cover
Contact Name
Asmara Yanto
Contact Email
Asmara Yanto
Phone
-
Journal Mail Official
asmarayanto@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 20894880     EISSN : 25988263     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Mesin (JTM) is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original research papers, review articles and case studies focused on mechanical engineering and other related topics. All papers are peer-reviewed by at least two referees. JTM is managed to be issued twice in every volume (April and October).
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
METODE SEDERHANA UNTUK MENGETAHUI KARAKTERISTIK DINAMIK MODEL STRUKTUR PADA SKALA LABORATORIUM Asmara Yanto
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.378 KB)

Abstract

Informasi karakteristik dinamik struktur atau parameter modal diperoleh dengan prosedur modal (theoretical modal analysis atau TMA, experimental modal analysis atau EMA dan operational modal analysis atau OMA). Pada penelitian ini dilakukan suatu cara sederhana yang dapat mendeskripsikan TMA dan EMA terhadap model sistem getaran struktur. Tujuan penelitian ini adalah menentukan salah satu karakteristik dinamik struktur berupa frekuensi pribadi secara teoritis dan eksperimental terhadap sebuah model sistem getaran struktur, yang mana sistem ini tereksitasi oleh gaya dinamik dari ketidakseimbangan massa yang berfrekuensi sebesar frekuensi putaran motor pada sistem. Sistem yang dirancang terdiri dari 3 (tiga) buah massa yaitu massa pada bagian struktur bawah (Massa-1), massa pada bagian struktur tengah (Massa-2) dan massa pada bagian struktur atas (Massa-3). Massa-1 dengan Massa-2 dihubungkan oleh 4 (empat) buah batang penghubung. Begitupun halnya Massa-2 dengan Massa-3. Khusus Massa-1 ditumpu dengan 4 (empat) buah bantalan dan dikondisikan hanya dapat bergetar secara horizontal (searah sumbu-x). Getaran Massa-1 ini dibatasi oleh 2 (dua) buah pegas yang masing-masingnya menghubungkan Massa-1 dengan tumpuan sebelah kanan dan kiri. Pada struktur ini ditempatkan sebuah motor yang dikondisikan mempunyai sistem dengan massa tak seimbang (disk dengan unbalance mass) dengan 3 (tiga) variasi penempatan motor, yaitu penempatan pada Massa-1, Massa-2 dan Massa-3. Penentuan harga frekuensi pribadi secara teoritis dari alat uji model sistem getaran struktur menggunakan metode simulasi numerik dengan perangkat lunak MATLAB. Secara eksperimen, harga frekuensi pribasi ditentukan dengan melakukan pengujian struktur. Pada pengujian ini, putaran motor dikontrol dari putaran ± 100 RPM hingga ± 1800 RPM. Dari simulasi numerik dan eksperimen yang telah dilakukan diperoleh 3 (tiga) buah frekuensi pribadi sistem untuk masing-masing variasi penempatan sistem motor pada sistem. Jika hasil simulasi numerik dibandingkan terhadap eksperimen diperoleh kesalahan yang berkisar antara 4% hingga 18%. Perbedaan hasil simulasi numerik terhadap eksperimen disebabkan karena pada simulasi numerik tidak memperhitungkan gaya gesekan bantalan yang menumpu struktur terhadap tumpuan sistem
RANCANG BANGUN KINCIR AIR SISTEM KNOCK DOWN UNTUK PEMENUHAN ENERGI LISTRIK BAGI MASYARAKAT TERISOLIR DI SUMATERA BARAT Asep Neris Bachtiar; Gamindra Jauhari
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.087 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gagasan revolusi terhadap sistem kincir air yaitu kincir air yang dapat diurai menjadi beberapa komponen sehingga akan memudahkan pada proses pengangkutan, perakitan dan pemasangan di lapangan. Disamping itu perawatan kincir air akan menjadi relatif lebih mudah karena jika ada salah satu komponen yang rusak maka komponen tersebut dapat mudah dilepas dari roda kincir induk dan dapat segera dibawa ke bengkel untuk diperbaiki. Sistem kincir yang telah dibangun ini dikenal dengan nama Kincir Air Sistem Knock Down disingkat KASKD yang mampu membangkitkan daya lebih besar dibanding kincir kayu yang dioperasikan masyarakat selama ini. Penelitian tahun pertama ini berhasil membangun sistem KASKD sebagai penggerak generator listrik dan akan menjadi salah satu solusi selama ini tentang masalah tidak beroperasinya ribuan kincir air di pedesaan Sumatera Barat. Keberhasilan pembangunan KASKD ini akan menjadi proyek percontohan untuk desa-desa di sekitarnya. Tahapan yang telah dilakukan dalam penelitian eksperimen ini ialah survey ke lokasi pengujian, perencanaan sistem dan komponen KASKD, proses pembuatan komponen dan perakitan KASKD. Tahap selanjutnya adalah pengujian yang merupakan tahapan terakhir untuk mengetahui prestasi KASKD sebagai luaran dari penelitian ini. Diketahui efisiensi optimal diperoleh pada debit maksimal 150 lt/det yaitu efisiensi penggerak mula KASKD 77,5%, efisiensi transmisi 93%, dan efisiensi sistem KASKD 75%. Direncanakan pada penelitian tahun ke dua nanti KASKD dirancang untuk dua fungsi yaitu pada siang hari difungsikan untuk menggerakkan rice milling dan pada malam hari KASKD difungsikan untuk menggerakkan generator listrik
PENGARUH VARIASI LAMA PENGERINGAN PAVING BLOK DENGAN PENAMBAHAN 5% FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN (BINDER PT.X Nurzal Nurzal; Adriansyah Adriansyah
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.947 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi lama pengeringan dengan penambahan 5% berat fly ash pada pembuatan paving block melalui pengujian kuat tekan. Fly ash yang digunakan berasal dari sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap dari Sijantang Sawahlunto. Pertambahan jumlah produksi fly ash menyebabkan dampak negatif pada lingkungan, sehingga salah satu solusi untuk mengatasi dampak tersebut adalah dengan cara memanfaatkan fly ash untuk campuran dan meningkatkan kualitas paving block (bata beton). Komposisi yang digunakan untuk membuat paving block yaitu 100% paving block (semen + pasir + air) dan 95% paving block (semen + pasir + air) ditambah 5% fly ash dengan variasi pengeringan 7, 14, 21, 28 dan 35 hari. Hasil penelitian didapatkan paving block dengan komposisi 5% berat fly ash mempunyai kuat tekan lebih tinggi dari 0% berat fly ash (100% paving block). Kondisi optimal didapat pada komposisi 5% berat fly ash dengan lama pengeringan 35 hari rata – rata kuat tekan 18,8 MPa Menurut SNI 03-0691-1996 dapat digolongkan pada mutu B untuk pelataran parkir.
PERBAIKAN PENURUNAN DAYA MAMPU DAN PEMELIHARAAN MESIN DIESEL KAPASITAS 1000 KW DI PLTD KOTO LOLO Sulaeman Sulaeman
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.827 KB)

Abstract

One of the most important power plant system is the diesel engine, where are the diesel engine include a conversion of energy that can be converted into the energy to change into the thermal that canbe burn in the combution chamber that will be mechanical energy. In this case, it has maximal power 1000 kW it will be able 500 until 600 kW. To evaluation that problem can use the maintenance at PLTD Koto Lolo PT PLN (Persero) Ranting Sungai Penuh will do the result of maintenance to do best.
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERING FLUIDISASI TERINTEGRASI DENGAN TUNGKU BIOMASSA UNTUK PENGERINGAN PADI M. Yahya
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.916 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji karakteristik sebuah alat pengering fluidisasi terintegrasi dengan tungku biomassa untuk mengeringkan padi. Pengering ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu tungku biomassa, kolom pengering (fluidized bed), siklon dan blower. Karaktersitik pengering diindikasikan dengan laju pengeringan, konsumsi energi termal spesifik (STEC), konsumsi energi listrik spesifik (SEEC), konsumsi energi spesifik (SEC) dan efisiensi termal pengering. Padi dikeringkan sebanyak 12 kg dengan kadar air awal 23% pada temperatur dan kelembapan relatif udara 70oC dan 13,6%, dan laju aliran massa udara 0,01256 kg/s hingga kadar air akhir 14%(SNI) memerlukan waktu 1007 detik dan bahan bakar 1.12 kg. Laju pengeringan rata-rata dicapai sebesar 0.335 kgsetiap 300 detik, konsumsi energi termal spesifik rata-rata 1,61 kWh/kg, konsumsi energi listrik spesifik rata-rata 1,25 kWh/kg, dan konsumsi energi spesifik rata-rata 2,85 kWh/kg. Efisiensi termal pengering dicapai sebesar 24.93%
PENGARUH WAKTU TAHAN PROSES PACK CARBURIZING PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN CALCIUM CARBONAT DAN ARANG TEMPURUNG KELAPA, DI TINJAU DARI KEKERASAN Hafni Hafni
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.247 KB)

Abstract

Karena sifatnya yang lunak, liat dan mudah dibuat, baja banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan suatu produk. Untuk mendapatkan sifat yang keras pada permukaan dan tetap lunak pada intinya maka dilakukan proses pengerasan permukaan (face hardening), sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesusai dengan tujuan desainnya. Salah satu cara untuk melakukan pengerasan permukaan ini adalah dengan media carbon padat atau pack carburizing. Untuk melakukan proses carburizing ini, diperlukan sebuah tungku pembakar yang dirancang tahan panas serta mudah dioperasikan. aman dengan bahan bakar batu bara . untuk penguji tungku yang telah dirancang dilakukan pengujian pada baja rabon rendah dengan mengunakan media karburisasi campuran 500 gram arang tempurung kelapa dan 50 gram calsium carbonat ( CaCo3), temperature pemanasan 950 0 C dan variasi waktu tahan; 3jam 4 jam dan 5 jam. Kemudian dilanjukan dengan proses quenching. Dari hasil pengujian kekerasan di peroleh data kekerasan 34 hrc pada waktu tahan 5 jam. Ini menunjukan bahan uji telah terjadi pengerasan permukaan dengan bertambahnya unsur karbon pada permukaan bahan uji
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK SILIKA PADA MATRIK ALUMINIUM TERHADAP FRACTURE TUOGHNESS Hendriwan Fahmi; Angga Prima Syokti
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.894 KB)

Abstract

Fracture toughness is one of the process to determine the resistance of a material to the loading and distributing crack on the specimen. Testing was conducted at the Laboratory Padang Institute of Technology, which this process can be done in several stages - stages that have been planned based on the work steps as follows: aluminum smelting process, followed by the screening process so as to get the size of 200 mesh powder, then the process burning rice husks, followed by filtration to become the size of 200 mesh which is also known as silica powder. From the above steps followed by a mixing process which is used as a means of stirring the materials we create. By using three temperature is 420 ° C, 480 ° C, 540 ° C by using some variation of the volume of 100% aluminum, 90% of the volume of aluminum silica + 10% volume, 80% by volume of aluminum silica + 20% volume, 70% by volume of aluminum + 30% of the volume of silica, 60% by volume of aluminum silica + 40% volume, the added alcohol content of 5% to 70%, then after we did the mixing, then we go with the process of compacting the printing process specimen with a predetermined size and with pressure of 140 MPa, of some of the process then we do the sintering process by using a furnace with a temperature of 420 ºC, 480 ºC, 540 ºC, and then we go to the last process that Fracture toughness testing to determine toughness. So from this test found the best composition is the composition of 80% by volume of aluminum silica + 20% volume with the lowest temperature of 420 ºC and is a composition of 60% by volume of aluminum silica + 40% volume with temperature 480 ºC. of the above results, we can see that the price K1C dependent on energy absorption in the event of breach of the specimen.
Basic Dual-Arm Manipulator Kinematics Using Forward Kinematics Method and Aided by Autodesk Inventor Asmara Yanto
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1131.096 KB)

