cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Cassava Terhadap Larva Artemia salina Leach dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i2.33145

Abstract

Daun cassava (singkong; Manihot esculenta) merupakan salah satu bahan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai LC50 ekstrak aquades daun singkong yang diuji toksisitas terhadap Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT). Jenis penelitian experimental dengan Post Test-Only Grup Design. Populasi hewan uji pada penelitian ini adalah larva Artemia salina Leach. Sampel diambil dengan kriteria inklusi larva berusia 48 jam dan tidak tampak cacat secara anatomi, dan secara eksklusi menunjukkan aktivitas pergerakan sebelum perlakuan. Variabel bebas penelitian yaitu ekstrak daun singkong dengan konsentrasi 0 µg/ml, 1 µg/ml, 2 µg/ml, 5 µg/ml dan 10 µg/ml. Serta tingkat kematian larva Artemia salina Leach sebagai variabel tergantung. Data pada penelitian ini didapatkan dari jumlah larva udang yang mati 24 jam setelah perlakuan. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, ditemukan 2 kematian pada kelompok perlakuan dosis 1 µg/ml, 1 kematian pada kelompok perlakuan dosis 2 µg/ml, 12 kematian pada kelompok perlakuan dosis 5 µg/ml, dan 3 kematian pada kelompok perlakuan dosis 10 µg/ml. Selanjutnya dari data kematian yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit pada SPSS 21.0 for windows untuk dihitung nilai LC50 nya. Setelah dianalisis pada SPSS diperoleh nilai LC50 untuk ekstrak aquades daun singkong adalah sebesar 493,86 µg/ml.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA MODIFIKASI SENYAWA KHRISIN DENGAN GUGUS ALKOKSI MENGGUNAKAN METODE RECIFE MODEL 1 (RM1)
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5821

Abstract

Senyawa khrisin yang biasa terdapat pada madu dan parsley memiliki aktivitas antioksidan lebih rendah dari pada senyawa turunan flavon/flavonol yang lain. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi senyawa khrisin agar diperoleh senyawa baru yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dari senyawa khrisin awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa hasil modifikasi khrisin yang memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik dari senyawa khrisin serta mengetahui faktor yang mempengaruhi aktivitas antioksidan. Deskriptor molekuler dari senyawa turunan flavon/flavonol dan modifikasi senyawa khrisin telah dibuat dengan bantuan perhitungan RM1, dan optimasi geometri dilakukan menggunakan Hyperchem 8.0.7. Analisis korelasi dan regresi multilinier dilakukan menggunakan program SPSS® for Windows versi 16.0. Hasil korelasi menunjukkan bahwa parameter momen dipol paling berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan. Momen dipol, energi ikat, dan energi elektronik digunakan untuk Analisis Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA). Hasilnya sangat memuaskan karena memiliki nilai R sebesar 0,924 dan R2 sebesar 0,854. Prediksi aktivitas antioksidan dihitung menggunakan Multiple Regression Calculator. Aktivitas antioksidan dapat menurun dengan  penambahan gugus yang memiliki lebih banyak karbon dan keruahan molekul tinggi. Modifikasi senyawa khrisin yang memiliki aktivitas antioksidan prediksi lebih tinggi dari yaitu : senyawa 5,7-dihidroksi-3-metoksi flavon dan 5,7-dihidroksi-8-metoksi flavon, dengan nilai aktivitas antioksidan prediksi masing-masing sebesar -2,6735 dan -2,6121.Khrisin compounds commonly found in honey and parsley have lower antioxidant activity than flavones / flavonols derivatives. Hence, it is need for modification of khrisin compounds in order to obtain new compounds which have a higher antioxidant activity than the initial khrisin compound. This study aims to determine khrisin modified compounds that have antioxidant activity which is better than khrisin compounds and to know the factors that influence the activity of antioxidants. Molecular descriptors of flavone / flavonols derivatives and khrisin compounds modifications have been made with the help of RM1 calculation and geometry optimization was performed using Hyperchem 8.0.7. Multilinier correlation and regression analysis was performed using SPSS® program for Windows version 16.0. Correlation results showed that the most influential parameters were the dipole moment of antioxidant activity. Dipole moment, binding energy and electronic energy used for Quantitative Structure-Activity QSAR analysis. The result is very satisfying because it has the R value of 0.924 and R2 0,854. Prediction of antioxidant activity was calculated using Multiple Regression Calculator. Antioxidant activity can be decreased by adding the group which has more carbon and high molecular bulk. Modifications of khrisin compounds that have antioxidant activity prediction is higher than that is: the compound 5,7-dihydroxy-3-methoxy and 5,7-dihydroxy flavone-8-methoxy flavonoids, with antioxidant activity predictive value of each -2.6735 and -2.6121.
MODIFIKASI MODEL THERMALLY PADA HEAT ASSISTED MAGNETISASI REVERSAL NANO PARTIKEL MAGNETIK
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3718

Abstract

Modifikasi skema mekanisme Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) adalah sistem magnetisasi berbantukan panas untuk menurunkan medan switching telah dilakukan. Bahan magnetik dengan anisotropi tegak lurus tinggi yaitu CoPtCr ditinjau sebagai cell memori pada sistem Hard Disk Drive (HDD). Penyelesaian persamaan Landau-Lifshitz-Gilbert dalam program simulasi mikromagnetik digunakan untuk menghitung medan switching pada beragam modifikasi skema HAMR.  Tiga skema modifikasi HAMR diusulkan berdasar pada pola penulisan data pada suhu tinggi (yaitu mendekati suhu Curie). Hasil simulasi memperlihatkan bahwa penulisan data pada medan konstan membutuhkan medan switching terendah.  Selebihnya, fluktuasi medan switching akibat modifikasi efek panas relatif kecil dibandingkan dua skema lainnya. The modification of Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) mechanism scheme i.e. the heat-assisted magnetization to reduce the switching field has been done.0} {0Bahan magnetik dengan anisotropi tegaklurus tinggi yaitu CoPtCr ditinjau sebagai cell memori pada sistem Hard Disk Drive (HDD).}0{Magnetic meterial with high right-corner anisotropy i.e. CoPtCr has been reviewed as memory cell in a Hard Disk Drive (HDD) system.0} {0Penyelesaian persamaan Landau-Lifshitz-Gilbert dalam program simulasi mikromagnetik digunakan untuk menghitung medan switching pada beragam modifikasi skema HAMR.}0{The completion Landau-Lifshitz-Gilbert equation in a micromagnetic simulation program is used to calculate tyhe switching field in various HAMR scheme modifications.0}  {0Tiga skema modifikasi HAMR diusulkan berdasar pada pola penulisan data pada suhu tinggi (yaitu mendekati suhu Curie).}0{Three HAMR scheme modifications is proposed based on data writing pattern at high temperature (i.e. close to Curie temperature).0}   {0Hasil simulasi memperlihatkan bahwa penulisan data pada medan konstan membutuhkan medan switching terendah.}0{Simulation result showed that data writing in a constant field needs lowest switching field.0}  {0Selebihnya, fluktuasi medan switching akibat modifikasi efek panas relatif kecil dibandingkan dua skema lainnya.}0{Moreover, switching field fluctuation caused by the modification of heat effect is the lowest compared to other schemes.0}
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN (Reutealis trisperma) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KATALIS NAOH
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2961

Abstract

Sintesis biodiesel dari minyak Kemiri Sunan (Reutealis trisperma) (RTO) menggunakan NaOH sebagai katalis dengan variasi konsentrasi katalis yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 wt% telah diteliti. Minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma) adalah bahan baku yang menarik untuk produksi biodiesel. Biodiesel disintesis dengan dua tahap reaksi yaitu esterifikasi menggunakan katalis H2SO4 dan transesterifikasi dengan menggunakan katalis NaOH. Dalam penelitian ini, diteliti pengaruh konsentrasi katalis terhadap produk biodisel serta dan karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield biodiesel meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 0,5-1,0 wt%, selanjutnya dengan meningkatnya konsentrasi katalis dari 1,5-2,0 wt% membuat yield menurun. Yield optimum dicapai pada 84,7%. FAME (fatty  acid  methyl  ester) diperoleh dengan konsentrasi katalis 1 wt% pada kondisi reaksi 65°C, waktu reaksi 1 jam dan rasio metanol minyak 1:2 (wt/wt). Karakteristik biodiesel diamati dengan uji standart bahan bakar dan hasilnya dibandingkan dengan standart ASTM D6751-02. Karakteristik biodiesel yang disintesis dengan konsentrasi katalis NaOH 1% adalah angka asam (0,55 mg KOH/g), densitas (0,90 gr/cm3), viskositas pada 40°C (9,2 cSt), angka setana (54,5) dan residu karbon (0,24 wt%/wt). This research was investigated bio diesel synthesis of Reutealis trisperma oil (RTO) by using NaOH as a catalist with variation of catalyst concentration as follow 0.5; 1.0; 1.5 and 2,0 wt% . Reutealis trisperma oil is an attractive raw material for  bio diesel production. It was produced by two steps of reactions, they are esterification by using H2SO4 catalyst and transesterification by using NaOH catalyst. This study examined the effect of catalyst concentration on the yield of biodiesel and their selected properties. The result showed, that the bio diesel yield  with catalyst concentration increasing from 0,5-1,0 wt%, increased, while increasing the concentration from 1,5-2,0 wt% makes the yield decreased. The optimum yield was obtained in 84,71%, and fatty  acid  methyl  ester (FAME)  was  obtained  with catalyst  concentration  1,0 wt% when the reaction condition was at 65°C and  time reaction was 1 hour  and  methanol to oil ratio was 1:2 (wt/wt). Bio diesel characteristic was evaluated  by standard fuel test and the result was compared to ASTM D6751-02 standard.  Synthesized Bio diesel characteristic with NaOH catalyst concentration of 1% resulted from acid number (0,55 mg KOH/g), density (0,90 gr/cm3), viscosity at 40°C (9,2 cSt), cetane number (54,5) and carbon residue (0,24 wt%/wt).
Pengaruh Jenis Prekursor dan Suhu Kalsinasi terhadap Karakteristik Komposit TiO2-SiO2 dan Aplikasinya dalam Degradasi Rhodamin B
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.16063

Abstract

Rhodamin B merupakan zat warna yang membayakan jika terpapar langsung sehingga perlu pengolahan khusus. Salah satu upaya pengolahannya adalah dengan fotodegradasi menggunakan material semikonduktor dan radiasi sinar ultraviolet. Titanium dioksida (TiO2) merupakan fotokatalis yang sangat baik dan dengan substrat SiO2 dapat menyediakan situs adsorpsi yang dapat mendukung TiO2 dalam mendegradasi senyawa organik. Telah dilakukan penelitian tentang sintesis fotokatalis komposit TiO2-SiO2 untuk: (i) mengetahui pengaruh jenis prekursor TiO2 dan suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO2-SiO2, (ii) mengetahui pengaruh pH larutan awal terhadap degradasi zat warna rhodamin B oleh komposit TiO2-SiO2. Komposit disintesis dengan metode sol-gel menggunakan titanium (IV) isopropoksida, titanium (IV) butoksida sebagai prekursor TiO2, dan tetraorthosilikat sebagai prekursor SiO2. Proses kalsinasi dilakukan pada suhu 500, 600 dan 700°C. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan komposit TiO2-SiO2amorf, SiO2 berfungsi sebagai host dari TiO2. Hasil karakterisasi DR-UV menunjukkan komposit TiO2-SiO2 memiliki nilai band gap terkecil sebesar 3,34 eV. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan ikatan Si-O-Si, Si-O-Ti dan Ti-O pada bilangan gelombang 1083,61 cm-1; 951,89 cm-1; dan 660,62 cm-1. Hasil uji degradasi rhodamin B menunjukkan komposit TiO2-SiO2 yang disintesis menggunakan TiIPP dan suhu kalsinasi 600°C memiliki aktivitas fotokatalitik tertinggi dengan pesentase degradasi sebesar 56,63% dan menunjukkan aktivitas fotokatalitik tertinggi pada pH 9 sebesar 60,92% selama 3 jam.Rhodamine B is a coloring substance that endangers if exposed directly so that special processing is needed. One of the processing efforts is by photodegradation using semiconductor materials and ultraviolet radiation. Titanium dioxide (TiO2) is a very good photocatalyst and with SiO2 substrate can provide adsorption sites that can support TiO2 in degrading organic compounds. The research of the synthesis of TiO2-SiO2 photocatalyst composite has been done. The aims of this research is to: (i) study the effect of TiO2 precursor and the calcination temperature of the TiO2-SiO2 composite characteristics, (ii) the effect  of  initial  pH  of  solution  to  the  degradation  of  rhodamine  B  dye  by TiO2-SiO2 composite. Synthesis of composite prepared by sol-gel method using titanium (IV) isopropoxide, titanium (IV) butoxide as a precursor of TiO2, and tetraorthosilicate as a precursor of SiO2. Calcination process at a temperature of 500, 600 and 700°C. XRD characterization results indicate TiO2-SiO2 composite amorphous and amorphous SiO2 which functions as host of TiO2. DR-UV characterization results that TiO2-SiO2 composites has the smallest value of band gap is 3,34 eV. FTIR characterization results indicate a bond Si-O-Si, Si-O-Ti and Ti-O at 1083,61 cm-1; 951,89 cm-1; and 660,62 cm-1 wavenumbers. The results of degradation of rhodamine B shows the composite TiO2-SiO2 synthesized using TiIPP and calcination temperature of 600°C has the highest photocatalytic activity with the degradation percentage is 56,63% and showed the highest photocatalytic activity at pH 9 is 60,92% for 3 hours.
Efek Pemberian Pakan dengan Tambahan Overripe Tempe terhadap Jumlah Escherichia coli dan Bakteri Asam Laktat (BAL) pada Ayam Petelur
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i1.32698

Abstract

Overripe tempe memiliki kandungan nutrisi dan komponen bioaktif yang dihasilkan bakteri asam laktat dan kapang Rhizopus oligosporus. Bakteri asam laktat (BAL) dapat menghasilkan beberapa senyawa metabolit, seperti hidrogen peroksida, diasetil, asam laktat dan bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek pemberian pakan dengan tambahan overripe tempe terhadap jumlah total Escherichia coli dan BAL pada ayam petelur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 kelompok perlakuan masing-masing 7 kali pengulangan. Penelitian ini menggunakan 28 ekor ayam petelur umur 94 minggu. Pemberian perlakuan pakan dengan tambahan overripe tempe terdiri atas P0 (pakan tanpa overripe tempe), P1 (overripe tempe 7,5%), P2 (overripe tempe 15%) dan P3 (overripe tempe 22,5%). Parameter yang diamati adalah penurunan E. coli dan peningkatan BAL pada hari ke-20 dan ke-40. Data hasil penelitian dinalisis dengan Anova dan dilanjut dengan uji Tuckey dengan signifikasi 5%. Hasil penelitian pada hari ke-20 menunjukkan pemberian overripe tempe berpengaruh terhadap penurunan E. coli dan peningkatan BAL. Pada hari ke-40, pemberian overripe tempe berpengaruh terhadap penurunan E. coli namun tidak berpengaruh terhadap peningkatan BAL. Simpulan dari penelitian ini yaitu pemberian overripe tempe yang optimal pada feses ayam petelur fase layer adalah 7,5%.Overripe tempe contains nutrients and bioactive components obtained from lactic acid bacteria and Rhizopus oligosporus mold. Lactic acid bacteria (LAB) can produce several metabolites, such as hydrogen peroxide, diacetyl, lactic acid and bacteriocins. This study aims to examine the effect of feeding with the addition of overripe tempe on the total amount of Escherichia coli and lactic acid bacteria in laying hens. This study used a one-factor completely randomized design (CRD) with 4 treatment groups with 7 repetitions. This study used laying hens that were 94 weeks old and totaled 28 chickens. Provision of feed treatment with additional overripe tempe consisted of P0 (feed without overripe tempe), P1 (giving overripe tempe 7,5%), P2 (giving overripe tempe 15%) and P3 (giving overripe tempe 22,5%). The parameters observed were a decrease in Escherichia coli and an increase in lactic acid bacteria on the 20th and 40th days. The research data were analyzed using the Anova test at 5% significance, if the results had a significant effect, then the Tuckey test was followed with a significance of 5%. The results of the study on the 20th day showed that giving overripe tempe influenced on decreasing E. coli bacteria and influenced increasing LAB. The results of the study on the 40th day showed that giving overripe tempe influenced on reducing E. coli bacteria but did not affect the increase in LAB. The conclusion from this research is that the optimal application of overripe tempe in layer phase layer chicken feces is 7,5%.
EKSISTENSI DAN KETUNGGALAN SOLUSI PERSAMAAN GELOMBANG AIRY MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEMIGRUP C_0
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v39i2.9294

Abstract

Semigrup  merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menunjukkan Masalah Nilai Awal (MNA) dari persamaan diferensial di Ruang Hilbert bersifat well posed. MNA dalam abstrak ini disebut Masalah Cauchy Abstrak. Semigrup pada Ruang Hilbert H merupakan keluarga operator linear  pada Ruang Hilbert H yang tertutup terhadap komposisi dan memiliki elemen identitas. Lebih lanjut, jika semigrup mempunyai turunan kanan di  maka turunannya disebut infinitesimal generator. Dalam hal ini, Teorema Lumer Philips memberikan ekivalensi antara infinitesimal generator dengan semigrup. Dalam hal tertentu semigrup dapat diperluas menjadi grup. Teorema Stone memberikan ekuivalensi antara generator dengan grup. Secara teknis, Teorema Lumer Philips mengatakan MNA bersifat well posed jika dan hanya jika infinitesimal generatornya bersifat m-dissipative. Selanjutnya, pendekatan semigrup diaplikasikan pada persamaan Airy.Semigroup  is one method used to show the Initial Value Problems (MNA)of differential equations in Hilbert space is well posed. In this research, MNA called Abstract Cauchy Problems. Semigroup is a family of linear operators  on Hilbert Space H which is closed under composition and has an identity element. Furthermore, if semigrup has a right derivative at  then it is called infinitesimal generator. In this case, the Lumer Philips Theorem provides the equivalence between infinitesimal generator and semigroup. In certain cases, semigroup can be expanded into a group. Stone Theorem gives the equivalence between generator and group. Then Lumer Philips Theorem said the MNA is well posed if and only if the infinitesimal generator is m-dissipative. Furthermore, semigroup approach was applied to the Airy equation.
ADSORPSI ION CU(II) MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H2SO4 DAN TERSALUT Fe2O3
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i1.3148

Abstract

Pasir laut merupakan bahan alam yang melimpah. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, pasir dapat dimanfaatkan sebagai penjerap ion logam berat mengingat 30% lebih dari volumenya adalah pori-pori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) menggunakan pasir laut kontrol, pasir laut teraktivasi H2SO4, pasir laut tersalut Fe2O3, serta pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3. Ada dua macam pasir laut yang digunakan, yaitu pasir hitam dan pasir putih. Kajian yang dilakukan meliputi optimasi adsorben pada variasi pH, konsentrasi ion logam, dan waktu kontak. Optimasi pH diperoleh pada pH 7, optimasi konsentasi ion logam diperoleh 250 ppm untuk pasir hitam dan 200 ppm untuk pasir putih, dan optimasi waktu diperoleh 60 menit untuk pasir hitam dan 90 menit untuk pasir putih. Kapasitas adsorpsi pasir laut teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 dalam menyerap ion logam tembaga sebesar 24,8634 mg/g untuk pasir hitam dan 19,8854 mg/g untuk pasir putih. Sebanyak 6,5 g pasir hitam teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3 digunakan untuk menyerap limbah pada konsentrasi Cu(II) sebesar 2960,32 ppm dengan persentase teradsorpsi sebesar 94,70%. Sedangkan pada pasir putih teraktivasi H2SO4 dan tersalut Fe2O3, sebanyak 8 g pasir digunakan untuk menyerap limbah dengan konsentrasi Cu(II) sebesar 2984,13 ppm, hasilnya menunjukkan 92,56% ion logam Cu(II) teradsorp. Sea sand is abundant natural materials. In addition to be used as a building material, sand can be utilized as heavy metal ion adsorbent, because it has quite a lot of pores, i.e 30% more than its volume. The purpose of this study was to determine the adsorption capacity of Cu(II) ions using sea sand alone as control, H2SO4-activated sea sand, Fe2O3-coated sea sand, as well as H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand. Two kinds of sea sand have been used in the research, i.e the black sand and the white sand. Studies were performed to examine the optimization of the adsorbent at various pH levels, metal ion concentrations, and adsorption contact time. The optimization of pH was obtained at pH 7, metal ion concentrations was obtained at 250 ppm in the black sand and 200 ppm in the white sand, and the optimation of contact time was 60 minutes for the black sand and 90 minutes for the white sand. The adsorption capacity of the H2SO4-activated and Fe2O3-coated sea sand to absorb copper ions was 24.8634 mg/g for the black sand and 19.8854 mg/g for the white sand. A total of 6.5 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated black sand were used to adsorb waste at 2960.32 ppm of C(II) concentration with the adsorbance percentage of 94.70%. Whereas a total of 8 g of H2SO4-activated and Fe2O3-coated white sand can adsorb waste with concentration of Cu(II) at 2984.13 ppm, and as much as 92.56% of Cu (II) metal ions were adsorbed.
PERAMALAN DERET WAKTU MENGGUNAKAN MODEL FUNGSI BASIS RADIAL (RBF) DAN AUTO REGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA)
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 2 (2012): October 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i2.2629

Abstract

Salah satu metode peramalan yang paling dikembangkan saat ini adalah time series, yakni menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data masa lampau yang dijadikan acuan untuk peramalan masa depan. Berbagai penelitian telah mengusulkan metode-metode untuk menyelesaikan time series, di antaranya statistik, jaringan syaraf, wavelet, dan sistem fuzzy. Metode-metode tersebut memiliki kekurangan dan keunggulan yang berbeda. Namun permasalahan yang ada dalam dunia nyata merupakan masalah yang kompleks. Satu metode saja mungkin tidak mampu mengatasi masalah tersebut dengan baik. Dalam artikel ini dibahas penggabungan dua buah metode yaitu Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Radial Basis Function (RBF). Alasan penggabungan kedua metode ini adalah karena adanya asumsi bahwa metode tunggal tidak dapat secara total mengidentifikasi semua karakteristik time series. Pada artikel ini dibahas peramalan terhadap data Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dan data inflasi komoditi Indonesia; kedua data berada pada rentang tahun 2006 hingga beberapa bulan di tahun 2012. Kedua data tersebut masing-masing memiliki enam variabel. Hasil peramalan metode ARIMA-RBF dibandingkan dengan metode ARIMA dan metode RBF secara individual. Hasil analisa menunjukkan bahwa dengan metode penggabungan ARIMA dan RBF, model yang diberikan memiliki hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan penggunaan salah satu metode saja. Hal ini terlihat dalam visual plot, MAPE, dan RMSE dari semua variabel pada dua data uji coba. The accuracy of time series forecasting is the subject of many decision-making processes. Time series use a quantitative approach to employ data from the past to make forecast for the future. Many researches have proposed several methods to solve time series, such as using statistics, neural networks, wavelets, and fuzzy systems. These methods have different advantages and disadvantages. But often the problem in the real world is just too complex that a single method cannot provide adequate solutions, since a single model may not completely identify all the characteristics of time series. In this research, we propose to combine two methods, Auto Regressive Integrated Moving Average (ARIMA) and Radial Basis Function (RBF). This research will make a forecasting for Wholesale Price Index (WPI) and inflation of Indonesian commodity. Each of data is in the range of 2006 to several months in 2012, and each has 6 variables. The results of ARIMA-RBF forecasting method will be compared with ARIMA method and RBF method individually. The result of the analysis shows that the combined method of ARIMA and RBF is more accurate than the ARIMA model or RBF model only. The result can be observed using the visual plot, MAPE, and MSE of all the variables in the two trial data.
Analisis Faktor-Faktor dan Peluang yang Berpengaruh terhadap Tingkat Keparahan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Sleman Yogyakarta Menggunakan Regresi Logistik Ordinal
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 40, No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v40i2.12885

Abstract

Regresi logistik ordinal merupakan salah satu metode statistika yang menggambarkan hubungan antara suatu variabel dependen dengan lebih dari satu variabel independen, dimana variabel dependen memiliki lebih dari dua kategori dan skala pengukuran bersifat ordinal. Regresi logistik ordinal dapat diaplikasikan pada bidang kecelakaan lalu lintas. D.I Yogyakarta dikenal dengan kota pendidikan, pariwisata dan kebudayaan memiliki jumlah kecelakaan yang terbilang tinggi. Dengan wilayah meliputi 4 Kabupaten dan 1 Kota, Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang tergolong tinggi dengan kerugian materil paling banyak pada tahun 2016 berdasarkan data kantor Dirlantas Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan korban dan peluang berdasarkan faktor yang ada. Dari penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan korban kecelakaan lalu lintas adalah Usia, Jenis Kelamin, Peran Korban, Jenis Kecelakaan, Profesi, Kendaraan Korban dan Kendaraan Lawan. Dari tingkat ketepatan klasifikasi model tepat menerangkan keparahan korban kecelakaan sebesar 90,5%.Ordinal logistic regression is one of the statistical methods that describes the relationship between a dependent variable with more than one independent variable, where the dependent variable has more than two categories and the measurement scale is ordinal. Ordinal logistic regression can be applied to the area of traffic accidents. D.I Yogyakarta is known as the city of education, tourism and culture has a number of accidents are fairly high. With the region covering 4 districts and 1 city, Sleman regency is an area with high traffic accident level with the biggest material loss in 2016 based on data of Yogyakarta Dirlantas office. This study aims to see the factors that affect the severity of victims and opportunities based on existing factors. From the research note that the factors that influence the severity of traffic accident victims are Age, Sex, Role of Victim, Type of Accident, Profession, Vehicle Victim and Vehicle Opponent. From the level of accuracy of the exact model classification explains the severity of casualty victims by 90.5%.