cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "No 78 TH 37 (2010): BAHAS" : 12 Documents clear
POHON PISANG SEBAGAI IKON BUDAYA VISUAL DALAM ADAT ISTIADAT DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA, TINJAUAN TERHADAP MAKNA DAN PERUBAHANNYA Mesra Mesra
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2621

Abstract

Ikon budaya visual dari setiap suku bangsa atau etnis bervariasi bentuk dan maknanya. Makna yang terkandung di dalamnya hanya berlaku bagi warga komunal pendukungnya sendiri. Kekayaan budaya visual tradisional ini pantas dijaga kelestariannya sebagai wawasan pengetahuan bagi generasi penerus, mengenai budaya masa lalu sebagai tolok ukur keperibadian Bangsa. Pada umumnya artefak budaya masa lalu adalah berupa benda-benda mati, namun ada keunikan pada budaya Kabupaten Padang  Lawas Utara, dimana artefaknya berupa tumbuhan pisang yang bisa terus bertambah jumlahnya (berkembang biak). Makna yang terkandung dari pohon pisang Sitabar adalah pisang yang memiliki manfaat sangat besar dalam kehidupan manusia, mulai dari akar, batang, daun, tangkai daun, buah, tangkai buah, serat batang dan sebagainya bermanfaat. Kehidupan pohon pisang sitabar menjadi tauladan dalam kehidupan manusia pada kelompoknya. Pohon pisang sekali saja berbuah seumur hidup, sesudah itu dia mati, makna bagi manusia adalah hanya sekali menikah seumur hidup. Pisang berkembang biak, menambah manfaat yang semakin banyak bagi manusia. Maka diharapkan keluarga yang baru menikah juga melahirkan anak-anak yang bermanfaat bagi orang banyak. Sekarang terjadi perubahan maknya, penanaman pohon pisang di depan rumah pengantin baru adalah pertanda itu adalah pesta besar, yaitu ditandai dengan pemotongan hewan kurban (Lembu/Sapi)   Kata kunci : Ikon budaya visual, Pisang sitabar, Perubahan Makna.
ANALISIS KESALAHAN KALIMAT BAHASA JERMAN DENGAN MENGGUNAKAN BAUMDIAGRAMM OLEH MAHASISWA BAHASA JERMAN (STUDI KASUS PADA MATA KULIAH LINGUISTIK : SYNTAX) Linda Aruan
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2613

Abstract

Baumdiagramm adalah salah satu teknik dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman pada bidang linguistik terutama kajian Syntax. Pada penganalisisan tersebut diperlukan pemahaman terhadap struktur kalimat, kelas kata dan jenis frase dalam bahasa Jerman.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dibuat mahasiswa dalam menganalisis kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan BaumdiagrammMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil analisis kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan Baumdiagramm, kalimat ini dianalisis oleh mahasiswa semester V angkatan 2008 yang berjumlah 30 orang. Data tersebut adalah berupa tes dengan jumlah 10 kalimat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada data yang dianalisis mahasiswa, masih terdapat banyak kesalahan dalam penganalisisan kalimat bahasa Jerman dengan menggunakan Baumdiagramm. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan karena mahasiswa karena mahasiswa kurang memahami struktur kalimat, kelas kata, dan jenis frase dalam bahasa Jerman. Kata kunci : Baumdiagramm, Syntax, Analisis Kesalahan
PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Johannes Jefria Gultom
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2618

Abstract

Media sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar dipilih atas dasar tujuan dan bahan pelajaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, pendidik sebagai subyek pembelajaran harus dapat mengembangkan media yang tepat, sehingga bahan pelajaran yang disampaikan dapat diterima peserta didik dengan baik. Di samping itu media juga mempunyai fungsi untuk mengatasi kebosanan dan kelahan yang diakibatkan dari penjelasan pendidik yang sukar di mengerti. Ada 3 (tiga) jenis media dalam kegiatan belajar mengajar, yakni: media auditif, visual, dan audiovisual. Pendidik harus mampu menetapkan atau memutuskan media yang tepat dan sesuai dengan materi pelajaran sehingga media pembelajaran tersebut akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan. Kata Kunci: Media, proses belajar mengajar
THE EFFECT OF EXPLICIT, IMPLICIT INSTRUCTIONS AND LEARNING STYLES ON STUDENTS’ SENTENCE STRUCTURE ACHIEVEMENT Marisi Debora
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2622

Abstract

  The objectives of this study are to investigate whether Explicit Instruction and Implicit Instructions techniques significantly affect the students’ sentence structure achievement, to find out whether the students’ learning styles affect students’ sentence structure achievement and to find out whether there is an interaction between explicit and Implicit instructions and learning styles to students’ sentence structure achievement. An experimental research with factorial design 2x2 was used in this research. There were 120 students from 2008 Academic year of English Department State University of Medan taken as sample of this research. The post test was given to both groups. The data were analyzed by applying Two-Way ANOVA. The result of testing the first hypothesis showed that that explicit and Implicit instructions significantly affect students’ sentence structure achievement. The result of the testing the second hypothesis showed that students’ learning style do not significantly affect students’ sentence structure achievement. The result of the testing the third hypothesis showed that there is interaction between instructions techniques and learning styles on students’ sentence structure achievement. After the Scheffe test was applied, it showed that students who have Field Independent learning style got higher result if they were taught by Explicit instruction and students who have Field Dependent learning style got higher result if they were taught by Implicit instruction.   Key Words: explicit instruction; implicit instruction; learning styles
KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Ahmad Bengar Harahap
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2615

Abstract

Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan dalam peristiwa tutur atau peristiwa berbahasa untuk aktivitas-aktivitas yang diatur oleh norma-norma pengguna percakapan. Salah satu peristiwa berbahasa itu dapat di bentuk dalam sebuah pola pasangan yang disebut dengan bentuk kesenyapan (silence). Kesenyapan dalam percakapan berkaitan dengan urutan sisipan (insertion sequence) yang tujuannya sebagai bentuk penundaan penyampaian maksud atau tujuan dalam berbahasa. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidah kesenyapan yang dapat di analisis dalam wacana-wacana percakapan jerman. Kata kunci : Kesenyapan, Pasangan Bersesuaian.
KILAS BALIK PEMBELAJARAN DIREKSI PADUAN SUARA UNTUK SUMBER BELAJAR Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2617

Abstract

Pengabah atau yang lebih dikenal dengan istilah conductor atau dirigen (bhs. Belanda) merupakan figure utama dalam kepemimpinan suatu kelompok musik, entah itu vocal ataupun orkes- dalam hal ini yang menjadi focus pembicaraan kita adalah direksi paduan suara. Tugas seseorang pengabah dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran sebaliknya seorang pengabah bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musikal melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musical tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pengabah, misalnya pengetahuan tentang teknik mengabah, teknik vocal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertorir lagu paduan suara   Kata kunci : Teknik Mengabah, Teknik Vocal, Teori Musik, Ilmu Bentuk Analisa, Sejarah Musik, Keluasan Wawasan Tentang Repertorir Lagu Paduan Suara  
FONOTAKTIK DAN TEKANAN DALAM BAHASA GAYO LUT Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3129

Abstract

ABSTRAK Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut
Peer Reviewer : FONOTAKTIK DAN TEKANAN DALAM BAHASA GAYO LUT Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3385

Abstract

Abstrak Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut
PENINGKATAN PENGUASAAN TATABAHASA JERMAN MELALUI POLA LATIHAN ANALISIS KESALAHAN Ahmad Sahat Perdamean
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2619

Abstract

Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui peningkatan penguasaan mahasiswa atas Tatabahasa Jerman I (Strukturen I). Untuk mencapai tujuan diterapkan penelitian tindakan kelas (classroom-action-research). Subjek penelitian berjumlah 24 orang mahasiswa. Data kemampuan dijaring melalui tes, sedangkan persepsi mahasiswa dijaring melalui angket dan wawancara. Hasil pengembangan menunjukkan, bahwa pola latihan analisis kesalahan dapat meningkatkan penguasaan mahasiswa atas Tatabahasa Jerman I. Hasil tes kemampuan awal menunjukkan skor rata-rata ialah 4,1. Setelah tindakan dilakukan pada Siklus I skor rata-rata naik menjadi 42,1 dan setelah Siklus II skor rata-rata menjadi 74,1. Implikasi dari pengembangan ini adalah pola latihan analisis kesalahan dapat digunakan untuk mengajarkan Tatabahasa Jerman.   Kata Kunci: analisis kesalahan, tatabahasa Jerman
Cover dan daftar isi no 78 TH 37 Tahun 2010 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.3386

Abstract

Abstrak Fonotaktik dan tekanan dalam bahasa Gayo Lut direalisasikan berdasarkan teori Fonologi Autosegmen yang terdiri dari konsep suku kata atau dikenal dengan organisasi suku kata ( σ ) dalam bentuk Onesert (K), Nukleus (V) dan Koda (K). Penutur Bahasa Gayo Lut cenderung memiliki ciri fonotaktik kata dan suku kata  (SK)→ Nu (KO) → O1, O2, O3, O4, O5, dan O6 yang sangat bervariasi, seperti K→(Pb, td, kg, cj, sh, Ir, mn,   ŋ, wj) dan V → /i, e, ə,   , o, u ) dan Koda → (Pb, td, k, sh, mn, ŋ, Ir, dan w).Adapun jenis tekanan cenderung bervariasi yaitu terdapat 6 jenis tekanan (1) tekanan kata eka suku, (2) tekanan kata dwisuku, (3) tekakan kata trisuku, (4) tekanan bunyi suku kata pra akhir, (5) tekanan bunyi suku kata akhir, dan (6) tekanan kata lebih dari tiga suku kata. Kata Kunci : Fonotaktik, Tekanan, Bahasa Gayo Lut

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue