Articles
39 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 1 (2014)"
:
39 Documents
clear
Pengembangan Uji Kompetensi Mandiri Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa
-, Sudar;
Yulianto, A.;
-, Wiyanto
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3045
Contoh penerapan teknologi dalam pendidikan adalah Computer Based Testing (CBT). Efikasi diri adalah keyakinan seseorang untuk menyelesaikan tugas. Uji Kompetensi Mandiri merupakan untuk menguji kompetensi siswa secara mandiri. Tujuan penelitian menghasilkan produk UKM, menentukan kepraktisan dan efektivitas UKM. Metode penelitian Research and Development. Subjek penelitian siswa kelas VIII SMP 2 Demak tahun 2012/2013. Desain penelitian adalah One group pretest-posttest study. Efikasi diri diukur melalui pretest dan posttest, sebelum dan sesudah perlakuan pembelajaran dengan UKM. Pengembangan UKM dengan menguji vaiditas, kepraktisan dan keefektifan. Karakteristik UKM yang dapat meningkatkan efikasi diri adalah: (1) memiliki tingkat kesukaran soal, (2) memiliki bantuan materi, (3) menyesuaikan gaya pembelajar modern, (4) mendorong terjadinya pengalaman vikarius. Keefektifan dilihat pada peningkatan efikasi diri siswa. Rerata pencapaian efikasi diri sebelum dan sesudah perlakuan adalah 76,6% dan 82,9%. Pencapaian efikasi diri siswa ini termasuk dalam kategori tinggi. The example of technolgy in education application is Computer Based Testing (CBT). Self-efficacy is the ability of someone to complete the task. Uji Kompetensi Mandiri (UKM) aims to test student competency independently. The research objectives are to produce UKM, determine the practicality and effectivity of UKM. The Research methode is Research and Development method. Subjects were the students of grade VIII of SMP 2 Demak in academic year of 2012/2013. The Research design is one group pretest-posttest study. Students self-efficacy was measured by pretest and posttest that measured before and after a treatment by using UKM in a learning program. The development of UKM is done by validity, practicality and effectiveness tests. UKMâs characteristics that can enhance students self-efficacy are: (1) have difficulty level, (2) have learning material assistance, (3) adapting to modern learner style, (4) easy to integrated in the learning experience to stimulate discussion and vicarious experiences.. The averages of studentsâ self-efficacy before and after the treatment are 76.6% and 82.9%. These achievements are categorized into high category.
Sintesis dan Karakterisasi Material Nanokomposit CNT/MnO2 Untuk Aplikasi Material Superkapasitor
Subagio, A.;
-, Priyono;
-, Pardoyo;
Yudianti, R.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3056
Telah dilakukan fabrikasi material nanokomposit CNT/MnO2 sebagai material elektroda superkapasitor dengan reaksi redox antara CNT dan KMnO4. Variasi komposisi dari kedua bahan tersebut dilakukan untuk mengetahui sifat struktur, morfologi dan kelistrikannya dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 0, 25, 50 dan 75%. Pola struktur kristal dan morfologi dari material serbuk nanokomposit CNT/MnO2 dikarakterisasi dengan X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM) dan transmission electron microscope (TEM), sedangkan pola ikatannya dikarakterisasi dengan FTIR. Serbuk nanokomposit CNT/MnO2 ini selanjutnya dibuat pellet berbentuk silinder berukuran diameter 1 cm dan ketebalan 2 mm dengan variasi penambahan pengikat polyvinylidene difluoride (PVDF) sebesar 10, 20 dan 30% dari campuran CNT/MnO2. Pellet dari material CNT/MnO2 ini selanjutnya dipanaskan pada temperatur 70 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran resistansinya menunjukkan bahwa material CNT/MnO2 dengan perbandingan massa CNT/MnO2 sebesar 75% dan penambahan pengikat PVDF sebesar 20% menunjukkan nilai resistansi yang paling rendah. Selanjutnya prototip superkapasitor CNT/MnO2 dengan menggunakan PVDF sebesar 20% diukur dengan metode electrochemical impedance spectroscopy menghasilkan nilai kapasitansi spesifik sebesar 7,86 F/gr. Nanocomposite materials CNT/MnO2 have been fabricated as candidate of supercapacitor electrode material with a redox reaction between CNT and KMnO4. Variations in the composition of the two materials were carried out to determine the structure, morphology and electrical properties of CNT/MnO2 with mass ratio of 0, 25, 50 and 75 %. Pattern of the crystal structure and morphology of the CNT/MnO2 nanocomposite powder were characterized by X-ray diffraction (XRD), scanning electron microscope (SEM) and transmission electron microscope (TEM), while the bond pattern was characterized by FTIR. CNT/MnO2 nanocomposite powder was managed to make cylindrical pellets with diameter of 1 cm and thickness of 2 mm with variations addition of binder polyvinylidene difluoride (PVDF) of 10, 20 and 30%. Pellets of the material were then heated at a temperature of 70 oC for 1 hour. Resistance measurement results showed that the ratio of the mass of material CNT/MnO2 by 75% and additions by 20% PVDF binder showed the lowest resistance value. Furthermore, CNT/MnO2 supercapacitor prototype using PVDF of 20% measured with electrochemical impedance spectroscopy method showed specific capacitance of 7.86 F/gr.
Analisis FTIR dan Minimum Loss pada Kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum untuk Aplikasi Fiber Optik Infrared
-, Wahyudi;
Marzuki, A.;
-, Cari;
Pramuda, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3051
Peneltian ini bertujuan menganalisis spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan menentukan minimum loss dari kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) yang dipengaruhi oleh variasi (PbO). Kaca TBZP difabrikasi dengan teknik melt quenching dengan komposisi 55TeO2â2Bi2O3â[43-x]ZnOâxPbO (%mol) dengan x=2, 3, 4, 5. Hasil uji spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan pita absorbsi terbesar berada pada panjang gelombang lebih dari 620nm. Absorbansi tersebut lebih diakibatkan oleh adanya transisi vibrasi pada daerah infrared. Minimum loss pada kaca TBZP diprediksikan secara teoritis melalui fitting data infrared edge dengan kurva Rayleigh scattering. Minimum loss kaca TBZP sebasar 2,94 dB/km hingga 2,35 dB/km pada λ=5534,2nm hingga 5821,2nm. Nilai minimum loss menurun seiring pertambahan konsentrasi ion Pb2+ dalam kaca TBZP. Sifat tersebut menjadikan kaca ini sebagai kandidat yang baik untuk aplikasi yang menggunakan gelombang infrared seperti fiber optik infrared. The aims of this research were to analyze the spectrum of Fourier Transform Infra Red (FTIR) and determine the minimum loss of Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) based glass which affected by the variation of (PbO). The TBZP glass has been fabricated by melt quenching technique with composition 55TeO2â2Bi2O3â[43-x]ZnOâxPbO (mol%) with x=2, 3, 4, 5. Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectra test results showed that the greatest absorption bands were at wavelengths over 620nm. Vibrational transition has the reason behind the absorbance in the infrared region. Minimum loss on glass TBZP theoretically was predicted by fitted data from the infrared edge and rayleigh scattering curve. The minimum loss of TBZP was of the range 2,94 dB/km to 2,35 dB/km at λ=5534,2nm to 5821,2nm. The minimum loss of TBZP glass decreases as the Pb2+ content in glass increases. This makes these glasses are good candidate for IR-application such as infrared optical fiber.
Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Instruction Terhadap Penguasaan Konsep Dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Kurniawati, I.D.;
-, Wartono;
Diantoro, M.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3049
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing, dan pembelajaran konvensional. Selain itu, juga untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional berturut-turut terhadap penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis fisika. Rancangan penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan posttest only design. Data dianalisis dengan analisis multivariat (manova) satu jalur dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction, pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, penguasaan konsep siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction lebih tinggi daripada pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, dan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer instruction lebih tinggi daripada pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional. The research aimed to determine the differences of concepts acquisition and critical thinking skills among students having peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry and conventional learning. Beside that, the research also aimed to determine the influence of peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry and conventional learning respectively to the concepts acquisition and critical thinking skills. The research used a quasi-experimental with posttest only design. The data were analysed by using multivariate analysis (manova) which was followed by LSD test. The results showed that, there were differences of concepts acquisition and critical thinking skills among students who used peer instruction integrated guided inquiry learning, guided inquiry learning and conventional learning. The concepts acquisition of students having peer instruction integrated guided inquiry learning was higher than that of guided inquiry learning and conventional learning, while critical thinking skills of students with peer instruction integrated guided inquiry learning is higher than that with guided inquiry learning and conventional learning.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam dan Bebek sebagai Sumber Kalsium untuk Sintesis Mineral Tulang
Nurlaela, A.;
Dewi, S.U.;
Dahlan, K.;
Soejoko, D.S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3054
Penelitian ini bertujuan untuk membuat biomaterial substitusi tulang yang menyerupai komposisi tulang sebenarnya, yang terdiri dari mineral inorganik (apatit) dan bahan organik sebagai matriks. Pada penelitian ini metode presipitasi digunakan dalam pembuatan komposit apatit-kitosan dengan menggunakan cangkang telur ayam dan bebek sebagai sumber kalsium dan KH2PO4 sintetik sebagai sumber posfat. Cangkang telur dan KH2PO4 sebagai mineral inorganik tulang, sedangkan matriks organik yang digunakan adalah kitosan dari kulit udang. Cangkang telur ayam dan bebek dikalsinasi untuk menghilangkan semua komponen karbonat (CO3) sehingga didapatkan CaO sebagai sumber kalsium. Komposit apatit-kitosan dibuat dengan menumbuhkan senyawa kalsium posfat pada matriks dengan metode ek situ. Sampel yang dihasilkan selanjutnya dikeringkan pada suhu 50 oC. Karakteristik sampel selanjutnya dianalisis menggunakan X-ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. Pola XRD sampel memperlihatkan adanya puncak-puncak difraksi untuk kristal apatit. Data tersebut didukung oleh spektrum FTIR yang memperlihatkan puncak transmitansi dari fosfat dan karbonat dari kristal apatit. This study aimed to develop bone substituted biomaterial consisting of inorganic mineral (apatit) and organic material as matrix. In this study, a precipitation method of apatite-chitosan composite synthesis has been used using hen’s and duck’s eggshell as calcium source and synthetic KH2PO4 as phosphate source. The eggshell and KH2PO4 act as inorganic mineral, whereas organic matrix used was chitosan originated from shrimp shell. The eggshell was calcinated to decompose all the carbonate (CO3) phases. To produce the composite, calcium phosphates were grown on organic matrix of chitosan using ex situ method. The result samples were further dried at 50 oC. Characteristic of the samples were performed using X-ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. The XRD profile illustrated specific diffraction angles at peaks of apatite crystals. This data were supported by FTIR spectra that showed transmittance peak of phosphates and carbonates from apatites.
Pengembangan Uji Kompetensi Mandiri Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa
-, Sudar;
Yulianto, A.;
-, Wiyanto
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3045
Contoh penerapan teknologi dalam pendidikan adalah Computer Based Testing (CBT). Efikasi diri adalah keyakinan seseorang untuk menyelesaikan tugas. Uji Kompetensi Mandiri merupakan untuk menguji kompetensi siswa secara mandiri. Tujuan penelitian menghasilkan produk UKM, menentukan kepraktisan dan efektivitas UKM. Metode penelitian Research and Development. Subjek penelitian siswa kelas VIII SMP 2 Demak tahun 2012/2013. Desain penelitian adalah One group pretest-posttest study. Efikasi diri diukur melalui pretest dan posttest, sebelum dan sesudah perlakuan pembelajaran dengan UKM. Pengembangan UKM dengan menguji vaiditas, kepraktisan dan keefektifan. Karakteristik UKM yang dapat meningkatkan efikasi diri adalah: (1) memiliki tingkat kesukaran soal, (2) memiliki bantuan materi, (3) menyesuaikan gaya pembelajar modern, (4) mendorong terjadinya pengalaman vikarius. Keefektifan dilihat pada peningkatan efikasi diri siswa. Rerata pencapaian efikasi diri sebelum dan sesudah perlakuan adalah 76,6% dan 82,9%. Pencapaian efikasi diri siswa ini termasuk dalam kategori tinggi. The example of technolgy in education application is Computer Based Testing (CBT). Self-efficacy is the ability of someone to complete the task. Uji Kompetensi Mandiri (UKM) aims to test student competency independently. The research objectives are to produce UKM, determine the practicality and effectivity of UKM. The Research methode is Research and Development method. Subjects were the students of grade VIII of SMP 2 Demak in academic year of 2012/2013. The Research design is one group pretest-posttest study. Students' self-efficacy was measured by pretest and posttest that measured before and after a treatment by using UKM in a learning program. The development of UKM is done by validity, practicality and effectiveness tests. UKM’s characteristics that can enhance students' self-efficacy are: (1) have difficulty level, (2) have learning material assistance, (3) adapting to modern learner style, (4) easy to integrated in the learning experience to stimulate discussion and vicarious experiences.. The averages of students’ self-efficacy before and after the treatment are 76.6% and 82.9%. These achievements are categorized into high category.
Pengaruh Penggunaan Media Riil Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Gaya Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
-, Susilawati;
Muhaimin, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3050
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media riil terhadap keterampilan proses sains siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada pembelajaran fisika. Desain penelitian menggunakan desain faktorial dengan menambahkan gaya belajar VARK sebagai variabel moderator. Sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling berjumlah 208 siswa SMK di Kota Mataram, terbagi dalam kelompok eksperimen yang menggunakan media riil dan kelompok kontrol yang menggunakan media teks. Analisis pengaruh media riil terhadap keterampilan proses sains menggunakan Analisis Varian (ANOVA) pada α=0.05. Hasil uji ANOVA disimpulkan media riil berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan proses sains dan setiap indikator keterampilan proses sains. Analisis pengaruh penggunaan media riil terhadap keterampilan proses sains ditinjau dari gaya belajar VARK dengan uji Tukey pada α =0.05. Hasil uji Tukey diperoleh kesimpulan, penggunaan media riil berdasarkan gaya belajar VARK tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan proses sains dan setiap indikator keterampilan proses sains. This study aims to determine the effect of real media towards vocational students’ scientific process skills (SPS) on Physics class. The study was performed by using factorial design and adding VARK learning style as moderator variable. Sampling technique used was cluster random sampling involving 208 students from SMK in Mataram who were divided into experimental group that used real learning media and control group that used worksheets. The influence of real learning media on SPS was analyzed by ANOVA with α=0.05. Based on ANOVA test, it was concluded that real media significantly influences on SPS and each indicator of SPS. Analysis of the influence of real learning media on SPS from different VARK learning styles’s students was performed by applying Tukey's test at α=0.05. Based on the Tukey test, it was found that real media did not significantly affect to SPS and each indicator of SPS of students.
Kajian Pengaruh Radiasi Sinar Gamma Terhadap Susut Bobot Pada Buah Jambu Biji Merah Selama Masa Penyimpanan
Akrom, M.;
Hidayanto, E.;
-, Susilo
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3055
Telah dilakukan radiasi pada sampel jambu biji merah (psidium guajava linn) pada variasi dosis 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, dan 1 kGy menggunakan sinar gamma dengan sumber isotop Co-60 serta sampel yang tidak diradiasi sebagai sampel kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap susut bobot sebagai indikasi dari terjadinya perlambatan proses fisiologis pada buah jambu biji merah selama masa penyimpanan. Sampel jambu biji merah diradiasi sesuai dosis yang ditentukan kemudian disimpan dalam wadah plastik selama 8 hari masa penyimpanan. Hari ke 4 dan ke 8 dilakukan evaluasi terhadap massa sampel untuk mengetahui penyusutan bobot yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel yang tidak diradiasi mengalami penyusutan bobot rata-rata 20.27% dan sampel yang diradiasi mengalami penyusutan bobot rata-rata sebesar 1.23 – 5.98%. Perlakuan radiasi gamma mampu memperlambat proses fisiologis dimana terjadi perlambatan penyusutan bobot pada buah jambu biji merah selama masa penyimpanan. The samples of red guava (psidium guajava linn) have been irradiated at variation doses of 0.2, 0.4, 0.6, 0.8, and 1 kGy using gamma rays with Co-60 isotope source and un-irradiated samples as control. The purpose of this research was to determine the effect of gamma irradiation on shrinkage weights as indication of slowing in physiological processes on red guava fruit during storage. Red guava fruit samples were irradiated in certain doses then saved in plastic pan during 8 days storage time. The fourth and eighth day sample mass was measured to determine the shrinkage of the weight. The result showed that un-irradiated sample was shrinkage weighted average 20.27% and the samples were irradiated shrinkage weight by an average of 1.23 to 5.98%. Gamma irradiation is able to slow the physiological processes which cause shrinkage weight on red guava fruit during storage.
Integrasi Budaya Jawa Pada Pengembangan Bahan Ajar Bumi Dan Alam Semesta
-, Sarwanto;
Sulistyo, E.T.;
Prayitno, B.A.;
Pratama, H.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3046
Kesulitan siswa dalam mempelajari IPA salah satunya disebabkan oleh sebagian besar materi IPA diadopsi dari sains Barat. Padahal budaya yang mendasari pengembangan sains Barat tidak sama dengan budaya Jawa, maka pembelajaran sains berpotensi menimbulkan kesenjangan (clash) dengan sains lokal. Kesulitan lain disebabkan oleh pembelajaran IPA selama ini dilakukan memisahkan antara konten IPA dan pedagoginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan Budaya Jawa dalam pembelajaran IPA yang meliputi proses dan produk (materi) IPA menjadi satu kesatuan pengetahuan (Pedagogical Content Knowledge/PCK). Metode penelitian ini adalah penelitan pengembangan (R&D). Tahap-tahap penelitian meliputi (1) studi pendahuluan; (2) pengembangan PCK; (3) validasi PCK; dan (4) pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan layak untuk diujicobakan pada tingkat yang lebih luas dalam perkuliahan Fisika Sekolah Menengah. Western-adoption of most material of science causes student’s difficulties in learning science. Meanwhile, the culture base of Western science development is different from the Javanese one. This is why science learning causes potentially clash to local science. Other difficulty is caused by learning science which has been done by separating content from its pedagogy. This study aims to integrate Javanese culture into science teaching that include process and product to become a unified science knowledge (Pedagogical Content Knowledge/PCK). The research method used was a research & development (R & D), with the stages of (1) preliminary study, (2) development of PCK, (3) validation PCK, and (4) product development. The results showed that the developed modul decent for piloting at a broader level in High School Physics class.
Analisis FTIR dan Minimum Loss pada Kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum untuk Aplikasi Fiber Optik Infrared
-, Wahyudi;
Marzuki, A.;
-, Cari;
Pramuda, A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/jpfi.v10i1.3051
Peneltian ini bertujuan menganalisis spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan menentukan minimum loss dari kaca Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) yang dipengaruhi oleh variasi (PbO). Kaca TBZP difabrikasi dengan teknik melt quenching dengan komposisi 55TeO2–2Bi2O3–[43-x]ZnO–xPbO (%mol) dengan x=2, 3, 4, 5. Hasil uji spektrum Fourier Transform Infra Red (FTIR) menunjukkan pita absorbsi terbesar berada pada panjang gelombang lebih dari 620nm. Absorbansi tersebut lebih diakibatkan oleh adanya transisi vibrasi pada daerah infrared. Minimum loss pada kaca TBZP diprediksikan secara teoritis melalui fitting data infrared edge dengan kurva Rayleigh scattering. Minimum loss kaca TBZP sebasar 2,94 dB/km hingga 2,35 dB/km pada λ=5534,2nm hingga 5821,2nm. Nilai minimum loss menurun seiring pertambahan konsentrasi ion Pb2+ dalam kaca TBZP. Sifat tersebut menjadikan kaca ini sebagai kandidat yang baik untuk aplikasi yang menggunakan gelombang infrared seperti fiber optik infrared. The aims of this research were to analyze the spectrum of Fourier Transform Infra Red (FTIR) and determine the minimum loss of Tellurite-Bismuth-Zinc-Plumbum (TBZP) based glass which affected by the variation of (PbO). The TBZP glass has been fabricated by melt quenching technique with composition 55TeO2–2Bi2O3–[43-x]ZnO–xPbO (mol%) with x=2, 3, 4, 5. Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectra test results showed that the greatest absorption bands were at wavelengths over 620nm. Vibrational transition has the reason behind the absorbance in the infrared region. Minimum loss on glass TBZP theoretically was predicted by fitted data from the infrared edge and rayleigh scattering curve. The minimum loss of TBZP was of the range 2,94 dB/km to 2,35 dB/km at λ=5534,2nm to 5821,2nm. The minimum loss of TBZP glass decreases as the Pb2+ content in glass increases. This makes these glasses are good candidate for IR-application such as infrared optical fiber.