cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
BAHASTRA
ISSN : 02154994     EISSN : 25484583     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 36, No 1 (2016): Bahastra" : 18 Documents clear
KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI WACANA KOLOM “HIKMAH” SURAT KABAR REPUBLIKA Wiyanti, Endang
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.068 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data empiris kohesi gramatikal konjungsi wacana kolom “Hikmah” surat kabar Republika dan untuk melihat kekohesifan wacana kolom “Hikmah” surat kabar Republika dari aspek kohesi gramatikal konjungsi. Metode penelitian adalah metode studi analisis isi. Data dalam bentuk dua puluh lima judul wacana kolom “Hikmah” yang terbit pada bulan Agustus 2015 dipilih secara acak dari 286 judul wacana. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi pustaka, yaitu dengan melakukan penelitian dan pengumpulan data ke Pusat data harian umum Republika pada 13 April 2016. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan menentukan teks, dekontekstualisasi, menentukan pasangan berdekatan, menulis pasangan, analisis masing-masing pasangan, rekapitulasi, dan mendeskripsikan hasil analisis. Penelitian dilakukan pada 20 Mare t--29 Juni 2016.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 124 pasangan kalimat yang diteliti, 44 atau 35,5% pasangan kalimat wacana kolom “Hikmah” menggunakan konjungsi antarkalimat dengan rincian 16 atau 12,9% pasangan kalimat menggunakan konjungsi antarkalimat yang menyatakan hubungan aditif, 10 atau 8,1% menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan adversatif, 9 atau 7,3% menggunakan konjungsi mengekspresikan hubungan kausal, dan 9 atau 7,3% menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan temporal.
ASPEK HUMANISME PADA DONGENG Muzaki, Ahmad
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.688 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5056

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskrpitif kualitatif yaitu penelitian yang berupaya menggambarkan dan merumuskan data aspek humanisme pada dongeng. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah studi dokumentasi, yaitu suatu upaya melacak sumber-sumber informasi kandungan aspek humanisme yang terdapat dalam dongeng pilihan. Penelitian yang dilakukan terhadap 10 dongeng anak Indonesia menghasilkan sejumlah data dan temuan tentang aspek-aspek humanisme. Dari 10 dongeng yang diteliti ditemukan sebanyak 68 aspek humanisme.Aspek humanisme yang ditemukan dalam dongeng akan diuraikan secara berurutan dari yang pemunculannya paling banyak yaitu kebutuhan fisiologi dasar sebanyak 29 atau 42,65%; kebutuhan  akan rasa aman sebanyak 14 atau 20,59%; kebutuhan untuk dihargai sebanyak 10 atau 14,71%; kebutuhan aktualisasi diri sebanyak 9 atau  13,24%; kebutuhan untuk dicintai atau disayangi sebanyak 6 atau 8,82%.
ASPEK LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA LIRIK LAGU JIKA KARYA MELLY GOESLOW Agustina, Rini
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.343 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5061

Abstract

Penelitian ini berfokus pada lirik lagu Jika karya Melly Goeslow. Pendekatan  yang digunakan adalah pendekatan mikrostruktural yang menitikberatkan pada aspek leksikal dan aspek gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur gramatikal yang terkandung di dalam lirik lagu jika adalah pengacuan (referensi), pelesapan (Ellipsis), dan perangkaian (conjungtion). Unsur leksikal yang terdapat dalam lagu Jika adalahrepetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), dan antonimi (lawan kata).
MAKNA SIMBOL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL BIOLA TAK BERDAWAI KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Wirasty, Rini
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.192 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5062

