cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia
ISSN : 19790503     EISSN : 25031244     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/jipk
Arjuna Subject : -
Articles 758 Documents
HASIL IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA DITINJAU DARI ASPEK MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS, DAN SIMBOLIK (MMS) PADA POKOK BAHASAN PARTIKULAT SIFAT MATERI DI TAIWAN
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 12, No 1 (2018): January 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v12i1.13295

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi yang dialami siswa di tahun pertama Senior High School pada pokok bahasan Partikulat Sifat Materi ditinjau dari aspek makroskopis, mikroskopis, dan simbolik (MMS) menggunakan 13 butir soal three-tier diagnostic test. Metode penelitian yang digunakan adalah mix-method terhadap 70 siswa pada rentang usia 15-16 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengambilan data adalah soal three-tier diagnostic test dengan kolom alasan terbuka yang mana telah divalidasi oleh validator yang terkualifikasi. Hasil analisis soal diagnostik secara kuantitatif menunjukkan siswa secara keseluruhan masih belum memahami konsep partikulat sifat materi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata siswa yang rendah yakni sebesar 50,654. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam materi ini adalah sebesar 25,547%, sementara 69,216% siswa masuk dalam kategori tidak tahu konsep. Miskonsepsi yang kerap terjadi pada siswa adalah: pelarutan garam sebagai perubahan fisika, kenaikan temperatur mengakibatkan partikel mengalami ekspansi, perbedaan antara tabung “kosong” dengan tabung “hampa”, dan pendefinisian kurva pendinginan naftalen. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian aspek makroskopis tanpa pemahaman pada aspek mikroskopis dapat memicu terjadinya miskonsepsi, dan pemahaman pada aspek simbolik perlu ditekankan agar siswa memiliki pemahaman konsep secara utuh.
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 MALANG PADA MATERI HIDROKARBON MENGGUNAKAN INSTRUMEN DIAGNOSTIK THREE TIER
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 14, No 2 (2020): July (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v14i2.24293

Abstract

Chemistry is one of the sciences that is considered difficult for some students. The difficulties in chemistry because many concepts in chemistry are complex and abstract. Hydrocarbons are one of the chemistry topics with abstract concepts and are difficult and often cause misconceptions on students. If students experience misconceptions on one of the basic concepts, then the possibility of the emergence of misconceptions will be even greater on more complex concepts. Therefore, the researcher conducted a study to identifying misconceptions of grade XI students on the Hydrocarbon topic using a three-tier diagnostic test instrument. This study was quantitative descriptive research. The research implemented on 17 – 29 January 2020 the subjects were students of XI grade of MIPA 2 and MIPA 3 of SMAN 4 Malang. The research instrument used was in the form of a three-tier multiple-choice test and has been tested and proven to be valid and reliable. Misconceptions were identified on 7 concepts from the hydrocarbon topic, including: the concept of Hydrocarbon Compounds (22,1%), Carbon Atoms (23,6%), Carbon Atomic Types (22,9%), Structure and Nomenclature of Hydrocarbons Compound (24,8%), Physical and Chemical Properties of Hydrocarbon Compounds (38,7%), Isomers (45,1%), and Hydrocarbon Compound Reactions (31,4%). Ilmu kimia merupakan salah satu ilmu yang dianggap sulit bagi sebagian siswa pada umumnya. Sulitnya ilmu kimia dikarenakan konsep dalam ilmu kimia banyak yang bersifat kompleks dan abstrak. Hidrokarbon merupakan salah satu materi kimia dengan konsep yang abstrak dan dirasa sulit, serta sering kali menimbulkan miskonsepsi. Apabila dalam belajar siswa mengalami miskonsepsi pada salah satu konsep dasar, maka kemungkinan munculnya miskonsepsi akan semakin besar pada konsep yang lebih kompleks. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa kelas XI pada materi Hidrokarbon menggunakan instrumen tes diagnostik three-tier. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 - 29 Januari 2020, subyek penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA 2 dan MIPA 3 SMAN 4 Malang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes pilihan ganda three-tier dan telah diuji coba serta terbukti valid dan reliabel. Jawaban siswa kemudian dianalisis dan dikategorikan berdasarkan tingkatan pemahaman. Hasil menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi sebesar 29,8% (kategori rendah). Miskonsepsi teridentifikasi pada 7 konsep materi hidrokarbon, diantaranya: konsep Senyawa Hidrokarbon (22,1%), Kekhasan Atom Karbon (23,6%), Jenis Atom Karbon (22,9%), Struktur dan Tata Nama Senyawa Hidrokarbon (24,8%), Sifat Fisik dan Kimia Senyawa Hidrokarbon (38,7%), Isomer (45,1%), dan Reaksi Senyawa Hidrokarbon (31,4%).
PENERAPAN LEARNING CYCLE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS INFERENSIA LOGIKA MAHASISWA MELALUI PERKULIAHAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 4, No 1 (2010): January 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v4i1.1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir generik inferensialogika mahasiswa calon guru kimia dalam pembelajaran Praktikum Kimia Dasar denganstrategi learning cycle. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Kimia FMIPA UNNES. Subjekpenelitian ini adalah mahasiswa prodi Pendidikan Kimia tahun akademik 2008/2009. Sebagaifokus penelitian adalah prestasi belajar mahasiswa untuk mengungkapkan perbedaan tingkatpemahaman konsep dan keterampilan generik inferensia logika. Penelitian didesain sebagaipenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan tahapan PIOR. Dalamsetiap siklus diterapkan strategi Learning Cycle 5E (engagement, exploration, explaination,extension, evaluation). Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data berupa soalpretes dan postes dengan bentuk soal pilihan benar salah diikuti alasan atas jawaban,sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi dan angket tanggapan mahasiswaterhadap model pembelajaran. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwapengembangan model pembelajaran praktikum kimia dasar dengan strategi learning cyclemampu meningkatkan penguasaan konsep-konsep kimia dasar dan keterampilan generiksains inferensia logika bagi calon guru kimia. Hal ini berarti pembelajaran praktikum kimiadasar dengan strategi learning cycle telah memberikan dampak positif terhadap peningkatankualitas pembelajaran Praktikum Kimia Dasar dan keterampilan generik sains inferensi logikabagi mahasiswa calon guru kimia. Kata kunci: learning cycle, keterampilan generik sains, inferensia logika
PENGARUH PENDEKATAN AESOP'S BERBANTUAN GUIDANCE WORKSHEETTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 2 (2012): July 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v6i2.6533

Abstract

Suatu pembelajaran akan menyenangkan dan optimal jika menerapkan media pembelajaran yang tepat. Sa/ah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar adalah pendekatan Aesop's berbantuan media Guidance Worksheet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan pendekatan Aesop's berbantuan Guidance Worksheet berpengaruh terhadap hasil be/ajar siswa materi pokok hidrokarbon dan untuk mengetahui efektifitasnya terhadap hasil be/ajar siswa suatu SMA di Semarang. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen nyata. T eknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling, yakni satu kelas dipilih sebagai kelas eksperimen menggunakan pendekatan Aesop's berbantuan Guidance Worksheet dan satu kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi, tes, observasi dan angket. Rata-rata nilai post test kelas eksperimen adalah 86,80 dan kelas kontrol adalah 80,64. Pada uji hipotesis thitung (4,858) t1abel (1,99) yang berarti rata-rata hasil be/ajar kognitif kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan Aesop's berbantuan Guidance Worksheet berpengaruh terhadap hasil be/ajar kimia materi pokok hidrokarbon dan setelah metode tersebut diterapkan ternyata menambah keefektifan be/ajar siswa.Learning activity will be fun and optimal when applied using an appropriate learning media. One approach that can be used by teachers in teaching is the Aesop's approach with media assisted of Guidance Worksheet. This study aimed to determine whether the use of the Aesop's approach with media assisted of Guidance Worksheet have significant effect on student learning outcomes in subject of hydrocarbons and wether it have effectiveness after it applied on an high school student in Semarang. This study uses a real experiment design. The sampling technique used is cluster random sampling, one class was as an experimental class using the Aesop's approach with media assisted of Guidance Worksheet while one class was as a control class using conventional methods. The intake of data research were obtained through the method of documentation, testing, observation and questionnaires. The average grade of post test in experimental class is 86.80 while in control class is 80.64. Hypothesis testing obtained tcaunt (4,858) trable (1,99), which means that an average grade of cognitive learning outcomes in experiment class was better than the control class. It can be concluded that the Aesop's approach with media assisted of Guidance Worksheet had an effect on chemistry learning outcomes of hydrocarbon subject and it increase the effectiveness of student learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PENILAIAN AUTENTIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 13, No 1 (2019): January (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v13i1.15385

Abstract

Selection of learning model is influential on the success of student learning. The guided inquiry learning model is one of the student-centered learning models and emphasizes the learning process of students in finding concepts. The guided inquiry learning model based on authentic assessment makes learning activities meaningful and enables improving student learning outcomes as the student's per-stage development can be measured. This research is an experimental research using posttest-only control design. Population in this research is all students of class XI IPA SMA Negeri 1 Pabelan. The samples in this study were taken with saturated sampling. Class XI IPA 1 as experiment class and class XI IPA 2 as control class. Data collection methods used are interview, documentation test and observation methods. This study begins treatment and ends  posttest. Based on the result of research, the mean value of posttest of cognitive domain for experimental class is 80,28 and control class equal to 76,60. This concludes that the cognitive class experimental mean of the experimental class is better than the control class proved by t-test, that mean of the experimental cognitive learning outcomes differ significantly with the control class. Psychomotor and affective domain results with very good criteria in the experiment class more than the control class. Based on the analysis of research results can be obtained conclusion that the guided inquiry model based on authentic assessment has a positive effect on student learning outcomes.
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP LITERASI SAINS
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 11, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v11i2.10610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pendekatan Contextual Teaching Learning dengan model pembelajaran inkuiri terhadap literasi sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest control group. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan tes. Analisis data menggunakan uji t satu pihak kanan, uji N-gain, uji ketuntasan individu, dan ketuntasan klasikal. Hasil dari penelitian diperoleh rata-rata nilai posttest literasi sains kelas eksperimen 79,90 dan kelas kontrol 75,40. Hasil uji perbedaan dua rata-rata satu pihak kanan pada nilai posttest diperoleh harga thitung sebesar 2,37 lebih dari t(0,95)(73) sebesar 1,99 yang berarti nilai rata-rata kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Hasil uji N-gain kelas eksperimen 0,72 dan kelas kontrol 0,63. Uji ketuntasan individu kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut diperoleh thitung sebesar 3,88 dan 0,28 dengan ttabel sebesar 2,03 yang berarti hanya kelas eksperimen yang telah mencapai ketuntasan lebih besar dari 75 (KKM). Ketuntasan klasikal kelas eksperimen dan kontrol berturut-turut diperoleh 77,78% dan 58,97% yang berarti kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching Learning dengan model pembelajaran inkuiri efektif terhadap literasi sains siswa.
PENERAPAN METODE INKUIRI BERBANTUAN E-MODUL
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 7, No 2 (2013): July 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v7i2.4420

Abstract

This study aimed to determine the effect of the inquiry method assisted chemistry emodule toward the learning outcomes. Population in this study is XI-IA grader of Senior High School (SHS) student in Tegal for academic year 2011/2012. Determination of the sample with cluster random sampling system obtained two classes, both are XI-IA3 grader as a experimental group received treatment using the methods of inquiry method assisted chemistry e-module and XI-IA as a control group received treatment using conventional method assisted audio visual.The research data obtained by the method of documentation, tests, questionnaires, and observation. The results of the study showed that the experimental group had an average grade of 84.90 and a control group had an average grade of 74.03. Based on the analysis, the experimental group is better than the control group with t count (3.08) t table (1.99). The conclusion of this research is the application of inquiry method assisted chemistry e-module effect on student learning outcomes on solubility and solubility product subject, which is indicated by the coefficient of correlation (rb) of 0.46 with the influence of 21, 61%Keyword: Inquiry Method, E-module Assisted
KOMPARASI HASIL BELAJ AR KIMIA ANTARA SISWA YANG DIBERI MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE LEARNING DENGAN KONVENSIONAL
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 3, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v3i2.1280

Abstract

Telah dilakukan penelitian komparasi hasil belajar kimia antara siswa yang diberi model pembelajaran collaborative learning dengan model pembelajaran konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kimia antara siswa yang diberi model pembelajaran Collaborative Learning dengan model pembelajaran konvensional pokok materi  termokimia, mengetahui  hasil  belajar manakah  yang  lebih  baik  di  antara kedua model tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IA semester 1 SMA Negeri I Purbalingga tahun pelajaran 2008/2009. Berdasarkan teknik cluster random sampling diperoleh dua kelas sampel yaitu kelas XI  IA  4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IA 3 sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, tes, dan angket. Berdasarkan hasil analisis uji t data hasil belajar, diperoleh harga thitung  sebesar 2,994  dan harga ttabel sebesar 1,19. Karena thitung lebih besar  dari  ttabel  berarti  hasil  belajar  kelompok  eksperimen  lebih  baik  daripada  kelompok kontrol. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yng diberi model pembelajaran Collaborative Learning lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. berdasarkan angket refl eksi, siswa merasa lebih mudah memahami materi Termokimia dengan model pembelajaran Collaborative Learning. Kata Kunci: hasil belajar, collaborative learning,konvensional
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERVISI SETS MELALUI STRATEGICONCEPTMAPPING
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 6, No 1 (2012): January 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v6i1.6524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifkah pembelajaran bervisi SETS melalui strategi concept mapping terhadap hasil belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Analisis data menggunakan statistik parametrik student terhadap rerata kelas dalam skala 40, dilengkapi uji ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan rerata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 31 dengan ketuntasan sebesar 93,37%. Sedangkan untuk kelompok kontrol memperoleh rerata sebesar 27 dengan ketuntasan klasikal kelas sebesar 76,92 %. Hasil belajar afektif dan psikomotor juga menunjukkan kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Jadi dapat disimpulkan penerapan pembelajaran bervisi SETS melalui strategi concept mapping efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.This study was aimed to determine how effective SETS learning approach through concept mapping strategy on student learning outcomes in the material solubility and solubility product was. Analysis of data used parametric statistics for the average student grade in the scale of 40, including classical completeness test. The results showed the average student learning outcomes in an experimental class was 31 with a mastery of 93.37% whereas the control group gained an average of 27 with classical completeness grade of 76.92%. Affective and psychomotor learning outcomes also showed that the experimental class was better than the control class. It can be concluded that the application of SETS visionary learning through concept mapping strategy was effective to improve student learning outcomes. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT MELALUI PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR DAN PENILAIAN PORTOFOLIO
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2008): January 2008
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jipk.v2i1.1224

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar kimia siswa Madrasah Aliyah Al-Asror Semarang yang kurang maksimal dikarenakan metode pembelajaran kurang variatif.Model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dengan Pendekatan Jelajah AlamSekitar disertai penilaian portofolio dilakukan menggunakan metode variatif diantaranyaturnamen, demonstrasi siswa, dan diskusi kelompok. Konsep pembelajaran dikaitkan denganlingkungan alam sekitar sehingga dapat mempermudah siswa dalam mempelajarinya.Prosedur penelitian dirancang tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaituperencanaan, tindakan, pengamatan dan refl eksi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatifdengan membagi skor yang diperoleh dengan skor total, dan dikalikan 100%. Berdasarkananalisis data yang diperoleh, terjadi peningkatan nilai kognitif pada siklus I dari pretes44,74 dan postes 64,74 sebesar 20,00. Untuk siklus II dari pretes 51,84 dan postes 71,84sebesar 20,00. Sedangkan siklus III, dari pretes 58,73 dan postes 74,40 sebesar 17,70dengan standar ketuntasan belajar sebesar 97,37%. Team Game Tournament (TGT) denganPendekatan Jelajah Alam Sekitar Disertai Penilaian Portofolio dapat meningkatkan hasilbelajar kimia siswa.Kata Kunci: team game tournament, jelajah alam, portofolio

Filter by Year

2008 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 1 (2024): January 2024 Vol 17, No 2 (2023): July 2023 Vol 17, No 1 (2023): January 2023 Vol 16, No 2 (2022): July 2022 Vol 16, No 1 (2022): January 2022 Vol 15, No 2 (2021): July 2021 Vol 15, No 1 (2021): January 2021 Vol 14, No 2 (2020): July (2020) Vol 14, No 1 (2020): January (2020) Vol 13, No 2 (2019): July (2019) Vol 13, No 1 (2019): January (2019) Vol 12, No 2 (2018): July 2018 Vol 12, No 1 (2018): January 2018 Vol 11, No 2 (2017): July 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 11, No 1 (2017): January 2017 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 2 (2016): July 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 10, No 1 (2016): January 2016 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 2 (2015): July 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 9, No 1 (2015): January 2015 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 2 (2014): July 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 8, No 1 (2014): January 2014 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 2 (2013): July 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 7, No 1 (2013): January 2013 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 2 (2012): July 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 6, No 1 (2012): January 2012 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 5, No 2 (2011): July 2011 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 4, No 1 (2010): January 2010 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 2 (2009): July 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 3, No 1 (2009): January 2009 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 2 (2008): July 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 Vol 2, No 1 (2008): January 2008 More Issue