cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 35 Documents
Search results for , issue "No 69TH XXXV (2008): BAHAS" : 35 Documents clear
PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA ANAK UMUR 2;3 Evi Eviyanti
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2401

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemerolehan bunyi vokal, konsonan pada anak umur 2;3 dan memaparkan pemerolehan fonologi pada anak umur 2;3. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan bentuk studi observasi naturalistik karena penelitian ini memfokuskan perhatian pada situasi kehidupan nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerolehan fonologi Ahnaf khususnya pada bunyi vokal [a, i, o, u, ɔ , ¶, e] telah muncul sesuai dengan teori Jacobson.  Bunyi konsonan yang sudah dikuasai oleh subjek penelitian (Ahnaf) pada semua posisi [m, p, b, t, l]. Konsonan yang sudah diperoleh tetapi jika letaknya pada akhir kata yaitu [s,n,h,h]. Konsonan yang sudah diperoleh jika berada di tengah kata yaitu [d]. Konsonan [r, ĉ,ñ, w, y] sudah diperoleh tapi jumlahnya sangat terbatas. Sedangkan bunyi konsonan yang belum diperoleh yaitu [g,k,f,š,ǰ, x,z].   Kata Kunci : Pemeroleh fonologi, bunyi vokal dan konsonan.
PENGARUH SUASANA AKADEMIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA ASING MAHASISWA JURUSAN BAHASA ASING FBS UNIMED Abd. Ghofur
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2444

Abstract

Hal yang sangat penting yang sering diabaikan oleh pengajar dalam kegiatan pembelajaran adalah penciptaan suasana akademik yang berkualitas. Pengajar sering lebih memfokuskan aktivitas pembelajaran pada usaha penyampaian materi pelajaran pada pembelajar (aspek kognitif) dengan mengabaikan faktor suasana akademik (aspek afektif) yang merupakan aspek pendukung utama pencapaian aspek kognitif. Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian terhadap aktivitas pembelajaran di kelas pada Jurusan Bahasa Asing FBS Unimed ditinjau dari segi suasana akademik dan pengaruhnya terhadap hasil belajar bahasa asing mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan pada mahasiswa tentang suasana akademik di kelas dan dibandingkan dengan hasil belajar mahasiswa pada tiap matakuliah kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik suasana akademik di suatu kelas, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa mahasiswa.   Kata Kunci: Suasana, Akademik, Belajar
MEMBACA EFEKTIF Tanti Kurnia Sari
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2389

Abstract

Belajar bahasa membutuhkan banyak faktor yang saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Beberapa faktor tersebut seperti ketekunan dan kesabaran, disamping tentu saja kesempatan untuk terus menerus menggunakan bahasa yang dipelajari merupakan faktor yang amat sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam belajar bahasa. Tentu saja faktor-faktor yang lain seperti tersedianya materi yang memadai serta motivasi yang cukup tinggi dari pembelajar juga perlu diperhitungkan. Pemahaman terhadap salah satu elemen dasar dalam belajar bahasa adalah membaca, khususnya pemahaman aspek-aspek teknis dan kendala-kendalanya. Hal tersebut memang tidak menjamin bahwa sebuah program pengajaran bahasa akan berhasil dengan baik. Tetapi dengan sedikit memahami aspek-aspek teknis semacam ini, para pembelajar dan khususnya para pengajar, diharapkan akan lebih mampu menyempurnakan proses belajar mengajar yang akan membawa mereka ketujuan akhir yang diharapkan.   Kata Kunci : membaca, strategi, keterampilan dasar, efektif
INTERFERENSI SINTAKSIS BAHASA MINANGKABAU DALAM BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT MINANG PERANTAU DI MEDAN Syamsul Bahri
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi maupun gambaran yang lengkap mengenai interferensi sintaksis bahasa minangkabau dalam bahasa Indonesia pada masyarakat Minang perantau di Medan, dan juga untuk mengetahui struktur bahasa Minangkabau yang paling dominan ditemukan pada interferensi sintaksis bahasa Minangkabau dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui proses observasi partisipasi dan perekaman langsung. Setelah data dikumpulkan dan dikelompokkan, kemudian dilakukan pengidentifikasian dan analisis data. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka interferensi sintaksis bahasa Minangkabau dalam bahasa Indonesia pada bentuk pergi + KKB (Kata Kerja Berimbuhan) merupakan bentuk yang paling dominan ditemui sampai 29,63 %.   Kata Kunci: Bilingualism, kontak bahasa, interferensi, interferensi sintaksis.
SEMESTAAN POLARISASI KALIMAT TANYA (YES/NO QUESTION) DALAM BAHASA INDONESIA,PRANCIS, INGGRIS, JERMAN, ITALIA, MANDARIN, ARAB, SPANYOL Nurhayati Siregar
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2375

Abstract

Berbicara kalimat Tanya tak terlepas dari semestaan bahasa  yang terdapat hampir di semua bahasa di dunia ini. Kalimat Tanya yang dikenal dengan Yes/No Question secara semestaan bahasa terdapat dalam 8  bahasa yang dibandingkan dalam tulisan ini yaitu bahasa Indonesia, Inggris,Prancis,Italia,Jerman,Mandarin,Arab,dan Spanyol  dikasifikasikan secara tipologis. Kata Kunci: semestaan bahasa, kalimat Tanya yes/ no question, klasifikasi tipologi bahasa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEBUDAYAAN PRANCIS DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA PRANCIS. Siti Renggo Geni ZEN
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2438

Abstract

  The research was intended to determine the relationship between (1) The Knowledge of French Cultural and the Ability of Writing French, (2) the Reading Comprehension Mastery and the Ability of Writing French and (3) the Knowledge of French Cutural with the Reading Comprehension Mastery and the Ability of Writing French. The result of the research indicate positive correlation between (1) the Knowledge of French Cultural and th Ability of Writing French, (2) the Reading Comprehension Mastery and the Ability of Writing French and (3) the Knowledge of French Cultural with the Reading Comprehension Mastery and the Ability of Writing French.     Kata Kunci : Pengetahuan Kebudayaan, Membaca Pemahaman, Keterampilan Menulis
SEMANTIK LEKSIKAL, SEMANTIK KALIMAT, MAKNA DAN KONTEKS BAHASA ACEH BESAR Isda Pramuniati
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2427

Abstract

Hubungan Semantik dengan kehidupan manusia sangat dekat karena bahasa yang digunakan manusia sebagai alat komunikasi harus memperhatikan ketepatan makna sehingga petutur atau lawan bicara kita dapat memahami penyampaian pesan komunikasi dengan baik. semantik merupakan istilah teknis yang penggunaannya mengacu pada ilmu yang mempelajari tentang makna yang notabene merupakan bagian salah satu bagian linguistik. Selanjutnya dia menambahkan bahwa relasi semantik leksikal atau hubungan makna kata  penting dipelajari pada semantik. Semantik muncul pada jajaran yang mempunyai makna, yakni pada kata dan kalimat. Maka mengacu pada tataran yang menjadi ruang lingkupnya,  semantik terbagi atas semantik kata (semantik leksikal) dan semantik kalimat (semantik komposisional).
E-MAIL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN Ahmad Sahat Perdamean
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2382

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang e-mail sebagai media yang merupakan fasilitas di internet untuk keperluan surat-menyurat. Surat-menyurat adalah termasuk ke dalam keterampilan menulis dalam mempelajari bahasa Jerman. Sudah saatnya teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bahasa Jerman digunakan, khususnya dalam mata kuliah Menulis IV (Schreibfertigkeit IV).     Kata Kunci: e-mail, bahasa Jerman  
ANALISIS MORFOLOGIS NOMINA BAHASA JERMAN Jujur Siahaan
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2416

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan morfologi nomina, yang membahas tentang bagaimana kategori dan proses morfologis pembentukan nomina bahasa Jerman. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kualitatif deskriptif. Data kepustakaan seperti: buku teks ( Themen neu, Wieso nicht ?, Sprachkurs Deutsch), Jurnal       (Scala, Journal für Deutschland, Europa Magazin ) dan majalah Jugend, die Mitmach Gesellschaft serta Juma merupakan sumber data. Data yang sudah terkumpul melalui teknik studi pustaka dan pencatatan  dianalisis sesuai  proses pembentukan nomina bahasa Jerman. Dari  hasil  analisis  data, diperoleh  bahwa  kategori  nomina   bahasa Jerman terdiri dari nomina pokok dan nomina turunan.  Dan proses morfologis yang terjadi adalah proses afiksasi, komposisi, konversi, akronim, klipping dan proper names. Diantara proses morfologis, afiksasi  dalam hal ini sufiks sangat banyak ditemukan dalam proses pembentukan nomina bahasa Jerman. Sedangkan prefiks tidak. Kata Kunci: Nomina ditinjau dari segi bentuk dan proses morfologis.
BAGAIMANA CARA MENGAMATI LUKISAN KARYA AFFANDI Gamal Kartono
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2432

Abstract

Affandi is an important figure of Indonesia modern painting art. As a maestro of Indonesia painting arts he had never stopped painting so that in thousands of his paintings had been producted. Humanism as its created base was very consistent that he struggled to conduct the experiment continuously. It could be signaled from his work which showed several techniques and objects of painting, among other things were the painting which enclosed the sun object. The sun as the natural power, that it was believed constituted the life source. Painting which enclosed the sun motif, seemed since his work  titled:” Potret Diri dan Tujuh Matahari di India” (1950), until “Potret Diri tak Tercapai” (1987). Its question is why did he often paint the sun and what was the meaning ? To know the sun meaning it was conducted the research using the semiotic approach. The researcher’s interpretation was carried out by analysis of two semiotic approachs, namely Peirce semiotic (threechotomy: icon, index, symbol); and Barthes connotative semiotic. The data analysis process was started from the icon analysis, index, and symbol, finally completed by connotetive analysis. The research output indicated that its empathy to the subject which was felt as the painter reality, the sun symbol as if Affandi was ‘sun’ itself. The sun was created by the life signal symbol, on its reality whereas Affandi’s way to paint outdoor needed the sunlight so much. In the final period its expressiveness trip, Affandi did not show the emosive lines causing the feeling to quiver, but he had changed to be the reflection. Nature in his interpretation was the faced reality where the sun was as his life source. Along with increasing the age, then its sun seems to be increasingly redder and duller.   Keywords: Lukisan Affandi, Kajian Semiotik

Page 2 of 4 | Total Record : 35


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue