Harmonia: Journal of Research and Education
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2002)"
:
18 Documents
clear
NILAI BUDI PEKERTI DALAM TARI TRADISIONAL KLASIK GAYA YOGYAKARTA (Mores Values in The Clasical Tradisional Dances of Yogyakarta)
Wahyu Lestari, Hartono &;
Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.686
Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta disamping sebagai hiburan juga berfungsi sebagai wahana penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi yang mempelajarinya, yang masih memiliki misteri kehidupan. Simbol yang terkandung dalam ragam gerak memunculkan makna. Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta dan segi koreografinya baik bentuk tari putri maupun tari putra dapat dianalisis maknanya dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Dalam pengumpulan datanya digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan analisis data kualitatif yaitu dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Traaisional Klasik Gaya Yogyakarta dapat digunakan sebagai jembatan wanita dan pria Jawa. Ada 4 hal yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin selamat yaitu: (1) Tawakal (berserah diri pada Tuhan), (2) Ikhlas, (3) Lahudri (yaqin), dan (4) Hunafa (Tuhan akan mengabulkan). Kata kunci: Budi pekerti, tari tradisional klasik, nilai.
PENGARUH DIFUSI DALAM BIDANG MUSIK TEHADAP KARAWITAN (The Influence Diffusion of Music to Karawitan)
Wiyoso, Joko
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.687
Keberadaan karawitan sebagai sebuah unsur kebudayaan tidak bisa mengisolasi diri dan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan di muka bumi ini, terutama dari unsur kebudayaan yang sejenis dalam hal ini musik. Pengaruh penyebaran unsur-unsur kebudayaan di bidang musik terhadap keberadaan karawitan nampak dari peminjaman alat musik non karawitan ke dalam karawitan. Terdapatnya kesamaan antara instrumen karawitan dengan instrumen musik yang lain. Diterimanya budaya tulis dalam kehidupan karawitan. Juga adanya perpaduan sajian musik karawitan dengan musik non karawitan. Fakta-fakta tersebut tentunya menjadi fenomena baru dalam musik karawitan. Dengan demikian perjalanan sejarah kehidupan karawitan sampai mencapai ujudnya yang sekarang ini, tidak bisa lepas daripengaruh budaya-budaya musik non karawitan baik di dalam Jingkup regional maupun international. Fenomena ini sebaiknya dipandang sebagai suatu perjalanan sejarah di bidang musik secara umum, dan lebih khusus lagi di dalam bidang karawitan. Kata kunci: Kebudayaan, difusi, musik, karawitan.
DANGDUT DAN EKSPLOITASI SEKS PEREMPUAN (Dangdut and Woman Sex Exploitation)
Haryono, Slamet
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.688
Musik dangdut, perempuan, dan seks kiranya merupakan bayangan kesatuan yang sulit untuk dipisahkan saat ini, terutama bagi para penggemamya. Gambaran demikian muncul karena hamper pada setel pertunjukan musik dangdut, para penyanyi dangdut perempuan tampil ÃÂ dengan pakaian seksi dan goyang erotis yang demikian menghanyutkan perasaan penikmatnya. Namun demikian, nampaknya penampilan yang demikian tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan merupakan hal yang diusahakan oleh beberapa pihak. Tulisan ini mencoba mengupas beberapa hal yang menurut penulis merupakan penyebab terjadinya eksploitasi sek perempuan dalam pertunjukan musik dangdut dengan menggunakan pendekatan estetika feminisme.ÃÂ ÃÂ ÃÂ Kata kunci: Musik Dangdut, Seks Perempuan, Eksploitasi
METODE DAN TEKNIK PENGAJARAN TARI (Method and Technique of Dance Learning)
Jazuli, M.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.689
Tiada metode yang paling baik dan paling unggul, melainkan hanya orang mampu menggunakan metode secara tepat. Suatu metode pengajaran sangat erat kaitamya dengan faktor-faktor lain dalam proses belajar- mengajar, terutama tujuan yang hendak ÃÂ dicapainya. Penggunaan metode juga sering melibatkan teknik-teknik tertentu. Oleh karena itu, pemanfaatan terhadap metode dan teknik pengajaran seni tari sangat bergantung kepada ketepatan memilih dan kemampuan untuk menggunakannya. Penggunaan metode maupun teknik pengajaran tari harus tetap mengacu kepada kepentingan pendidikan seni secara menyeluruh, yaitu sebagai wahana untuk menumbuhkan dan mengembangkan daya kreatif. ekspresif, imajinatif, keterampilan dan apresiatif agar siswa memiliki nilai dan sikap yang mampu untuk membangun dirinya sendiri serta menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti luhur budaya bangsa. Kata Kunci: Metode dan teknik pengajaran
LAKON PARTA KRAMA: MENYONGSONG KEHADIRAN SANS WIJI RATU TANAH JAWA (The Parta Wedding: to Welcome The Seed of Javanese Kings)
Wahyudi, Arts
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.690
Keberadaan wayang dianggap sebagai mitologi keagamaan yang bersifat universal bagi orang Jawa (Laksono 1985: 22). Setiap lakon wayang selalu mengandung sekumpulan simbol untuk membentuk sebuah kesatuan makna. Demikian halnya dengan Lakon Parta Krama. Menurut pandangan Levi-Straus tentang mitos, lakon wayang dapat dianggap sebagai sebuah teks yang terdiri dari kesatuan simbol yang menampilkan (mengartikulasikan) berbagai tokoh dan gerak untuk mengekspresikan, mengejawantahkan pemikiran masyarakat Jawa (Bandingkan dengan Ahimsa 2001: 31-32). Makna masing-masing simbol dalam lakon wayang dapat dilacak melalui sudut pandang mitologi ritual (Hiltebeitel 1990:360) dengan menggunakan konsep asma kinaryajapa (Aris Wahyudi 2001: 205). Simbol-simbol pembentuk kesatuan makna Lakon Parta Krama merupakan transformasi aspek-aspek rajawi dari tataran mitologi dalam pandangan tradisi Mah Sbh Srata dan Hindu. Penyatuan aspek rajawi merupakan usaha masyarakat Jawa untuk mengukuhkan kedudukan Abimanyu (anak yang lahir dari perkawinan Arjuna dan Dewi Wara Sembadra dalam Lakon Parta Krama) sebagai wiji ratu tanah Jawa. Kata Kunci: Perkawinan partai, penyatuan aspek rajawi, menyongsong wiji ratu
PERANAN PEMBELAJARAN SENI TARI DALAM PEMBENTUKAN KREATIVITAS ANAK TK ( KAJIAN MULTIDIMENSIONAL) The Role Of Dance Teaching To Form Kindergarten Students Creativity (The Study Of Dimensional)
E.W., Endang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.691
Tujuan Pendidikan kesenian terutama pendidikan seni tari di Taman Kanak-kanak, adalah agar anak TK memiliki pengetahuan, nilai dan sikap serta keterampilan yang memadai sesuai dengan tingkat perkembangannya. Melalui penbelajaran seni tari anak TK diharapkan mampu mengungkapkan ide-idenya, imajinasinya, dan fantasinya secara kreatif. Untuk mencapai tujuan pendidikan kesenian dibutuhkan pendidikan seni yang merupakan inti kemampuan di bidang seni dalam mewujudkan kreativitas anak pada usia dini. Peran pendidikan seni yang bersifat multidimensional pada dasarnya dapat dimanfaatkan untuk pembentukan kreativitas anak TK. Pendekatan yang digunakan adalah belajar dengan seni, belajar melalui seni, serta belajar tentang seni. Kata Kunci : Kreativitas, imajinasi, fantasi, multidimensional,ÃÂ pembelajaran, TK.
PENGARUH DIFUSI DALAM BIDANG MUSIK TEHADAP KARAWITAN (The Influence Diffusion of Music to Karawitan)
Wiyoso, Joko
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.687
Keberadaan karawitan sebagai sebuah unsur kebudayaan tidak bisa mengisolasi diri dan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan di muka bumi ini, terutama dari unsur kebudayaan yang sejenis dalam hal ini musik. Pengaruh penyebaran unsur-unsur kebudayaan di bidang musik terhadap keberadaan karawitan nampak dari peminjaman alat musik non karawitan ke dalam karawitan. Terdapatnya kesamaan antara instrumen karawitan dengan instrumen musik yang lain. Diterimanya budaya tulis dalam kehidupan karawitan. Juga adanya perpaduan sajian musik karawitan dengan musik non karawitan. Fakta-fakta tersebut tentunya menjadi fenomena baru dalam musik karawitan. Dengan demikian perjalanan sejarah kehidupan karawitan sampai mencapai ujudnya yang sekarang ini, tidak bisa lepas daripengaruh budaya-budaya musik non karawitan baik di dalam Jingkup regional maupun international. Fenomena ini sebaiknya dipandang sebagai suatu perjalanan sejarah di bidang musik secara umum, dan lebih khusus lagi di dalam bidang karawitan. Kata kunci: Kebudayaan, difusi, musik, karawitan.
DANGDUT DAN EKSPLOITASI SEKS PEREMPUAN (Dangdut and Woman Sex Exploitation)
Haryono, Slamet
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.688
Musik dangdut, perempuan, dan seks kiranya merupakan bayangan kesatuan yang sulit untuk dipisahkan saat ini, terutama bagi para penggemamya. Gambaran demikian muncul karena hamper pada setel pertunjukan musik dangdut, para penyanyi dangdut perempuan tampil  dengan pakaian seksi dan goyang erotis yang demikian menghanyutkan perasaan penikmatnya. Namun demikian, nampaknya penampilan yang demikian tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan merupakan hal yang diusahakan oleh beberapa pihak. Tulisan ini mencoba mengupas beberapa hal yang menurut penulis merupakan penyebab terjadinya eksploitasi sek perempuan dalam pertunjukan musik dangdut dengan menggunakan pendekatan estetika feminisme.   Kata kunci: Musik Dangdut, Seks Perempuan, Eksploitasi
NILAI BUDI PEKERTI DALAM TARI TRADISIONAL KLASIK GAYA YOGYAKARTA (Mores Values in The Clasical Tradisional Dances of Yogyakarta)
Wahyu Lestari, Hartono &;
Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.686
Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta disamping sebagai hiburan juga berfungsi sebagai wahana penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi yang mempelajarinya, yang masih memiliki misteri kehidupan. Simbol yang terkandung dalam ragam gerak memunculkan makna. Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta dan segi koreografinya baik bentuk tari putri maupun tari putra dapat dianalisis maknanya dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Dalam pengumpulan datanya digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan analisis data kualitatif yaitu dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Traaisional Klasik Gaya Yogyakarta dapat digunakan sebagai jembatan wanita dan pria Jawa. Ada 4 hal yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin selamat yaitu: (1) Tawakal (berserah diri pada Tuhan), (2) Ikhlas, (3) Lahudri (yaqin), dan (4) Hunafa (Tuhan akan mengabulkan). Kata kunci: Budi pekerti, tari tradisional klasik, nilai.
METODE DAN TEKNIK PENGAJARAN TARI (Method and Technique of Dance Learning)
Jazuli, M.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.689
Tiada metode yang paling baik dan paling unggul, melainkan hanya orang mampu menggunakan metode secara tepat. Suatu metode pengajaran sangat erat kaitamya dengan faktor-faktor lain dalam proses belajar- mengajar, terutama tujuan yang hendak  dicapainya. Penggunaan metode juga sering melibatkan teknik-teknik tertentu. Oleh karena itu, pemanfaatan terhadap metode dan teknik pengajaran seni tari sangat bergantung kepada ketepatan memilih dan kemampuan untuk menggunakannya. Penggunaan metode maupun teknik pengajaran tari harus tetap mengacu kepada kepentingan pendidikan seni secara menyeluruh, yaitu sebagai wahana untuk menumbuhkan dan mengembangkan daya kreatif. ekspresif, imajinatif, keterampilan dan apresiatif agar siswa memiliki nilai dan sikap yang mampu untuk membangun dirinya sendiri serta menjunjung tinggi nilai-nilai budi pekerti luhur budaya bangsa. Kata Kunci: Metode dan teknik pengajaran