cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
ASETILASI PADA FENOL DAN ANISOL MENGGUNAKAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT BERKATALIS Zr4+-ZEOLIT BETA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3722

Abstract

Zeolit beta pada umumnya memiliki keasaman tinggi dan berpotensi aktif sebagai katalis heterogen dalam asilasi Friedel-Crafts senyawa aromatik. Untuk meningkatkan stabilitas dan selektivitasnya, zeolit beta perlu diaktivasi dan dimodifikasi terlebih dahulu dengan mengembankan logam aktif zirkonium dengan metode pertukaran ion. Karakterisasi katalis meliputi analisis kristalinitas katalis dengan XRD, sifat permukaan katalis dengan Surface Area Analyzer dan uji keasaman dengan pengadsorbsi piridin. Dalam penelitian ini, dipelajari aktivitas dan selektivitas katalis Zr4+-zeolit beta dalam reaksi asetilasi fenol dan anisol. Reaksi dilakukan pada berbagai variasi suhu yaitu 100 dan 130C dengan waktu reaksi yaitu pada jam ke 4, 8 dan 12. Hasil asetilasi kemudian dianalisis menggunakan GC, FTIR dan analisis produk menggunakan GC-MS. Asetilasi fenol dengan katalis Zr4+-zeolit beta menghasilkan produk fenil etanoat dengan kadar 95,87% dan selektivitas 100%. Hasil ini didapatkan pada suhu reaksi 130C dan waktu reaksi 8 jam. Asetilasi pada cincin benzena baik pada fenol maupun anisol tidak terjadi, hal ini karena asetilasi pada cincin benzena lebih sukar dibandingkan asetilasi pada gugus OH fenol. Perlu adanya kondisi lain untuk melakukan asetilasi pada cincin benzena. Asetilasi anisol pada waktu reaksi 24 jam dan temperatur 130C didapatkan produk dengan kadar 74%.Beta zeolite generally has a high acidity and potentially active as heterogeneous catalyst in the Friedel-Crafts acylation of aromatic compounds. To improve its stability and selectivity, beta zeolite needs to be activated and modified in advance with zirconium to elicit active metal using ion exchange method. Characterization of catalyst include catalyst’s crystallinity using XRD analysis, the nature of the catalyst surface with the Surface Area Analyzer and the acidity test using pyridine adsorption. In the current study the activity and the selectivity of catalyst Zr4+-beta zeolite was studied in the acetylation reaction of phenol and anisole. Reaction was carried out at various temperatures, i.e. 100 and 130C with the reaction time at 4th, 8th and 12th hours. Acetylation results were then analyzed using GC, FTIR and product analysis using GC-MS. Acetylation of phenol with catalyst Zr4+- beta zeolite produced phenyl ethanoate at level of 95.87% and selectivity 100%. These results were obtained at a reaction temperature of 130C and the reaction time of 8 hours. Acetylation at both the benzene ring of phenol and anisole did not occur, it is because acetylation at the benzene ring was more difficult than acetylation at the OH group of phenol. It needs to apply other conditions to do acetylation of benzene ring. Acetylation of anisole at 24-h reaction time and temperature of 130C resulted in product with level of 74%. 
KARAKTERISTIK FAKTOR KREDIBILITAS PADA MODEL BUHLMANN UNTUK MENENTUKAN PREMI
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2965

