cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 40, No 1 (2017): April 2017" : 24 Documents clear
Pengembangan Briket Bonggol Jagung sebagai Sumber Energi Terbarukan Aryani, N P; Masturi, M; Edie, S S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi yang terjadi saat ini merupakan masalah yang memiliki pengaruh yang sangat besar karena energi merupakan sumber kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Harga minyak dunia yang mengalami kenaikan secara fluktatif akan memperparah keadaan tersebut. Pengembangan sumber energi pengganti sumber energi yang tersedia saat ini masih perlu dilakukan. Salah satu yang bisa digunakan sebagai sumber energi baru adalah briket. Pada penelitian ini, telah dikembangkan pembuatan briket dengan bahan dasar bonggol jagung. Pembuatan briket dimulai dengan membuat arang bonggol jagung menggunakan metode pyrolysis. Arang tersebut kemudian dihaluskan dan dicampur menggunakan lem kayu supaya merekat satu sama lain. Setelah itu, arang ditekan menggunakan hot press sampai berbentuk seperti tablet dengan diameter 3 cm dan tebal 1 cm. Proses selanjutnya adalah pengeringan selama 2 hari. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah perbandingan komposisi arang briket bonggol jagung dengan lem kayu, yaitu 1:1, 2:1, dan 3:1. Pengukuran kapasitas panas briket bonggol jagung dilakukan menggunakan bom calorimeter dan menghasilkan kapasitas panas yang pali baik sebesar 9454.083 kal/g yaitu pada perbandingan arang bonggol jagung dengan lem kayu 2:1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa briket bonggol jagung yang dihasilkan cukup baik jika diaplikasikan sebagai sumber energi terbarukan. The current energy crisis is a problem that has a huge impact because energy is a primary source of need for the wider community. The development of energy sources for replace the current energy sources are still needed. One thing that can be used as a new energy source is briquettes. In this research, we have developed briquettes with corn cobs. Briquettes begins by making corncobs charcoal using pyrolysis method. The charcoal is then mashed and mixed using wood glue to stick each other. After that, the charcoal is pressed using hot press until that shaped like a tablet with diameter of 3 cm and 1 cm thick. The next process is drying for 2 days. Variations that made in this study is the variation of composition of the composition of charcoal corncb with wood glue, which is 1: 1, 2: 1, and 3: 1. Measurement of heat capacity of corncob briquettes was done using calorimeter bombs and resulted a good heat capacity of 9454.083 kal / g, ie in the comparison of corncob with 2: 1 wood glue. These results indicate that corncob briquettes are produced quite well if applied as a source of renewable energy.
Aktivitas Antibakteri Kombinasi Temu Putih dan Temulawak terhadap Streptococcus Mutans Putri, R; Mursiti, S; Sumarni, W
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu putih (Curcuma zedoaria) dan temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak tunggal dan kombinasi temu putih dan temulawak terhadap Streptococcus mutans. Perbandingan temu putih dan temulawak yang digunakan dalam larutan sampel kombinasi ekstrak adalah 1:1, 1:3, 3:1, dengan konsentrasi 5/10 dan 10/10 (b/v). Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan maserasi menggunakan pelarut n-heksan dan etanol 70% kemudian dilakukan uji fitokimia, dan pengujian karakteristik ekstrak menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS), selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol temu putih dan temulawak mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tannin. Karakterisasi menggunakan GC-MS ekstrak temu putih dan temulawak didapatkan 3 senyawa aktif utama yang memiliki aktivitas antibakteri yakni germacrone, α-curcumene, dan zingiberene. Ekstrak tunggal temu putih memiliki daya antibakteri yang paling baik diantara sampel lainnya. Kombinasi ekstrak temu putih dan temulawak tidak memiliki efek antibakteri yang lebih baik dari ekstrak tunggalnya.White Turmeric and Curcuma are worthwhile plant because the secondary metabolic compound in it that have antimicrobial effect. This research aims to find the effect of single extract antibacterial and combination of white turmeric and curcuma towards Streptococcus mutans. Ratio of white turmeric and curcuma which are used in the solvent sample of combination extract are 1:1, 1:3, 3:1, with concentration 5/10 and 10/10 (b/v). Method of the study is started with maceration using solvent n-Hexane and ethanol, then phytochemical check. The extract characteristic check is usedGas Chromatography-Mass Spectroscopy(GC-MS), after that antibacterial activity test towards Streptococcus mutans is done by diffusion disk method. The result of the study shows that white turmeric and curcuma ethanol extract contains flavonoid, saponin, and tannin. Characterization of white turmeric extract using GC-MS shows 3 top compounds that have antibacterial effect; germacrone, α-curcumene, and zingiberene. Single extract white turmeric has finest antibacterial capacity. On the other side, combination of white turmeric and curcuma extract does not have better effect than the single extract.
Analisis Porositas dan Kuat Tekan Campuran Tanah Liat Kaolin dan Kuarsa sebagai Keramik Setiawan, F; Arifani M, L; Yulianto, A; Aji, M P
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik merupakan bahan komposit yang memiliki tahanan suhu tinggi, keausan dan korosi yang lebih baik daripada super alloy namun memiliki sifat getas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik keramik dengan penambahan campuran pasir kuarsa terhadap sifat mekaniknya. Preparasi lempung dan pasir kuarsa dilakukan dengan cara ditumbuk menggunakan cawan dan mortar, sehingga diperoleh material serbuk. Penentuan komposisi bahan dihitung berdasarkan persentase massa. Sampel keramik dibuat dengan komposisi berbeda sebanyak 6 sampel, dengan variasi perbandingan kaolin dan pasir kuarsa 8:0, 7:1, 6:2, 5:3, 4:4 ,3:5  Pembentukan sampel dengan cara cetak dan proses sintering menggunakan furnace hingga mencapai suhu 750 ºC dengan waktu penahanan 1,5 jam. Parameter karakterisasi sampel meliputi porositas dan kekerasan. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sifat mekanik optimum keramik dihasilkan pada komposisi 50% kaolin dan 50% pasir kuarsa. Pada komposisi tersebut dihasilkan karakteristik porositas 34,83% dan kekerasan 342,53 kgf/cm2. Keramik merupakan bahan material yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai produk kerajinan dan sebagai bahan material bangunan. Produk dari kerajian keramik dapat berupa porselen, ubin, kendi, patung, atau kerajinan yang tidak banyak menerima beban kerja secara terus menerus. Keramik merupakan bahan komposit yang memiliki tahanan suhu tinggi, keausan dan korosi yang lebih baik daripada super alloy namun memiliki sifat getas (Subiyanto & Subowo 2003). Untuk mendapatkan keramik yang baik, dibutuhkan uji mekanis keramik. Kajian penelitian tentang kekuatan mekanis masih sangat jarang dilakukan karena belum menjadi perhatian utama dalam produksi keramik. Untuk meningkatkan kualitas produk keramik perlu rekayasa sifat mekanis sehingga meminimalisir cacat atau rusak saat pengiriman maupun ketahanan pada produk keramik. Kekerasan keramik kaolin semakin naik seiring dengan naiknya suhu sinter dan tekanan kompaksi (Amin & Irawan 2008). Material keramik berkembang dengan pesat, perkembangan tersebut meliputi kuat tekan keramik, struktur dalam berupa porositas, densitas keramik dan juga komposisi keramik. Penelitian mengenai kuat tekan keramik dan pengujian porositas dengan bahan yang berbeda-beda masih jarang dilakukan. Uji kuat tekan dan porositas bisa digunakan untuk menentukan kualitas keramik yang baik. 
Pengalaman Pengguna Laman Pelayanan Publik Adha, Y A; Winarno, W W; Santosa, P I
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggara pelayanan publik mengembangkan sistem layanan publik untuk melayani pengguna (masyarakat) secara efisien, efektif. Perkembangan konten-konten pada sistem daring menjadikan semakin sulit diukur oleh instansi untuk melihat kualitas pengalaman pengguna. Mengem-bangkan suatu sistem tidak hanya melihat dari sistem daring tersebut tetapi juga dilihat dari pengalaman pengguna. Dengan mengunakan metrik PULSE dan HEART, yang akan dikem¬bangkan dengan metode variabel kualitas interaksi layanan dan perceived benefit. Metrik PULSE dan HEART diguna¬¬kan untuk meneliti pengalaman pengguna terhadap suatu produk. Pengu¬naan metode ini akan diterapkan terhadap sistem layanan publik pemerintah pada bidang pendidikan sistem daring pendaftaran penyetaraan ijazah lulusan perguruan tinggi luar negeri pada Kementerian Riset, Teknologi dan pendidikan tinggi. Metode penelitian menggunakan kuesioner dengan responden pengguna pelayanan penyetaraan ijazah lulusan perguruan tinggi luar negeri, total 90 responden. Enam hipotesis diuji coba dengan menggunakan SmartPLS 3 dan semua hipotesis dapat diterima.
Pemanfaatan MOL Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos Suwatanti, E P S; Widiyaningrum, P
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan pada proses pengomposan menggunakan mikorganisme lokal (MOL) limbah sayur dan EM4, mengetahui kualitas fisik kompos menurut penilaian responden dan kualitas kimia kompos berdasarkan analisis laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu, terdiri dari dua perlakuan, yakni pengomposan menggunakan bioaktivator MOL limbah sayur dan EM4. Data yang diambil meliputi fluktuasi harian faktor-faktor lingkungan selama proses pengomposan, kualitas fisik (warna, bau dan tekstur) dan kualitas kimia (kadar air, pH, C/N rasio P2O5, dan K2O) setelah kompos matang. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harian faktor lingkungan kompos dengan MOL limbah sayur dan EM4 memberikan gambaran fluktuasi yang cenderung sama. Kualitas fisik kompos menurut penilaian responden masing-masing menunjukkan skor 30 pada aspek warna, bau dan tekstur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa  kualitas fisik kedua perlakuan kompos memiliki kategori warna kehitaman, bau seperti tanah, dan bertekstur halus sesuai kriteria SNI Nomor SNI 19-7030-2004. Namun demikian C/N rasio kompos yang menggunakan limbah sayur lebih baik karena telah memenuhi kriteria yang ditetapkan SNI dibanding kompos dengan menggunakan EM4.The purpose of this research are to know the daily environmental factor fluctuation in the composting process using vegetable waste local microorganism (MOL) and EM4, the compost’s physical quality based on respondent’s evaluation and compost’s chemical quality based on laboratory analysis. This research was conducted for 4 weeks, consisted of two treatments, which were composting using vegetable waste MOL bioactivator and EM4 bioactivator. The data taken including the daily environmental factor fluctatuion during the process, physical quality (colour, smell and texture), and chemical quality (water level, pH, C/N ratio, P2O5 and K2O) after the compost was processed. The data were analysed descriptively. The result of the research showed that the compost’s daily environmental factor fluctuation with vegetable waste MOL and EM4 showed a relatively similar result.  Each compost’s physical quality based on respondent’s evaluation give a result with score 30 in aspect of colour, smell and texture. This research conclude that the physical quality of both treatment showed blackish colour, smell like soil and smooth texture according to SNI 19-7030-2004 criteria. However, the C/N ratio of compost using vegetable waste was better than the EM4 compost, because it’s already meet the criteria determined by SNI.
Pembuatan Carbon Black Berbasis Nanoserbuk Tempurung Biji Karet Menggunakan High Energy Milling Ramayana, D; Royani, I; Arsyad, F S
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempurung biji karet merupakan limbah yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi tempurung biji karet adalah diproses menjadi carbon black. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari karbon dan mengolah tempurung biji karet menjadi carbon black berbasis nanoserbuk menggunakan High Energy Milling (HEM). Carbon black dibuat melalui proses karbonisasi dan aktivasi dengan larutan H3PO4, kemudian karbon dilakukan penghalusan menggunakan HEM. Untuk mengetahui kualitas karbon, karakteristik karbon aktif diuji kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arang aktif memenuhi standar SNI 06-3730-1995 yaitu kadar air (2,5%), kadar abu (3,5%), kadar zat menguap (23,5%) dan kadar karbon terikat (73%).Rubber seed shell is a waste that has not been widely utilized. One effort to increase the economic value of rubber seed shell is processed into carbon black. This study aims to determine the characteristics of carbon and treat rubber seed shell into carbon black based nano powder  using High Energy Milling (HEM). Carbon black is made through carbonization and activation process with H3PO4 solution, then carbon is smoothing using HEM. To determine the carbon quality, the characteristics of activated carbon are tested for moisture content, ash content, volatile substance and bound carbon content. The results showed that the characteristics of activated charcoal fulfilled SNI 06-3730-1995 standard were moisture content (2.5%), ash content (3.5%), vapor content (23.5%) and bound carbon content (73% ).
Aplikasi Kendali LQR Diskrit untuk Sistem Pergudangan Barang Susut dengan Peninjauan Berkala pada Radioisotop Fosfor-32 Munawwaroh, D A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibahas mengenai pengendalian sistem pergudangan untuk barang yang mengalami penyusutan. Teknik kendali yang digunakan adalah kendali regulator linier kuadratik dengan waktu diskrit. Kendali regulator linier kuadratik merupakan kendali optimal dengan fungsi objektif berbentuk kuadratik dan memiliki kendala berbentuk linier. Teknik kendali tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemesanan kepada pemasok tunggal, karena diasumsikan tidak terjadi kekurangan barang, meskipun terdapat waktu tundaan dalam proses pengiriman barang. Sistem pergudangan yang telah diberikan kendali LQR diaplikasikan untuk mengoptimalkan pemesanan radioisotop fosfor-32 yang memiliki waktu paruh 14,26 hari. Salah satu kegunaan dari radioisotop fosfor-32 adalah untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efektifitas pupuk pada bidang pertanian. This research discusses about inventory control with periodic review policy for perishable goods. Optimal control linear quadratic regulator in discrete time is used in this research. This optimal control has quadratic equation for objective function and linear equation for the constraint. This control can be used to optimize ordering to single supplier, because lost sales and back order are not permitted, although has a lead time. This LQR control for inventory systems will applied to optimize ordering radioisotope phosphorous-32 which has a half-life 14,26 days. One of the uses of radioisotopes phosphorus-32 is to determine the pattern of spread of fertilizer and effectiveness of fertilizers in agriculture.
Isolasi dan Karakterisasi Mikroorganisme Penghasil Pigmen dari Limbah Kulit Kentang Fibriana, F; Amalia, A V; Mubarok, I
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi pewarna sintetik sangat digemari dalam berbagai proses industri karena mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Akan tetapi, penggunaan pewarna sintetik secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang serius. Masalah yang muncul akibat penggunaan pewarna sintetik menginduksi ketertarikan dunia industri untuk beralih memanfaatkan pigmen alami. Dalam penelitian ini, dilakukan isolasi dan identifikasi mikroorganisme penghasil pigmen dari limbah kulit kentang. Enam isolat bakteri, jamur benang dan khamir berhasil diperoleh, dengan nama isolat B1, B2, J1, J2, J3, dan K1. Identifikasi secara morfologi pada koloni dan sel menunjukkan bahwa isolat B1 merujuk pada genus Bacillus, sedangkan isolat B2 merujuk pada genus Streptococcus. Isolat J1 memiliki karakteristik yang mirip dengan genus Trichoderma, sedangkan isolat J2 dan J3 memiliki ciri yang hampir sama dengan genus Aspergillus. Terakhir, isolat K1 memiliki karakteristik yang merujuk pada genus Geotrichum. Hasil penelitian ini merupakan referensi untuk penelitian selanjutnya yaitu identifikasi spesies mikroorganisme secara molekuler menggunakan teknik PCR, sekuensing dan pencocokan homologi di database gene bank, serta mengenai karakterisasi dan aplikasi pigmen pada proses pewarnaan batik. Application of synthetic dyes is very popular in many industrial processes because it is easily obtained at an affordable price. However, an excessive use of synthetic dyes in the long period can cause the serious health and environmental problems. Problems arising from the use of synthetic dyes induce the interest in the industrial field come back to utilize the natural pigments. In this study, we conducted the isolation and identification of pigment-producing microorganisms from potato peel. Six isolates of bacteria, fungi and yeasts were successfully acquired, by the name of isolates B1, B2, J1, J2, J3, and K1. Identification of the colony and cell morphology showed that isolates B1 refers to the genus Bacillus, whereas isolates B2 refers to the genus Streptococcus. Isolates J1 has characteristics similar to genus Trichoderma, while isolates J2 and J3 have characteristics similar to genus Aspergillus. Finally, isolates K1 has a characteristic that refers to the genus Geotrichum. The results of this study can be used as a reference for future research, i.e. the identification of species name using sequencing techniques and homology searching at the gene bank database, as well as the characterization and application of pigment in the dyeing process of batik.
Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum conyzoides. L) dalam Pelarut Etanol Hidayati, A S; Harjono, H
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman babadotan tergolong keluarga Asteraceae, merupakan salah satu bahan baku obat alami, baik dari daun maupun  akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun babadotan dengan VCO (Virgin Coconut Oil) serta penerapannya pada krim penyembuh luka. Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak daun babadotan dengan cara perendaman tanaman dalam pelarut n-heksana dilanjutkan dengan pelarut etanol masing-masing selama 3 x 24 jam. Krim penyembuhan luka diformulasi menggunakan bahan utama ekstrak daun babadotan (dalam pelarut etanol) dengan variasi 2,5%, 5% dan 10% dan penambahan variasi VCO 5% dan 10%. Hasil identifikasi fitokimia ekstrak daun babadotandalam pelarut etanol positif menunjukkan adanya saponin, flavonoid, dan alkaloid. Ekstrak dalam pelarut etanol selanjutnya digunakan dalam formulasi krim penyembuh luka. Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan krim ekstrak daun babadotan dalam pelarut etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli.Babadotan plant included in the family Asteraceae family, is one of the raw materials of natural medicine, both from leaves and roots. This study aims to determine the antibacterial activity of babadotan leaf extract with VCO (Virgin Coconut Oil) and its application to wound healing cream. This research used maceration method to get leaf extract of babadotan by plant immersion in n-hexane solvent followed by ethanol solvent each for 3 x 24 hours. Wound healing creams were formulated using the main ingredients of babadotan leaf extract (in ethanol solvent) with variations of 2.5%, 5% and 10% and the addition of 5% and 10% VCO variations. The results of phytochemical identification of babadot leaf extracts in a positive ethanol solvent showed the presence of saponins, flavonoids, and alkaloids. The extract in the ethanol solvent is then used in the formulation of wound healing cream. Examination of antibacterial activity showed cream of leaf extract of babadotan in ethanol solvent can inhibit the growth of bacterium Bacillus subtilis and Escherichia coli.
Characteristic of Near Ring From Group Object of Categories Puspita, N P; SRRM, Titi Udjiani; Suryoto, S; Irawanto, B
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap objek pada kategori dengan objek terminal dan produk disebut grup objek jika memiliki beberapa aksioma seperti aksioma grup tetapi didefinisikan oleh diagram komutatif. Aksioma-aksioma tersebut seperti asosiatif, eksistensi elemen identitas dan elemen invers. Untuk setiap objek kelompok G, himpunan endomorfisme dari G ke G dilambangkan dengan Hom (G, G). Hom (G, G) berada tepat di dekat ring pada opersai penjumlahan Å dan operasi  perkalian °. Dalam penelitian ini kami menunjukkan bahwa Hom (G, G) dapat dipertimbangkan sebagai cincin B1 di dekat kedua operasi tersebut.Every object on category with terminal object and product is called group object if its have some axioms like group axioms but defined by comutative diagram. Its axioms such as associative, existence identity element and invers element. For any group object G, set of endomorphism from G to G denoted by Hom(G,G). Hom(G,G) is right near ring over addition operation Å and multiplication operation °. In this research we shown that Hom(G,G) can be considering as B1- near ring over both operation.

Page 1 of 3 | Total Record : 24