cover
Contact Name
Fatwa Tentama
Contact Email
fatwa.tentama@psy.uad.ac.id
Phone
+6281904100008
Journal Mail Official
jptp@psy.uad.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No.42, Pandeyan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55161
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27152456     DOI : http://dx.doi.org/10.26555/jptp
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan adalah jurnal yang diterbitkan oleh program Pascasarjana Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, memuat artikel hasil penelitian empiris yang terkait dengan bidang ilmu Psikologi, diantaranya bidang Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikometri, Psikologi Eksperimen, Psikologi Terapan, baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Hubungan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan remaja jalanan Ira Dwiyati Harahap; Dessy Pranungsari
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.333 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.16948

Abstract

Rendahnya kesejahteraan pada remaja menyebabkan banyaknya masalah sosial, salah satunya adalah anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala adversity quotient, dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini adalah remaja jalanan di bawah dampingan LSM Rumah Impian Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Hasil koefisien regresi berganda antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan menunjukkan korelasi R=0,666 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,00). Hal ini berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Hasil koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,597, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Hasil koefisien korelasi adversity quotient antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,634, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 17,34%, dan sumbangan adversity quotient terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 26,92%. Kesimpulan penelitian menunjukan semakin tinggi konsep diri dan adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri dan adversity quotient maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan.
Hubungan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan remaja jalanan Harahap, Ira Dwiyati; Pranungsari, Dessy
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.333 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.16948

Abstract

Rendahnya kesejahteraan pada remaja menyebabkan banyaknya masalah sosial, salah satunya adalah anak jalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala konsep diri, skala adversity quotient, dan skala kecemasan menghadapi masa depan. Subjek penelitian ini adalah remaja jalanan di bawah dampingan LSM Rumah Impian Yogyakarta yang berjumlah 40 orang. Hasil koefisien regresi berganda antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan menunjukkan korelasi R=0,666 dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,00). Hal ini berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara konsep diri dan adversity quotient dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja jalanan. Hasil koefisien korelasi antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,597, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi konsep diri maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Hasil koefisien korelasi adversity quotient antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan adalah sebesar r=-0,634, dengan taraf signifikansi p=0,000 (p<0,01). Artinya semakin tinggi adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Sumbangan efektif variabel konsep diri terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 17,34%, dan sumbangan adversity quotient terhadap kecemasan menghadapi masa depan sebesar 26,92%. Kesimpulan penelitian menunjukan semakin tinggi konsep diri dan adversity quotient maka akan semakin rendah kecemasan menghadapi masa depan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri dan adversity quotient maka semakin tinggi kecemasan menghadapi masa depan.
Apresiasi skala kepekaan humor pada etnis Jawa, Madura dan Sunda Unggul Haryanto Nur Utomo
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.785 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17008

Abstract

Penelitian tentang humor adalah penelitian yang berkaitan dengan fenomena budaya perilaku individu, dan perbedaan antar budaya dapat menyebabkan respon dari tiap individu berkemungkinan berbeda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur Skala Kepekaan Humor (SKH) melalui apresiasi etnis Jawa, Madura dan Sunda. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kuantitatif. Pengujian terhadap Skala Kepekaan Humor (SKH) ini melibatkan variabel jenis kelamin dan variabel etnis. Sebanyak 300 subjek dipilih menggunakan teknik stratified quota random sampling dari 615 mahasiswa-mahasiswi berlatar belakang etnis Jawa, Madura dan Sunda. Perbedaan apresiasi antar jenis kelamin dan antar etnis terhadap SKH diuji menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukan SKH memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,961 dengan tingkat mortalitas aitem 0%. Indeks daya diskriminasi aitem (rit) berkisar 0,380 sampai 0,578. Tidak ada interaksi antara variabel etnis dan variabel jenis kelamin dalam mengapresiasi SKH (F=2,875; p>0,05), antar etnis menunjukkan perbedaan apresiasi terhadap SKH (F=4,825; p<0,05), sedangkan antara laki-laki dan perempuan menunjukkan apresiasi yang relatif setara terhadap SKH (F=1,899; p>0,05), yaitu cukup lucu. Pengaruh variabel etnis terhadap apresiasi SKH tidak bergantung pada jenis kelamin. Penelitian menyimpulkan bahwa SKH valid dan reliabel sebagai alat ukur kepekaan humor. SKH juga memiliki data empiris yang mendukungnya menjadi tes yang adil budaya (culture fair) Indonesia, sehingga SKH dapat digunakan menjadi salah satu alat ukur kepekaan humor pada kalangan yang lebih luas.
Apresiasi skala kepekaan humor pada etnis Jawa, Madura dan Sunda Nur Utomo, Unggul Haryanto
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.785 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17008

Abstract

Penelitian tentang humor adalah penelitian yang berkaitan dengan fenomena budaya perilaku individu, dan perbedaan antar budaya dapat menyebabkan respon dari tiap individu berkemungkinan berbeda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji validitas dan reliabilitas alat ukur Skala Kepekaan Humor (SKH) melalui apresiasi etnis Jawa, Madura dan Sunda. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kuantitatif. Pengujian terhadap Skala Kepekaan Humor (SKH) ini melibatkan variabel jenis kelamin dan variabel etnis. Sebanyak 300 subjek dipilih menggunakan teknik stratified quota random sampling dari 615 mahasiswa-mahasiswi berlatar belakang etnis Jawa, Madura dan Sunda. Perbedaan apresiasi antar jenis kelamin dan antar etnis terhadap SKH diuji menggunakan Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukan SKH memiliki koefisien reliabilitas alpha sebesar 0,961 dengan tingkat mortalitas aitem 0%. Indeks daya diskriminasi aitem (rit) berkisar 0,380 sampai 0,578. Tidak ada interaksi antara variabel etnis dan variabel jenis kelamin dalam mengapresiasi SKH (F=2,875; p>0,05), antar etnis menunjukkan perbedaan apresiasi terhadap SKH (F=4,825; p<0,05), sedangkan antara laki-laki dan perempuan menunjukkan apresiasi yang relatif setara terhadap SKH (F=1,899; p>0,05), yaitu cukup lucu. Pengaruh variabel etnis terhadap apresiasi SKH tidak bergantung pada jenis kelamin. Penelitian menyimpulkan bahwa SKH valid dan reliabel sebagai alat ukur kepekaan humor. SKH juga memiliki data empiris yang mendukungnya menjadi tes yang adil budaya (culture fair) Indonesia, sehingga SKH dapat digunakan menjadi salah satu alat ukur kepekaan humor pada kalangan yang lebih luas.
Regulasi diri pada remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi Trifani Mayka Ratri; Sri Kushartati
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.994 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17338

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mengalami kondisi yang memprihatinkan terkait dengan tingginya kasus kekerasan seksual. Agar para korban yang telah mengalami dampak dari kekerasan seksual tidak menjadi buruk, maka diperlukan adanya regulasi diri yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi diri yang dimiliki oleh remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual, faktor yang mempengaruhi regulasi diri, serta dampak yang dialami setelah eksploitasi seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan content analysis. Sementara untuk memenuhi syarat kredibilitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah mampu melakukan regulasi diri dengan cukup baik. Regulasi diri dilakukan dengan cara menolak setiap pemberian yang merupakan imbalan kencan, menjual hp dan mengganti nomor, serta menghindar dan menolak untuk ditemui atau diajak kencan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal regulasi diri subjek terdiri dari dua hal, motivasi dari dalam diri dan kepribadian yang mudah menerima masukan dari orang lain. Motivasi muncul karena adanya penolakan atas perlakuan yang subjek terima, serta adanya observasi diri dan proses penilaian yang subjek lakukan terhadap dirinya sendiri. Faktor eksternal regulasi diri subjek yaitu terdiri dari dukungan sosial dalam bentuk emotional atau esteem support, informational support, dan companionship support dari orang-orang di sekelilingnya. Akibat eksploitasi seksual yang terjadi pada dirinya, subjek mengalami dampak secara fisik dan psikologis.
Regulasi diri pada remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi Ratri, Trifani Mayka; Kushartati, Sri
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.994 KB) | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17338

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mengalami kondisi yang memprihatinkan terkait dengan tingginya kasus kekerasan seksual. Agar para korban yang telah mengalami dampak dari kekerasan seksual tidak menjadi buruk, maka diperlukan adanya regulasi diri yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi diri yang dimiliki oleh remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual, faktor yang mempengaruhi regulasi diri, serta dampak yang dialami setelah eksploitasi seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang pernah mengalami eksploitasi seksual. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan content analysis. Sementara untuk memenuhi syarat kredibilitas data, peneliti menggunakan metode triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek telah mampu melakukan regulasi diri dengan cukup baik. Regulasi diri dilakukan dengan cara menolak setiap pemberian yang merupakan imbalan kencan, menjual hp dan mengganti nomor, serta menghindar dan menolak untuk ditemui atau diajak kencan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal regulasi diri subjek terdiri dari dua hal, motivasi dari dalam diri dan kepribadian yang mudah menerima masukan dari orang lain. Motivasi muncul karena adanya penolakan atas perlakuan yang subjek terima, serta adanya observasi diri dan proses penilaian yang subjek lakukan terhadap dirinya sendiri. Faktor eksternal regulasi diri subjek yaitu terdiri dari dukungan sosial dalam bentuk emotional atau esteem support, informational support, dan companionship support dari orang-orang di sekelilingnya. Akibat eksploitasi seksual yang terjadi pada dirinya, subjek mengalami dampak secara fisik dan psikologis. 
Motivasi berprestasi pada siswa SMA dalam perspektif Islam Budi Lenggono; Yuzarion Yuzarion
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17056

Abstract

Siswa SMA adalah kalangan remaja yang mendapat tuntutan sekaligus tantangan di dunia pendidikan untuk mencapai prestasi. Selain itu, siswa SMA memiliki kontribusi dalam peningkatan kualitas SDM di usia produktif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif Islam mengenai motivasi berprestasi pada siswa SMA. Metode pada penelitian ini menggunakan studi literatur, yaitu berupa penelaahan empat belas jurnal utama dan beberapa literatur pelengkap terkait motivasi berprestasi dalam perspektif Islam. Hasil studi literatur meyimpulkan bahwa siswa SMA memerlukan motivasi berprestasi, dan dalam perspektif psikologi Islam motivasi berprestasi seiring dengan keimanan dan ketakwaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan yang dimiliki siswa SMA, maka akan semakin tinggi pula motivasi berprestasi yang dimilikinya.
Hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Octavian Dwi Utari; Ismira Dewi
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17055

Abstract

Prestasi belajar merupakan salah satu indikator capaian dari proses yang dilakukan oleh setiap siswa. Oleh karena itu, pada setiap proses yang dilakukan membutuhkan daya juang atau adversity quotient yang tinggi agar siswa dapat belajar dengan optimal dan mencapai prestasi sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasi. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 67 siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat yang diperoleh dengan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data untuk mengukur adversity quotient adalah skala adversity quotient yang disusun dengan merujuk pada teori Stoltz, sementara alat yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar adalah menggunakan nilai rapor. Analisis data yang digunakan ialah teknik analisis korelasi product moment. Secara umum hasil yang diperoleh dari uji hipotesis menggunakan teknik analisis product moment menunjukan koefisien r sebesar 0,748 dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 (p<0,01). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara adversity quotient dengan prestasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, dan sebaliknya.
Pengaruh kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja penyuluh agama Islam non PNS Kementerian Agama kota Yogyakarta Evi Ni&#039;Matuzzakiyah
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.17087

Abstract

Tugas penyuluh Agama Islam Non PNS di masyarakat semakin berat, karena pada saat ini kehidupan masyarakat mengalami perubahan pola hidup yang menonjol. Sementara minimnya honorarium yang diterima Penyuluh Agama Islam Non PNS masih di bawah Upah Minimum Regional (UMR), artinya belum sebanding dengan dedikasi dan loyalitas mereka dalam menjalankan peran dan fungsinya. Dengan denikian, dibutuhkan kecerdasan emosional untuk menguatkan komitmen dan perilaku organizational citizenship dalam menjalankan kinerja sebagai penyuluh Agama Islam. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Partisipan penelitian ini berjumlah 37 orang yang melibatkan penyuluh Agama Islam Non PNS Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Alat ukur yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala organizational citizenship behavior, dan kinerja. Teknik analisis yang digunakan untuk mengolah ketiga data yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan koefisien Freg=44,341 dan p=0,000 (p<0,001), yang artinya ada pengaruh yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja penyuluh Agama Islam non PNS. Selanjutnya nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,707 yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap kinerja sebesar 70,7%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dan organizational citizenship behavior secara bersama-sama memiliki pengaruh dan mampu menjadi prediktor terhadap kinerja penyuluh Agama Islam non PNS.
Komik edukasi sebagai media layanan bimbingan dan konseling Taufik Agung Pranowo
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v2i1.16952

Abstract

Media pendidikan merupakan unsur yang penting dalam proses pendidikan khususnya proses bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling dapat berfungsi untuk memperlancar proses bimbingan dan konseling, dan lebih mudah diterima oleh siswa untuk memahami masalah yang dialami. Sementara komik tidak dapat terlepas fungsinya sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud atau tendensi tertentu kepada pembacanya. Komik merupakan alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Sebagai sebuah media, pesan yang disampaikan lewat komik biasanya jelas, runtut, dan menyenangkan. Oleh karena itu, penelitian ini ingin mengkaji peran komik sebagai media edukasi dalam layanan bimbingan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Adapun pemilihan literatur disesuaikan dengan topik yang dikaji yaitu terkait dengan komik sebagai media dalam melakukan edukasi di layanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa media komik berpotensi untuk menjadi sumber belajar, khususnya dalam proses pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Peranan pokok dari komik edukasi adalah kemampuannya dalam menciptakan minat para peserta didik. Melalui bimbingan guru, komik dapat berfungsi sebagai jembatan untuk menumbuhkan minat peserta didik terhadap pemberian bimbingan yang dilakukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10