cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2012): July 2012" : 30 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERSTRATEGI REACT TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMA KELAS XI lsmawati, Riva; Saptorini, Saptorini; Wijayati, Nanik
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri berstrategi REACT terhadap hasil be/ajar serta menentukan besar kontribusinya pada hasil be/ajar. Manfaat yang diharapkan adalah perbaikan kondisi pembelajaran mata pelajaran kimia kelas XI melalui kegiatan pembelajaran kontruktivisme. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI di Semarang. Analisis tahap awal menunjukkan populasi memiliki tingkat homogenitas sama dan berdistribusi normal. Rata-rata hasil be/ajar kelas eksperimen setelah diberi perlakuan lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu masing-masing sebesar 75,52 dan 67, 14. Uji perbedaan dua rata-rata hasil be/ajar diperoleh thitung (4,85) > tiabel (1,66), sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil be/ajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Uji korelasi diperoleh koefisien korelasi biserial (rb) sebesar 0,58 dan thitung (5,68) > trabet (1,99), sehingga pengaruh yang ditimbulkan signifikan. Pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri berstrategi REACT ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar 33,64%. Hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen sudah mencapai ketuntasan be/ajar klasikal sedangkan kelas kontrol be/um. Rata-rata nilai afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri berstrategi REACT berpengaruh positif terhadap hasil be/ajar kimia siswa SMA kelas XI.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN CONCEPT MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA SISWA SMA Novia, Teti Rizqi; Kusumo, Ersanghono
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil be/ajar siswa di sebuah SMA pada tahun ajaran 2011/2012. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X-3 yang berjumlah 34 siswa dengan materi stoikiometri. Penelitian terdiri dari tiga siklus, setiap siklusnya terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh dengan metode tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil be/ajar kimia aspek kognitif siklus I adalah 78,53 dengan ketuntasan be/ajar klasikal mencapai 76,47%. Pada siklus II rata-rata hasil belajara kimia aspek kognitif adalah 80,88 dengan ketuntasan be/ajar secara klasikal sebesar 82,35%. Pada siklus Ill rata-rata hasil be/ajar kimia aspek kognitif adalah 87,06 dengan ketuntasan be/ajar secara klasikal sebesar 88,24%. Untuk hasil be/ajar afektif, nilai rata-rata pada siklus I, II dan Ill berturut-tuirut 74,36, 78, 77, dan 86,22. Sedangkan nilai rata-rata psikomotorik pada siklus I adalah 70,59, siklus II adalah 76,66 dan siklus Ill adalah 86,86. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran konstruktivisme berbantuan concept map mampu meningkatkan hasil be/ajar siswa.This research aimed to improve learning outcomes of student in an high school on academic year 2011/2012. Subject of this class action research is the class X-3 as many as 34 students at stoichiometry material. This research consisted of three cycles, each cycle consisted of four stages: planning, action, observation and reflection. The research data obtained by test and observation methods. The result showed that average cognitive learning outcome of student in cycle I is 78.53 with 76.47% of completeness classical, cycle II is 80.88 with 82.35% classical completeness, and cycle Ill is 87.06 with 88.24% completeness classical. The average affective learning outcome of student in cycles I, II, and Ill are 74.36, 78.77, and 86.22. While average psychomotoric learning outcome of students in the cycle I is 70.59, cycle II is 76.66 and cycle Ill is 86.86. From these results, it can be concluded that the application of constructivism learning model assisted by concept map can improve student learning outcomes.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (Higher Order Thinking Skills) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X Handayani, Ririn; Priatmoko, Sigit
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem solving berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) terhadap hasil be/ajar kimia siswa kelas X materi pokok larutan elektrolit dan konsep redoks. Populasinya adalah 286 siswa kelas X suatu SMA di Semarang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dengan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Rata-rata nilai hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen sebesar 84,06, sedangkan kelas kontrol 77,60. Kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama, sedangkan pada uji t dua pihak dihasilkan -trabel (-2,00)<thitung(4,32)>ttabei(2,00) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Pada uji t satu pihak kanan diperoleh thitung (4,32)>trabe1 (1,67) yang berarti bahwa rata-rata hasil be/ajar kognitif siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hasil analisis korelasi diperoleh angka r=0,5079, sehingga signifikan dengan harga koefisien determinasi sebesar 25, 79%, berarti penggunaan pembe/ajaran problem solving berorientasi HOTS memiliki kontribusi sebesar 25,79% terhadap hasil be/ajar siswa, sedangkan 74,21% dijelaskan oleh variabel lain. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran problem solving berorientasi HOTS berpengaruh positif terhadap hasil be/ajar kimia siswa. Pembelajaran problem solving dapat merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa seperti berpikir kritis dan kreatif.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING BERBANTUAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR Diasputri, Ajeng; Nurhayati, Sri; Wahyuni, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Probing-Prompting Berbantuan Lembar Kerja Berstruktur terhadap hasil be/ajar siswa di suatu sekolah pada materi Hidrokarbon dan Minyak Bumi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pada kelas eksperimen digunakan model pembelajaran probing-prompting berbantuan lembar kerja berstruktur, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvesional. Setelah diberi perlakuan yang berbeda dan dilakukan post test dapat diketahui bahwa hasil be/ajar siswa kelas ekperimen lebih baik dibandingkan hasil be/ajar siswa kelas kontrol, yaitu masing-masing 77 dan 70. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata hasil be/ajar, diperoleh thitung(4,074)> trabe1(1,669), maka dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil be/ajar kelompok eksperimen lebih baik dari kelompok kontrol. Pada uji ketuntasan be/ajar, persentase ketuntasan kelas eksperimen mencapai 91, 18% dan kelas kontrol mencapai 59,38%. Uji korelasi memperoleh harga koefisien biserial sebesar 0,5638. Dari seluruh hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran probing-prompting berbantuan LKB berpengaruh terhadap hasil be/ajar siswa pada materi pokok Hidrokarbon dan Minyak bumi dengan memberikan kontribusi sebesar 32%.This study aimed to know the influence of the use of a learning model Probing-prompting assisted by structured worksheet on learning outcomes in an high school especially in the Hydrocarbon and Petroleum. Sampling is done by using purposive sampling technique. In the experimental class, learning used Probing-prompting assisted by structured worksheet, while in classroom control used conventional methods. After being given a different treatment and after post test was done, it can be concluded that students learning outcomes in class experiment is better than the control class, respectively 77 and 70. Based on the analysis of difference average learning outcomes, it obtained fcounr(4,074)> trabie(1,669), so it can be concluded that the average of learning outcomes in experimental class is better than the control class. In the test mastery learning, mastery percentage of experimental class reached 91. 18% while control class reached 59.38%. Test correlation obtained biserial coefficient of 0.5638. It can be concluded that the learning model of Probing-prompting assisted by structured worksheet have significant effect on student learning outcomes on Hydrocarbons and Petroleum subject with contribution of 32%.
PENGARUH PENDEKATAN AESOPS BERBANTUAN GUIDANCE WORKSHEETTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA Pahlevi, Mirza; Sudarmin, Sudarmin; Prasetya, Agung Tri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pembelajaran akan menyenangkan dan optimal jika menerapkan media pembelajaran yang tepat. Sa/ah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar adalah pendekatan Aesops berbantuan media Guidance Worksheet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan Aesops berbantuan Guidance Worksheet berpengaruh terhadap hasil be/ajar siswa materi pokok hidrokarbon dan untuk mengetahui efektifitasnya terhadap hasil be/ajar siswa suatu SMA di Semarang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen nyata. T eknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling, yakni satu kelas dipilih sebagai kelas eksperimen menggunakan pendekatan Aesops berbantuan Guidance Worksheet dan satu kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Rata-rata nilai post test kelas eksperimen adalah 86,80 dan kelas kontrol adalah 80,64. Pada uji hipotesis thitung (4,858) > t1abel (1,99) yang berarti rata-rata hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Aesops berbantuan Guidance Worksheet berpengaruh terhadap hasil be/ajar kimia materi pokok hidrokarbon dan setelah metode tersebut diterapkan ternyata menambah keefektifan be/ajar siswa.Learning activity will be fun and optimal when applied using an appropriate learning media. One approach that can be used by teachers in teaching is the Aesops approach with media assisted of Guidance Worksheet. This study aimed to determine whether the use of the Aesops approach with media assisted of Guidance Worksheet have significant effect on student learning outcomes in subject of hydrocarbons and wether it have effectiveness after it applied on an high school student in Semarang. This study uses a real experiment design. The sampling technique used is cluster random sampling, one class was as an experimental class using the Aesops approach with media assisted of Guidance Worksheet while one class was as a control class using conventional methods. The intake of data research were obtained through the method of documentation, testing, observation and questionnaires. The average grade of post test in experimental class is 86.80 while in control class is 80.64. Hypothesis testing obtained tcaunt (4,858) > trable (1,99), which means that an average grade of cognitive learning outcomes in experiment class was better than the control class. It can be concluded that the Aesops approach with media assisted of Guidance Worksheet had an effect on chemistry learning outcomes of hydrocarbon subject and it increase the effectiveness of student learning.
PENERAPAN NUMBERED HEAD TOGETHER DENGAN PENDEKATAN GUIDED NOTE TAKING PADA MATERI HIDROKARBON Cesari, Aryati Vuliana; Imam, Kasmadi; Wahyuni, Sri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyampaian materi hidrokarbon dengan metode ceramah perlu dilengkapi dengan metode lain untuk meningkatkan hasil be/ajar yang be/um optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara hasil be/ajar kimia materi hidrokarbon siswa kelas X SMA menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpendekatan Guided Note Taking (GNT) dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X suatu SMA di Semarang tahun ajaran 2011/2012. Analisis data awal hasil be/ajar menghasilkan populasi normal dan homogen. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling dengan kelas X-A sebagai kelas eksperimen dan kelas X-0 sebagai kelompok kontrol. Desain Penelitian menggunakan control group pre test post test. Analisis data akhir menggunakan uji t. Analisis tahap akhir menunjukkan bahwa N-gain kelas eksperimen sebesar 0,65 sedangkan kelas control N-gain sebesar 0,56. Dari uji perbedaan rata­ rata diperoleh thitung(2,28)> t1abet(2,00) berarti rerata hasil be/ajar kelompok eksperimen lebih baik. Rata-rata hasil be/ajar kelas eksperimen 78,60 dengan ketuntasan klasikal 85,71%. Rata-rata kelas kontrol sebesar 73,43 dengan ketuntasan klasikal sebesar 71,42%, sehingga ada perbedaan yang signifikan pada hasil be/ajar kimia materi hidrokarbon kelas X SMA siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpendekatan GNT terhadap siswa dengan model pembelajaran konvensional.
MODEL COOPERATIVE SCRIPT BERPENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) TERHADAP HASIL BELAJAR Maksum, Amir; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif penerapan model pembelajaran Cooperative Script dengan pendekatan SETS terhadap hasil be/ajar kimia siswa kelas X. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X suatu MA di Kendal. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive cluster sampling, diperoleh satu sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan model cooperative script dengan pendekatan SETS dan satu kelas lain sebagai kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran menggunakan metode ekspositori dengan pendekatan SETS. Metode pengumpulan data yang digunakan dokumentasi, tes, observasi dan angket. Berdasarkan hasil analisis data ranah afektif diperoleh persentase skor 80% untuk kelas eksperimen dan 78% untuk kelas kontrol. Sedangkan persentase skor data ranah psikomotor untuk kelas eksperimen diperoleh 79 % dan kelas kontrol sebesar 78 %. Berdasarkan hasil analisis diperoleh koefisien korelasi rb 0,52 dengan besarnya kontribusi 28%. Simpulan pada penelitian ini penggunaan model pembelajaran cooperative script dengan pendekatan SETS berpengaruh terhadap hasil be/ajar kimia siswa kelas X suatu MA di Kendal pada pokok materi konsep redoks dengan kontribusi 28%.
PENGARUH MODEL COOPERATIVE CLASS EXPERIMENT (CCE) TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT(TGT) PADA KBK DAN HASIL BELAJAR SISWA Supartono, Supartono; Latifah, Latifah
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang masih menggunakan metode konvensional menyebabkan pencapaian kompetensi matapelajaran kimia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Cooperative Class Experiment (CCE) tipe Team Games Tournament (TGT) pada KBK dan Hasil Be/ajar siswa SMA topik reaksi redoks. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan menghasikan siswa kelas X8 sebagai kelas eksperimen dan kelas X7 sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah dokumentasi, tes dalam bentuk pilihan ganda dan essay berupa open-ended questions serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis data tes KBK yaitu pencapaian kelima subindikator KBK pada kelas eksperimen mencapai rata-rata 73, 75% yang berarti siswa dapat mengembangkan KBK dengan kriteria baik, sedangkan kelas kontrol dengan rata-rata 64,68% dalam kriteria KBK cukup. Dari hasil analisis, diperoleh rb 0,51 dengan besarnya kontribusi 26,29%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Model Cooperative Class Experiment (CCE) Tipe Team Games Tournament (TGT) berpengaruh pada KBK dan hasil be/ajar siswa suatu SMA di Semarang pada pokok materi redoks dengan kontribusi sebesar 26,29%.Learning with the conventional method make competency achievement in chemistry subject is still low. This study aimed to determine the effect of Model Cooperative Class Experiment (CCE) type Team Games Tournament (TGT) on CBC and Learning Outcomes on high school students in the topic of redox reactions. Sample determination was using cluster random sampling technique, class X8 grade students is as the experimental class and X7 class is as control class. The method used in data collection is documentation, in the form of multiple choice test and an essay in the form of open-ended questions and observations. The results showed that analysis of CBC data test achieved fifth subindikator CBC in the experimental class gained an average of 73. 75%, which means that students can develop CBC with good criterion, while the control class with an average of 64.68% in the CBC is sufficient criteria. 7he analysis data obtained rb 0.51 with the contribution of 26.29%. The results of this study concluded that the implementation of Cooperative Learning Model Class Experiment (CCE) Study Team Games Tournament (TGT) type have signiffican effect on CBC and student learning outcomes in high school in Semarang on the redox subject with the contribution of 26.29%.
LABORATORIUM KIMIA VIRTUAL: ALTERNATIF PEMBELAJARAN KIMIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA TADRIS KIMIA IAIN WALISONGO SEMARANG Mulyatun, Mulyatun
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas penggunaan laboratorium kimia virtual untuk meningkatkan hasil be/ajar mahasiswa kimia. Subjek penelitian ini ada/ah mahasiswa semester I Tadris Kimia IAIN Walisongo Semarang pada tahun akademik 201112012. Jumlah subyek penelitian sebanyak 40 mahasiswa. Ke/as TK-1 A terpilih sebagai kelompok eksperimen (pembelajarannya menggunakan laboratorium kimia virtual), dan kelas TK-1 B terpilih sebagai kelompok kontrol (pembelajarannya tidak menggunakan laboratorium kimia virtual). Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata pre test kelompok eksperimen sebesar 31,4 dan rata-rata nilai post test sebesar 74,4. Nilai rata-rata pre test untuk kelompok kontrol sebesar 31, 6 dan rata-rata nilai post test sebesar 62,2. Perhitungan menggunakan t-test menunjukkan bahwa t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Nilai t-tesnya sebesar 4,332 sedangkan t-tabelnya dengan a/fa 5% adalah 2,02 (4,332>2,02). Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil be/ajar yang signifikan antara mahasiswa yang menggunakan laboratorium kimia virtual dengan yang tidak menggunakan laboratorium kimia virtual, sehingga kita dapat mengatakan bahwa penggunaan laboratorium kimia virtual efektif untuk meningkatkan hasil be/ajar mahasiswa kimia.The objectives of this study were to describe the efectiveness of using virtual chemistry laboratory to improve the chemistry students learning. The subjects of this study were the students at grade I of Tadris Kimia IAIN Walisongo Semarang in the academic year of 2011/2012. The subjects was 40 students. The research uses cluster random sampling technique. Class TK-IA is chosen as experimental class (the students who are taught using virtual chemistry laboratory), and class TK-18 is chosen as control class (the students who are not taught using virtual chemistry laboratory). The result showed that the average score for eksperimental class is 31,4 for the pre test and 74,4 for the post test. While the average for control class is 31,6 for the pre test and 62,2 for the post test. The calculation using the t-test showed the value of the t-test is higher than the value of the t-table.the value oft-test is 4,332 while the value oft-table on alpha 5% is 2,02 (4,332>2,02). It can be concluded that there is a significant difference in students learning between students who are taught using virtual chemistry laboratory than students who are not taught without it. So, we can conclude that using virtual chemistry laboratory is effective to improve the chemistry students learning.
PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Wulandari, Rizki; Widodo, Antonius Tri
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya hasil be/ajar dan keaktifan siswa kelas XI suatu SMA di Kabupaten Kudus pada materi pokok Kelarutan dan hasil Kali Kelarutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model pembelajaran think pair share berbasis creative problem solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil be/ajar siswa. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan populasi seluruh siswa kelas XI. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Data peningkatan hasil be/ajar kognitif siswa diperoleh dari tes soal pilihan ganda, sedangkan data hasil be/ajar psikomotorik dan afektif siswa dari lembar observasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan hasil be/ajar dan keaktifan siswa. Selain itu, juga terjadi peningkatan ketuntasan klasikal hasil be/ajar kognitif yakni sebesar 95,24%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 80,00%. Besarnya pengaruh pembelajaran TPS berbasis Creative Problem Solving sebesar 35,35 %.Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair share berbasis creative problem solving dapat meningkatkan hasil be/ajar siswa.

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue