cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
AISOLASI DAN UJI DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) Setiawan, M H; Mursiti, S; Kusumo, E
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan senyawa flavonoid dalam limbah kulit nanas memiliki prospek positif sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak kulit nanas basah (KNB) dan ekstrak kulit nanas kering (KNK) dan mengetahui jenis senyawa flavonoid yang berperan sebagai antimikroba terhadap S. aureus dan E. coli. Flavonoid diisolasi menggunakan metode Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME) dan partisi. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode difusi sumuran. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etil asetat KNB maupun ekstrak etil asetat KNK berpotensi sebagai antimikroba, namun ekstrak etil asetat KNB lebih efektif menghambat bakteri S. aureus dan E. coli dengan diameter daerah hambat (DDH) berturut-turut 13 mm dan 15 mm dibanding ekstrak etil asetat KNK dengan nilai DDH berturut-turut 12 dan 14,25 mm. Senyawa flavonoid dalam kulit nanas yang berperan sebagai antimikroba diduga merupakan golongan flavanon (KNB) dan dihidroflavonol (KNK).Flavonoid compound in pineapple peel waste have positive prospects for antimicrobial. This study aims at understanding effectiveness of wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract antimicrobial and to know the type of flavonoid compound which act as antimicrobial against S.aureus and E.coli. Flavonoid was isolated using Domestic Microwave Maceration Extraction (DMME) and partitions. Antimicrobial activity was tested using pitting diffusion method. Based on the research result, wet pineapple peel extract and dried pineapple peel extract are potential to be antimicrobial. However wet pineapple peel extract is more effective to inhibit bacteria S.aureus and E.coli with Inhibitory Regional Diameter respectively 13 mm and 15 mm compared to dried pineapple peel extract with Inhibitory Regional Diameter respectively 12 and 14,25 mm. Flavonoid compound in pineapple peel that acts as an antimicrobial is thought to be flavanones (wet pineapple peel) and dihydroflavonol (dried pineapple peel).
PENGARUH SUPLEMENTASI MADU KELENGKENG TERHADAP KADAR TSA DAN MDA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI TIMBAL (Pb) Kamilatussaniah, Kamilatussaniah; Yuniastuti, A; Iswari, RS
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang berasal dari emisi pembakaran bahan bakar. Peningkatan penggunaan bahan bakar pada mesin industri dan kendaraan bermotor menyebabkan peningkatan kadar Pb di udara. Masuknya Pb ke dalam tubuh akan mengganggu keseimbangan molekul lain sehingga menjadi radikal bebas. Ketidakseimbangan antara radikal bebas dengan antioksidan menyebabkan stres oksidatif yang ditandai dengan menurunnya total satus antioksidan (TSA) dan meningkatnya malondialdehid (MDA). Madu kelengkeng adalah suplemen kesehatan yang mengandung flavonoid, vitamin C, vitamin E dan beta karoten yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh madu kelengkeng terhadap kadar TSA dan MDA darah tikus putih yang diinduksi Pb. Desain penelitian ini adalah eksperimental dengan 25 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok A (tikus normal), B (tikus dengan induksi Pb 10 mg/kgBB) dan C, D, E merupakan kelompok perlakuan suplementasi madu secara berturut-turut 0,45, 0,9, 1,8 ml/200 gramBB dan induksi Pb 10 mg/kgBB selama 14 hari. Data TSA dan MDA dianalisis menggunakan one way anova dan uji LSD untuk mengetahui perbedaan setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan madu dengan dosis 1,8 ml/200 gramBB dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA secara signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah madu dapat meningkatkan kadar TSA dan menurunkan kadar MDA pada tikus putih yang diinduksi Pb. Lead (Pb) is heavy metal which comes from waste fuel emissions. Increased use of fuel in industrial machinery and vehicles causes increased levels of lead in the air. The entry of Pb into the body will disturb the ballance other molecules and became a free radicals. The imbalance between free radicals and antioxidants cause oxidative stress which characterized by decreased total antioxidant statue (TAS) and increased malondialdehid (MDA). Longan honey is health suplement which contained flavonoids, vitamin C, vitamin E and beta carotene. This study aims to determine the effect of longan honey against TAS and MDA levels of blood Pb-induced. This is an experimental research design with 25 white male rats Wistar, divided into 5 groups: group A (normal), B (rats with induced Pb 10 mg / kg) and the C, D, E is a group of honey supplementation treatment respectively 0.45, 0.9, 1.8 ml / 200 gramBB and induction of Pb 10 mg / kg for 14 days. TAS and MDA data were analyzed using one-way ANOVA and LSD test to determine differences in each group. The results showed that honey with a dose of 1.8 ml / 200 gramBB could increase levels of TAS and MDA levels were significantly lowered. The conclusions of this study is the honey can increase levels of TSA and lower levels of MDA in white rats induced Pb.
IDENTIFIKASI LIMBAH MERKURI DENGAN METODE GEOLISTRIK: STUDI KASUS DESA JENDI KECAMATAN SELOGIRI, WONOGIRI Hendrawati, A; Supriyadi, Supriyadi; Khumaedi, Khumaedi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan merkuri yang tidak dikelola dengan baik pada pertambangan emas liar di Kecamatan Selogiri, Wonogiri berpotensi menimbulkan pencemaran di wilayah tersebut. Akumulasi pembuangan limbah merkuri dapat membahayakan lingkungan sekitar pertambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebaran limbah merkuri di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengolahan data menggunakan software Res3Dinv, RockWork, dan CorelDraw. Interpretasi difokuskan pada kedalaman, jumlah lapisan, serta resistivitas material bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi endapan merkuri pada kedalaman 7,45 meter pada lokasi 1 dan 6,74 meter pada lokasi 2.The use of mercury were not managed properly on illegal gold mining in the district Selogiri, Wonogiri potential to cause pollution in the region. Accumulation of waste disposal of mercury can harm the environment around the mine. The aim of this study was to determine the spread of mercury waste in the village Jendi Selogiri District of Wonogiri, using geoelectric method Schlumberger configuration. Data processing using software Res3Dinv, rockwork, and CorelDraw. Interpretation focused on depth, number of layers, and the resistivity of the subsurface material. Results showed indications of deposition of mercury at a depth of 7.45 meters at the first location and 6.74 meters at the second location.
KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU SUPERFAMILI PAPILIONOIDAE DI DUKUH BANYUWINDU DESA LIMBANGAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Rahayuningsih, M.; Oqtafiana, R.; Priyono, B.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupu-kupu merupakan bagian dari biodiversitas yang harus dijaga kelestariannya. Kupu-kupu memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Secara ekologis kupu-kupu memberikan sumbangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya biodiversitas. Dukuh Banyuwindu merupakan salah satu pedukuhan di Desa Limbangan terletak di lembah dan berperan sebagai daerah ekoturisme. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan keanekaragaman spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu Desa Limbangan Kabupaten Kendal, khususnya pada habitat hutan sekunder, pemukiman, daerah aliran sungai, dan persawahan. Penelitian dilakukan dengan metode Abundance Point Index. Penelitian menunjukkan terdapat 62 spesies kupu-kupu superfamili Papilionoidae yang terdiri dari 737 individu dan diklasifikasikan menjadi empat famili dinamai Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, dan Nymphalidae. Indeks keanekaragaman jenis kupu-kupu superfamili Papilionoidae di Dukuh Banyuwindu berkisar antara 2,74-3,09, indeks kemerataan jenis berkisar antara 0,86-0,87 dan memiliki dominansi berkisar antara 0,07-0,09. Indeks keanekaragaman jenis dan indeks kemerataan jenis tertinggi tercatat pada habitat pemukiman yaitu 3,09 dan 0,87 sedangkan terendah tercatat pada habitat persawahan masing-masing sebesar 2,74 dan 0,86. The butterflies are part of biodiversity which must be preserved. These insect provide benefits to human life. Ecologically, butterfly contributed in maintain the balance of ecosystem and enrich the biodiversity. Banyuwindu Hamlet is one of the hamlets in Limbangan Village, located in the hills and will serve as an ecotourism area. The purpose of this study was to determine the diversity of butterfly species in the superfamily Papilionoidae at Banyuwindu Hamlet, Limbangan Village, Limbangan District, Kendal Regency, especially in secondary forest habitats, settlements, watershed, and rice fields. Research performed with Abundance Point Index Method. The research found there are 62 species of butterflies in superfamily Papilionoidae, consist of 737 individuals which classified into four families namely Papilionoidae, Pieridae, Lycaenidae, and Nymphalidae. The results analysis of species diversity index and evenness index showed that the type of species diversity ranged from 2.74-3.09, evenness index ranged from 0.86-0.87 and the type of dominance between 0.07-0.09. Species diversity index and evenness index recorded the highest type of settlement habitats in 3.09 and 0.87, respectively, and the lowest was recorded in rice field habitats were 2.74 and 0.86, respectively.
ADSORPSI KROM(VI) OLEH ARANG AKTIF SERABUT KELAPA SERTA IMOBILISASINYA PADA BATAKO Zuhroh, N.; Prasetya, A. T.; Haryani, S.
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimobilisasi limbah arang aktif serabut kelapa yang telah menyerap ion logam Krom(VI) sebagai bahan campuran batako. Pada penelitian ini, arang dan arang aktif serabut kelapa dibandingkan kualitasnya dengan parameter uji kadar air, uji kadar abu dan uji daya adsorp iod. Krom(VI) diadsorpsi oleh arang aktif serabut kelapa untuk mengetahui pH optimum (1, 3 ,5, 7, dan 9) dan waktu kontak optimumnya (10, 30, 60, 120, dan 150 menit). Limbah arang aktif hasil adsorpsi selanjutnya dicampurkan pada batako. Batako direndam ke dalam larutan pendesorpsi pafa pH 1, 5, 7, 9, dan 13 selama satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan arang aktif serabut kelapa memiliki kualitas yang lebih baik daripada arang serabut kelapa. Arang aktif serabut kelapa memiliki kadar air sebesar 4,57%, kadar abu sebesar 3,71% dan daya adsorp terhadap iod sebesar 414,9119 mg/g. Sedangkan pada arang serabut kelapa memiliki kadar air sebesar 9,10%, kadar abu sebesar 4,28% dan daya adsorp terhadap iod sebesar 302,9929 mg/g. pH dan waktu kontak optimum yang diperlukan arang aktif serabut kelapa untuk menurunkan kadar Krom(VI) adalah pada pH 3 dan pada waktu 2,5 jam. Konsentrasi Krom(VI) yang dilepaskan pada  pH 1, 5, 7, 9, dan 13 tidak terdeteksi sedangkan ketentuan baku mutu TCLP zat pencemar limbah untuk logam berat krom maksimal 5 ppm.This research aims to immobilize active charcoal of coconut fibers wich have adsorbed Chromium(VI) ion as a mixture of brick. In this research, active charcoal and charcoal of coconut fibers will be compared to determine its quality using parameter test of water content, ash content and iod adsorption. Chromium(VI) was adsorbed by activated charcoal of coconut fibers to determine the optimum pH (1, 3 ,5, 7 and 9) and optimum contact time (10, 30, 60, 120 and 150 minute). Then, the activated charcoal will be used to make the brick. The brick is soaked in the solution at pH 1, 5, 7, 9and 13 for one week. The result shows that activated charcoal of coconut fibers have better quality than charcoal of coconut fibers. The water content of activated charcoal of coconut fibers is 4.57%, the ash content is 3.71% and the absorption of iodine is 414.9119 mg/g. While the water content of charcoal of coconut fibers is 9.10%, the ash content is 4.28% and the absorption of iod is 302.9929 mg/g. The optimum pH and equilibrium time that are required by activated charcoal of coconut fibers to reduce levels of Chromium(VI) is  on pH 3 and time 2.5 hours. The concentration of Chromium(VI) at pH 1, 5, 7, 9 and 13 is not detected while the standard quality of provisions contaminants TCLP heavy metal chromium waste for a maximum of 5 ppm. 
PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PADA REAKSI HIDRASI α-PINENA DARI MINYAK TERPENTIN DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM Wijayati, N; -, Supartono; Kusuma, SBW
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak terpentin dapat dihasilkan dari penyulingan getah pohon pinus (famili Pinaceae). Kandungan utama minyak terpentin adalah senyawa -pinena dengan rumus kimia 2,6,6-trimetil, bisiklo [3.1.1]-2-heptena. Harga jual minyak terpentin sangat murah dan saat ini banyak dikenal sebagai pengencer dan pelarut cat. Salah satu usaha untuk meningkatkan nilai ekonomi minyak terpentin adalah dengan melakukan transformasi senyawa -pinena menjadi senyawa derivatnya melalui reaksi hidrasi senyawa -pinena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh temperatur dan waktu pada reaksi α-pinena dengan katalis zeolit. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah isolasi α-pinena dari minyak terpentin dan preparasi katalis zeolit. Tahap kedua adalah transformasi -pinena hasil isolasi minyak terpentin menjadi terpineol menggunakan katalis zeolit alam dengan variasi temperatur dan waktu reaksi. Tahap ketiga adalah penentuan hasil reaksi berdasarkan hasil kromatogram GC, IR dan GC-MS. Hasil reaksi transformasi tersebut dianalisis dengan membandingkan kromatogram hasil reaksi dengan kromatogram senyawa -pinena minyak terpentin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi transformasi -pinena dengan katalis zeolit alam terbukti menghasilkan senyawa flavor -terpineol dengan selektivitas 59,12% temperatur 65oC dan waktu 120 menit. Zeolit terbukti dapat mengkatalisis reaksi transformasi -pinena menjadi -terpineol.Turpentine oil can be produced from the distillation of pine tree sap (family Pinaceae). The main content of turpentine oil is α-pinene with the chemical formula of 2,6,6-trimethyl, bicyclo [3.1.1-2-heptene. The selling price of turpentine is very cheap and is now widely known as paint thinners and solvents. One attempt to increase the economic value of turpentine oil is by transforming the α-pinene into its derivatives by hydration reaction of α-pinene. The purpose of this research was to study the effect of temperature and reaction time on α-pinene with natural zeolite catalysts. The study was conducted in three phases. The first phase was isolation of α-pinene from turpentine oil and preparation of zeolite catalysts. The second phase was the transformation of the isolated α-pinene from turpentine oil into terpineol using natural zeolite catalyst with variation of temperature and reaction time. The third stage was the determination of the reaction result based on the GC chromatogram, IR and GC-MS. The result of the transformation reactions were analyzed by comparing the chromatogram of the reaction products with chromatograms of α-pinene from turpentine oil. The results showed that the transformation of α-pinene with natural zeolite catalysts has proven to produce flavor compounds of α-terpineol with selectivity value of 59.12%, at temperature 65C and with reaction time of 120 minutes. Zeolite has been proven to be able to catalyze the α-pinene transformation into α-terpineol.
SINTESIS MEMBRAN NATA ALOE VERA-ETILENDIAMIN DAN KARAKTERISASINYA Susatyo, EB; Nurhayati, N
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serat yang terkandung di dalam nata Aloe vera adalah selulosa sehingga dapat digunakan dalam sintesis membran. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis membran nata Aloe vera-etilendiamin (nata-en) menggunakan sistem vakum cair. Proses preparasi membran berlangsung melalui tiga tahap, yaitu preparasi nata Aloe vera, aktivasi menggunakan asam sulfat, dan modifikasi dengan menggunakan etilendiamin. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari teknik dalam sintesis membran nata-en kemudian melakukan karakterisasi untuk mengetahui karakter strukturnya. Hasil penelitian menunjukkan perilaku yang berbeda dalam hal sifat mekanik dan strukturnya. Membran nata murni memiliki sifat mekanik yang kuat, nata teraktivasi cenderung rapuh, sedangkan nata-en bersifat liat. Spektra infra merah dari ketiga tipe membran (nata murni, nata teraktivasi, dan nata-en) secara umum tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya terjadi pergeseran panjang gelombang dari masing-masing membran. Berdasarkan spektra infra merah dapat diketahui bahwa masing-masing membran mempunyai gugus hidroksil, tetapi serapannya semakin melebar untuk setiap membran. Gugus alkil dan karboksil juga masih tampak, namun pada membran nata teraktivasi serapannya berkurang, sedangkan pada membran nata-en muncul puncak baru yang menunjukkan adanya gugus amin. Hal ini membuktikan bahwa telah terjadi ikatan antara nata dengan etilendiamin. Fibers contained in nata Aloe vera is cellulose that can be used in the synthesis of membrane. The research has done on the synthesis of nata Aloe vera-ethylenediamine (nata-en) membrane by using liquid vacuum system. Membrane preparation process consisted of three stages, they are nata Aloe vera preparation, activation using sulfuric acid, and membrane modification by using ethylenediamine. The purpose of research is to study the technique of nata-en membrane synthesis then to perform the characterization to determine the character of their structure.The results showed a different behavior in terms of mechanical properties and structure. The membrane of pure nata had strong mechanical properties, while the membrane of activated nata tended to be fragile, while the nata-en membrane was loamy. The infrared spectra of the three types of membranes (from pure nata, activated nata , and nata-en) generally did not change significantly, there was only a shift of the wavelength of each membrane. Based on the infrared spectra, it can be seen that each membrane has a hydroxyl group, but there was widened absorption for each membrane. Alkyl and carboxyl groups are still visible, although the activated nata membrane absorption is reduced, while in the nata-en membrane it was founded a new peak that indicated the presence of amine groups. This proves that there has been a bond between nata with ethylenediamine.
Formulir Berlangganan, Formulir
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONVERGENSI ESTIMATOR DALAM MODEL MIXTURE BERBASIS MISSING DATA Dwidayati, N; Kartiko, S H; -, Subanar
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model mixture dapat mengestimasi proporsi pasien yang sembuh (cured) dan fungsi survival pasien tak sembuh (uncured). Pada kajian ini, model mixture dikembangkan untuk  analisis cure rate berbasis missing data. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk analisis missing data.  Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Algoritma EM, Metode ini didasarkan pada dua langkah, yaitu: (1) Expectation Step dan (2) Maximization Step. Algoritma EM merupakan pendekatan iterasi untuk mempelajari model dari data dengan nilai hilang melalui empat  langkah, yaitu(1) pilih himpunan inisial dari parameter untuk sebuah model, (2) tentukan nilai ekspektasi untuk data hilang, (3) buat induksi parameter model baru dari gabungan nilai ekspekstasi dan data asli, dan (4) jika parameter tidak converged, ulangi langkah 2 menggunakan model baru. Berdasar kajian yang dilakukan dapat ditunjukkan bahwa pada algoritma EM, log-likelihood untuk missing data  mengalami kenaikan setelah dilakukan setiap iterasi dari algoritmanya. Dengan demikian berdasar algoritma EM, barisan likelihood konvergen jika likelihood terbatas ke bawah. Model mixture can estimate the proportion of recovering (cured) patients and function of survival but do not recover (uncured) patients. In this study, a model mixture has been developed to analyze the curing rate based on missing data. There are some methods applicable to analyze missing data. One of the methods is EM Algorithm, This method is based on two (2) steps, i.e.: ( 1) Expectation Step and ( 2) Maximization Step. EM Algorithm is an iteration approach to study the model from data with missing values in four (4) steps, i.e. (1) to choose initial set from parameters for a model, ( 2) to determine the expectation value for missing data, ( 3) to make induction for the new model parameter from the combined expectation values and the original data, and ( 4) if parameter is not converged, repeat step 2 using new model. The current study indicated that for the EM algorithm, the log-likelihood function of the missing data has increased after each iteration of the algorithm. Thereby based on the EM algorithm, the on-line likelihood is convergent if the likelihood is limited downwards.
INOVASI PUPUK ORGANIK KOTORAN AYAM DAN ECENG GONDOK DIKOMBINASI DENGAN BIOTEKNOLOGI MIKORIZA BENTUK GRANUL Asngad, A
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat formula pupuk organik limbah dari campuran kotoran ayam dan eceng gondok sebagai pupuk organik dasar dan memproduksi pupuk organik unggul kombinasi pupuk organik dasar dan pupuk hayati spora CMA dalam kemasan granul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dan analisis laboratorium dilakukan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas hara pupuk yang dihasilkan, serta kandungan logam berat. Pupuk secara diskriptif dibandingkan dengan baku mutu pupuk organik menurut SK Mentan 2009. Hasil analisis hara makro dan mikro, serta logam berat pada pupuk organik dasar sudah memenuhi persyaratan baku mutu pupuk organik. Perbanyakan pupuk  hayati CMA diperoleh 35 butir spora CMA/gram. Formula pembuatan campuran pupuk organik dasar: 2 kotoran ayam, 1 eceng gondok. Pupuk tersebut ditambah dengan 1 kg inokulum CMA atau pupuk hayati, 0,5 kg clay merah, 0,5 kg fosfat alam, 0,25 kg clay putih; 500 cc air. Hasil analisis hara makro dan mikro, campuran pupuk organik dasar dan hayati yang telah digranul sesuai dengan standar pupuk organik dari SK Mentan 2009. Disimpulkan bahwa campuran pupuk organik dari bahan dasar (kotoran ayam dan gulma air), yang ditambah dengan pupuk hayati dapat digunakan sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. Pupuk granul lebih efisien dan efektif digunakan untuk berbagai campuran dan di lapang. The research objective is to make the formula of organic fertilizer from water weed and chicken poop mixture as the basic organic fertilizer and to produce excellent organic fertilizer from the combination of basic organic fertilizer and biologic CMA spore fertilizer in a granule package. The study was conducted with an experimental method and laboratory analysis to determine the quantity and quality of fertilizer nutrients and heavy metal content that was descriptively compared to the standard organic fertilizer by SK Mentan 2009. The results showed that the quantity and quality of the fertilizer research was appropriate according to the standard quality of organic fertilizer. The propagation of CMA bio fertilizer was obtained from 35 spores /gram. The  mixture formula of organic fertilizer was 1 kg of chicken poop, water weed, 0.5 kg of red clay, 0.5 kg of phosphate; 1 kg of inoculum CMA; 0.25 kg of white clay; 500 cc of water. The result of micro and macro nutrients of the fertilizer mixture was appropriate of SK  2009. It can be concluded that the mixture of organic fertilizer (chicken poop and water weed) and biologic fertilizer can be used as an alternative to replace the  inorganic fertilizer , while the granule fertilizer was determined efficiently and effectively as the mixture compound.Â