cover
Contact Name
-
Contact Email
mipa.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
mipa.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Mathematics and Natural Sciences, D12 Building 1st Floor, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences
ISSN : 02159945     EISSN : 27747832     DOI : https://doi.org/10.15294/ijmns
Core Subject : Education,
The scope of the journal includes the following areas of research: Natural Sciences, Mathematics, and Applied Sciences
Articles 506 Documents
ANALISIS EKSISTENSI DAN KARAKTERISASI KONTROL OPTIMAL VAKSINASI DALAM MODEL EPIDEMI SEIR DENGAN DUA WAKTU TUNDA
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3723

Abstract

Dalam makalah ini dibahas eksistensi dan karakterisasi kontrol optimal untuk permasalahan vaksinasi. Model dasar epidemi yang digunakan adalah model penyebaran penyakit S E I R ( Susceptible, Exposed, Invected Recovered ) untuk populasi yang diasumsikan konstan dan menggunakan laju insidensi bilinear βSI/N. Analisis juga menambahkan dua parameter waktu tunda pada variabel keadaan dan variabel kontrol. Permasalahan optimasi meliputi pendefinisian fungsi tujuan yang melibatkan variabel keadaan dan variabel kontrol serta sistem persamaan diferensial (model penyebaran penyakit) sebagai kendala untuk permasalah optimasi. Analisis karakterisasi dengan menggunakan Kriteria Minimum Pontryagin dilakukan terhadap Augmented Hamiltonian dari permasalahan optimasi yang telah dibentuk untuk menentukan kondisi transversal dan kontrol optimumnya.{0Dalam makalah ini dibahas eksistensi dan karakterisasi kontrol optimal untuk permasalahan vaksinasi.}0{This paper discusses the existence and characterization of optimal control for vaccination issue.0} {0Model dasar epidemi yang digunakan adalah model penyebaran penyakit SEIR (Susceptible,Exposed, Invected Recovered) untuk populasi yang diasumsikan konstan dan menggunakan laju insidensi bilinear .}0{The epidemy basic model used was SEIR (Susceptible,Exposed, Invected Recovered) disease spreading model for population which was assumed to be constant and uses βSI/N bilinear incidence rate.0} {0Analisis juga menambahkan dua parameter waktu tunda pada variabel keadaan dan variabel kontrol.}0{Analysis also adds two parameters of delayed time on condition variable and control variable.0} {0Permasalahan optimasi meliputi pendefinisian fungsi tujuan yang melibatkan variabel keadaan dan variabel kontrol serta sistem persamaan diferensial ( model penyebaran penyakit ) sebagai kendala untuk permasalah optimasi.}0{Optimalization issue include the definition of objective function which engage condition variable and control variable and differential equation system (disease spreading model) as the constraint of optimalization issue.0} {0Analisis karakterisasi dengan menggunakan Kriteria Minimum Pontryagin dilakukan terhadap Augmented Hamiltonian dari permasalahan optimasi yang telah dibentuk untuk menentukan kondisi transversal dan kontrol optimumnya.}0{Charakterization using Pontryagin Minimum Criteria was done against Augmented Hamiltonian from optimalization issue which was formed to determine transversal condition and its optimum control.0}
ANALISIS METODE KARMARKAR UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINIER
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2966

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar matematis dalam metode Karmarkar, mengetahui penyelesaian masalah program linier dengan metode Karmarkar, serta menganalisis penyelesaian masalah program linier dengan metode simpleks dan metode Karmarkar. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur. Penyelesaian program linier dengan metode Karmarkar, mula-mula harus diubah dalam bentuk kanonik Karmarkar, kemudian diselesaikan dengan metode Karmarkar. Penyelesaian program linier dengan metode Karmarkar dilakukan secara manual dan dengan menggunakan program Matlab, kemudian hasil dari keduanya dilakukan analisis. Kesimpulannya adalah bahwa metode Karmarkar adalah suatu metode titik interior yang menembus dari daerah fisibel untuk mencapai suatu solusi optimum sedangkan metode simpleks bergerak dari titik ekstrim menuju ke penyelesain optimum. Titik interior dilambangkan dengan banyaknya variabel. Menyelesaikan masalah dengan metode Karmarkar yaitu dengan mengubah bentuk dasar program linier ke bentuk kanonik Karmarkar, dilanjutkan dengan perhitungan iterasi hingga nilai  minimum (kanonik Karmarkar) kurang dari 0,05. Metode Karmarkar membutuhkan perhitungan yang relatif lebih besar untuk persoalan program linier yang berukuran kecil dan lebih cepat diselesaikan dengan metode simpleks, sedangkan untuk kendala yang lebih besar metode Karmarkar lebih efisien dibandingkan metode simpleks. This research purpose is to determine the basic mathematical Karmarkarmethods, to know the solving linear programs with Karmarkar method, and to analyze the problem solving linear program with the simplex method and Karmarkar method. This research was literature study. The completion of linear programs with Karmarkar method was done manually by using Matlab program, then the results of both was analyzed. The conclusion is the Karmarkar method is a method that penetrates the interior point of the feasible region to achieve an optimum solution while the simplex method moves from the extreme point toward the optimum completion. The interior point is denoted by is the sum of variable. To resolve the problem with the Karmarkar method is to change the basic shape into a canonical form linear program of Karmarkar, it is followed by the calculation of iterations until a minimum value of Z (canonical of Karmarkar) is less than 0,05. Linear programming problems are usually small, Karmarkar method requires the calculation of a relatively larger and more quickly solved by the simplex method. Karmarkar method is faster than the simplex method.  
Analisis Perbandingan Akurasi Metode Fuzzy Tsukamoto dan Fuzzy Sugeno Dalam Prediksi Penentuan Harga Mobil Bekas
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 44, No 2 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v44i2.32967

Abstract

Mobil merupakan transportasi darat yang sangat membantu aktivitas manusia dalam melakukan kegiatan seharihari. Toyota Avanza 47% mendominasi pasar mobil bekas dibanding merek lainnya. Dalam transaksi jual beli mobil bekas, selisih harga yang berbeda sering memiliki nilai yang jauh berbeda. Logika fuzzy dapat digunakan untuk memprediksi harga mobil bekas dengan memperhatikan beberapa aspek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi prediksi antara metode Fuzzy Tsukamoto dengan Fuzzy Sugeno. Fuzzy Tsukamoto bersifat intuitif dan dapat memberikan tanggapan berdasarkan informasi yang bersifat kualitatif, tidak akurat, dan ambigu. Sedangkan Fuzzy Sugeno yang terdiri atas basis aturan dengan beberapa aturan penarikan kesimpulan fuzzy. Gagasan ini ditulis dengan analisis melalui studi literatur buku, jurnal dan pengumpulan data berupa dataset maupun landasan teori yang terkait. Berdasarkan analisis data sampel penjualan mobil bekas dan pembandingan 2 metode dengan variabel yang sama. Hasil dari penelitian yang telah dihitung, diperoleh bahwa metode Fuzzy Tsukamoto memiliki tingkat error sebesar 8% dan Fuzzy Sugeno sebesar 38% pada prediksi harga mobil Toyota Avanza bekas.
PEMODELAN FISIK APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER UNTUK MENDETEKSI KEBERADAAN AIR TANAH
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 35, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v35i1.2095

Abstract

Penelitian ini adalah studi geofisika berupa pemodelan fisis dengan memanfaatkan metode geolistrik tahanan jenis. Medium yang digunakan adalah tanah merah dan tanah liat. Pada media tersebut diinjeksikan arus dan kemudian dilakukan pengukuran terrhadap arus maupun potensialnya. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan 4 buah elektroda, yakni 2 elektroda arus dan 2 elektroda potensial. Konfigurasi yang digunakan adalah konfigurasi Schlumberger yang diharapkan dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan air. Instrumen yang digunakan adalah resistivitymeter Naniura NRD 22S yang dilengkapi dengan empat buah elektroda yang berfungsi dalam pembacaan output respon beda potensial akibat arus yang diinjeksikan ke dalam permukaan tanah merah melalui dua buah elektroda arus dan dua buah elektroda potensial. Hasil inversi 2-D menggunakan perangkat lunak Res2Dinv menunjukkan bahwa metode geolistrik konfigurasi Schlumberger dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan air tanah beserta nilai resistivitasnya yaitu untuk tanah liat 1 posisi, 2 posisi, dan 3 posisi dengan volume injeksi air kumulatif berkisar antara 14.4-70.0 Ωm. This research is geophysical study of physical modeling by using geoelectric resistivity method, and it used land and clay as media. The current was injected to the media then measured its current and potential. The measurement used 4 electrodes, consisting of 2 current electrodes and 2 potential electrodes. This research used Schlumberger configuration which is expected to be used to investigate the presence of water. Resistivitymeter Naniura NRD 22S with 4 electrodes was used to read the output response of potential difference as a result of injected current to red earth through 2 current electrodes and 2 potential electrodes. 2-D inversion result using Res2Dinv software showed that geoelectric method Schlumberger configuration can be used to determine the groundwater presence and its resistivity values for 1 position, 2 positions, and 3 positions of clay with cumulative injected water volume about 14.4-70.0 Ωm.
IDENTIFIKASI PERTAMBAHAN PERSEBARAN LIMBAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) JATIBARANG TAHUN 2015 MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 38, No 2 (2015): October 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v38i2.5809

Abstract

Pada tahun 2000 timbunan sampah pada TPA Jatibarang yang berlokasi di Kelurahan Kedungpane Kecamatan Mijen Kota Semarang, sudah melebihi daya tampung yaitu sekitar 1,6 juta m3. Kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan terutama pencemaran leacheat (air lindi). Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat pencemaran limbah di daerah sekitar TPA Jatibarang pada tahun  2015 dengan menggunakan metode geolistrik konfigurasi schlumberger. Pengambilan data dilakukan pada tiga titik penelitian, dua berada didalam TPA dan satu berada di daerah perumahan sekitar TPA dengan panjang lintasan masing-masing 75 m. Pengolahan data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan softwareres2dinv. Hasil yang didapatkan berupa kondisi topografi serta nilai resistivitas lindi sebesar 0,044-0,70 Ωm. Persebaran lindi pada tahun 2015 menuju ke daerah dengan elevasi rendah yang mengarah ke Sungai Kreo. Sedangkan persebaran lindi pada lokasi penelitian di Perumahan Bambankerep Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang juga telah diidentifikasikan tercemar oleh air lindi yang diduga berasal TPA Jatibarang.In 2000, piles of garbage in the landfill is located in the Village Jatibarang Kedungpane Mijen District of Semarang, has exceeded the capacity of around 1.6 million m3. The condition is potentially causing environmental pollution, especially pollution leacheat (leachate). Therefore, to investigate the pollution level of waste in the area around the landfill Jatibarang 2015 using geoelectric method Schlumberger configuration. Data were collected at three points research, two are in the landfill and one is located in a residential area around the landfill with a path length of each- each 75 m. Data processing results of research conducted by using softwareres2dinv. Results obtained in the form of topography and leachate resistivity value of 0.044 Ωm- 0.70 Ωm. Distribution of leachate in 2015 heading to areas with low elevation that leads to the River Kreo. While the spread of leachate at research sites in Housing Bambankerep Ngaliyan District of Semarang has been identified contaminated by leachate from the landfill Jatibarang suspected.
EFEKTIVITAS SKARIFIKASI DAN SUHU PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI KEPEL [Stelechocarpus burahol (Blume) Hook. F & Thompson] SECARA IN VITRO DAN EX VITRO
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 37, No 2 (2014): October 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v37i2.3714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah perkecambahan biji kepel. Sampel berupa biji kepel yang diperoleh dari Desa Jambean Kec. Kepil Kab. Wonosobo. Perkecambahan biji kepel menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) tiga faktor yang terdiri dari perlakuan skarifikasi (disayat, tanpa disayat), suhu (20oC, 40oC, 60oC, 80oC) dan teknik perkecambahan (in vitro, ex vitro). Biji kepel direndam selama 15 menit. Tiap percobaan masing-masing 5 ulangan. Parameter yang diukur adalah waktu munculnya kecambah, persentase perkecambahan, panjang radikula dan jumlah cabang akar. Analisis data menggunakan ANAVA tiga jalan dan jika data signifikan dilakukan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tanpa disayat, suhu 40oC, dan dengan teknik ex vitro optimal untuk mempercepat perkecambahan, sedangkan dengan teknik in vitro, biji kepel tidak berkecambah dalam waktu 5 bulan.This reseacrh aimed to facilitate germination of kepel seed. Sample used kepel seed from Jambean village, Kepil Wonosobo. The research used complete random design with three factors: scarification (sliced, unsliced), temperature (20oC, 40oC, 60oC, 80oC) and germination techniques (in vitro, ex vitro). Kepel seed soaked in temperature above for 15 minutes. Each experiment repeated 5 times. The parameters observed were times of early germination, germination percentage, radicule length and number of root branches. Data analyzed by three way ANOVA and if significantly different tested further by DMRT test. The results showed that the interaction between unsliced at 40oC in ex vitro was optimum to speed up germination, while in vitro treatment, kepel seed not germinated in 5 months.
KAJIAN VARIASI SUHU ANNEALING DAN HOLDING TIME PADA PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS BaZr0,15Ti0,85O3 DENGAN METODE SOL GEL
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 36, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v36i1.2957

Abstract

Penumbuhan lapisan tipis BaZr0,15Ti0,85O3 telah dilakukan menggunakan metode sol gel di atas substrat Pt/Si yang disiapkan dengan spin coater. Penumbuhan lapisan tipis menggunakan variasi suhu annealing 8000C dan 9000C, dan variasi waktu tahan (holding time) 3 jam dan 4 jam dengan kecepatan putar 4000 rpm. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan, seiring dengan bertambahnya waktu tahan menunjukkan bertambahnya intensitas yang semakin tinggi. Hal ini  menandakan tingkat kekristalan makin tinggi. Namun, dengan penambahan suhu annealing maka intensitas semakin kecil. Setelah dilakukan penghalusan menggunakan metode Rietveld dengan program GSAS, parameter kisi lapisan tipis BaZr0,15Ti0,85O3 semakin besar dengan bertambahnya suhu annealing dan waktu tahan serta memiliki struktur kristal tetragonal. Partikel size yang didapat dengan formula Scherer semakin besar seiring dengan bertambahnya suhu annealing dan waktu tahan. Hal ini juga ditunjukkan dari SEM, ukuran butir semakin besar seiring dengan bertambahnya suhu annealing, akan tetapi pada varisi suhu annealing ukuran butir tidak dapat ditentukan.  Thin Films BaZr0,15Ti0,85O3 have deposited on Pt/Si substrate by using sol gel method that was prepared by using spin coater. Deposition of thin films applies by using annealing temperatures in 8000C and 9000C, while the holding time was 3 and 4 hours and the rotation speed was 4000 rpm.The XRD characterization results show that the x-ray intensity increases along with the increasing of its holding time therefore it indicates that the crystallinity level is higher. Meanwhile the x-ray intensity decreases along with the increasing of annealing temperature. The refinement results using the Rietveld method with the GSAS program show that the thin films BaZr0.15Ti0.85O3 have tetragonal crystal structure and its lattice parameter value increases along with the increasing of its annealing temperature and holding time. Particle size obtained by Scherer formula was increasing along with the increasing of the annealing temperature and holding time. It was also shown from the SEM characterization results that the particle size increased along with the increasing of the annealing temperature but the grain size variation cannot determined.
Optimasi Perencanaan Produksi Kayu Lapis PT. XXX Menggunakan Metode Goal Programming
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 41, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v41i1.14055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan produksi barecore di PT. XXX, menggunakan data primer dan data sekunder bulan Januari – Mei 2017. Model Goal Programming untuk menentukan banyak produksi setiap produk (produk barecore A, B, C) pada setiap minggu selama 1 bulan dengan tujuan memenuhi permintaan konsumen bulanan, memaksimumkan output produksi setiap minggu dalam bulan, memaksimumkan kapasitas gudang, meminimumkan saldo akhir mingguan, memaksimumkan penggunaan bahan baku kaso, memaksimumkan penggunaan bahan tambahan yang tersedia perminggu, memaksimumkan jam kerja forklift yang tersedia. Berdasarkan penyelesaian model Goal Programming dapat disusun jadwal produksi optimal yang dapat memenuhi semua tujuan berdasarkan proritas yang ditetapkan dan usulan untuk perbaikan perencanaan produksi.The research aims to create barecore production planning in PT. XXX, use primary data and secondary data on January – May 2017. Goal Programming Method is used determine how many production of each product (barecore product A, B,C) every week per month in order to fulfill the consumer’s monthly demand, maximize production output every week per month, maximize warehouse capacity, minimize weekly balance, maximize available raw material usage per week, maximize additional raw materials usage per week, maximize available forklift working hours. According to the completion of Goal Programming method, optimal production schedule can be arranged  in purpose to fulfill all priority goals that has been set, and a proposal for the improvement of production  planning.
Pemberian Kompos Daun Jati, Air Kelapa dan Limbah Cair Ampas Tahu Terhadap Hasil Tanaman Temulawak
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 42, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v42i1.22637

Abstract

Temulawak sebagai tanaman obat memiliki banyak khasiat, diantaranya meningkatkan kerja ginjal, anti inflamasi, obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, antikolesterol, antianemia, dan pencegah kanker. Untuk menghasilkan rimpang temulawak berkualitas, perlu upaya pembudidayaan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah menguji pemberian kompos daun jati, air kelapa, dan limbah cair ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil temulawak. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan kombinasi pemberian kompos daun jati, air kelapa, limbah cair ampas tahu pada konsentrasi 0%, 25%, dan 50% dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah anakan dan berat kering rimpang (g).Teknik analisis data digunakan analisis varian (anava) satu arah, dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Perlakuan dengan menggunakan air kelapa j1k2t2 dan j2k2t2 menghasilkan tinggi tumbahan dan berat rimpang temulawak yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Sedangkan parameter pertumbuhan yang lainnya relatif sama, kecuali pada perlakuan j0k0t0. Tinggi tanaman temulawak yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 36,50 cm dan 38,70 cm. Berat rimpang yang dihasilkan dari perlakuan j1k2t2 dan j2k2t2 masing-masing adalah 360, 30 g dan 365,60 g.
RUMUSAN METODE DETEKSI PENCURIAN LISTRIK MEMANFAATKAN PERANGKAT WSN
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences Vol 39, No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijmns.v39i2.9287

Abstract

Mendeteksi kasus pencurian listrik di Indonesia memerlukan usaha dan biaya yang besar. PLN saat ini masih menggunakan metode lama dalam mendeteksi kasus pencurian yaitu dengan memeriksa pola tagihan listrik yang didapatkan dari pencatatan secara manual oleh petugas. Penelitian ini mengajukan suatu metode deteksi pencurian listrik dengan memanfaatkan perangkat WSN yang dipasangkan dimeteran pelanggan untuk memonitor jumlah pemakaian listrik. Logika pendeteksian adalah dengan membandingkan data konsumsi pada pelanggan dengan data jumlah listrik yang disalurkan oleh gardu penyalur pada suatu cakupan wilayah. Hasil penelitian berupa simulasi dengan bantuan perangkat lunak Excel, hasil simulasi menunjukkan keefektifan penggunaan metode yang diajukan dengan tingkat akurasi yang tinggi.Detecting theft electricity in Indonesia require enormous amount of efforts and money. PLN until these days still using the old school method to detect this case by checking the pattren of customers electricity bills manualy by the PLN employee. Purposed method in this research is to detect leak of electricity by spreading WSN devices inside each customers meteran to monitor total power consumtion. Logic of the method is compare sum of power consumtion in a testing area with amount of electricity flow in that area by monitor the gardu penyalur conductor. Result of this research is excel simulation, simulation outcome shows that using the purposed to decided system status is effective in the system operational with high accuracy with the actual condition.