cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016" : 5 Documents clear
Garap Gending Sekaten Keraton Yogyakarta Subuh Subuh
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1765.433 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2227

Abstract

Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi garap gending sekaten keraton Yogyakarta. Metode deskriptif analitis digunakan untuk menganalisis unsur-unsur musikal gending melalui transkripsi notasi dan analisis garap. Gending Sekaten Keraton Yogyakarta merupakan salah satu jenis gending tradisi pakurmatan yang memiliki keunikan garap dan fungsi penting dalam upacara ritual. Gending Sekaten menjadi bagian integral dalam tata upacara Keraton Yogyakarta. Dalam sebuah catatan dari masa Sultan Hamengku Buwono VIII, ditulis 63 titi laras gending, 16 di antaranya adalah gending khusus untuk sekaten yang ditulis lengkap dengan racikan yang digunakan dalam penyajian gending tersebut. Selebihnya adalah gending-gending mares (mars) atau gending gati. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa bahwa faktor yang mempengaruhi garap gending sekaten adalah keharmonisan antar unsur garap yang didominasi oleh pembonang sebagai pimpinan penggarap, karena bonang berfungsi sebagai pamurba lagu dan pamurba wirama, sedang pengrawit lainnya merupakan pendukung yang berkontribusi dalam suatu kerja kolektif untuk mewujudkan sajian yang ideal.
Mangandung dalam Perkabungan Masyarakat Batak Toba Rosmegawaty Tindaon; G.R. Lono Lastono Simatupang; Victor Ganap; Timbul Haryono
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.165 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2230

Abstract

Menurut kepercayaan masyarakat Batak Toba kematian bukan sebuah totalitas tetapi sebuah perpisahan parsial. Ada kepercayaan bahwa kematian tidak pernah memisahkan manusia secara total, hal ini terungkap lewat ritual yang dilakukan saat anggota keluarga meninggal, konteks kematian dalam masyarakat Batak Toba adalah adat istiadat mereka. Salah satu ritual adat kematian adalah kebiasaan mangandungi jenazah.Mangandung adalah salah satu ritual kematian yang berasal dari kata andung yang artinya ratap. Kebiasaan mangandungi pada masyarakat Batak Toba berkembang menjadi kesenian yang dikenal dengan tradisi nyanyian andung. Tradisi mangandung dianggap sebagai bagian dari adat dan tergolong penting sebagai bentuk ekspresi kesedihan dengan kata kata dan irama tertentu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi.The Cosmology of Tetabuhan in Ngaben Ritual Ceremony. According to the Batak Toba community belief death is not a totality but a partial separation. There is a belief that death never separates humanity totally, it is revealed through the ritual performed when family members died, the context of death in Batak Toba society is their custom. One of the customary rituals of death is the habit of mangandungi bodies. Mangandung is one of the rituals of death that comes from the word that means grandmother wailed.The habit of mangandungi in Toba Batak society developed into an art known as the singing andung tradition. Tradition mangandung is considered as part of custom and is important as a form of expression of sadness with certain words and rhythms. This research used ethnography method.
Musik Panting di Desa Barikin Kalimantan Selatan: Kemunculan, Keberadaan dan Perubahannya Lupi Anderiani
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1220.137 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2229

Abstract

Panting is a musical practice of South Kalimantan, Indonesia. The term "Panting" itself either the name of a plucked-lute instrument and of a musical ensemble. Such ensemble emerged ca the 1980s among the Barikin people of South Kalimantan. This study, using the ethnomusicological approach which is emphasized on fieldwork, is aimed to examine the emergence and change of Panting music. Based on the analysis, it appears that the emergence of Panting music is primarily caused by a creative act of its pioneer in response to the existing musical practices. The music is undergoing a number of changes in terms of the functions of music, performance, construction of panting instrument,  and pattern of transmission. These changes are mainly due to the personal desire of the musicians as well as the allowances of surrounding cultural circumstances.Panting merupakan sebuah praktik musik yang berasal dari Kalimantan Selatan, Indonesia. Istilah “Panting” memiliki dua arti, yakni, pertama, sebagai nama sebuah instrumen berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik; dan, kedua, nama dari sebuah ansambel musik. Musik Panting muncul sekitar tahun 1980-an. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnomusikologis dengan menekankan pada kerja lapangan, bertujuan untuk menelaah kemunculan dan perubahan musik Panting. Berdasarkan analisis, terlihat bahwa musik Panting terutama muncul sebagai hasil laku kreatif seniman pelopornya dalam menanggapi praktik-praktik musik yang sudah ada. Dalam perjalanannya musik ini mengalami sejumlah perubahan, yakni dalam hal fungsi musik, bentuk penyajian, konstruksi instrumen, dan pola transmisi. Perubahan ini terutama disebabkan oleh keinginan personal para musisinya dan juga kondisi lingkungan kultural yang memungkinkan.
Model Pembelajaran Komposisi Musik Sekolah Melalui Pemanfaatan Perkakas Tangan Yudi Sukmayadi; Arif Purnama
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.44 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2225

Abstract

Model Pembelajaran Komposisi Musik Sekolah Melalui Pemanfaatan Perkakas Tangan. Artikel ini mendeskripsikan model pembelajaran komposisi musik sekolah dengan memanfaatkan perkakas tangan sebagai media kreativitasnya. Penelitian yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 12 Bandung ini  mengungkap tentang rancangan, implementasi, dan efektivitas model pembelajaran, serta upaya pencapaian tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi musikal siswa. Penelitian ini menggunakan action research. Data dikumpulkan melalui  observasi, wawancara, studi dokumentasi dengan berbasis pada kegiatan eksperimen musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran komposisi musik sekolah dengan mendayagunakan keunikan sekolah kejuruan yakni penggunaan perkakas tangan sebagai media kreativitas siswa, sangat efektif dan efisien dalam mengembangkan proses pembelajaran seni musik, khususnya dalam membangun dan mengembangkan kompetensi musikal siswa.
Uji Coba Produk Lagu Anak-Anak Bertema Pendidikan Wadiyo Wadiyo; Slamet Haryono
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.146 KB) | DOI: 10.24821/resital.v17i3.2226

Abstract

Media ajar berupa nyanyian atau lagu dipandang sangat penting untuk membantu pencapaian tujuan pendidikan yang dilakukan dalam suatu proses belajar mengajar baik formal maupun nonformal. Salah satu media ajar yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak prasekolah dalam memahami pesan pendidikan adalah lagu anak-anak. Tujuan pokok penelitian ini adalah menguji penciptaan lagu anak-anak  dikaitkan dengan daya gunanya  untuk menyampaikan pesan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode terapan. Subjek penelitian adalah para guru prasekolah. Langkah uji dilakukan dengan mengambil cara yang paling sederhana, yakni pertama, memperdengarkan lagu. Kedua, menirukan lagu yang diperdengarkan dan disampaikan pesan lagu dalam bentuk nyanyian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru tampak tertarik dengan lagu yang diperdengarkan. Selain itu, guru dapat dengan mudah menirukan lagu yang diperdengarkan dan menangkap isi atau pesan lagu. Learning material in a form of songs is considered essential to support educational purposes of a certain teaching and learning process in formal, non-formal, and informal educations. Children song is one of several types of learning material which is used to help students in understanding educational messages. The main aim of this study is to deeply examine the creation of children song and to confirm whether the children song creation has been in line with its usability− which is to deliver educational messages to children. Method implemented in this research was developmental research, while the research subjects were preschool teachers. Stages in trying out the songs to the research subjects comprised three steps. First, subjects listened to the songs. Second, subjects imitated the songs and captured the meaning behind it. Third, subjects understood and analyzed the songs. Results showed that the teachers, first, were interested to the songs. Second, teachers found no difficulties in imitating the songs. Lastly, teachers were able to easily understand the message delivered through the songs.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue