cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBANTUAN MODUL QT-BILINGUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i2.4415

Abstract

Quantum teaching learning model supported by QT(Quantum Teaching)-bilingual module emphasize optimization all multiple intelligences and learning style of students in learning activities with TANDUR frame. This research aimed to find out the effect of quantum teaching learning model supported by QT-bilingual module to the achievement of X grade students of SMA in Kedungwuni, how much the effect magnitude, and how student response. This research uses true experimental design with X.1 and X.8 classes as reasearch samples which determined by cluster random sampling technique. Data were collected through documentation, test, observation and questionnaire method. The results of hypothesis test analysis showed correlation and determination coefficient are 0.54 and 29.16%. The results of questionnaire stated that the students’ response is very good to quantum teaching learning model assisted by QT-bilingual module. Based on the analysis, it can be concluded that quantum teaching learning model assisted by QT-bilingual module effects on student learning outcomes by achieving the medium level of effect with contribution is 29.16%. Students’ response is very good actually to quantum teaching learning model supported by QT-bilingual module.Keywords: Quantum Teaching, QT-Bilingual Module 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA DASAR I DENGAN METODE PENDEKATAN MODIFICATION OF RECIPROCAL TEACHING
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i2.1275

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi    oleh  rendahnya  prestasi  belajar mahasiswa  pada mata  kuliah Kimia Dasar  I. Mahasiswa belum dapat belajar  secara mandiri dan proses pembelajarannya  belum  dapat mengaktifkan mahasiswa. Penelitian  dilakukan  dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang masing-masing terdiri atas  perencanaan,  pelaksanaan  tindakan,  observasi  dan  refl eksi,  data  yang  diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif.. Responden adalah mahasiswa program studi Kimia  semester 1 yang aktif mengikuti mata kuliah Kimia Dasar I.indikator keberhasilan yang akan dicapai adalah minimum 85% mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini dapat lulus dan batas nilai ketuntasan  mahasiswa adalah lebih besar dari 70. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa penggunaan metode pendekatan Modifi cation of Reciprocal Teaching (MODERAT) dapat meningkatkan hasil belajar matakuliah Kimia Dasar I pada mahasiswa Jurusan kimia semester 1 Tahun akademik 2008/2009. Kata Kunci: hasil belajar, modifi cation of reciprocal teaching
CHEMIST EDUCATION BLOG (CEB), EKSPOSITORI BERBANTUAN BLOG DALAM PEMBELAJARAN KIMIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 5, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v5i2.6198

Abstract

Permasalahan penelitian ini yaitu "Bagaimana pengaruh penggunaan model ekspositori dengan media Chemist Education Blog terhadap hasil belajar kimia SMA N 2 Batang kelas XI pada materi pokok larutan asam dan basa?". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model ekspositori dengan media Chemist Education Blog terhadap hasil belajar kimia SMA N 2 Batang kelas XI pada materi pokok larutan asam dan basa. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Batang kelas XI semester 2 dengan sampel kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes, metode angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan, setelah dilakukan pembelajaran, pada kelas eksperimen rata­ rata hasil post test mencapai 76.679 dan pada kelas kontrol mencapai 68.667. Hasil perhitungan uji t kesamaan dua rata-rata dua pihak diperoleh 1iimmg (3.938) -\mis (-2,303) tktitis (2,303), sedangkan hasil perhitungan uji t perbedaan dua rata-rata satu pihak kiri diperoleh 1iiitung (3.938) - \mis (-2.003) ini berarti hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Besarnya pengaruh diuji dengan uji koefisien korelasi biserial diperoleh hasil sebesar 0.586, sehingga besamya koefisien detenninasi adalah 34.89%. Pada aspek psikomotorik dan afektif, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan model pembelajaran ekspositori dengan media Chemist Education Blog mampu menarik perhatian siswa sehingga dapat mengatasi kebosanan siswa dari pembelajaran yang monoton. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model ekspositori dengan media Chemist Education Blog berpengaruh terhadap hasil belajar kimia SMA N 2 Batang kelas XI pada materi pokok larutan asam dan basa dengan kontribusi sebesar 34.89%.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA DAN PERAN AKTIF SISWA MELALUI MODEL PBI DENGAN MEDIA CD INTERAKTIF
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v2i1.1219

Abstract

Diketahui bahwa peran aktif siswa kelas XI suatu SMA di Semarang dalam mengikutiproses pembelajaran masih rendah. Siswa kurang termotivasi untuk menjawab pertanyaanyang diberikan oleh guru dan sebagian besar siswa menganggap bahwa kimia merupakanmata pelajaran yang sulit. Permasalahan tersebut menyebabkan hasil belajar kimia kurangmaksimal yang berdampak pada tidak tercapainya ketuntasan belajar secara klasikalmaupun individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajarkimia dan peran aktif siswa dengan model PBI menggunakan media CD interaktif padapokok bahasan termokimia. Subyek penelitian ini adalah kelas XI IPA-3 dengan jumlah 41siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen data tentang kondisiawal siswa diambil dari nilai tes semester I. Pretes dan postes bertujuan untuk mengetahuihasil belajar kognitif. Penilaian peran aktif siswa diperoleh dari pengamatan melalui lembarobservasi, data analisis kuesioner diperoleh melalui lembar kuesioner. Berdasarkan datayang diperoleh, nilai peran aktif siswa secara klasikal mengalami peningkatan. Peningkatanperan aktif siswa juga disertai dengan peningkatan hasil belajar. Hasil belajar kognitif padasiklus I, II dan III berturut-turut adalah 63,4 ;71,0 dan 76,5. Ketuntasan belajar klasikal padasiklus I,II dan III berturut-turut adalah 73,1%, 82,9% dan 95,1%. Penelitian ini meningkatkanhasil belajar dan peran aktif siswa.Kata Kunci: PBI, CD interaktif, hasil belajar
PENGEMBANGAN MEDIA SMILE-FLASH BERPENDEKATAN CHEMO-EDUTAINMENT PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 9, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v9i1.4816

Abstract

Media smile-flash merupakan media yang di dalamnya terdapat unsur simulasi, materi, dan lagu. Dengan menyisipkan lagu dalam pembelajaran, proses pembelajaran akan lebih menyenangkan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan media tersebut pada peningkatan pemahaman konsep, dan (2) mengetahui respon siswa terhadap menggunakan media tersebut dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD) dengan subjek penelitan adalah siswa kelas XI IPA di sebuah sekolah di Magelang. Objek penelitian adalah media smile-flash dengan pendekatan chemo-edutainment pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Tahap pengembangan media smile-flash dengan pendekatan chemo-edutainment dilakukan dengan: (1) pendefinisian, (2) perancangan, dan (3) pengembangan. Instrumen penelitian berupa angket validasi, angket respon siswa dan soal-soal peningkatan pemahaman konsep. Media dinyatakan layak ditinjau dari aspek materi, media, dan bahasa dengan persentase rata-rata sebesar 82,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep siswa, terbukti thitung (12,24) lebih besar dari tkritis (2,05) dan (2) pembelajaran menggunakan media smile-flash dengan pendekatan chemo-edutainment mendapatkan respon positif dari siswa. Smile-flash media is a medium in which there is an element of simulation, material, and songs. By inserting song learning, the learning process will be more fun that is expected to increase students' understanding. This study aims to (1) know the influence of the media on an improved understanding of the concept, and (2) determine the response of students to use the media in learning. This study is a research development (R D) with a research subject is class XI IPA at a school in Magelang. The object of research is a medium-flash smile with chemo-edutainment approach to the material solubility and solubility product. Media development stage smile-flash with chemo-edutainment approach is done by: (1) definition, (2) the design, and (3) development. The research instrument is a validation questionnaire, student questionnaire responses and the questions increase understanding of the concept. Media declared eligible in terms of material aspects, media, and languages with an average percentage of 82.5%. The results showed that (1) the use of media a positive effect on students' understanding of concepts, proven tcount (12.24) is greater than the tcritic (2,05) and (2) learning to use media-flash smile with chemo-edutainment approach to get a positive response from students.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS XI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 (MAN 1) LAMPUNG TIMUR DALAM MEMPELAJARI POKOK BAHASAN TERMOKIMIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 14, No 2 (2020): July (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v14i2.21629

Abstract

Thermochemistry as one of sub-subject in chemistry subject which is taught in senior high school. This subject has considered as one of the most difficult subject to be learn by student. In understanding thermochemistry, students often experience misconception because this subject is containing abstract concept and requires representation at the macroscopic, submacroscopic, and symbolic levels. This study was intended to determine the level of student understanding of thermochemical subject after going through the teaching and learning process as an evaluation material for students and teachers. The used research method was descriptive quantitative using a three-tier multiple choice (TTMC) diagnostic test instrument. The subjects of this study were students of class IX IPA 1 Madrasah Aliyah Negri 1 East Lampung in the academic year 2019/2020 with a sample size of 33 students. The obtained results exhibited that student misconception toward the tested subject, including exothermic and endothermic reaction, thermochemistry equation, enthalpy changes, Hess Law, and bonding energy, were 90, 78, 45, 66, and 18%, respectively. The results of the analysis are expected to be an evaluation material for teachers to be able to convey thermochemical material more conceptually to improve student understanding.
PEMAHAMAN KONSEP SISWA MATERI LARUTAN PENYANGGA DALAM PEMBELAJARAN MULTIPLE REPRESENTASI
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 2 (2018): July 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v12i2.15735

Abstract

Materi larutan penyangga banyak mengandung konsep abstrak dan berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga memerlukan penjelasan dalam berbagai bentuk representasi yang dapat memvisualisasikan materi larutan penyangga sehingga diharapkan siswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dan menganalisis serta menarik kesimpulan yang lebih komprehensif. Pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran tersebut adalah pembelajaran multiple representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi larutan penyangga di kelas XI MIPA SMA Negeri 12 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan subyek penelitian kelas XI MIPA SMA Negeri 12 Semarang sebanyak 76 siswa. Data penelitian diperoleh dari tes pemahaman konsep berbentuk three-tier multiple choice yang telah divalidasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa pada materi larutan penyangga menunjukkan indikator pemahaman konsep belum semua terpenuhi secara maksimal oleh seluruh siswa. Hal tersebut karena indikator penelitian mengklasifikasikan masih tergolong kriteria sedang pada materi larutan penyangga yaitu sebesar 45,53% paham, 31,05% kurang paham, 12,96% miskonsepsi, dan 10,46% tidak paham.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i1.4406

Abstract

This study aimed to determine the effect of problem solving learning with HOTS (Higher Order Thinking Skills) oriented on the results of class X students of chemistry subject on the concept of electrolyte solution and redox. The population are 286 high school students of class X in Semarang. Sampling is done by cluster random sampling technique, one was selected as the experimental class and one as a control class. The average value of cognitive learning outcomes  1051  for experimental class 84.06, while the control class 77.60. Both classes are normally distributed and have the same variance, whereas the t test of the two-part generated -t table (-2.00)t count (4.32)t table (2.00) which means there is a significant difference between the two classes. On the right side of the t test obtained t count (4,32)t table (1,67) which means that the average student's cognitive learning outcomes experimental class was better than the control class. The results of the correlation analysis obtained r=0.5079, so it was significant with coefficient of determination of 25.79%, which means the use of problem solving learning with HOTS oriented has contribution 25.79% on the student learning outcomes, whereas 74.21% is explained by other variables. It can be concluded that the use of problem solving learning with HOTS oriented have positive effect on students' learning outcomes. Problem solving learning can stimulate students' higher order thinking skills such as critical and creative thinking.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN ORAL ACTIVITIES PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI DAN OKSIDASI
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 10, No 2 (2016): July 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v10i2.9527

Abstract

Model pembelajaran inkuiri terbimbing diharapkan dapat memberikan dorongan alami pada siswa untuk melakukan eksplorasi sehingga mampu meningkatkan aktivitas siswa dan prestasi belajar siswa.Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep dan keaktifan siswa.Penelitian dilaksanakan di suatu SMA Negeri di Salatiga pada tanggal 1 Februari sampai dengan 3 Maret 2016. Sampel yang digunakan sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik purposive sampling, karena sampel mempunyai kemampuan akademik yang sama. Desain penelitian yang digunakan yaitu modified pretest-posttest groupcomparison design. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji perbedaan rerata, analisis pengaruh antar variabel, dan penentuan koefisien determinasi. Hasil uji perbedaan rerata memperlihatkan thitung pemahaman konsep sebesar 2,43 lebih besar dari tkritis pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,67. Analisis pengaruh antar variabel menghasilkan nilai koefisien biserial sebesar 0,367.Perhitungan koefisien determinasi menunjukkan penerapan model inkuiri terbimbing berkontribusi sebesar 13,47% terhadap pemahaman konsep. Hasil observasi keaktifan siswa memperlihatkan bahwa proporsi siswa kelas eksperimen yang mencapai kategori sangat tinggi adalah 0,844 lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 0,156.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan keaktifan siswa pada materi pokok reaksi oksidasi dan reduksi.
KOMPARASI HASIL BELAJAR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI METODE DRILL DENGAN RESITASI
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 1 (2009): January 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i1.1266

Abstract

Hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Brebes tahun ajaran 2006/2007 kurangoptimal. Hal ini dapat diatasi apabila guru menggunakan metode mengajar yang tepat,diantaranya metode drill dan metode resitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiapakah ada perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi metode drill denganmetode resitasi pokok bahasan larutan penyangga pada siswa kelas XI SMA N 1 Brebestahun ajaran 2007/2008 dan untuk mengetahui hasil belajar kimia mana yang lebih baikantara siswa yang diberi metode drill dengan metode resitasi. Populasi penelitian ini adalahseluruh kelas XI IPA SMA Negeri 1 Brebes. Pengambilan sampel dengan cluster randomsampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata nilai pre test kelas eksperimen1 adalah 43,48 dan kelas eksperimen 2 adalah 42,19. Setelah dilakukan uji perbedaan duarata-rata diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa relatif sama.Sedangkan rata-rata nilai post test kelas eksperimen 1 adalah 79,83 dan kelas eksperimen2 adalah 75,57. Kedua kelas berdistribusi normal dan mempunyai dua varians yang sama.Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar kimia antara kelas yangdiberi metode drill dengan metode resitasi dan hasil belajar kimia dengan metode drill lebihbaik dari pada dengan metode resitasi. Kata Kunci: metode drill, resitasi

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue