cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "No 86 TH 39 (2013): BAHAS" : 15 Documents clear
cover dan daftar isi no 86 TH 39 2013 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.3096

Abstract

ABSTRACT   This article describes the syntagmatic and paradigmatic approaches on language. It is to distinguish the two different approaches or perspectives on language, since language units may explor syntagmatic and paradigmatic relationships.The syntagmatic approach is contrasted to paradigmatic approach to study on three different levels of analysis namely, phonology, morphology, and syntax, as sub-disciplines of linguistics. In other words, the subject matters to study of the two different approaches is primarily concerned with the linguistic forms, phonemes (the study of sounds change on the level of sound structure, known as phonology),  morphemes (the study of  word structure on the level of internal word structure, known as morphology), and word (the study of how words combine to form grammatical sentences, known as syntax). This article also deals with the application of syntagmatic and paradigmatic in language teaching.   Kata Kunci : Relasi Sintagmatik dan Paradigmatik, Kajian Bahasa  
Implementasi Pendekatan Kontekstual Dalam Pembelajaran Sastra SURYA MASNIARI HUTAGALUNG
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2405

Abstract

Berbagai pendapat dari pemerhati pembelajaran sastra akhir-akhir ini banyak yang menyayangkan berkurangnya muatan jam pelajaran dan minat dunia pendidikan di Indonesia untuk pembelajaran sastra. Padahal dengan tegas Moody (1996:15-24)  menyebutkan bahwa pembelajaran sastra dapat (a) membantu keterampilan berbahasa anak, (b) meningkatkan pengetahuan budaya, (c) mengembangkan cipta rasa, dan (d) menunjang pembentukan watak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sastra merupakan sumber berbagai cita rasa, yaitu cita rasa moral dan sosial. Oleh karena itu, sastra sangat layak untuk menjadi sumber pembelajaran bagi peserta didik. Diharapkan mereka yang belajar sastra mempunyai tingkat moral dan sosial yang tinggi. Oleh sebab itu pembelajaran sastra sangat perlu untuk digalakkan kembali. Untuk menarik minat dunia pendidikan terhadap pembelajaran sastra perlu diadakan berbagai kajian terhadap pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran, agar pembelajar dapat mengapresiasi sastra dengan tepat, sehingga tujuan tujuan pembelajaran sastra dapat dicapai. Salah satu pendekatan pembelajaran yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang adalah pembelajaran kontekstual. Kata Kunci: Pendekatan kontekstual, Pembelajaran Sastra
A QUICK LOOK AT ACADEMIC READING WILLEM SARAGIH
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2379

Abstract

Being able to read for information written in English is one most important skill for students, especially those who are in tertiary education. The reason is that students have no choice but do a lot of reading to fulfil the the mand of the course set by the lecturers. Even it can be said that, academically, the success of a student  depends a lot on his or her reading ability. For Indonesian students, with the limited English language proficiency they have, this is a true challenge since  they cannot avoid being  confronted with the various types of English texts in which a lot of information relevant to their academic purpose is exposed. Students at this level of education have to read for information from research findings which have been organized and documented. Each type of texts they are supposed to read, normally, has its own particular way of sentence and paragraph construction. In other words, the sentences and paragraphs contained in the text are governed by rules of academic discourse. Therefore, to enable the students to get the message that the writer has expressed in the text, they should be made familiar with the arrangement of a sentence, a paragraph and even an essay up to finally the so called a text book. This article presents some information about academic reading views. The discussion covers  some explanation about 1)  academic reading, 2) students’ major reading reading problems, and 3). developing students’ reading comprehension skills.   Key Words: academic reading, reading problem, reading comprehension development
ANALISIS KESALAHAN MENENTUKAN GRAMMATIKAL KASUS DI DALAM KALIMAT BAHASA JERMAN HERLINA JASA PUTRI HARAHAP
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2386

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kesalahan-kesalahan apa saja  yang dilakukan mahasiswa dalam menyusun kalimat            sederhana bahasa Jerman berdasarkan grammatikal  kasus yaitu; Nominativ, Akkusativ, Dativ, dan Genetiv.Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Bahasa Asing, FBS Unimed, terhadap 30 orang mahasiswa semester III angkatan tahun 2008 yang sedang mengikuti matakuliah Struktur III. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah tes menyusun kalimat sederhana bahasa Jerman yang disesuaikan dengan keempat jenis kasus yaitu: Nominativ, Akkusativ, Dativ, dan Genetiv. Berdasarkan hasil penelitian, data menunjukan bahwa 12  (40%) buah hasil jawaban mahasiswa dinyatakan lulus, sedangkan 18 (60%) buah hasil jawaban mahasiswa dinyatakan tidak lulus. Skor tertinggi yang diperoleh mahasiswa adalah 85 = 5 orang, 80 = 4 orang, 70 = 3 orang, 60 = 5 orang, 50 = 6 orang, dan 40 = 7 orang. Dari data tersebut menunjukan bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat sederhana bahasa Jerman berdasarkan grammatikal kasus yaitu:Nominativ, Akkusativ, Dativ, dan Genetiv. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap struktur dan grammatik bahasa Jerman.   Kata Kunci: Gramatikal, Kasus
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN VERBAL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS WACANA NARASI SISWA KELAS VIII SMP SWASTA PAB 5 KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN PEMBELAJARAN 2007/2008 ITA KHAIRANI
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2393

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengetahui kemampuan penalaran verbal, keterampilan menulis wacana narasi, dan siswa kelas VIII SMP Swasta PAB 5 Kecamatan Patumbak Kabupaten dan pengaruh kemampuan penalaran verbal terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas VIII SMP Swasta PAB 5 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2007/2008. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, berjumlah 118 orang. Seluruh populasi ini dijadikan subjek penelitian (penelitian populasi). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif teknik analisis statistik korelasional. Instrumen penelitian adalah tes kemampuan penalaran verbal berbentuk objektif sebanyak 20 soal dan tes keterampilan menulis wacana narasi berbentuk karangan/tulisan. Berdasarkan teknik analisis data, ditemukan hasil penelitian antara lain, nilai rata-rata kemampuan penalaran verbal adalah 77,25 kriteria B (baik) dan nilai rata-rata keterampilan menulis wacana narasi adalah 74,41 kriteria B (baik). Kemampuan penalaran verbal memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap keterampilan menulis wacana narasi sebesar 51,70%, sehingga terampil-tidaknya siswa menulis wacana narasi sangat dipengaruhi oleh kemampuannya bernalar.   Kata – kata kunci : Penalaran Verbal, Menulis Wacana Narasi

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue