cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Peningkatan Ketepatan Klasifikasi Model Regresi Logistik Biner dengan Metode Bagging (Bootstrap Aggregating)
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i2.33144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan klasifikasi regresi logistik dan bagging (bootstrap aggregating) regresi logistik biner pada status peserta KB Kota Tegal tahun 2016 serta mengetahui model terbaik regresi logistik biner. Penelitian ini melakukan estimasi status peserta KB Kota Tegal dengan metode maximum likelihood estimation disertai dengan algoritma newton raphson, dilanjutkan dengan pengujian signifikansi parameter baik secara simultan dengan Uji likelihood ratio dan parsial dengan uji wald. Selanjutnya uji kesesuaian model menggunakan Hosmer dan Lemeshow, uji ketepatan klasifikasi regresi logistik biner dan bootstrap aggregating, dan pemilihan model terbaik dengan melihat nilai ketepatan klasifikasi tertinggi dengan tingkat kesalahan terkecil. Software yang digunakan adalah program R 3.4.1. Disimpulkan, ketepatan klasifikasi metode bagging (bootstrap aggregating) sebesar 75,641% dengan kesalahan klasifikasi 24,359%. Metode bagging (bootstrap aggregating) meningkatkan ketepatan klasifikasi pada model regresi logistik biner dengan nilai ketepatan klasifikasi pada model regresi logistik biner 69,74% meningkat menjadi 75,641%. Model yang terbaik adalah model regresi logistik biner dengan menggunakan bagging (bootstrap aggregating).
PEMANFAATAN ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI DENGAN AKTIVASI ASAM UNTUK PENURUNAN KESADAHAN AIR
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5820

Abstract

Aktivasi menggunakan asam kuat dalam sintesis zeolit dikenal dapat meningkatkan kemampuan zeolit sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan abu sekam padi sebagai sumber silika yang diaktivasi dengan HCl 2 M pada sintesis zeolit secara hidrotermal dan memanfaatkan zeolit hasil sintesis untuk menurunkan tingkat kesadahan air sumur. Proses aktivasi dilakukan dengan menggunakan larutan HCl 2 M. Zeolit hasil sintesis diuji secara kualitatif menggunakan Spektrofotometer Inframerah (FTIR) dan Difraksi Sinar-X (XRD) kemudian dimanfaatkan untuk menurunkan kadar ion logam Ca2+ dan Mg2+ penyebab kesadahan air dengan variasi waktu kontak (0, 20, 30, 40, 50, 60, 90, dan 120 menit) dilanjutkan variasi massa zeolit sintetis (0,05; 0,1; 0,125; 0,25; serta 0,5 gram per volume air sumur 25 ml). Hasil uji komposisi kimia dengan Fluoresensi Sinar-X menunjukkan abu sekam padi yang telah diaktivasi memiliki kadar silika (SiO2) yang lebih tinggi yakni mencapai 95,83%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit sintetis yang dihasilkan merupakan zeolit tipe NaY (zeolite like) dengan kristal cancrinite sebagai fasa dominan. Adsorbsi optimum ion logam Ca2+ dan Mg2+ dalam air sumur oleh zeolit hasil sintesis terjadi pada waktu 60 menit dengan penyerapan optimum sebesar 94,71% Ca2+ dan 84,55% Mg2+ serta pada massa adsorben optimum 0,125 gram dengan penyerapan optimum sebesar 93,02% Ca2+ dan 83,78% Mg2+.Activation using a strong acid in zeolite synthesis is known can enhance the ability of zeolite as adsorbent. This study aims to utilize rice husk ash as a source of silica, which is activated with 2 M HCl in zeolite synthesis hydrothermally and apply the zeolite to reduce the level of hardness in well water. The activation process is performed by using HCl 2 M solution. Zeolite product is analyzed qualitatively using infrared spectrometer (FTIR) and X-ray Diffraction (XRD) and then used to reduce the levels of metal ions Ca2+ and Mg2+ which cause water hardness, with variation of contact time (0, 20, 30, 40, 50, 60, 90, and 120 minutes) followed by variation of zeolite mass (0.05; 0.1; 0.125; 0.25; and 0.5 gram per well water 25 ml). The chemical composition analysis by fluorescence X-rays showed that rice husk ash has been activated had higher levels of silica (SiO2), reaching 95.83%. The results showed that the synthetic zeolites product is an NaY-type zeolite (zeolite like) with crystal cancrinite as dominant phase. The optimum adsorption of metal ions Ca2+ and Mg2+ in the well water by zeolite occurs at 60 minutes as optimum contact time with adsorption of 94.71% Ca2+ and 84.55% Mg2+ as well as 0,125 grams as optumum adsorbent mass with absorption of 93 , 02% Ca2+ and 83.78% Mg2+.
TRANSFER PANAS LUBANG HITAM SCHWARZSCHILD
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3717

Abstract

Mekanika kuantum menunjukkan bahwa lubang hitam memiliki temperatur sebagai indikasi dapat mengemisikan partikel. Persamaan transfer panas secara general mengandung operator Laplacian yang sifatnya dipengaruhi oleh ruang. Kelengkungan ruang-waktu di daerah sekitar lubang hitam sangat besar sehingga operator Laplacian untuk menghitung distribusi temperaturnya merupakan Laplacian ruang lengkung. Persamaan Fourier untuk lubang hitam Schwarzschild bergantung pada jarak dan radius Schwarzschild. Pada keadaan tunak solusi dari komponen radius mengandung polinomial Legendre dan solusi dari komponen sudut ruang mengadung fungsi spherical harmonics. Untuk kasus dengan persamaan diferensial terhadap waktu bernilai konstan solusi menyimpulkan bahwa temperatur bertambah seiring waktu. Hasil yang telah didapatkan secara umum dapat digunakan untuk menentukan distribusi temperatur pada ruang lengkung akibat suatu objek bermassa M. Koreksi ini sekaligus menggambarkan peristiwa transfer panas dalam konteks relativitas umum.Quantum mechanics show that black hole has temperature that indicated that black hole can emit particles.0} {0Persamaan transfer panas secara general mengandung operator Laplacian yang sifatnya dipengaruhi oleh ruang.}0{Generally the heat transfer equation contains Laplacian operators that is influenced by space.0} {0Kelengkungan ruang-waktu di daerah sekitar lubang hitam sangat besar sehingga operator Laplacian untuk menghitung distribusi temperaturnya merupakan Laplacian ruang lengkung.}0{The space-time arch in the surrounding of black hole is very big so that Laplacian operators to calculate the temperature distribution is the arch space Laplacian.0} {0Persamaan Fourier untuk lubang hitam Schwarzschild bergantung pada jarak dan radius Schwarzschild.}0{Fourier equation for Schwarzschild black hole is depended on the distance and radius of Schwarzschild.0} {0Pada keadaan tunak solusi dari komponen radius mengandung polinomial Legendre dan solusi dari komponen sudut ruang mengadung fungsi spherical harmonics.}0{At ateady state the dolution od radius component containing Legendre polynomial and the solution of component corner containing spherical harmonics function.0} {0Untuk kasus dengan persamaan diferensial terhadap waktu bernilai konstan solusi menyimpulkan bahwa temperatur bertambah seiring waktu.}0{For the case with differential equationon the constant time, the solution is that temperature will increase over time.0} {0Hasil yang telah didapatkan secara umum dapat digunakan untuk menentukan distribusi temperatur pada ruang lengkung akibat suatu objek bermassa M. Koreksi ini sekaligus menggambarkan peristiwa transfer panas dalam konteks relativitas umum.}0{The result can generally be used to determine the distribution of temperature in the arch space due to mass object M. This correction can at once reflects the heat transfer phenomenon in context of general relativity.
SINTESIS DIMETIL ASETAL SITRONELAL DENGAN KATALIS GAS HCL
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2960

Abstract

Perlindungan gugus aldehida melalui pembentukan asetal umumnya dilakukan dengan metanol atau etanol terkatalis asam. Sitronelal memiliki gugus aldehida dan gugus alkena. Dalam lingkungan asam, sitronelal mudah mengalami siklisasi membentuk isopulegol dan isomernya. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dimetil asetal sitronelal dengan katalis gas HCl. Penggunaan gas HCl secara terbatas dimaksudkan untuk menghindari siklisasi sitronelal. Dalam suatu reaktor, 10 mL sitronelal ditambah dengan 20 mL metanol absolut dan 2 g CaCl2 pada labu leher tiga. Gas HCl dialirkan dengan laju alir 12 mL/menit pada temperatur ruang hingga pH campuran menjadi 2-3. Kemudian dilakukan pengadukan pada 30°C selama 48 jam dan diambil sampel pada durasi reaksi 12, 24 dan 48 jam. Dalam penelitian ini dilakukan variasi temperatur dan jumlah CaCl2. Dimetil asetal sitronelal yang dihasilkan diisolasi dengan distilasi fraksinasi pengurangan tekanan dan diuji strukturnya dengan GC-MS, IR dan 1H-NMR. Peningkatan temperatur dan jumlah CaCl2 meningkatkan konversi sitronelal. Setelah 48 jam kuantitas dimetil asetal sitronelal mencapai 48,65%. Distilasi fraksinasi pengurangan tekanan (5 cmHg) terbukti meningkatkan kemurnian dimetil asetal sitronelal menjadi 86,39% terhadap produk kasarnya. Elusidasi struktur dengan spektrofotometer infra merah (IR) dan resonansi magnetik inti (1H-NMR) pada hasil distilasi fraksinasi membuktikan adanya struktur asetal sitronelal.  Aldehyde group protection through acetal formation is generally performed by acid catalyzed methanol or ethanol. Citronellal that has aldehyde and alkene groups. In acidic environment, it is prone to do cyclization to form isopulegol and its isomers. This study aims to synthesize dimethyl acetal of citronellal with HCl gas catalysts. The limitation of HCl using gas was intended to avoid the citronellal cyclization. In a reactor, 10 mL citronellal was added with 20 mL of absolute methanol and 2 g CaCl2 in the three-neck flask. HCl gas was flowed at 12 mL/minute at room temperature until the mixture pH reached the scale of 2-3. The stirring was done at 30C for 48 hours and the samples was taken with the reaction duration of 12, 24 and 48 hours then the effect of temperature and the CaCl2 amount was investigated. Dimethyl acetal citronellal was isolated by fractional distillation by reducing the pressure and its structure was analyzed by GC-MS, IR and 1H-NMR. The increasing of temperature and amount of CaCl2 increased the citronellal conversion, then After 48 hours the quantity of dimethyl acetal of citronellal reached 48.65%. Fractional distillation by pressure reduction (5 cmHg) was proven to be able to improve the purity of dimethyl acetal citronellal up to 86.39% towards its crude product. Structure elucidation with IR and 1H-NMR in distilled fractionation product have proven the presence of citronellal acetal structure.
Efek Infusa Umbi Garut (Marantha arundinaceae L) Terhadap Kadar Glukosa dan Insulin Plasma Tikus yang Diinduksi Streptozotocyn
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.15874

Abstract

Hiperglikemia merupakan faktor risiko terjadinya diabetes mellitus (DM). Salah satu pengelolaan penyakit DM adalah konsumsi makanan tinggi serat dan rendah indeks glikemik. Umbi garut (Marantha arundinaceae L) merupakan bahan pangan dengan tinggi serat dan rendah indeks glikemik. Penelitian ini bertujuan untukmembuktikan pengaruh infusa umbi garut terhadap kadar glukosadan insulin plasma tikus yang diinduksi streptozotocyn (STZ). Sebanyak 30 ekor tikus putih galur wistar jantan dibagi secara acak menjadi 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 ekor. Kelompok I (KI; kontrol sehat), diberi Na.CMC 1%. Kelompok II, III, IV dan V diinduksi hiperglikemia dengan pemberian STZ 40 mg/kgBB dosis tunggal secara intra peritoneal (i.p). Kelompok II (KII; kontrol negatif) tidak diberi infusa umbi garut, kelompok III, IV dan V berturut-turut diberi infusa umbi garut 120mg/kgBB; 240mg/kgBB, dan 360mg/kgBB. Infusa diberikan selama 28 hari. Kadar glukosa darah diukur dengan spektrofotometer, sedangkan kadar insulin diukur dengan ELISA.Data kadar glukoda dan insulin, masing-masing dianalisis statistik uji Kruskal Walis dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rerata kadar glukosa dan insulin plasma tikus KI berbeda nyata dengan KII dengan nilai plt;0,05. Sementara KI tidak berbeda nyata dengan KIII, KIV, dan KV. Kelompok KII berbeda nyata dengan semua kelompok lainnya (plt;0,05). Disimpulkan bahwa pemberian infusa umbi garutberpengaruh terhadap kadar glukosa dan insulin plasmatikus yang diinduksi STZ. Variasi dosis infusa umbi garut dalam penelitian ini, tidak berpengaruh terhadap perbedaan kadar glukosa dan insulin plasma tikus yang diinduksi STZ. Kata Kunci :umbi garut, glukosa darah, insulin plasma, streptozotocynHyperglycemia is a risk factor of Diabetes Mellitus (DM). One of the management of DM is by eat high-fiber and low glycemic index food. Arrowroot tuber (Marantha arundinaceae L) is a food with high fiber and low glycemic index content. The aim of this study was to prove the effect of Arrowroot tuber infusion on glucose and insulin levels of mices’ plasma which is induced by streptozotocyn (STZ). As many as 30 male wistar white mice were divided randomly into 5 groups, each group consists of 6 male wistar white mice. Group I (GI; healthy control), was given 1% Na.CMC. Group II, III, IV and V was induced hyperglycemia by addition 40 mg/kg(bw) of STZ single dose intra-peritoneally (i.p). Group II (GII; negative control) was not given arrowroot tuber infusion, group III, IV and V were given 120mg/kg(bw); 240mg/kg(bw), and 360mg/kg(bw) arrowroot tuber infusion respectively. Infusa was given for 28 days. Blood glucose levels were measured by spectrophotometer, insulin levels were measured by ELISA. Data of glucose and insulin levels were analyzed statistically by Kruskal Walis test with a significance level of 0.05. The results of the statistical analysis showed that the mean of glucose and insulin levels of GI rats’plasma were significantly different from GII rats’plasma with value of p lt;0.05. In the other hand, GI is not significantly different from GIII, GIV, and GV. The GII group was significantly different from all other groups (p lt;0.05). It was concluded that the addition of garut tuber infusion affected the levels of glucose and insulin of rats’ plasma which was induced by STZ. Variations of arrowroot tuber infusion doses in this study did not affect to the differences in glucose and insulin levels of rats’ plasma which was induced by STZ.
ANALISIS MODEL PREDATOR-PREY ECENG GONDOK DENGAN IKAN GRASS CARP DAN PEMANENAN
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22783

Abstract

Eceng gondok merupakan tanaman invasif yang perlu dikontrol. Pengontrolan dapat dilakukan dengan menggunakan ikan Grass carp dan pemanenan. Interaksi pada pengontrolan tersebut dinamakan model predator-prey dengan pemanenan. Artikel ini membahas tentang sistem dinamik model predator-prey pada populasi eceng gondok dengan adanya ikan Grass carp dan pemanenan. Model ini menggunakan fungsi respon Holling tipe III, karena sesuai dengan ikan Grass carp yang cenderung mencari mangsa lain ketika eceng gondok mulai berkurang. Secara analitik, terdapat tiga titik ekuilibrium yakni 𝐸0, 𝐸1, dan 𝐸2 dengan beberapa syarat batas. Kestabilan dari ketiga titik ekuilibrium dalam sembilan kasus yang berbeda merupakan stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, dan unstable spiral point. Hasil simulasi numerik menunjukkan sifat yang sama untuk sembilan kasus kestabilan tersebut. Jadi, solusi yang dapat dilakukan untuk mengontrol populasi eceng gondok yakni dengan memusnahkan kedua populasi, memusnahkan populasi ikan Grass carp, dan melestarikan kedua populasi. Water hyacinth is an invasive plant that needs to be controlled. Control can be performed using Grass carp fish and harvesting. Interaction in the control process called predator-prey model with harvesting. This article discussed about the system dynamic of predator-prey model on water hyacinth population with Grass carp fish and harvesting. This model uses Holling response function of type III, because according to the Grass carp fish that tend to seek other prey when water hyacinth began to decrease. Analytically, there are three equilibrium points namely 𝐸0, 𝐸1, and 𝐸2 with some boundary conditions. The stability of the three equilibrium points in nine different cases are stable node point, stable spiral point, center point, unstable saddle point, unstable node point, and unstable spiral point. Numerical simulation results showed the same properties for the stability of the nine cases. So, the solution that can be done to control the water hyacinth population are the eradicate both populations, eradicate of Grass carp fish population, and conserve both populations.
BIOAKUMULASI KADMIUM PADA IKAN BANDENG DI TAMBAK DUKUH TAPAK SEMARANG
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v39i2.9112

Abstract

Dukuh Tapak merupakan muara dari Sungai Tapak yang sebagian besar wilayahnya berupa pertambakan ikan bandeng. Berkembangnya industri di daerah aliran sungai (DAS) Tapak, mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas perairan Tapak akibat adanya pencemaran limbah yang mengandung logam berat. Penurunan kualitas perairan tersebut akan mempengaruhi kualitas ikan bandeng yang dipelihara pada tambak-tambak di Dukuh Tapak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Cd dalam air dan ikan bandeng di tambak Dukuh Tapak Semarang. Penelitian bersifat observasional analitik menggunakan analisis komparatif. Analisis kadar Cd menggunakan AAS. Kandungan Cd pada air Sungai Tapak 0,004mg/l, nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan PPRI No.82 Tahun 2001 yaitu sebesar 0,01mg/l. Rerata kandungan Cd pada air tambak Tapak 0,0045mg/l, melebihi ambang batas yang ditetapkan KepMen LH No.51 Tahun 2004 yaitu sebesar 0,001mg/l. Rerata kandungan Cd pada daging ikan bandeng di ketiga stasiun adalah 0,01mg/l, masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan SNI 7287:2009 yakni sebesar 0,1 mg/kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Cd pada air tambak Tapak melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, namun kandungan Cd pada ikan bandeng masih berada di bawah ambang batas. Meskipun demikian, perlu diwaspadai keberadaan logam berat Cd karena logam berat bersifat toksik dan akumulatif.District Tapak is an estuary of Tapak river which most of the area is formed of milk fish aqua farming region. Tapak watershed industry growth has affected in Tapak water degradation quality. Due to waste contamination containing heavy metals. It affects the quality of breeding milk fish. This research aims to discover Cadmium (Cd) content both in watershed and milk fish in district Tapak, Semarang. This observational analytic research using comparative analysis, purposive random sampling method. Data analysis method using AAS. Cadmium (Cd) content in Tapak river is 0,004mg/l, the grade is still below the qualification set by PPRI No. 82  year 2001 in the amount of 0,01mg/l. The average Cadmium (Cd) content in Tapak water pond is 0.0045mg/l, the grade has exceeded the limit set by KepMen LH No. 51 year 2004 in the amount of 0,001mg/l. The average Cadmium (Cd) content in fish meat on three stations is 0,01mg/l. The grade is still below the limit set by ISO 7287:2009 in amount of 0,1mg/kg. The conclusion of the research is Cadmium (Cd) content in Tapak water pond exceed the limit of the terms. However, Cadmium (Cd) content within the milk fish is below the limit of the terms, yet there should be a wary since Cadmium (Cd) is toxic and bioaccumulative heavy metal.
SINTESIS DAN MODIFIKASI LAPIS TIPIS KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i1.3147

Abstract

Dalam bidang medis, kitosan telah banyak digunakan yakni pada sistem penghantaran dan pelepasan obat. Pelepasan obat dengan kitosan memiliki keterbatasan karena kitosan cepat sekali menyerap air dan memiliki derajat swelling yang tinggi sehingga menyebabkan pelepasan obat terjadi dengan cepat. Diharapkan dengan memodifikasi struktur kitosan secara kimia dapat meningkatan kelarutannya dalam pelarut-pelarut organik. Telah dilakukan sintesis dan modifikasi lapis tipis kitosan. Modifikasi dilakukan melalui pembentukan ikatan silang kitosan dengan tripolifosfat (TPP) pada kondisi asam untuk menghasilkan kitosan-TPP. Ikatan silang yang terbentuk diamati dengan FTIR. Sementara itu, pengaruh hasil pengikatan silang diamati dengan membandingkan rasio swelling kitosan-TPP pada kondisi pH yang berbeda-beda. Rasio swelling lapis tipis cenderung konstan setelah terjadi pengikatan silang kitosan dengan tripolifosfat. Reaksi tripolifosfat dengan kitosan melalui pembentukan ikatan silang menjadikan lapis tipis semakin rapat sehingga molekul air sulit untuk berdifusi masuk ke dalam struktur kitosan-tripolifosfat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengikatan silang mampu mengurangi kelarutan dan meningkatkan sifat mekanik kitosan. Rasio swelling lapis tipis berkurang dengan adanya pengikatan silang. Hal ini mengindikasikan bahwa pengikatan silang oleh TPP dapat mengurangi hidrofilitas lapis tipis karena gugus amino yang reaktif telah bereaksi dengan ion tripolifosfat. In the medical field, chitosan has been widely used in the delivery systems and drug release. Drug release with chitosan has limitations because chitosan absorbs water very quickly and have a high degree of swelling that causes the release of the drug occurs rapidly. It is expected that by modifying the chemical structure of chitosan could improve its solubility in organic solvents. The synthesis and modification of chitosan thin film have been done. It was performed through the formation of crosslinked chitosan with tripolyphosphate (TPP) in acidic conditions to produce chitosan-TPP. The formed crosslinkings were observed using FTIR, while their influence was observed by comparing the swelling ratio of chitosan-TPP thin films at different pH values. The thin film swelling ratio tends to stable after crosslinking reaction. The crosslinking decreased water diffusion into the chitosan-TPP structures. These results showed that the crosslinking can decrease the solubility and increase the mechanical properties of the chitosan. The crosslinking also reduced the swelling ratio of thin film. It indicated that TPP crosslinking decreased hydrophility of the thin film due to the reactive amino groups of chitosan have reacted with tripolyphosphate ions.
RANCANG BANGUN SISTEM PENGENALAN EKSPRESI WAJAH MENGGUNAKAN FISHERFACE DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i2.2628

Abstract

Di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam komunikasi interpersonal, wajah sering digunakan untuk berekspresi. Melalui ekspresi wajah, maka dapat dipahami emosi yang sedang bergejolak pada diri individu. Ekspresi wajah merupakan salah satu karakteristik perilaku. Penggunaan sistem teknologi biometrika dengan karakteristik ekspresi wajah memungkinkan untuk mengenali mood atau emosi seseorang. Komponen dasar sistem analisis ekspresi wajah adalah deteksi wajah, ekstraksi data wajah, dan pengenalan ekspresi wajah. Sehingga untuk membangun sebuah sistem pengenal ekspersi wajah, maka perlu dirancang tiga buah sub sistem yaitu sistem deteksi wajah, sistem pembelajaran jaringan syaraf tiruan. Prinsipnya data wajah yang telah dideteksi, diolah menggunakan fisherface, yang selanjutnya hasilnya digunakan sebagai input untuk jaringan syaraf tiruan. Bobot yang dihasilkan pada saat proses pembelajaran jaringan syaraf tiruan inilah yang akan digunakan untuk pengenalan ekspresi wajah. In daily life, especially in interpersonal communication, face often used for express of emotions. Facial expressions are the facial changes in response to a person’s internal emotional states. A facial expression is one of the behavioral characteristics. The use of facial expression characteristics enables to recognize of person’s mood. Basic components of a facial expression analysis system are face detection, face data extraction, and facial expression recognition. So that, to build a facial expression recognition system, it should be designed three subsystems, namely face detection system, learning of neural network system, and facial expression recognition system itself. In principle, face data that has been successfully detected, then it will be constructed by fisherface, and the results of it will be used as an input of neural network. Afterwards, the weights of neural network learning will be used to recognize facial expression.
K-Nearset Neighbor (K-NN) dan Support Vector Machine (SVM) untuk Klasifikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jawa Tengah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i2.12884

Abstract

Indeks pembangunan manusia (IPM) adalah salah satu alat ukur pencapaian kualitas hidup satu wilayah bahkan negara. Terdapat  3 komponen dasar peyusun IPM yaitu dimensi kesehatan, pengetahuan, dan hidup layak. IPM menurut BPS dibagi menjadi 4 kategori yaitu IPM rendah (IPM60), sedang (60≤IPM70), tinggi (70≤IPM80), dan sangat tinggi (≥80). Salah satu metode klasifikasi yang terdapat dalam data mining dan sering digunakan serta menghasilkan akurasi yang cukup baik adalah metode k-Nearset Neighbor (k-NN) dan Suppport Vector Machine(SVM). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan akurasi kaslifikasi antara kedua metode tersebut. Diperoleh hasil klasifikasi IPM dengan menggunakan metode k-NN dengan nilai k sebesar 5 didapat akutasi klasifikasi sebesar 91.64%. Klasifikasi IPM menggunakan metode SVM dengan parameter gamma 1 dan C= 1, 10, dan 100 menghasilkan akurasi sebesar 95.36%. Metode yang tepat untuk pengklasikfikasian atau pengelompokan IPM adalah metode SVM dengan ketepatan klasifikasi mencapai 95.36%, dengan variabel Harapan Lama Sekolah (HLS) merupakan faktor paling besar mempengaruhi IPM.  Human development index (HDI) is one of the measuring instruments of achieving the quality of life of one region and even the state. There are 3 basic components of IPM that is the dimensions of health, knowledge, and decent living. HDI according to BPS is divided into 4 categories: low HDI (HDI 60), moderate (60≤IPM 70), high (70≤IPM 80), and very high (≥80). One of the classification methods contained in data mining and is often used and produces a fairly good accuracy is the k-Nearset Neighbor (k-NN) and Suppport Vector Machine (SVM) methods. The purpose of this study was to compare the accuracy of casclification between the two methods. Obtained by result of classification of IPM by using k-NN method with value k equal to 5 obtained classification akutasi equal to 91.64%. IPM classification using SVM method with parameter gamma 1 and C = 1, 10, and 100 yield accuracy of 95.36%. The appropriate method for clarifying or grouping HDI is the SVM method with classification accuracy of 95.36%, with Hours Expectancy (HLS) variable being the biggest factor influencing HDI.