Abstract

Novel Biola Tak Berdawai juga berbicara tentang fenomena yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini menjelaskan arti dari simbol karakter utama (Tuhan) dalam novel Biola Tak Berdawai Seno Gumira Ajidarma melalui ulasan Semiotika. Penelitian ini adalah deskriptif, dengan metode kualitatif, serta menggunakan pendekatan semiotik. Jelas objek penelitian ini adalah novel Biola Tak Berdawai Seno Gumira Ajidarma. Ada tiga tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan presentasi tahap data. Data yang ditemukan dalam bentuk simbol dari tokoh utama dalam novel Biola Tak Berdawai. Sehingga pada tahap analisis data yang akan diperiksa adalah simbol khusus dari karakter utama (Allah). presentasi tahap data secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang melambangkan karakter utama (Tuhan) dalam novel Biola Tak Berdawai secara umum ada lima, yaitu 1) melambangkan sosok dewa seperti Sukasrana di dunia pedalangan, karena karakter Tuhan bertentangan novel ini untuk para dewa umum dikenal masyarakat atau para dewa di dunia pedalangan, bahkan lebih seperti sosok dewa Sukasrana cerita wayang; 2) Angka-angka yang melambangkan dewa seperti ulat, kepompong dan kupu-kupu; 3) tokoh dewa dilambangkan sebagai kerang; 4) Sosok dewa disebut sebagai boneka, (mainan anak-anak); 5) Angka dewa disamakan tanpa biola senar, karena ia tidak mampu mengungkapkan apa yang dirasakan oleh tubuh. Simbol kelima menyiratkan tentang nilai-nilai kehidupan, dan memberikan motivasi yang sangat berarti.
MEMBANGUN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF Andheska, Harry
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.292 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5058

Abstract

Dalam pembelajaran menulis di sekolah, guru sering menemukan kendala dalam membangun kreativitas siswa. Pembelajaran yang dilakukan juga terkesan lebih monoton dengan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang sifatnya merangsang minat dan motivasi siswa dalam menulis. Padahal fungsi medtulia pembelajaran ini sangat membantu guru dalam membelajarkan kompetensi kebahasaan yang dipelajari, terutama menulis. Di samping itu, siswa yang belajar menulis juga seringkali sulit untuk memulai tulisan yang akan ditulisnya. Mereka cenderung kesulitan untuk memunculkan ide-ide yang akan dijadikan tulisan tersebut. Dalam hal ini, media sangat berperan dalam membantu siswa untuk memunculkan ide yang akan ditulis. Selain itu, media ini juga dapat membangun kreativitas siswa dalam mengembangkan tulisan dengan mengombinasi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh siswa tersebut. Media-media pembelajaran yang sifatnya inovatif akan sangat membantu siswa untuk mengkonstuksi ulang pengetahuan yang ada dalam pikiran siswa menjadi bentuk yang lebih unik dan variatif dalam tulisan yang dihasilkan.
STYLISTICS GENETIC ANALYSIS ON POETRY HENDAK TINGGI? AND HENDAK BAHAGIA??? WRITTEN BY BUNG USMAN AS A PICTURE OF INDONESIAN SOCIETY IN JAPANESE ERA Wulandari, Yosi
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.583 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5063

Abstract

Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra merupakan karya ekspresif wujud penyampai segala rasa. Secara pendokumentasian sejarah pun, puisi dapat menjadi salah satu wadah yang menyimpan catatan sejarah. Pemanfaatan tanda bahasayang digunakan dalam karya sastra merupakan bentuk performansi komunikasi yang digunakan pengarang untuk menyampaikan pesan tertentu. Penyampaian pesan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan aspekstilistika sebagai wujud performansi kebahasaan. dalam Hal inilah yang menjadi menarik untuk selalu dikaji dan ditemukan catatan-catatan sejarah dari berbagai sastra masa lampau, salah satunya puisi di zaman Jepang.Indonesia menjadi sebuah negara yang berdaulat pun tidak bisa terlepas dari perkembangan sastra. Bahkan, sastra dapat mencatat dengan baik perjuangan bangsa serta sastra digunakan untuk alat perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Zaman Jepang ditemukan dua kelompok sastrawan, yaitu sastrawan yang mendukung Jepang dan melawan Jepang. Bung Usman sebagai salah satu sastrawan yang melawan Jepang menggunakan puisi sebagai bentuk penolakan dan perlawan terhadap Jepang. Menganalisis gaya sastrawan secara indvidual dapat menemukan karakter bahasa sastrawan dan mencerminkan kondisi masyarakat di Zaman Jepang. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, Bung Usman memiliki gaya yang khas dalam penulisan puisi di zaman Jepang dengan gaya dominan lewat puisinya dan puisi Bung Usman pun menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia yang kebingungan dan tidak tahu hendak melakukan apa sehingga membiarkan kesewenangan Jepang sekaligus menggambarkan keingan masyarakat melawan atau berjuang mendapatkan kemerdekaan Indonesia.
JENIS MATERI AJAR CERITA PENDEK DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA SMA DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM 2013 Sufanti, Main
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.947 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis materi ajar cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMA, dan (2) mendeskripsikan relevansi jenis materi  ajar tersebut dengan kompetensi Kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam buku Siswa dan kompetensi dalam Kurikulum 2013. Sumber data  berupa buku siswa Bahasa Indonesia,  Ekspresi Diri dan Akademik kelas X,XI, dan XII yang diterbitkan oleh Kemendikbud 2014 dan  KI – KD Bahasa Indonesia  SMA Kurikulum 2013. Data-data tersebut dikumpulkan dengan teknik simak dan catat.  Teknik keabsahan data digunakan  trianggulasi teori. Teknik analisisnya adalah pembacaan semiotik dan komparatif.Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Jenis materi ajar cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia meliputi materi ajar aspek kognitif yang terdiri fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, materi ajar aspek afektif, dan materi ajar aspek psikomotor. Materi ajar fakta berupa teks cerpen, pertanyaan faktual isi cerpen, dan mengidentifikasi kosa kata dan kalimat dalam cerpen. Materi ajar konsep berupa pengertian, ciri-ciri, dan struktur cerpen, unsur  kebahasaan, latar belakang sosio pengarang, keterkaitan isi cerpen dengan kenyataan, dan peristiwa monologis dan dialogis. Materi ajar prinsip berupa struktur cerpen. Materi ajar prosedur yaitu proses kreatif penulisan dan langkah-langkah menulis cerpen. Jenis materi ajar aspek afektif berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan sikap, tanggapan, pendapat, dan harapan setelah membaca atau sebelum menulis cerpen. Adapun materi ajar psikhomotor berupa tugas membangun, mengabstraksi, mengonversi,  memproduksi,  dan menyunting teks cerpen. (2) Semua materi ajar itu relevan dengan kompetensi Kurikulum 2013. Materi ajar aspek kognitif sesuai dengan KD pada KI-3 yaitu kompetensi  pengetahuan. Materi ajar aspek afektif sesuai dengan KD pada KI-2 yaitu aspek sosial. Adapun materi ajar pada aspek psikhomotor relevan dengan KD pada KI 4 yaitu kompetensi keterampilan. 
PENGKREASIAN STIKER VULGAR SEBAGAI TINDAKAN BERMORAL Budi Wahyudi, Agus
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.645 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5055

Abstract

Tujuan penelitian ini (a) penyajian stiker vulgar dan (b) teknik pengkreasian stiker vulgar sebagai tindakan bermoral. Pengkreasian stiker vulgar menjadi stiker bijak yang bermuatan mendidik menjadi tanggung jawab moral si penulis stiker, guru di sekolah, dan masyarakat. Hal ini sebagai wujud tindakan bermoral yang tidak berpotensi pembiaran tetapi berpotensi penanganan yang nyata terhadap kondisi psikososial anak didik di masyarakat. Stiker digunakan anak didik SMA dan dipasang/ditempel di helm dan sepeda motor. Penelitian ini penelitian kualitatif. Kualitatif deskriptif jenis data berupa kata-kata, frasa, kalimat yang terdapat dalam stiker. Peneliti pengkreasian stiker vulgar dengan melaksanakan olah makna, baik dari aspek semantis maupuan pragmatis. Objek penelitan ini berupa kata atau ungkapan berkonotasi negatif atau vulgar yang digunakan anak didi SMA Muhammadiyah di Surakarta. Data primer berupa satuan lingual stiker vulgar dan data sekunder hasil wawancaraData Teknik observasi di SMA Muhammadiyah se-Surakarta dan wawancara dengan anak didik, kepala sekolah, wakasek bidang kesiswaan, guru bimbingan konseling, petugas parkir, dan masyarakat. Teknik dokumentasi berupa penggalian stiker yang terjual ke anak didik SMA. Keabsahan data kualitatif menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber. Teknik analisis menggunakan metode padan. Metode padan yang pragmatis dengan alat penentu referen yaitu berupa mitra wicara. Selain metode tersebut dignakan teknik Focus Group Descoussin (FGD). Hasil penelitian stiker yang digunakan berupa stiker tidak vulgar dan stiker vulgar. Stiker vulgar digunakan anak didi SMA Muhammadiyah se-Surakarta berpotensi mempengaruhi moral anak didik. Stiker vulgar tersebut dapat dikreasikan menjadi stiker bijak. Stiker bijak inilah yang disosialisasikan sehingga menjadi tandingan stiker vulgar. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, dan masyarakat menjadi pihak yang terlibat dalam penyosialisasian stiker bijak (hasil pengkreasian stiker vulgar) ini.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 KOTA SOLOK Putri, Mega
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.999 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5060

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, yaitu, ketika wawancara informal dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Solok pada tanggal 11 Agustus 2014 dan 24 Desember 2014, ada beberapa masalah siswa kurang berminat dalam menulis sebagai Setiap siswa ditugaskan untuk menulis, siswa yang mengeluh, dalam banyak kata-kata siswa dalam pendek korsleting, siswa yang kurang beruntung dalam menulis teks sesuai dengan struktur, karena siswa teks banyak yang tidak mampu merumuskan teks sesuai dengan struktur yang sebenarnya, Jenis penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif untuk data penelitian dalam bentuk angka dan analisis menggunakan statistik. Data dianalisis hasil tes, menguji kinerja menulis biografi teks. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menguji kemampuan siswa untuk menulis biografi teks berdasarkan orientasi kualifikasi struktur lebih cukup (LDC) daripada dengan rata-rata 72,58. Kemampuan siswa untuk menulis biografi teks berdasarkan struktur peristiwa / masalah yang kualifikasi Lebih dari Cukup (LDC) dengan rata-rata 67,74. Kemampuan siswa untuk menulis biografi teks sesuai dengan struktur kualifikasi reorientasi adalah Cukup (C) dengan rata-rata 62,09. Berdasarkan penelitian yang telah dijelaskan pada Bab IV, dapat disimpulkan bahwa semester pertama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Solok pada tahun akademik 2015/2016 dalam menulis teks biografi didasarkan pada struktur teks mampu menulis biografi teks kualifikasi Lebih dari Cukup (LDC) dengan nilai rata -rata 69,57.
ASPEK LEKSIKAL DAN GRAMATIKAL PADA LIRIK LAGU JIKA KARYA MELLY GOESLOW Rini Agustina
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.343 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5061

Abstract

Penelitian ini berfokus pada lirik lagu Jika karya Melly Goeslow. Pendekatan  yang digunakan adalah pendekatan mikrostruktural yang menitikberatkan pada aspek leksikal dan aspek gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur gramatikal yang terkandung di dalam lirik lagu jika adalah pengacuan (referensi), pelesapan (Ellipsis), dan perangkaian (conjungtion). Unsur leksikal yang terdapat dalam lagu Jika adalahrepetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), dan antonimi (lawan kata).

Page 1 of 2 | Total Record : 18