cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts)
ISSN : -     EISSN : 23386770     DOI : https://doi.org/10.24821/resital
Core Subject : Humanities, Art,
Resital : Jurnal Seni Pertunjukan merupakan jurnal ilmiah berkala yang ditujukan untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian, pengembangan, dan studi pustaka di bidang seni pertunjukan. Jurnal Resital pertama kali terbit bulan Juni 2005 sebagai perubahan nama dari Jurnal IDEA yang terbit pertama kali tahun 1999.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017" : 5 Documents clear
Ladrang Sobrang Laras Slendro Patet Nem Teguh Teguh
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.842 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2447

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui struktur gending Ladrang Sobrang dan cara pengrawit dalam menentukan garap untuk memainkannya. Sobrang adalah salah satu nama gending yang terdapat pada karawitan gaya Surakarta. Gending ini dikelompokkan pada gending alit, berbentuk ladrang, berlaras slendro, dan berpatet nem. Gending ini tergolong jenis ladrang ageng, karena terdiri dari empat cengkok atau empat gong-an. Dari keempat cengkok ini tidak ada satupun yang diikuti vokal. Hal ini dapat dipahami bahwa gending ini mengutamakan permainan instrumen ricikan. Data diperoleh melalui pengamatan pada penyajian gending ini dan wawancara dengan para ahli karawitan. Setelah dilakukan analisis pada kekuatan nada dan analisis garap, dapat disimpulkan bahwa Ladrang Sobrang tergolong gending yang rumit dan sulit karena terdiri dari dua patet yaitu patet sanga dan manyura, mempunyai permainan kendang khusus atau pamijen, dan mempunyai pola tabuhan kenong goyang.
Karakteristik Bentuk Musik Melayu Di Kota Palembang Pada Lagu Melati Karangan awang kautzar
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.707 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.1926

Abstract

Artikel yang bertujuan membahas secara spesifik bagaimana bentuk lagu tradisi yang bernuansa Melayu. Tujuan tulisan ini untuk memberikan wawasan dan informasi tentang bentuk musik Melayu di Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan musikologi. Sumber data yang di dapat dalam penilitian adalah narasumber yaitu Misral dan Irsyad Elbana. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data yang di gunakan triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu pada melodi utama atau melodi pada vokal yang terdapat beberapa kali pengulangan, frase pertanyaan dan frase jawaban juga Karakteristik lirik dan makna pada lagu tradisional Melayu di Palembang. Salah satu lagu tradisional di Palembang yaitu lagu Melati Karangan, lagu ini merupakan tanda atau identitas Palembang yang selalu menghormati sosok seorang wanita, pertunjukan dengan musik Melayu pada lagu Melati Karangan biasanya disajikan dalam upacara adat pernikahan. Tatacara penghormatan kepada perempuan Melayu di Palembang yang merepresentasikan sopan santun dalam proses pernikahan, merupakan bagian dari identitas budaya Melayu di Kota Palembang.
Sastra Lisan Nandung di Riau Rofiandri Suardi; Sunarto Sunarto
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.822 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pertunjukan sastra lisan Nandung dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nandung adalah sastra lisan yang digunakan untuk menidurkan anak, disampaikan dengan syair yang berbentuk pantun, dan dilantunkan dengan berirama atau bersenandung. Saat ini, Nandung telah berkembang menjadi sebuah seni pertunjukan. Data diperoleh dari pengamatan terhadap kesenian sastra lisan Nandung di Kota Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa terdapat 7 sub bentuk pertunjukan dalam sastra lisan Nandung, yaitu penutur, musik pengiring, panggung, kostum, penonton, syair, serta bahasa yang digunakan. Sedangkan nilai yang terdapat dalam syairnya yaitu nilai religius, moral, dan pendidikan
Musik Batu R. Chairul Slamet; Djohan Djohan
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan instrumentasi musik batu agar supaya memunculkan teknis permainan yang spesifik dan khas. Penelitian ini meletakkan batu dalam konteks penciptaan musik, dimana batu menjadi elemen dan media untuk mengungkapkan ekspresi musikal ke dalam bentuk karya musik. Dalam peradaban kesenian, batu telah dipakai sebagai media ekspresi, khususnya untuk seni patung, candi, maupun arsitektur. Potensi keunikan material batu tersebut dalam bidang seni musik masih belum optimal untuk dikembangkan dalam satu bentuk karya yang mampu menghasilkan bunyi dengan pertimbangan kompositoris yang memadai. Berdasarkan observasi, penelitian, dan penyusunan karya yang dilakukan telah membuktikan bahwa batu, selain memiliki daya tarik yang unik, juga mampu menghadirkan dimensi tersendiri dari cara kerja komposisi musik.
Estetika Eeewahh dalam Rentak Joget Ihsan, Rivaldi; Asril, Asril; Sriwulan, Wilma
Resital: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1653.488 KB) | DOI: 10.24821/resital.v18i2.2446

Abstract

Penelitian ini, bertujuan menggali konsep estetis eeewahh dalam rentak joget studi kasus pada Orkes Melayu Pancaran Senja (OMPS) dalam masyarakat Kampung Melayu Batu Besar Batam. Data diperoleh melalui pengamatan terlibat pada pementasan OMPS. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Eeewahh merupakan fenomena estetis dari seorang penyanyi yang mengalami suasana senang, gembira, atau takjub ketika berada dalam keadaan klimaks saat sajian melodibagian interlud dalam teks lagu pantun rentak joget. Pada suasana ini akan muncul ucapan eeewahh sebagai ungkapan emosi rasa keindahan. Eeewahh dibangun oleh faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi kondisi panggung pertunjukan, instrumen, dan pemusik. Faktor internal meliputi konsep musik logogenik, tritonik, tempo metronom 120, sukat 6/8, ekspresi kagum, gembira, dan canda tawa

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 3 (2025): Desember 2025 Vol 26, No 2 (2025): Agustus 2025 Vol 26, No 1 (2025): April 2025 Vol 25, No 3 (2024): Desember 2024 Vol 25, No 2 (2024): Agustus 2024 Vol 25, No 1 (2024): April 2024 Vol 24, No 3 (2023): December 2023 Vol 24, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 24, No 1 (2023): April 2023 Vol 23, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 23, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 23, No 1 (2022): April 2022 Vol 22, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 22, No 1 (2021): April 2021 Vol 21, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 21, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 21, No 1 (2020): April 2020 Vol 20, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 20, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 20, No 1 (2019): April 2019 Vol 19, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): April 2018 Vol 18, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): April 2017 Vol 17, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): April 2016 Vol 16, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): April 2015 Vol 15, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 15, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 14, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 13, No 1 (2012): Juni 2012 Vol 12, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 12, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 11, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 11, No 1 (2010): Juni 2010 Vol 11, No 2 (2010): Desember Vol 10, No 2 (2009): Desember 2009 Vol 10, No 1 (2009): Juni 2009 Vol 9, No 2 (2008): Desember 2008 Vol 9, No 1 (2008): Juni 2008 More Issue