cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2019)" : 20 Documents clear
Anomali Perubahan Muka Air Tanah di Daerah Urban Nugroho, Nandra Eko
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.17107

Abstract

Dusun Karangwuni dan Dusun Kumpulrejo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY memiliki anomali penurunan muka airtanah yang dapat menjadi gambaran tingkat eksploitasi yang dilakukan baik oleh masyarakat melalui sumur gali ataupun dunia usaha seperti hotel, apartemen dan mall. Pengambilan airtanah melalui sumur-sumur akan mengakibatkan terjadinya lengkung penurunan muka airtanah (depression cone). Semakin besar laju pengambilan air tanah, semakin curam lengkung penurunan permukaan airtanah yang terjadi di sekitar sumur yang dipompa sampai tercapai keseimbangan baru, jika terjadi pengisian dari daerah resapan. Oleh karena itu prinsip efisiensi air perlu dilaksanakan dengan memanfaatkan air permukaan dan air tanah secara terpadu. Data muka airtanah didapatkan dengan menggunakan pengukuran sumur gali yang diperoleh dari 21 titik sumur di lapangan. Penggambaran peta muka air tanah dangkal dilakukan menggunakan software ArcGIS. Penggambaran kontur muka air tanah dibuat menggunakan software Surfer. Anomali perubahan muka airtanah di Dusun Karangwuni dan Dusun Kumpulrejo, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dihasilkan dari analisis perbandingan antara kontur muka air tanah normal dengan muka air tanah yang telah mengalami penurunan. Dari Hasil analisis tersebut ditemukan lengkung penurunan muka airtanah (depression cone) yang sangat jelas. Nilai kedalaman yang sebelumnya berkisar antara 5 – 6 meter turun menjadi 9 – 11 meter membentuk lengkungan yang semakin curam. Penurunan itu tersebar di hampir semua bangunan kos, bangunan hotel dan apartemen.AbstractKarangwuni Backwoods and Kumpulrejo Backwoods, Caturtunggal Village, Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region have anomalous groundwater decrease that can be the reflection of exploitation conducted by the community through dug wells or business sector such as hotels, apartments and malls. Groundwater retrieval through wells will bring about the formation of groundwater depression cone. The greater the rate of groundwater retrieval, the steeper the curvature of the groundwater depression cone occurs around the well being pumped until a new equilibrium is reached, in case of suplied from the recharge area. Therefore the principle of water efficiency utilization needs to be implemented. Groundwater level data is obtained from 21 dug wells in the field. A shallow groundwater depiction is drawn using ArcGIS software. The distribution of groundwater contours is created using Surfer software. The anomaly of groundwater decrease in Karangwuni and Kumpulrejo Backwoods, Caturtunggal Village, Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta is resulted from comparative analysis between the normal groundwater contour and the decreased groundwater level. From the results of the analysis, there is a very obvious curve of groundwater depression cone. The previous depth value ranges from 5 to 6 meters dropped to 9 - 11 meters forming a steeper curve. The decline was spread across all hotels and apartments.
Strategi Pengelolaan Kekeringan Masyarakat Sub DAS Bompon di Lereng Kaki Vulkanik Pegunungan Sumbing Hanafi, Fahrudin; Juhadi, Juhadi; Iryanthony, Sigit Bayhu; Hakeem, Awanda Rais; Rahmadewi, Dinda Putri; Fitriyani, Fitriyani
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.10896

Abstract

Sub DAS Bompon merupakan daerah yang memiliki permasalahan bencana tergolong kompleks. Dilihat dari morfologinya yang terdiri dari lereng-lereng menjadikan daerah tersebut rawan longsor dan kekeringan terutama bagi penduduk yang tinggal dibagian igir-igir Sub DAS Bompon. Selain adanya dampak negatif, longsor juga memberikan dampak positif terkait dengan ketersediaan sumber daya air alami yakni mata air. Pada penelitian ini, kajian dilakukan pada setiap morfologi Sub DAS. Dari hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa penduduk di bagian lereng atas dan lereng bawah perbukitan sebagian besar lebih memilih memanfaatkan mata air untuk kegiatan domestik. Sedangkan di bagian kaki lereng perbukitan, mata air lebih dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan sebagian besar penduduk sudah menggunakan sumur dan PAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran mata air dan air tanah serta menganalisis cara-cara pengelolaan penduduk dalam memanfaatkan sumber daya air dari mata air dan sumur. Dalam memanfaatkan dan mempertahankan kualitas mata air, penduduk melakukan strategi seperti membuat kolam tampungan, menancapkan bambu di pinggir tampungan mata air, membangun sumur pribadi maupun komunal, hingga mencari mata air di luar Sub DAS Bompon, dan lain-lain.Sub DAS Bompon is an area that has a complex disaster problem. Judging from the morphology that consists of slopes make the area prone to landslides and drought, especially for residents who live in the apex of Sub Basin Bompon. In addition to the negative impacts, landslides also provide a positive impact associated with the availability of natural water resources,  springs. In this study, the study was conducted on each sub-basin’s morphology. Field observations show that the population on the upper slopes and the slopes below the hills mostly prefer to use the spring for domestic activities. While at the foot of the slopes (toe), springs are more used for agricultural activities and most of the people are already using wells and PAM. This study aims to identify spread of the springs and analyze ways of managing the population in utilizing water resources from the spring. In utilizing and maintaining the quality of springs, residents to do strategies such as creating a pool of shelters, bamboo sticking on the edge of the pool, to find springs outside the Bompon River Basin, and others.
Investigating the Role of Rainfall Variability on the Hydrological Response of Small Tropical Upland Watershed Christanto, Nugroho; Sartohadi, Junun; Setiawan, Anggri; Hadi, M Pramono; Jetten, Victor; Shrestha, Dhruba Phika
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.9879

Abstract

Excessive soil losses found in many upper basins in Java which causing severe problem in the lowland areas due to extreme hydrological response. The objective of this research is to study the role of rainfall variability (spatial variability, intensity and duration) on the hydrological response of small tropical upland watershed. To run and test this scenario, a watershed with a good weather dataset and experience soil loss problem was selected. Therefore, Bompon Watershed were selected to perform the model. In order to investigate the hydrological response of different rainfall variability, LISEM was sed. Three scenarios of comparison were designed: different rainfall interpolation, different direction of rainfall movement, high intensity-short duration and low intensity-long duration rain. Initial moisture content (thetai) was found as the most sensitive variable for all indicators when all input variables value increased. When the input variables values decreased, thetai was found as the most sensitive variable for changing in total discharge, whereas saturated hydraulic conductivity (Ksat) was the most sensitive variable for changing in peak of discharge.
Analisa Kapasitas Sungai Kaliyasa Cilacap Budiyanto, Muchamad Arif; Amri, Choiri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.9746

Abstract

Kaliyasa merupakan sungai buatan yang berada pada bentuk lahan asal marine yang terletak di Kabupaten Cilacap. Kondisi sungai dipengaruhi oleh adanya Intrusi air asin yang masuk dari bagian Hilir yaitu dari Sentolo Kawat dan juga dari daerah Tempat Pelelangan Ikan,  kemudian juga tidak kalah pentingnya dari bagian hulu yang masuk melalui Muara Kali Sabuk yang kemudian masuk ke Kaliyasa. Untuk menghindari banjir yang sering terjadi, perlu direncanakan pengendalian banjir dengan mengetahui kapasitas penampang eksisting Kaliyasa sehingga dapat mengurangi kerugian. Selain kapasitas sungai diperlukan juga untuk mengetahui kedalaman minimum untuk memperlancar lalu lintas pelayaran nelayan. Dengan melakukan simulasi menggunakan HEC-RAS dapat ketahui kapasitas penampang Kaliyasa. Dari hasil simulasi kondisi eksisting dengan banjir kala ulang banjir tertentu beberapa lokasi mengalami banjir sehingga perlu penanganan tanggul banjir. Namun dari penampang pemanjang tersebut terdapat penumpukan sedimen di hilir yang mengganggu aliran air untuk keluar dari sungai, dan pengedapan tersebut menggangu alur lalu lintas kapal pada ruas sungai tersebut. Maka dalam perencanaan Kaliyasa dilakukan pengerukan (normalisasi) yang akan mengembalikan alur sungai dan alur navigasi kapal.Kaliyasa is an artificial river that is in the form of land of marine origin located in Cilacap Regency. River conditions are affected by the presence of saltwater intrusion coming from the lower reaches, from Sentolo Kawat and the Fish Auction Area. To avoid frequent flooding, it is necessary to plan flood control by knowing Kaliyasa’s existing cross-sectional capacity so that it can reduce losses. In addition to the capacity of the river, it is also necessary to know the minimum depth to facilitate the fishermen’s shipping traffic. By simulating using HEC-RAS, we can know the Kaliyasa cross-sectional capacity. From the results of the simulation of the existing conditions with certain floods in certain floods, several locations experienced flooding, so it was necessary to handle the flood dike. However, from the longitudinal cross section there is a buildup of sediment in the downstream which disrupts the flow of water to get out of the river, and the sediment disturbs the flow of ship traffic on the river segment. So in the Kaliyasa planning dredging (normalization) will be carried out which will restore the river flow and the navigation path of the ship.
Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan dengan Metode Ecodrainage Pada Ekosistem Karst di Dukuh Tungu, Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY Santoso, Dian Hudawan
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.17136