Abstract

Salah satu tugas aktuaris dalam perusahaan asuransi adalah menentukan tarif premi yang layak. Teori kredibilitas dapat digunakan untuk menentukan tarif premi. Teori kredibilitas adalah suatu teknik untuk memprediksi besarnya tarif premi di masa depan berdasarkan data pengalaman di masa lalu. Faktor kredibilitas dapat ditentukan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan kredibilitas fluktuasi terbatas, pendekatan Bayesian dan pendekatan keakuratan tertinggi. Dalam artikel ini membahas model Bühlmann yang digunakan sebagai pendekatan kredibilitas keakuratan tertinggi. Faktor kredibilitas diperoleh dengan meminimumkan kuadrat sesatan antar nilai harapan dan variansi yang diduga. Karakteristik faktor kredibilitas ( ) dapat ditentukan berdasarkan nilai dari T tahun observasi,  variansi dari deviasi claim severity (a) dan variansi dari deviasi claim severity untuk tahun ke-t ( ), yaitu jika  maka . Semakin banyak terdapat pengalaman maka semakin percaya terhadap claim severity yang diharapkan setiap perusahaannya. Jika  maka . Berarti claim severity yang diharapkan dari perusahaan lain tidak dapat menyediakan informasi tentang risiko perusahaan. Jika  maka . Jika untuk parameter risiko tertentu, pengalaman setiap perusahaan tidak digunakan untuk mengestimasi claim severity yang sesungguhnya. One of the tasks of actuaries in insurance companies is determining the appropriate premium rates. Credibility theory can be used to determine premium rates. Credibility theory is a technique to predict the magnitude of future the premium rates based on data from past experience. Credibility factor can be determined by three approaches, namely limited fluctuation credibility, Bayesian approach and the approach of the highest accuracy. Buhlmann model is used as tue credibility approach with the highest accuracy. Credibility factor is obtained by minimizing the square of the aberration between the expected value and variance are suspected. The characteristics of credibility factor ( ) can be determined based on the value of years observation, the variance of the deviation claim severity (a) and the variance of the deviation claim severity for the year t , i.e if then . The more the experience, yhe client is more confidence to the expected claim severity each company. If then . It means the expected claim severity can not provide information from other companies about the risks of the company. If then . For certain risk parameters, the experience of each company is not used to estimate the actual claim severity.  
Modifikasi Zeolit Alam dan Uji Aktivitas Katalitiknya pada Reaksi Asetilasi 1,3-Dihidroksibenzena
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 2 (2018): October 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i2.16626

Abstract

Zeolit alam biasa digunakan pada reaksi-reaksi senyawa organik. Untuk mendapatkan aktivitas dan selektivitas yang tinggi, diperlukan modifikasi zeolit alam pada reaksi asilasi 1,3-dihidroksibenzena menjadi senyawa aromatik keton yakni 2,4-dihidroksi asetofenon. Modifikasi tersebut dilakukan dengan mengembankan zeolit pada suatu logam. Logam zirkonium merupakan unsur logam transisi yang banyak digunakan dalam proses katalitik, sebagai pendukung dan promotor. Pada penelitian ini, dianalisis pengaruh waktu dan karakteristik katalis zeolit alam termodifikasi pada reaksi asetilasi 1,3-dihidroksibenzena. Zeolit alam yang berasal dari Malang diaktivasi dengan perlakuan asam dan garam menjadi katalis H-zeolit alam. Preparasi katalis Zr4+-zeolit alam dilakukan dengan metode pertukaran ion dengan kalsinasi pada 400°C selama 4 jam. Karakterisasi katalis meliputi kristalinitas katalis menggunakan metode difraksi sinar-X, morfologi dan komposisi komponen logam dengan scanning electron microscopy, dan keasaman katalis dengan metode spektroskopi Infra Red piridin. Proses reaksi asetilasi menggunakan reaktor batch dengan variasi waktu reaksi 6, 8, dan 10 jam. Analisis produk menggunakan high performance liquid chromatography untuk mengetahui kadar dan jumlah senyawa. Aktivitas terbaik dihasilkan pada reaksi asetilasi 1,3-dihidroksibenzana menggunakan katalis Zr4+-zeolit alam selama 8 jam yang menghasilkan senyawa target yaitu 2,4-dihidroksiasetofenon sebanyak 35,03%.Natural zeolite is commonly used in the reactions of organic compounds. To obtain high activity and selectivity, modification of natural zeolite in the acylation reaction 1,3-dihydroxybenzene to become an aromatic ketone compound, namely 2,4-dihydroxy acetophenone is required. The modification is done by developing zeolite with a metal. Zirconium metal is a transition metal element that is widely used in catalytic processes as a support and promoter. In this study, the influence of time and characteristics of modified natural zeolite catalysts on the acetylation reaction of 1,3-dihydroxybenzene is analyzed. Effect of time and natural zeolite modified characteristics as cataliyst in acetylation of 1,3-dihidroksibenzena were analyzed. Natural zeolite from Malang activated by treatment with acid and salt as H-natural zeolite catalyst. Preparation of Zr4+-natural zeolit catalyst using ion exchange method with calcination at 400C for 4 hours. Characterization of catalysts include crystallinity using X-ray diffraction, morphology and composition of the metal components using scanning electron microscopy, and the acidity of the catalyst using pyridine IR spectroscopy method. Acetylation reaction process using a batch reactor with reaction time variations 6, 8, and 10 hours. Product analysis using high performance liquid chromatography to determine the concentration and amount of the compounds. Best activity result is 1.3-dihidroksibenzana acetylation reaction using catalysts Zr4+- natural zeolit for 8 hours yielding the target compound, namely 2,4-dihidroksiasetofenon as much as 35.03%.
Studi Komputasi Aktivitas Senyawa Turunan Santon Sebagai Antikanker Leukemia Myeloid Kronik K562
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i1.32702

Abstract

Analisis hubungan kuantitatif struktur aktivitas (HKSA) terhadap 10 senyawa turunan santon telah dilakukan berdasarkan metode regresi multilinier. Jenis deskriptor yang digunakan adalah deskriptor sterik, deskriptor hidrofobik, dan deskriptor elektronik. Terhadap setiap senyawa dilakukan optimasi geometri dengan metode DFT B3LYP bassis set 6-31G*, kemudian dihitung nilai deskriptornya menggunakan software MarvinBeans dan NWChem. Data aktivitas antikanker IC50 diperoleh dari literatur dan dinyatakan sebagai Log 1/IC50. Data perhitungan deskriptor diolah menggunakan IBM SPSS 21, diperoleh persamaan KHSA sebagai berikut: Log 1/IC50 = 2,759+0,001 Indeks Wiener-8,306 Gap HOMO-LUMO + 0,202Log P + 0,017 PSA + 35,995 LUMO-0,437 Indeks Balaban -0,021 Indeks Harary +0,001Indeks Szeged, dengan n= 10; R=1,00 ; R2=1,00 ; SE= 0; PRESS= 0,00. Dari persamaan HKSA didapatkan prediksi senyawa yang berpotensi sebagai antikanker, yaitu senyawa 6-etoksi-3,4,5,8-tetrahidroksi-2,7-dimetoksi-santon dengan nilai Log 1/IC¬50 4,24588.Quantitative structure activity relationship (QSAR) analysis of 10 xanthone derivatives was carried out based on the multilinier regression method. The types of descriptors used are steric descriptors, hydrophobic descriptors, and electronic descriptors. Geometry optimization is done with each DFT B3LYP bassist set 6-31G * method, then the descriptor values are calculated using MarvinBeans and NWChem software. IC50 anticancer activity data were obtained from literature and stated as Log 1 / IC50. Descriptor calculation data is processed using IBM SPSS 21. Obtained by the QSAR equation as follows: Log 1/IC50 = 2,759+0,001 Indeks Wiener-8,306 Gap HOMO-LUMO + 0,202Log P + 0,017 PSA + 35,995 LUMO-0,437 Indeks Balaban -0,021 Indeks Harary +0,001Indeks Szeged, with n= 10; R=1,00 ; R2=1,00 ; SE= 0; PRESS= 0,00. From the QSAR equation, prediction of potential compounds as anticancer is 6-etoxy-3,4,5,8-tetrahidroxy-2,7-dimetoxy-xhanthone dengan with Log 1/IC50 values 4.245881.
PENENTUAN AKTIVITAS UNSUR RADIOAKTIF THORIUM YANG TERKANDUNG DALAM PROTOTIPE SUMBER RADIASI KAOS LAMPU PETROMAKS
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i1.2094

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis unsur radioaktif thorium yang terkandung dalam prototipe kaos lampu petromaks, mengetahui aktivitas jenis dan umur paruh unsur radioaktif thorium tersebut. Analisis data menggunakan metode spektrometri gamma dengan detektor Ge(Li). Data pencacahan berupa spektrum energi gamma, yang memberikan informasi energi gamma dan cacahnya. Jenis unsur radioaktif dan umur paruhnya diketahui dengan mencocokkan energi gamma pada tabel isotop. Sedangkan aktivitas jenisnya ditentukan dengan menganalisis spektrum energi gamma. Berdasarkan hasil penelitian, prototipe kaos lampu petromaks mengandung unsur radioaktif 212Pb (thorium B), 224Ra (thorium X), 228Ac (Mesothorium II), 208Tl (thorium C’’), 212Bi (thorium C) dan 40K (kalium-40). Aktivitas jenis unsur 212Pb (Eγ = 238,90 keV) dalam satuan Bq/gram pada prototipe berturut-turut A (2,301 ± 0,001)102, B (1,351 ± 0,007)103, C (1,068 ± 0,003)103, D (6,343 ± 0,005)102, dan E (6,637 ± 0,009)102. Sedangkan aktivitas jenis unsur 40K (Eγ = 1460,91 keV) dalam satuan Bq/gram pada prototipe berturut-turut A (1,29 ± 0,01)101, B (1,818 ± 0,007)102, C (1,362 ± 0,003)102, D (7,85 ± 0,02)101 dan E (7,93±  0,01)101, Hal ini  terbukti  dengan teridentifikasinya unsur-unsur radioaktif anak luruh deret thorium. Aktivitas prototipe sumber radiasi kaos lampu petromaks sebagian besar berasal dari sumbangan aktivitas unsur radioaktif 212Pb (Eγ = 238,90 keV). Aktivitas prototipe sumber radiasi kaos lampu petromaks yang terbesar terdapat pada prototipe B. The purpose of this research is to determine type of radioactive element thorium contained in petromax light mantle prototype and find out the specific activity and half life of radioactive element thorium. The data was analyzed by using gamma spectrometry method with Ge(Li) detector. The data enumeration is the spectrum of gamma energy which gives information of gamma energy and its enumeration. Radioactive element type and its half life were recognized by matching the gamma energy in the isotope table. While its specific activity was defined by analyzing the gamma energy spectrum. So, it can be concluded that the petromax light mantle contained radioactive element 212Pb (thorium B), 224Ra (thorium X), 228Ac (Mesothorium II), 208Tl (thorium C’’), 212Bi (thorium C) dan 40K (kalium-40). The activity element of  212Pb (Eγ = 238,90 keV) in the quantity Bq/gram has prototype A (2,301 ± 0,001)102, B (1,351 ± 0,007)103, C (1,068 ± 0,003)103, D (6,343 ± 0,005)102, dan E (6,637 ± 0,009)102. While the activity element of  40K (Eγ = 1460,91 keV) in the quantity Bq/gram has prototype A (1,29 ± 0,01)101, B (1,818 ± 0,007)102, C (1,362 ± 0,003)102, D (7,85 ± 0,02)101 and E (7,93±  0,01)101, it was proved by identification of radioactive elements thorium subseries. The activity of radiation source of petromax light mantle prototype mostly came from the radioactive element activity of 212Pb (Eγ = 238,90 kev), and the biggest activity came from prototype B.
UJI KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X MERK/ TYPE MEDNIF/SF-100BY DI LABORATORIUM FISIKA MEDIK MENGGUNAKAN UNIT RMI
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5781

Abstract

Pengujian kolimator merupakan salah satu program Quality Control (QC) pesawat sinar-X, salah satu pengujian kolimator dengan menggunakan unit RMI. Tujuan pengujian kolimator adalah untuk mengetahui kesesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dalam toleransi ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Penelitian dilakukan menggunakan variasi FFD pada jarak 117cm, 107cm, 97cm, 87cm,  dan  variasi faktor eksposi yang dibedakan pada besar tegangannya (kV). Dalam penelitian ini menggunakan unit radiograf digital (DR), tidak lagi menggunakan radiograf konvesional seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Penyimpangan atau ketidaksesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dilakukan dengan cara mengevaluasi batas tegas garis yang dibentuk oleh sumbu X dan sumbu Y, kemudian menentukan titik tengah antara batas tegas garis dan batas radiasi hambur. Hasil penyimpangan disimpulkan bahwa pesawat sinar-X tersebut mengalami penyimpangan melebihi toleransi ≤ 2% FFD yang terjadi pada bagian vertikal.Testing collimator is one program of Quality Control (QC) plane of X-rays, a collimator testing using RMI unit. The purpose of testing is to determine the suitability collimator spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam in tolerance ≤ 2% Focus Film Distance (FFD), which have been determined by the Ministry of Health Decree No. 1250 / SK / XII / 2009. Studies have been conducted using variations of FFD is at a distance of 117cm, 107cm, 97cm, 87cm, and a variety of factors that distinguished the great eksposi voltage (kV). What distinguishes this study using digital radiographs unit (DR) is no longer using conventional radiographs as previous studies. Deviations or nonconformance spacious airy spacious airy collimators with X-ray beam is done by evaluating well defined line formed by the X axis and Y axis, and then determine the midpoint between the firm boundaries and boundary lines scatter radiation. The results concluded that the irregularities plane X-rays are experiencing deviations exceed the tolerance ≤ 2% FFD that occurs in the vertical (Y_n).
PERBANDINGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN NAIVE BAYES DALAM DETEKSI SESEORANG TERKENA PENYAKIT STROKE
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i1.3152

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membuat aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan dan Naive Bayes untuk memprediksi penyakit stroke dan membandingkan tingkat akuratan dari kedua metode yang digunakan. Sebuah aplikasi software MATLAB diciptakan untuk mendeteksi seseorang Suspect stroke.  Metode yang baik dalam mesin pembelajaran berdasarkan data training adalah Jaringan Syaraf Tiruan dan Naive Bayes, variabel data faktor gejala penyakit stroke digunakan sebagai data training dalam proses pembelajaran dari sistem yang dibuat menentukan prediksi penyakit stroke. Dari 120 data percobaan yang dilakukan, akan dihitung akurasi hasil kerja sistem yang dibagi menjadi data pelatihan dan data pengujian. Diperoleh persentase hasil kerja sistem yaitu Jaringan Syaraf Tiruan sebesar 71,11 persen, sedangkan Naive Bayes sebesar 80,55 persen. Naive Bayes lebih akurat daripada Jaringan Syaraf Tiruan dalam hal pengambilan keputusan data baru namun Jaringan Syaraf Tiruan memiliki teknik yang lebih bagus dibandingkan dengan Naive Bayes. Jaringan Syaraf Tiruan mempunyai karakteristik belajar dari data sebelumnya. The purpose of this research are make application system of Artificial Neural Network and Naive Bayes to predict stroke  and to compare the accuration between of  both methods. An application applying MATLAB software has been invented to detect a stroke suspect. A good method in learning machine based on the training data is Artificial Neural Network and Naive Bayes method, by using the data variable of some common stroke symptoms used as the training data in the learning process of the system which is going to be built to determine whether prediction of stroke disease. From 120 experiments data which had been done, will be counted the accuracy of the system which divided into some training data and the other experiment data. Retrieved the percentage of  accuracy system, The Artificial Neural Network is 71,11 percent whereas Naive Bayes is 80,555 percent. Naive Bayes is more accurate than Artificial Neural Network in terms of new data decision making, but Artificial Neural Networks has better technique than Naive Bayes. Artifical Neural Network has the characteristics of learning from previous data.
PENURUNAN TOTAL BAKTERI DAGING AYAM DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN INFUSA DAUN SALAM (Syzygium polyanthum)
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2956

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan salah satu tanaman antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman infusa daun salam terhadap penurunan jumlah bakteri pada daging ayam segar post mortem. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor yaitu konsentrasi infusa (0%, 5%, 10%) dan waktu pengamatan (0, 6, 12 jam setelah perendaman). Variabel yang diukur meliputi jumlah bakteri dan uji keberadaan Salmonella sp. Data total bakteri dianalisis secara kuantitatif menggunakan ANOVA serta uji lanjut BNT pada taraf uji 5%. Uji keberadaan Salmonella sp. dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi infusa daun salam dapat menurunkan jumlah bakteri. Penurunan jumlah bakteri terbaik ditunjukkan pada daging ayam yang direndam pada konsentrasi 10% infusa daun salam. Hasil uji keberadaan Salmonella sp. menunjukkan hasil negatif pada semua perlakuan.  Salam leaf (Syzygium polyanthum) is one of antibacterial plants because it contains flavonoid compound, tannins, and essential oils. The purpose of this study to determine the effect of infusion soaking of salam leaf (Syzygium polyanthum) towards the decreasing of the amount of bacteria on fresh chicken meat post mortem, and also the presence test of Salmonella sp. The research was experimental research by using a complete random design with two factors of infusion concentrations (0%, 5%, 10%) and time of observation (0, 6, 12 hours after soaking). The amount of bacteria were analyzed quantitatively using ANOVA, while the presence of Salmonella sp. were analyzed descriptively. It can be concluded that the differences of concentration can reduce the amount of bacteria. The best bacteria reduction was shown in 10% salam leaf infusion and the presence of Salmonella sp. was proven negatively in all treatments.
Metode Goal Programming Berbasis QM for Windows dalam Optimasi Perencanaan Produksi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.15814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan perencanaan produksi kopi bubuk menggunakan metode goal programming dengan penyelesaiannya berbasis aplikasi QM For Windows dalam produksi bubuk kopi di Industri Rumahan Kopi Bubuk SR Asli Lampung. Goal Programming adalah perluasan dari linear programming yang dapat menyelesaikan persoalan lebih dari satu tujuan dengan adanya kendala-kendala sasaran. Penelitian ini dengan mengkaji jurnal-jurnal dan buku-buku yang berkaitan dengan bidang yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa penelitian ini menggunakan perhitungan aplikasi QM for Windows menunjukan jumlah produksi yang optimal  adalah 120 kemasan 1 dan 160 kemasan  2 sehingga terpenuhi tujuan-tujuan yaitu memaksimalkan pendapatan sebesar Rp.9.200.000, meminimumkan biaya produksi sebesar Rp.6.580.000, memaksimalkan penggunaan mesin sebesar 28 jam dan meminimumkan jam kerja karyawan sebesar 81 jam.The purpose of this research is to optimize powder coffee production planning using goal programming method with its solution based on QM For Windows application in coffee powder production in Pure Coffee Industry of SR Original Lampung. Goal Programming is an extension of linear programming that can solve the problem of more than one purpose in the presence of target constraints. This study by studying journals and books related to the field under study. The results showed that this study uses the calculation of QM for Windows application shows the optimal amount of production is 120 packaging 1 and 160 packaging 2 so that fulfilled goal-goal is maximize revenue of Rp. 9.200.000, minimize production cost of Rp. 6,580,000, maximizing machine usage by 28 hours and minimizing employees work hours by 81 hours.
Eksplorasi Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) dan Status Konservasinya di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22636

Abstract

Extended Spectrum Beta Lactamases (ESBLs) merupakan enzim yang mampu menonaktifkan antibiotik golongan beta laktam generasi ketiga dan keempat, serta monobaktam. Escherichia coli merupakan kelompok Enterobacteriaceae yang paling banyak ditemukan menghasilkan enzim ESBLs. Hal tersebut menyebabkan semakin meningkatnya biaya perawatan di rumah sakit, angka kesakitan, dan angka kematian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas nanokomposit ZnO-Ag dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli penghasil ESBLs. Nanokomposit ZnO-Ag dibuat dengan metode refluks secara one pot synthesis menggunakan minyak cengkeh sebagai reduktor melalui green synthesis. Nanokomposit ZnO-Ag yang terbentuk yakni 73,21 nm kemudian diujikan pada bakteri E.coli penghasil ESBLs dengan metode Kirby-Bauer. Konsentrasi nanokomposit 100 µg/ml merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan E.coli penghasil ESBLs.