cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "No 69TH XXXV (2008): BAHAS" : 35 Documents clear
PARIWISATA DI GIANYAR BALI DARI WISATA BUDAYA SAMPAI WISATA WANA Wahyu Tri Atmojo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2424

Abstract

Gianyar merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia. Daerah ini banyak diketemukan berbagai macam objek wisata, seperti objek wisata budaya, objek wisata purbakala, objek wisata remaja, objek wisata bahari, dan objek wisata wana. Masing-masing objek wisata tersebut memberikan suguhan atraksi wisata yang mempesona. Banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Sumber daya perajin yang menciptakan berbagai macam produk cenderamata juga merupakan atraksi yang mengagumkan. Produk yang mereka hasilkan dijadikan sebagai tanda kenang-kenangan, bahwa mereka pernah berkunjung ke Gianyar.   Kata Kunci : pariwisata, wisata budaya, wisata wana
ANALISIS MORFOLOGIS NOMINA BAHASA JERMAN Jujur Siahaan
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2380

Abstract

  Tulisan ini mendeskripsikan morfologi nomina, yang membahas tentang bagaimana kategori dan proses morfologis pembentukan nomina bahasa Jerman. Metode yang digunakan dalam analisis ini  adalah metode kualitatif deskriptif. Data kepustakaan seperti: buku teks ( Themen neu, Wieso nicht ?, Sprachkurs Deutsch), Jurnal ( Scala, Journal für Deutschland, Europa Magazin ) dan majalah Jugend, die Mitmach Gesellschaft serta Juma merupakan sumber data. Data yang sudah terkumpul melalui teknik studi pustaka dan pencatatan  dianalisis sesuai  proses pembentukan nomina bahasa Jerman. Dari  hasil  analisis  data, diperoleh  bahwa  kategori  nomina   bahasa Jerman terdiri dari nomina pokok dan nomina turunan.  Dan proses morfologis yang terjadi adalah proses afiksasi, komposisi, konversi, akronim, klipping dan proper names. Diantara proses morfologis, afiksasi  dalam hal ini sufiks sangat banyak ditemukan dalam proses pembentukan nomina bahasa Jerman. Sedangkan prefiks tidak. Kata Kunci: Nomina ditinjau dari segi bentuk dan proses morfologis
MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PUISI Mursini Mursini
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2442

Abstract

Puisi merupakan jenis karya sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu mempertajam kesadaran orang akan suatu pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus  melalui bunyi, irama, dan makna khusus. Di dalam puisi diungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif  dan disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan struktur batin. Selain itu, Sayuti (2002:3) mengatakan bahwa puisi dirumuskan sebagai bentuk pengucapan bahasa yang memperhitungkan adanya aspek-aspek bunyi di dalamnya yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual dan sosial kemudian diungkapkan dengan teknik tertentu dalam diri pembaca dan pendengarnya.  Pada kesempatan ini, Anda akan diajak untuk menyegarkan kembali ingatan Anda tentang berbagai aspek kesastraan bidang puisi yang pernah Anda pelajari sebelumnya. Di samping itu, kepada Anda akan diingatkan kembali tentang prinsip-prinsip pembelajaran puisi  seperti yang diamanatkan  dalam kurikulum. Yakinlah Anda bahwa Anda selama ini telah memahami hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip yang dimaksud. Untuk itu Anda dapat mengamati model-model pembelajaran puisi yang terintegrasi dalam pembelajaran  keterampilan berbahasa dan sastra Indonesia.   Kata Kunci: Model Pembelajaran, Menulis, Puisi
ANALISIS WACANA KRITIS : ALTERNATIF MENGANALISIS WACANA Subur Ismail
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2430

Abstract

Analisis Wacana Kritis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis wacana baik lisan maupun tulis.  Objek dari analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) adalah bahasa, sama halnya dengan analisis wacana (Discourse Analysis).  Namun dalam analisis wacana kritis, tidak hanya aspek bahasa saja yang diteliti namun termasuk pula konteks yang menyertainya.  Mengutip apa yang dikemukakan oleh Fairclough dan Wadok, analisis wacana kritis dapat digunakan untuk menyelidiki bagaimana bahasa digunakan oleh kelompok sosial yang saling bertarung memperebutkan kekuasaan.  Melalui analisis wacana kritis dapat dibongkar maksud-maksud tertentu dari sebuah wacana.   Kata Kunci : analisis, wacana, kritis
KEKERASAN DALAM MEDIA MASSA TELEVISI M.Oky Fardian Gafari
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2387

Abstract

Televisi merupakan sebuah sistem storytelling yang tersentralisasi. Karena mengatasi halangan histories keberaksaraan dan mobilitas, televisi menjadi sumber umum primer sosialisasi dan informasi sehari-hari dari populasi yang heterogen. Namun, berbeda dengan media lain, televisi menyediakan sebuah set pilihan terbatas untuk bermacam interes dan publik yang tidak terbatas. Garbner melakukan penelitian dampak televisi dengan menggunakan metode survey analisis, dimana populasi dan sample adalah penonton pria dan wanita yang dibedakan berdasar usia yaitu; dewasa, remaja, dan anak-anak. Juga diperoleh data bahwa rata-rata orang menonton TV di Amerika Serikat adalah 7 jam sehari. Maka muncul istilah heavy viewers (pecandu berat televisi)dan light viewers atau viewers(penonton biasa) . Media Violence, atau kekerasan di media. Yang dimaksud adalah isi media yang mengandung unsur kekerasan. Bisa berupa unsur kekerasan yang terdapat dalam film, televisi, berita. dll. Pada level individu, yang diteliti adalah terpaan isi media yang mengandung kekerasan pada individu. Kata Kunci : media, kekerasan, televisi  
KONSTRUKSI KAUSATIF BAHASA SERAWAI Wisman Hadi
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2373

Abstract

Serawai Ethnic language causative construction in this paper is investigated through parameters of semantics and morphosyntactics. This construction is produced by combination of clause and conjunction ‘sebap’ or ‘kernau’; using analytic causative verb ‘nganuka’, ‘njadika’, ‘ngajung’, morphological causative affixes ‘-ka, ‘-i’, ‘ng-ka’, and ‘ng-i’ and using certain lexical choices in which have causative meaning. Konstruksi kausatif bahasa Serawai dapat dihasilkan melalui penggabungan klausa dengan konjungsi sebap/kernau, penggunaan kausatif analitik dengan verba nganuka, njadika, ngajung; penggunaan kausatif morfologis dengan afiks –ka, -i, ng-ka, dan ng-i; dan pemilihan verba kausatif leksikal tertentu yang sudah bermakna kausatif. Konstruksi kausatif BS dapat dijelaskan melalui parameter morfosintaksis dan parameter semantik
PENGAJARAN BAHASA JERMAN DI INDONESIA Siti Kudriyah
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2407

Abstract

Dalam era global ini penguasaan bahasa asing merupakan suatu keharusan. Bahasa Inggris saat ini masih termasuk bahasa internasional, sehingga sudah seharusnya  bahasa tersebut dikuasai oleh peserta didik. Akan tetapi, itu tidak cukup! Masih diperlukan penguasaan bahasa asing kedua, bahkan bila dimungkinkan bahasa asing ketiga dan seterusnya. Dalam makalah ini diulas tentang bahasa Jerman sebagai bahasa asing kedua pada SMA/SMK/MAN di Indonesia. Bahasa Jerman di Indonesia diajarakan secara formal pada jenjang pendidikan menengah seperti SMA/SMK/MAN, kemudian pada jenjang pendidikan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia dan secara nonformal di lembaga-lembaga kursus seperti Goethe Institut. Pengajaran Bahasa Jerman di Indonesia mengalami pasang surut, yang tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kepala sekolah/komite sekolah dan kompetensi pengajar bahasa Jerman. Mengingat pentingnya penguasaan bahasa asing kedua (dalam hal ini bahasa Jerman) bagi peserta didik yang menjadi generasi penerus, para pengambil kebijakan hendaknya memberi kesempatan pada semua peserta didik di SMA/SMK/MAN sejak kelas satu. Peningkatan pengajaran bahasa secara kuantitas haruslah dibarengi dengan peningkatan secara kualitas. Keberhasilan pembelajaran tidak terlepas dari penguasaan guru akan materi dan metode pembelajaran. Oleh sebab itu, para guru bahasa Jerman hendaknya senantiasa meningkatkan diri agar dapat menyusun rencana pembelajarannya dengan baik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di kelas, mengupayakan agar peserta didik semuanya aktif, dan memberikan bantuan maksimal kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Seyogyanya kepada guru bahasa Jerman diberikan kesempatan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi berbahasa Jerman mereka.   Kata Kunci : Pengembangan Bahasa Jerman
UPAYA MEMINIMALKAN KESALAHAN PERILAKU INSTRUKSIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Berlin Sibarani
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2450

Abstract

Teacher’s teaching behavior taking place during the real classroom teaching is determined by many interactive factors grouped into four categories, namely (1) linguistic knowledge about the nature of (a) language, (b) each language skills, and (b) each language aspect, (2) language teaching methods covering (a) their approaches, (b) procedures, (c) various techniques of them, (d) theories of language learning, and (e) knowledge of students’ characteristics and (3) the teacher’s reflection and meaning they made out of their teaching experiences. Lack of these knowledges may produce incorrect teaching behaviors which consequently cause low quality of students’ mastery of English. So the attempts to improve the students’ quality of English mastery should be begun by minimizing the incorrect teaching behaviors of English teachers and the incorrectness should be began by improving the teachers’ mastery of the three aspects.   Key Words: behaviors, teaching and English.  
PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS BERBASIS CECR DALAM KONTEKS PLURILINGUALISME BAGI GURU DAN SISWA SMA Mahriyuni --
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2394

Abstract

Perubahan yang dipersyaratkan dalam KTSP menuntut adanya perubahan dalam pembelajaran yang dilakukan guru di kelasnya. Untuk itu dibutuhkan pembelajaran yang tepat yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Pengembangan metodologi pengajaran bahasa Prancis pada aspek budayanya dengan menggunakan CECR terlihat lebih menonjol disamping menguasai pengetahuan berbahasa, yang memungkinkan pembelajar untuk melakukan komunikasi antar budaya (plurilingualisme) sehingga menjadi pendidikan bahasa yang mencakup juga aspek sikap dan kemampuan bersosialisasi dalam situasi komunikasi antar budaya. Aspek ini perlu dikembangkan dalam pengajaran bahasa sehingga dapat mewujudkan pendidikan bahasa yang sesungguhnya.   Kata Kunci : Pengajaran Bahasa Prancis, Komunikasi Antar Budaya, CECR.
ANALISIS KONTRASTIF BUNYI VOKAL PADA BAHASA INDONESIA, INGGRIS DAN PRANCIS Nurhayati Siregar
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2414

Abstract

Kajian linguistik sangat menarik untuk diteliti terutama kajian kontrastif analisis yang membandingkan beberapa bahasa di dunia ini. Dalam kajian fonologi terutama kajian fonetik tentang bunyi vokal yang membandingkan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, Inggris, Prancis. Semestaan bahasa dalam vokal terdapat di semua bahasa secara absolut.Perbandingan ketiga bahasa dalam bunyi vokal mempunyai ciri karakteristik dalam persamaan dan perbedaan. Kata Kunci : bunyi vokal, analisis kontrastif, semestaan bahasa, fonetik.

Page 1 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue