1411660X     EISSN : 25492918     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil adalah wadah informasi bidang Teknik Sipil berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Terbit pertama kali Oktober tahun 2000. Frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober. (ISSN 1411-660X).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 4 (2016)" : 8 Documents clear
COMPRESSIVE AND SHEAR BOND STRENGTH OF OIL WELL CEMENT WITH CALCIUM CARBONATE AND SILICA FUME Arnoldus Meidio Adi Prasetyo; Ade Lisantono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.471 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.933

Abstract

One of the critical factors of cementing process in oil drilling of off-shore-project is designing the cement slurry. For this reason, the slurry properties which have been classified by American Petroleum Institute (API) should be changed so it will match with the requirement of reservoir condition. Changing the slurry properties can be done by adding the additive material into the cement slurry such as Calcium Carbonate and Silica Fume. The research objective is to study the effect of calcium carbonate and silica fume to the compressive and shear bond strength of oil well cement. Fourty five cylinder specimens with the size of (75 x 150) mm were made for compressive strength testing and fourty five cylinder specimens with the size of (25.4 x 50.8) mm were made for shear bond strength testing. Five variants of the specimen were made in this study. The variant were cement slurry with (0% Calcium Carbonate + 0 % Silica Fume) as a reference specimen; (5% Calcium Carbonate + 5 % Silica Fume); (10% Calcium Carbonate + 10 % Silica Fume); (15% Calcium Carbonate + 15 % Silica Fume); (20% Calcium Carbonate + 20 % Silica Fume). The oil well cement specimens were tested in 7, 14, and 28 days. The experimental results show that the compressive strength of oil well cement will decrease when it is added with calcium carbonate and silica fume. The shear bond strength of the oil well cement increases for the specimen with 5 % Calcium Carbonate + 5 % Silica Fume. However, the shear bond strength will decrease when content of the Calcium Carbonate + Silica Fume more than 5 %. Based on the result of this research, the optimum amount of calcium carbonate and silica fume that can be use is 5%, because with 5% of calcium carbonate and 5% of silica fume, the reducing of compressive strength is the smallest and the shear bond strength is increased compare to the others specimen with 10%, 15%, and 20% calcium carbonate and silica fume.
PERILAKU RANGKAK SUSUT TERHADAP LENDUTAN STRUKTUR JEMBATAN BENTANG PANJANG Baskoro Abdi Praja; Andreas Triwiyono
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.53 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.934

Abstract

Jembatan Lemah Ireng 1 pada ruas jalan Tol Semarang-Bawen terbuat dari beton prategang dengan panjang total 879 m. Pada masa konstruksi dua perbedaan kondisi teknik terhadap rencana, yakni perubahan material pasir dan perubahan perpindahan traveler. Keduanya diduga sebagai penyebab perbedaan elevasi desain dengan elevasi aktual sehingga dilakukan levelling aspal dengan tebal bervariasi. Jembatan ini didesain untuk memenuhi masa layan 100 tahun namun berdasarkan kondisi aktual, diperlukan peninjauan terhadap perilaku dan kuat layan jembatan hingga umur rencana. Dengan pengaruh variasi pembebanan jangka panjang (rangkak susut) dan kondisi perubahan teknis akibat penambahan aspal, penelitian rangkak susut ini perlu dilakukan untuk mengetahui perilaku lendutan pada gelagar boks jembatan hingga umur rencana. Beberapa tahapan pembebanan yang dilakukan adalah menerapkan beban levelling aspal, dan beban rangkak dan susut dengan menggunakan variasi durasi jangka panjang dengan interval 5, 10 , 15, 20, 40, 60, 80 dan 100 tahun. Analisis dilakukan secara linear statik serta memanfaatkan fasilitas Construction Stage Analysis untuk efek time-dependent pada software Midas Civil 2011. Penelitian ini dilakukan dengan hanya meninjau aksi tetap. Perilaku rangkak susut jembatan cukup signifikan di 5 tahun pertama setelah konstruksi selesai. Lendutan maksimum rangkak susut dan total berada di bentang terpanjang (P4-P5)  masing-masing sebesar 17,53 dan 25,71 cm. Lendutan yang terjadi hingga umur rencana 100 tahun masih dalam batas izin, namun tetap perlu pengawasan yang terencana. Dampak minimum rangkak susut terhadap total lendutan pada jembatan Lemah Ireng 1 sebesar 45%. Hal ini menunjukkan rangkak susut terhadap defleksi total hingga umur rencana merupakan efek jangka panjang yang relatif besar.
DIAGRAM INTERAKSI PERANCANGAN KOLOM DENGAN TULANGAN PADA EMPAT SISI BERDASARKAN SNI 2847:2013 DAN ACI 318M-11 Yoyong Arfiadi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2457.872 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.935

Abstract

Dalam tulisan ini dibahas perancangan kolom yang disesuaikan dengan SNI 2847:2013 dan ACI 318M-11. Untuk keperluan praktis, dikembangkan diagram-diagram sebagai alat bantu perancangan. Kolom yang ditinjau adalah kolom empat persegi panjang dengan tulangan pada keempat sisinya, di mana masing-masing sisi mempunyai luas tulangan yang sama. Dalam penurunan rumus-rumus dan grafik-grafik, tulangan dianggap sebagai pias baja dengan tebal tertentu yang sesuai dengan luas tulangan masing-masing sisi. Persamaan-persamaan keseimbangan gaya dan momen kemudian diturunkan untuk berbagai diagram regangan dan tegangan yang mungkin terjadi. Sebagai pendekatan, dalam penurunan persamaan, luas tulangan yang ditempati oleh baja desak tidak ditinjau.  Diagram-diagram untuk berbagai mutu beton dan baja selanjutnya dibuat untuk memudahkan perancangan kolom. Diagram interaksi dibuat tak-berdimensi, sehingga dapat digunakan untuk berbagai ukuran kolom. Dalam setiap diagram, disediakan beberapa rasio tulangan yang dapat digunakan untuk perencanaan. Diagram interaksi dibuat untuk kuat perlu, kuat nominal dan kapasitas maksimum. Dengan demikian diagram interaksi yang dikembangkan dapat digunakan untuk perencanaan kolom-kolom struktur sebagai kolom pada struktur rangka momen biasa, rangka momen menengah, dan rangka momen khusus menurut peraturan gempa yang berlaku. Pada bagian akhir disajikan beberapa aplikasi penggunaan diagram interaksi yang dibuat sebagai alat bantu perancangan.
ANALISIS SUBSIDI ANGKUTAN PERDESAAN MELALUI BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) DI KABUPATEN SLEMAN . Marjanto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.06 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.936

Abstract

Transport services rural areas in Sleman indicate operating performance is less well in service of nine routes. There are seven trajectories do not undergo trajectory  corresponding permissions are set and one route is no longer operational.There is only one route which is still running track trajectory corresponding route permit.The purpose of this study was to analyze the performance of services of nine transportation route rural areas serving the route in Sleman District currently includes analysis : route network, load factor, headway, mileage, travel time, number of passengers and the speed of the average, the actual, the waiting location of transport and analyzing the financing scheme or calculate the amount of subsidy that can be applied to integrated rural transport to urban public transport serving in Sleman. Calculation of vehicle operating costs a small bus with a full subsidy for Rp.24,406,244,917/year, the difference in operating costs subsidy of                                  Rp.18,318,644,917/year, bus subsidy grant of Rp. 18,559,117,225/year and fuel subsidies amounted Rp. .21,105,013,047. Recommended subsidy financing scheme because it is quite logical to be implemented is a subsidy mechanism for the difference in operating costs to buy the service system with the option of using a small bus.
PEMODELAN BANGKITAN PERJALANAN PELAJAR DI KABUPATEN SLEMAN Noor Mahmudah
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.004 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.937

Abstract

Akibat banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta yang berlokasi di Kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) maka wilayah ini  berpotensi menarik pergerakan pelajar, baik yang berasal dari dalam maupun luar Sleman. Dampak yang dirasakan adalah berbagai masalah transportasi yang timbul karena semakin meningkatnya arus lalu lintas akibat pergerakan yang dilakukan oleh para pelajar tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona asal dan tujuan perjalanan pelajar serta membangun model bangkitan perjalanan (trip generation) pelajar di Kabupaten Sleman, baik berupa model bangkitan pergerakan (trip production) dan tarikan pergerakan (trip attraction) menggunakan data yang didapatkan melalui survei wawancara rumah tangga (home interview survey) di Kecamatan Seyegan, Tempel dan Turi. Pemodelan bangkitan perjalanan yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa sebaran spasial bangkitan pergerakan dan tarikan pergerakan serta model numerik yang dihasilkan melalui pengolahan data dengan program SPSS. Variabel bebas yang mempengaruhi bangkitan pergerakan pelajar adalah populasi penduduk, sedangkan variabel yang mempengaruhi tarikan pergerakan adalah jumlah pelajar.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH BEKAS TIMBUNAN SAMPAH ( LANDFILL) Agus Tugas Sudjianto
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.641 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.938

Abstract

Tanah bekas timbunan sampah (landfill) di lokasi eks TPA sampah perkotaan sampai saat ini banyak yang belum dapat digunakan untuk mendirikan bangunan, padahal luasnya cukup representatif untuk memacu pembangunan khusunya sektor perekonomian  suatu wilayah. Landfill ini menjadi lahan tidur karena mempunyai sifat yang buruk untuk bangunan yaitu daya dukung yang rendah dan komprebilitas yang tinggi. Guna mengatasi permasalahan tersebut maka diadakan penelitian perbaikkan landfill dengan menggunakan fly ash sebagai bahan stabilisasinya. Sampel landfill diambil dari eks TPA sampah Lhowok Doro, Gadang,  Kota Malang, sedangkan sampel fly ash diambil dari PLTU Paiton, Probolinggo. Komposisi campuran  fly ash sebesar 5%, 10%, 15, dan 20% dari berat kering landfill dengan masa perawatan 7 hari. Alat uji utama digunakan alat tekan bebas dan prosedur uji digunakan standar ASTM (2003). Hasil penelitian memperlihatkan bahan stabilisasi dengan fly ash dapat memperbaiki sifat fisis dan mekanik landfill. Pada sifat fisis : kadar air mengalami penurunan 9,14% dan spesific gravity mengalami peningkatan 0,13 setelah distabilisasi. Sementara pada sifat mekanik, kekuatan landfill menjadi semakin baik sebesar 3.02 kg/cm2.
SISTEM IRIGASI DESA KASANG LOPAK ALAI Agatha Padma Laksitaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.399 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.939

Abstract

Desa Kasang Lopak Alai, merupakan salah satu desa yang terletak di KecamatanKumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jamb i, Provins i Jambi, yang menjadi lokasi dalam penelitian ini.Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Muaro Jambi (RTRW) untuk kawasan peta kawasanstrategis Desa Kasang Lopak Alai merupakan kawasan pertanian tanaman pangan holtikultura danperikanan, yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi desa yang lebihbesar lagi. Desa Kasang Lopak Alai merupakan desa yang mempunyai potensi daerah yang sangatbesar, salah satunya adalah irigasi yang sangat besar karena berada di pinggir Anak SungaiKumpeh, yang merupakan cabang dari Sungai Batang Hari yang merupakan sungai terbesar diProvinsi Jambi yang membelah Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan penentuan informasi dengan menggunakan teknik sampling purposive.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yanglangsung didapatkan di lapangan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secaradeskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Desa Kasang Lopak Alaimerupakan wilayah desa yang mulai berkembang dalam berbagai segi salah satunya sistem irigasi,tetapi potensi tersebut belum d imanfaatkan secara maksimal. Desa Kasang Lopak Alai mempunyaibeberapa pola pertanian s istem irigasi, yaitu pola pertanian sistem irigasi sederhana dan sistemirigasi semi teknis.
EFEKTIVITAS BENTUK ABUTMEN TERHADAP GERUSAN DI SEKITAR ABUTMEN JEMBATAN Sanidhya Nika Purnomo; , Nasta’in; Wahyu Widiyanto; Loren Salsabilla
Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 4 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.973 KB) | DOI: 10.24002/jts.v13i4.940

Abstract

Abutmen jembatan merupakan bagian struktur jembatan yang cukup rawan terhadapproses gerusan lokal. Proses gerusan lokal pada abutmen jembatan dapat menyebabkan kegagalanstruktur pada jembatan, dan mengakibatkan jembatan tidak dapat berfungsi kembali. Untukmengetahui efektivitas bentuk abutmen jembatan terhadap gerusan lokal, dilakukan simulasiterhadap 2 buah model abutmen jembatan, vertical wall abutment dan semi – end – circularabutment, yang diletakkan di hamparan sedimen untuk 3 variasi debit sebesar 0,45 lt/det, 0,51lt/det, dan 0,79 lt/det diflume, kemudian diukur perubahan elevasi di sekitar jembatanmenggunakan alat ukur digital. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model vertical wall abutmentmemberikan kedalaman gerusan yang lebih dalam pada debit simulasi terbesar jika dibandingkandengan model semi – end – circular abutment, dengan kedalaman gerusan berturut-turut sebesar -2,35 cm dan -2,12 cm. Untuk pola gerusan lokal, gerusan yang terjadi pada model vertical wallabutment hanya terjadi pada arah C, sedangkan pada model semi – end – circular abutment terjadipada arah A dan C. Untuk itu, model semi – end – circular lebih efektif mengurangi kedalamangerusan, namun menghasilkan pola gerusan yang lebih banyak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8