cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Cassava Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test Putri, Rizki Budiyono; Nugrahaningsih, WH; Dewi, Nur Kusuma
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun cassava (singkong; Manihot esculenta) merupakan salah satu bahan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai LC50 ekstrak aquades daun singkong yang diuji toksisitas terhadap Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT). Jenis penelitian experimental dengan Post Test-Only Grup Design. Populasi hewan uji pada penelitian ini adalah larva Artemia salina Leach. Sampel diambil dengan kriteria inklusi larva berusia 48 jam dan tidak tampak cacat secara anatomi, dan secara eksklusi menunjukkan aktivitas pergerakan sebelum perlakuan. Variabel bebas penelitian yaitu ekstrak daun singkong dengan konsentrasi 0 µg/ml, 1 µg/ml, 2 µg/ml, 5 µg/ml dan 10 µg/ml. Serta tingkat kematian larva Artemia salina Leach sebagai variabel tergantung. Data pada penelitian ini didapatkan dari jumlah larva udang yang mati 24 jam setelah perlakuan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, ditemukan 2 kematian pada kelompok perlakuan dosis 1 µg/ml, 1 kematian pada kelompok perlakuan dosis 2 µg/ml, 12 kematian pada kelompok perlakuan dosis 5 µg/ml, dan 3 kematian pada kelompok perlakuan dosis 10 µg/ml. Selanjutnya dari data kematian yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit pada SPSS 21.0 for windows untuk dihitung nilai LC50 nya. Setelah dianalisis pada SPSS diperoleh nilai LC50 untuk ekstrak aquades daun singkong adalah sebesar 493,86 µg/ml.
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur Najah, Khoirun; Bintari, Siti Harnina
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan beberapa senyawa metabolit, seperti hidrogen peroksida, diasetil, asam laktat dan bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian pakan dengan tambahan overripe tempe terhadap jumlah total Escherichia coli dan BAL pada ayam petelur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 kelompok perlakuan masing-masing 7 kali pengulangan. Penelitian ini menggunakan 28 ekor ayam petelur umur 94 minggu. Pemberian perlakuan pakan dengan tambahan overripe tempe terdiri atas P0 (pakan tanpa overripe tempe), P1 (overripe tempe 7,5%), P2 (overripe tempe 15%) dan P3 (overripe tempe 22,5%). Parameter yang diamati adalah penurunan E. coli dan peningkatan BAL pada hari ke-20 dan ke-40. Data hasil penelitian dinalisis dengan Anova dan dilanjut dengan uji Tuckey dengan signifikasi 5%. Hasil penelitian pada hari ke-20 menunjukkan pemberian overripe tempe berpengaruh terhadap penurunan E. coli dan peningkatan BAL. Pada hari ke-40, pemberian overripe tempe berpengaruh terhadap penurunan E. coli namun tidak berpengaruh terhadap peningkatan BAL. Simpulan dari penelitian ini yaitu pemberian overripe tempe yang optimal pada feses ayam petelur fase layer adalah 7,5%.Overripe tempe contains nutrients and bioactive components obtained from lactic acid bacteria and Rhizopus oligosporus mold. Lactic acid bacteria (LAB) can produce several metabolites, such as hydrogen peroxide, diacetyl, lactic acid and bacteriocins. This study aims to examine the effect of feeding with the addition of overripe tempe on the total amount of Escherichia coli and lactic acid bacteria in laying hens. This study used a one-factor completely randomized design (CRD) with 4 treatment groups with 7 repetitions. This study used laying hens that were 94 weeks old and totaled 28 chickens. Provision of feed treatment with additional overripe tempe consisted of P0 (feed without overripe tempe), P1 (giving overripe tempe 7,5%), P2 (giving overripe tempe 15%) and P3 (giving overripe tempe 22,5%). The parameters observed were a decrease in Escherichia coli and an increase in lactic acid bacteria on the 20th and 40th days. The research data were analyzed using the Anova test at 5% significance, if the results had a significant effect, then the Tuckey test was followed with a significance of 5%. The results of the study on the 20th day showed that giving overripe tempe influenced on decreasing E. coli bacteria and influenced increasing LAB. The results of the study on the 40th day showed that giving overripe tempe influenced on reducing E. coli bacteria but did not affect the increase in LAB. The conclusion from this research is that the optimal application of overripe tempe in layer phase layer chicken feces is 7,5%.
Analisis Perbandingan Akurasi Metode Fuzzy Tsukamoto dan Fuzzy Sugeno Dalam Prediksi Penentuan Harga Mobil Bekas Reynaldi, Reynaldi; Syafrizal, Wahyu; Hakim, M. Faris Al
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobil merupakan transportasi darat yang sangat membantu aktivitas manusia dalam melakukan kegiatan seharihari. Toyota Avanza 47% mendominasi pasar mobil bekas dibanding merek lainnya. Dalam transaksi jual beli mobil bekas, selisih harga yang berbeda sering memiliki nilai yang jauh berbeda. Logika fuzzy dapat digunakan untuk memprediksi harga mobil bekas dengan memperhatikan beberapa aspek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi prediksi antara metode Fuzzy Tsukamoto dengan Fuzzy Sugeno. Fuzzy Tsukamoto bersifat intuitif dan dapat memberikan tanggapan berdasarkan informasi yang bersifat kualitatif, tidak akurat, dan ambigu. Sedangkan Fuzzy Sugeno yang terdiri atas basis aturan dengan beberapa aturan penarikan kesimpulan fuzzy. Gagasan ini ditulis dengan analisis melalui studi literatur buku, jurnal dan pengumpulan data berupa dataset maupun landasan teori yang terkait. Berdasarkan analisis data sampel penjualan mobil bekas dan pembandingan 2 metode dengan variabel yang sama. Hasil dari penelitian yang telah dihitung, diperoleh bahwa metode Fuzzy Tsukamoto memiliki tingkat error sebesar 8% dan Fuzzy Sugeno sebesar 38% pada prediksi harga mobil Toyota Avanza bekas.
Ketepatan Klasifikasi Metode Regresi Logistik dan Metode Chaid dengan Pembobotan Sampel Juwita, Puspa; Sugiman, Sugiman; Hendikawati, Putriaji
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan ketepatan metode regresi logistik dan CHAID dengan pembobotan sampel pada klasifikasi status angkatan kerja Kabupaten Temanggung 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah angkatan kerja Kabupaten Temanggung 2015. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Sakernas Kabupaten Temanggung 2015. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah angkatan kerja, sedangkan variabel independennya adalah klasifikasi desa/kelurahan, hubungan dengan kepala rumah tangga, jenis kelamin, umur, status pernikahan, pendidikan, pelatihan kerja, dan pengalaman kerja. Dari analisis regresi logistik diperoleh persamaan, sedangkan anlalisi CHAID menghasilkan pohon klasifikasi. Persamaan dan pohon klasifikasi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen. Kesalahan klasifikasi dihitung menggunakan APER (Apparent Error Rate), kemudian ketepatan klasifikasi dapat diperoleh dengan rumus 1 – APER. Ketepatan regresi logistik dan CHAID dengan pembobotan sampel secara berturut-turut adalah 96,4% dan 96,6%. Hal ini menunjukkan ketepatan metode CHAID pada klasifikasi status angkatan kerja Kabupaten Temanggung 2015 lebih tinggi dibandingkan regresi logistik.The purpose of this study is to determine the accuracy of logistic regression and CHAID with sample weighting on Temanggung regency labor status classification in 2015. The population of this study is labor of Temanggung Regency in 2015. The data of this study is obtained from Sakernas of Temanggung Regency in 2015. The dependent variable of this study is labor status, whereas the independent variables of this study are domicile region, relation with family head, gender, age, marriage status, education level, job training, and job experience. Logistic regression analysis results a mathematic equation, and CHAID method result a classification tree. Those result can predict the dependent variable. Classification error is calculated using APER (Apparent Error Rate), then the accuracy can be calculated by 1- APER. Accuracy of logistic regression and CHAID with sample weighting respectively are 96,4% and 96,6%. This show that accuracy of CHAID is greater than logistic regression.