Abstract

This work aims to simulate the kinematics of a basic dual-arm manipulator by using the forward kinematics method and aided by the Autodesk Inventor software. Dual-arm manipulator consists of 7 joints and 6 links. One base link, one shoulder link, two right arm links and two left arm links. Each link is designed with the following length: 310 mm length of link base, 580 mm length of shoulder link, 280 mm length of the first right arm link and left arm link, 222 mm length of the second right arm link and left arm link. The degree of freedom of the dual-arm manipulator is five rotations (5R), namely R1 for base link and shoulder link, R2 for the first left arm link, R3 for the second left arm link, R4 for the first right arm link and R5 for the second right arm link. Parts and assembly of the dual-arm manipulator are designed with Autodesk Inventor. Dual-arm manipulator motions were simulated in two types of trajectory planning. From the simulation for both trajectory planning, the positions of ended left arm and right arm for each step of trajectory planning were visualized and defined.
Analysis of Current, Filler Metal, and Groove on Tensile Strength and Hardness of Dissimilar Welding Using Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) Eriek Wahyu Restu Widodo; Vuri Ayu Setyowati; Suheni Suheni; Amang Kuswanto; M. Wiji Santoso
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.917 KB)

Abstract

Dissimilar welding commonly used on many industries, for example power plan field. This paper presents the investigations carried out to study the influence of current, filler metal, and groove on 304 Stainless Steel to AISI 1040 Carbon Steel dissimilar joints. Gas Tungsten Arch Welding (GTAW) was conducted to join the both of base metals. 100 and 120 Ampere of current were conducted on this research, V and double-V groove with 70o of the angle as well. The maximum hardness was obtained 623.2 HVN of ER 70S-6 filler metal with 120 A of current and V groove. While the maximum tensile strength was obtained from the joint using ER 308L with 100 A of current and V-groove of 673.74 MPa. The HAZ region was obtained from the joint using double-V groove was wider than HAZ region of joint using V-groove according the macrostructure image of the joints.
The Potential of Brantas River Iron Sand as a Source of Silica and Calsite Materials Ah Sulhan Fauzi; Yasinta Sindy Pramesti
Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : LP2M - Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.1 KB)

Abstract

Brantas River is the second longest river in Java after Bengawan Solo, flowing from Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang and Mojokerto. In Mojokerto Regency, the river become two branches, the Mas River (towards Surabaya) and the Porong River (towards Porong, Sidoarjo Regency). Brantas has a watershed area (DAS) covering an area of 11,800 km2 or ¼ from the area of East Java Province. The length of the main river 320 km flows around a still active volcano, Mount Kelud. The extent of the Brantas watershed certainly has the abundant potential of iron sand. But the use of Brantas river sand is still limited as a building materials. Even though there are so many ingredients of iron sand such as silica and calsite that can be used for the benefit of others. This research aims to find or identify the content of oxide elements found in iron sand from the Brantas river. The samples of iron sand extracted using permanent magnets were then identified through XRD and SEM tests. XRD results show the content of Calcium Aluminum Silicate (Al2CaO8Si2), magnetite (Fe3O4), Magnesium Vanadium Oxide (Mg0,966 (V1,64Mg0,36) Mg0,105O4) and Sodium Zinc Iron Phosphorus Oxide (Na (Zn0,8Fe0,2) PO4).

Page 8 of 16 | Total Record : 158