Penyelesaian Resource Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) Menggunakan Algoritma Cat Swarm Optimization Fitriyani, Eka Retna; Rosyida, Isnaini; Mashuri, Mashuri
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resource-Constrained Project Scheduling Problem (RCPSP) adalah masalah penjadwalan proyek yang harus memenuhi Precedence Constraint dan Resource constraint. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan penggunaan Algoritma Cat Swarm Optimization (CSO) untuk penjadwalan proyek dan simulasi penjadwalan proyek yang optimal pada beberapa kasus RCPSP. Penelitian ini menggunakan CSO dalam menyelesaikan permasalahan dengan bantuan software Matlab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Algoritma CSO yang diawali dengan membuat solusi RCPSP yang valid dan dihitung maskepannya. Bangkitkan sebanyak N kucing, termasuk kucing dengan solusi valid. Evaluasi kucing sesuai dengan posisi tiap kegiatan. Berdasarkan N kucing yang diperoleh hitung nilai maskepannya. Selanjutnya, pindahkan kucing sesuai dengan MR dalam seeking mode dan tracing mode. Evaluasi kembali posisi setiap kucing untuk menyimpan kucing dengan nilai fitness terkecil. Akhiri algoritma dengan mengambil solusi yang memiliki fitness terkecil. Kasus RCPSP dengan solusi valid yang memiliki nilai maskepan yang masih jauh dari nilai maskepan terkecil yang bisa diperoleh menghasilkan solusi yang berbeda-beda setiap kali program dijalankan sehingga diperlukan beberapa kali simulasi untuk memastikan solusi yang didapatkan benar-benar memiliki maskepan terkecil. Bila solusi valid yang dibuat memiliki maskepan yang telah mendekati maskepan terkecil yang bisa diperoleh, maka program akan menghasilkan solusi yang sama setiap program dijalankan.
ESENSI NILAI DAN VEKTOR EIGEN DARI SUATU OPERATOR PADA RUANG HILBERT KLASIK
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i1.3151

Abstract

Suatu transformasi linear T dari  V ke W adalah fungsi dari ruang linear V atas F  ke ruang linear W atas F dengan sifat untuk setiap vektor  dan  skalar  berlaku V  Ruang Hilbert atas lapangan kompleks C senantiasa yang dimaksudkan adalah ruang hasilkali dalam lengkap dalam arti V adalah ruang linear atas C   yang dilengkapi dengan suatu fungsi   dari  ke C dan memenuhi semua sifat hasilkali dalam, dan kelengkapan V ditunjukkan dalam kapasitas V sebagai ruang metrik dengan sifat setiap barisan Cauchy di V konvergen ke suatu titik di V. Metrik untuk V dibangun melalui suatu norm pada V yang didefinisikan . Selanjutnya yang dimaksud dengan operator adalah suatu transformasi linear kontinu  dari ruang Hilbert V ke ruang hibert W.  Dengan demikian jika dikatakan T suatu operator pada  V, senantiasa yang dimaksudkan adalah  V ruang Hilbert atas C dan T adalah suatu transformasi linear  dari V ke V. Notasi  adalah koleksi semua operator dari V ke W . Esensi nilai eigen dan vektor eigen berkaitan langsung dengan sifat mendasar dari nilai dan vektor eigen dari suatu operator pada ruang hilbert klasik. A linear transformation of T from V to W is function from linear space V to F to linear space W to F with the properties of every vector  and scalar  applies V . A Hilbert Space V over a complex field C is always meant the complete inner product space where V is a linear space to C with a function of   from   to C and satisfies all properties of inner product space, and the completeness of V is shown by the capacity of V as the metric space with the properties of Cauchy sequence in a convergent V to any point in V. The metrics for V is built through a norm at V which is defined as . . Further, what is meant with an operator is a continuous linear transformation of Hilbert Space V to Hibert Space W. Therefore, if T is said to be an operator on V, then it is always said that Hilbert Space V  is on C and T is a linear transformation from V to V. The notation   is the collection of all operators from V to W. The essentials of eigen values and eigen vectors are related directly with the basic properties  of eigen value and vector of an operator on a classical Hilbert Space.
KONSERVASI TANAMAN ANGGREK Gramatophyllum SECARA IN VITRO MELALUI PERTUMBUHAN MINIMAL MENGGUNAKAN PACLOBUTRAZOL
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2955

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji medium pertumbuhan minimal bagi plantlet anggrek Gramatophyllum dan pertumbuhan kembali plantlet setelah mengalami pertumbuhan minimal selama empat bulan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan paclobutrazol ke dalam medium tanam dengan konsentrasi berturut-turut: 1, 3, dan 5 mg/l. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan tunas, dengan parameter pengamatan jumlah daun dan panjang tunas setelah dipelihara dalam medium dengan penambahan paclobutrazol dengan berbagai konsentrasi selama empat bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan anggrek pada medium dengan penambahan paclobutrazol pada semua konsentrasi perlakuan (1, 3, dan 5 mg/l) mengalami hambatan, baik dalam jumlah daun maupun panjang tunas. Hambatan pertumbuhan yang terjadi bervariasi berdasar konsentrasi paclobutrazol yang ditambahkan. Perlakuan paclobutrazol pada plantlet Grammatophyllum dapat menurunkan panjang tunas hingga 33,3% bila dibandingkan dengan kontrol yaitu pada konsentrasi 1 mg/l. Jumlah daun juga mereduksi hingga 29% bila dibandingkan dengan kontrol pada konsentrasi paclobutrazol 5 mg/l. Hasil tersebut menunjukkan bahwa paclobutrazol dapat digunakan dalam konservasi jangka pendek pada plantlet Grammatophyllum pada konsentrasi 1-5 mg/l. Konservasi Grammatophyllum menggunakan paclobutrazol hendaknya tidak melebihi empat bulan karena akan menurunkan kualitas plantlet. The objective of this research was to study the minimum growth medium for Grammatophylum plantlet and the plantlets regeneration after grown in paclobutrazol medium at least in four months. The study was conducted experimentally using a complete random design. The independent variable in this study was concentrations of paclobutrazol added into the planting medium : 1, 3, and 5 mg/l. The dependent variable was the growth of shoot and the observed parameter of shoot growth was the number of leaves and shoot length after maintained in the medium with the addition of paclobutrazol in various concentrations for four months. The results showed that the growth of orchids on the medium with the addition of paclobutrazol treatment at all concentrations (1, 3, and 5 mg/l) had growth inhibition both in the number of leaves and shoot length. Growth inhibition that occured was varied depend on the addition of paclobutrazol concentration. Paclobutrazol treatment on Grammatophyllum plantlets was reduced the shoot length until 33.3% compared to the control at concentration of 1 mg/l. The number of leaves was also reduced until 29% compared to the control group at concentration of 5 mg/l paclobutrazol. These results indicated that paclobutrazol could be used as the short-term conservation of Grammatophyllum plantlets at 1-5 mg/l concentration. The conservation of Grammatophyllum using paclobutrazol should not exceed more than four months because it will reduce the quality of plantlets.
T-FANTYQ 09: Teknologi Lingkungan Penyaring Udara Sebagai Upaya Degradasi Polutan Asap Rokok
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.15813

Abstract

Masalah pencemaran merupakan suatu masalah yang terus berkembang di kalangan masyarakat. Berbagai jenis polutan, baik pada air, tanah, maupun udara sangat potensial merusak lingkungan dan merugikan kesehatan manusia. Asap rokok merupakan salah satu polutan udara yang sangat berbahaya baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Sebuah teknologi “T-FANTYQ 09” dirancang sebagai teknologi untuk mendegradasi polutan CO yang dihasilkan asap rokok. Teknologi ini berbasis fotokatalis TiO2 yang dicampurkan dengan SiO2  dari lumpur lapindo yang disemprotkan pada preparat. Preparat sebagai katalis dan tiga lampu UV disusun dalam bentuk kotak berukuran 16cm x 10cm x 20cm. Pengujian dilakukan dengan memasukkan asap rokok dalam kotak untuk kemudian disinari lampu UV. Dalam pengujian alat menggunakan CO meter diperoleh hasil penurunan konsentrasi CO sampai 95% dengan waktu penyinaran 60 menit.The problem of pollution is a problem that continues to develop among the people. Various types of pollutants, both in water, soil and air are very potential to damage the environment and harm human health. Cigarette smoke is one of the air pollutants that is very dangerous for both active smokers and passive smokers. A "T-FANTYQ 09" technology is designed as a technology to degrade CO pollutants produced by cigarette smoke. This technology is based on TiO2 photocatalyst mixed with SiO2 from lapindo mud which is sprayed on preparations. Preparations as catalysts and three UV lamps are arranged in a box shape measuring 16cm x 10cm x 20cm. The test is done by inserting cigarette smoke in a box and then illuminating the UV lamp. In testing tools using CO meters obtained results of a decrease in CO concentrations to 95% with a 60-minute irradiation time.
Eksplorasi Keanekaragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) dan Status Konservasinya di Taman Nasional Gunung Merbabu Jawa Tengah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22635

Abstract

Kawasan hutan Gunung Merbabu merupakan kawasan konservasi dengan nama Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) untuk melindungi seluruh komponen ekosistem, termasuk kupu-kupu. Penelitian dilakukan untuk menganalisis potensi keanekaragaman jenis, kekayaan jenis, kemerataan jenis, dominansi, proporsi dan kelimpahan kupu-kupu endemik Jawa di TNGMb khususnya di wilayah Air Terjun Umbul Songo. Pengambilan sampel melalui metode Garis Transek dengan teknik sweeping menggunakan jaring kupu-kupu, mengikuti garis transek meliputi area DAS (Daerah Aliran Sungai), area lahan terbuka, serta area hutan pinus. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kekayaan jenis Margalef (DMg), indeks kemerataan jenis (E) dan indeks Dominansi Simpson (D). Hasil analisis data menunjukan bahwa TNGMb memiliki potensi kupu-kupu dengan keanekaragaman jenis sedang (1H’3), kemerataan sedang (0,3-0,6), dan dominansi rendah (0,01-0,30). Ditemukan tiga spesies endemik Jawa dengan kategori rare species (individu ditemukan kurang dari 10) yaitu Ypthima nigricans, Mycalesis sudra, dan Cyrestis lutea. Hutan di TNGMb berpotensi untuk mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.
PENGUKURAN SIFAT POLARISASI BERBAGAI MINYAK NABATI MENGGUNAKAN LAMPU IR DAN LASER HE-NE
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v39i2.9289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sifat polarisasi berbagai minyak nabati (minyak sawit, minyak kedelai, minyak zaitun, VCO, minyak curah, dan jelantah) dengan variasi keadaan baru dan kadaluwarsa, menggunakan lampu IR dan laser He-Ne. Pengujian dilakukan dengan menempatkan minyak nabati diantara polarisator dan analisator. Hasil penelitian pada kedua sumber cahaya menunjukkan pola yang hampir sama. Minyak zaitun dan VCO memiliki perubahan sudut polarisasi alami kecil, sedangkan minyak sawit, kedelai, jelantah, dan curah memiliki perubahan sudut polarisasi alami besar. Besarnya perubahan sudut polarisasi minyak kadaluwarsa lebih besar dibanding minyak baru. Perubahan sudut polarisasi sebanding dengan jumlah radikal bebas (ALB, peroksida) dan molekul asimetri (asam lemak jenuh, molekul rantai panjang). Meskipun pola yang dihasilkan oleh kedua sumber cahaya sama, namun lampu IR memberikan nilai perubahan sudut polarisasi yang lebih tinggi dari laser He-Ne. Hal ini dimungkinkan karena daya lampu IR lebih besar dari He-Ne, sehingga energi yang dihasilkan lampu IR lebih tinggi dan perubahan sudut polarisasinya lebih besar. This research based on previous research that using IR lamp (250 watt) and He-Ne laser (1 mW) on a mixture of palm oil and animal oil. Both of light source were used again to measure polarization properties of various vegetable oils (palm oil, soybean oil, olive oil, VCO, rainfall oil and used cooking oil) with a variety of new and expired. The tools used were a set polarization, IR lamp, He-Ne laser, and power supply. The experiment was done by placing vegetable oil between the polarizer and analyzers. The result showed both of light sources had similar pattern; polarization changes of olive oil and the VCO were small, while polarization changes of palm oil, soybean oil, used cooking oil, and rainfall were high. Polarization change of expired oil was higher than new oil. The value of polarization change was proportional to free radicals (FFA, peroxide) and asymmetry molecular (saturated fatty acids, long chain molecules). Although the patterns resulted by two light sources were same, IR lamp provide polarization change higher than He-Ne laser. This might be due to the power of IR light was greater than the power of He-Ne laser.