Abstract

Dukuh Tungu terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di daerah ini terdapat fenomena bentuk-lahan karst berupa cekungan dan bukit – bukit karst. Daerah cekungan pada RT 07 di Dukuh Tungu sering mengalami banjir ketika intensitas curah hujan di kawasan tersebut tinggi dengan durasi yang lama. Ketika terjadi siklon tropis cempaka pada akhir bulan November tahun 2017, RT 07 pada Dukuh Tungu mengalami banjir terparah selama 4 hari sampai 7 hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan banjir dan arahan pengelolaan banjir dengan metode ecodrainage. Tingkat kerentanan bencana banjir di daerah penelitian ditentukan berdasarkan dari 4 aspek kerentanan yaitu kerentanan lingkungan, fisik, sosial dan ekonomi, dimana setiap aspek kerentanan memiliki parameter tersendiri. Penelitian ini menghasilkan peta tingkat kerentanan banjir. Dimana RT 06, RT 07, RT 08 dan RT 09 seluas 10,7 Ha mempunyai tingkat kerentanan banjir kategori sedang, baik kondisinya tergenang maupun tidak tergenang banjir. Arahan pengelolaan bencana banjir dengan metode ecodrainage dilakukan dengan penerapan kolam retensi, saluran air hujan dengan rorak dan bak pengumpul air hujan dan peninggian lantai rumah warga serta penanaman rumput manila pada halaman rumah.The hamlet of Tungu is located in the village of Girimulyo, sub-district of Panggang,  district of Gunungkidul, Province of Special Region of Yogyakarta. The morphological form of this area is karst with basins and the hills. The basin area oftenly flooded when the intensity of rainfall in this region is high with long duration. When the tropical cyclone cempaka occurred at the end of November 2017, RT 07 of the hamlet of Tungu had the worst flooding in 4 days to 7 days. The purpose of this research is to study the extent of the flood vulnerability and the direction of floodwaters with the ecodrainge system. The vulnerability were based on four aspects i.e. environmental, physical, social and economic vulnerabilities with each aspect of vulnerability. Our research resulted 10,7 Ha of study area has a level of vulnerability to a catastrophic flood, which is RT 06, RT 07, RT 08 and RT 09 that are flooded with floods and floods. The ecodrainage methods was proposed by performing the application of retention pool, rain channel with rorak and rainwater collection and raised up the floor of local people’s houses and plant Manila grass on a yard.
Analisis Kerentanan Airtanah terhadap Pencemaran di Pulau Koral Sangat Kecil dengan Menggunakan Metode GOD Cahyadi, Ahmad
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18411

Abstract

Air tanah memiliki peranan yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan air di pulau sangat kecil. Pengelolaan sumberdaya airtanah sangatlah penting agar keberlanjutan pemanfaatan airtanah dapat tercapai. Salah satu landasan penting dari pengelolaan airtanah adalah analisis kerentanan airtanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan airtanah di Pulau Koral Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode GOD. Data yang digunakan dalam penentuan kelas kerentanan airtanah terhadap pencemaran adalah tipe akuifer, jenis batuan (litologi) dan kedalaman muka airtanah. Selain itu, dianalisis pula kandungan fecal coli dalam airtanah untuk memvalidasi hasil analisis kerentanan airtanah yang telah dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pulau Koral Pramuka masuk dalam kategori kerentanan ekstrem. Hal ini sesuai dengan hasil analisis kandungan Fecal coli yang menunjukkan sebagian besar sampel melebihi baku mutu airtanah.Groundwater has a very important role in meeting water needs on a very small island. Management of groundwater resources is important so that the sustainable use of groundwater can be achieved. One important foundation of groundwater management is the analysis of groundwater vulnerability. This study tried to analyze groundwater in Pramuka Cay, Kepulauan Seribu Regency, DKI Jakarta. The method used in this study is GOD method. The data used in the classification of groundwater classes against pollution is the type of aquifer, type of rock (lithology) and depth of groundwater table. In addition, also analyzed the content of fecal coli in groundwater to validate the results of the analysis of groundwater assessments that have been carried out. The analysis shows that Pramuka Cay has extreme groundwater vulnerability. This is in accordance with the results of the analysis of fecal coli content which shows that most samples exceed groundwater quality standards.
Penerapan Model Statistik Multivariat dalam Studi Kerawanan Longsorlahan di Daerah Aliran Sungai Kodil, Jawa Tengah Pratiwi, Elok Surya; Hadmoko, Danang Sri
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.4961

Abstract

Tingginya jumlah kerugian yang ditimbulkan dari bencana longsorlahan di DAS Kodil Jawa Tengah membuktikan bahwa upaya manajemen bencana di daerah tersebut masih lemah. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi resiko bencana yakni dengan cara merekonstruksi peta kerawanan longsorlahan. Peta kerawanan longsorlahan direkonstruksi menggunakan salah satu metode indirect mapping untuk mengurangi tingkat subjektivitas yang tinggi  yakni metode Logistic Regression Model. Hasil peta kerawanan longsorlahan DAS Kodil menunjukkan bahwa 11,9% luas area termasuk dalam kategori daerah kerawanan tinggi dan 5,8% luas area termasuk dalam kategori daerah kerawanan sangat tinggi. Tingkat akurasi peta kerawanan longsorlahan yang dihasilkan adalah sebesar 69,5%, dimana variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian longsorlahan di daerah penelitian adalah jarak buffer jalan.High numbers of loss from the previous landslide hazard proved that hazard management in Kodil Watershed Central of Java was still low. One of the way to decrease the hazard risk occurrence are with analyzing dynamic of landslide distribution observed from building landslide susceptibility map. Landslide susceptibility map was built using one of indirect method that is Logistic Regression Model (LRM) to reduce the subjectivity result. The result of landslide susceptibility map reveals that 11,9% of area in Kodil Watershed have high susceptibility rate, even more 5,8% area have very high susceptibility rate. Landslide susceptibility map built by LRM reached an accuracy as high as 69,5%, where variable distance from road performs as the biggest influence for landslide occurrence in that area.
Kajian Daerah Imbuhan Airtanah di Kabupaten Ngawi Purnama, Setyawan; Tivianton, Tommy Ardian; Cahyadi, Ahmad; Febriarta, Erick
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daerah imbuhan airtanah di daerah penelitian dan mengkaji keterkaitan daerah imbuhan dengan bentuk lahan wilayahnya. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan klasifikasi daerah imbuhan airtanah berdasarkan parameter konduktivitas hidrolik batuan, curah hujan, tanah penutup, kemiringan lereng dan kedalaman muka freatik. Masing-masing parameter mempunyai pengaruh terhadap resapan air ke dalam tanah yang dibedakan dengan nilai bobot. Parameter yang mempunyai nilai bobot paling tinggi merupakan parameter yang paling menentukan kemampuan peresapan untuk menambah air tanah secara alamiah pada suatu cekungan airtanah Hasil skoring dari beberapa parameter tersebut kemudian dianalisisi dengan unit analisis bentuk lahan daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Ngawi terdapat dua klasifikasi daerah imbuhan airtanah yaitu daerah imbuhan utama, dan daerah imbuhan tidak berarti. Klasifikasi daerah imbuhan airtanah utama didapatkan pada daerah tengah dan sisi selatan hingga bagian tengah daerah ini. Menurut bentuk lahannya, wilayah yang merupakan daerah imbuhan utama merupakan lereng Gunungapi Lawu, dataran aluvial, hingga lembah Sungai Bengawan Solo, sedangkan pada daerah perbukitan struktural (sinklinal dan antiklinal) terklasifikasikan menjadi imbuhan airtanah tidak berarti. Secara keseluruhan apabila dilihat dari luas total Kabupaten Ngawi, maka Kabupaten Ngawi memiliki 74,5% daerah imbuhan utama, dan 25,5 % daerah imbuhan tidak berarti.The purpose of this study is to determine the groundwater recharge area in the research area and examine the linkages between the recharge area and the region’s landform. To achieve this goal, classification of groundwater recharge areas is carried out based on rock hydraulic conductivity parameters, rainfall, , soil material, slope and depth of phreatic. Each parameter has an influence on water absorption into the soil which is distinguished by the weight value. Parameters that have the highest weight value are the parameters that most determine the ability of infiltration to naturally add groundwater to a groundwater basin. The final score  of these parameters were then analyzed with a unit of analysis of the research area’s landform. The results of the study show that in Ngawi Regency there are two classifications of groundwater recharge areas, namely the main recharge areas, and insignificant recharge areas. The main classification of groundwater recharge areas is found in the central and southern regions to the central part of this area. According to the landform, the area which is the main recharge area is the slope of Lawu Volcano, alluvial plain, to the Bengawan Solo River valley, while in the area of structural hills (sinklinal and anticlinal) classified as groundwater recharge is meaningless. Overall, when viewed from the total area of Ngawi Regency, Ngawi Regency has 74.5% of the main recharge area, and 25.5% of the recharge area is meaningless.
Trend Analysis of Land Cover Changes, Population and Settlement Distribution to Land use Assessment in Kebumen Regency Putri, Ratih Fitria; Budiman, Lucia Sandra; Fauziyanti, Navila Ulfi; Adalya, Natasya Michelle
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.17749

Abstract

The condition of population growth in Kebumen Regency tends to increase every year. This dynamic population condition can also change the land cover trends. Based on this background, identification of trends in land cover changes is quite interesting to study which aims to facilitate land use planning for stakeholders in the relevant region. The objectives of the study include (1) analyzing the dynamics of the population of Kebumen Regency, (2) analyzing the pattern of land cover changes, and (3) analyzing the population pressure on agricultural land. This study used aerial photography data from 2006 to 2016 to determine land cover types and the GIS conditional functions were used for settlement distribution mapping. The data processing results was done by quantitative descriptive analysis. The results showed that (1) Kebumen Subdistrict is an area with the highest population among other sub-districts and it has high population pressure towards land uses around 2,478 people/Km2, (2) mixed gardens each year tend to decrease in area of 98.39 km2, while settlements and paddy fields increase by 43.55 km2 and 235.95 km2. (3) Increase in population numbers and density in some districts of Kebumen are directly proportional to the level of pressure on agricultural land which is also high.
Hubungan Pola Persebaran Permukiman dengan Kualitas Airtanah di Kecamatan Plaju Kota Palembang Setianto, Heri; Murjainah, Murjainah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 16, No 1 (2019): January
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v16i1.18412

Abstract

Kegiatan Industri, kegiatan domestik, dan kegiatan lain dapat berdampak negatif terhadap sumberdaya air antara lain menyebabkan penurunan kualitas air. Penelitian dilakukan di Kecamatan Plaju yang merupakan daerah perkembangan permukiman di Kota Palembang, penelitian dilatar belakangi oleh dinamika wilayah yang memiliki hubungan kuat dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas airtanah dan menganalisis pola persebaran pemukiman di Kecamatan Plaju. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dan analisis kualitas airtanah di laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel air tanah  yang diambil dengan metode purposive sampling. Secara umum terdapat tiga pola permukiman di Kecamatan Plaju yaitu pola permukiman mengikuti jalan raya yaitu permukiman yang berada di sepanjang jalan utama dan jalan komplek, permukiman tersebar merupakan permukiman penduduk asli yang masih mengolah lahan pertanian, dan pola permukiman terpusat yang sebagian besar berada disekeliling pusat pertumbuhan seperti pasar dan mall dan daerah fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan fasilitas olahraga. Kualitas air tanah berdasarkan kondisi fisika pada pola permukiman tersebar memiliki jumlah zat padat tersuspensi (TDS) tertinggi yaitu 519 mg/liter. Pada unsure kimia airtanah kandungan pH terbesar berada pada pola permukiman mengikuti jalan raya dengan konsentrasi pH 8,0. Kandungan nitrat tertinggi berada pada pola permukiman terpusat yaitu 6,14 mg/liter. Seangkan kandungan nitrit terbesar berada pada pola permukiman tersebar dengan konsentrasi 0,030 mg/liter. Pada parameter biologi kandungan bakteri Total Colyform berada pada pola permukiman tersebar yaitu 4,5 MPN/100 ml.The study was conducted in Plaju Subdistrict, which is an area of development of settlements in Palembang City. The research was motivated by the dynamics of the region which had a strong relationship with the population growth. This study aims to analyze groundwater quality and analyze patterns of distribution of settlements in Plaju District. The research method used is the survey method and analysis of groundwater quality in the laboratory. The research sample amounted to 18 groundwater samples taken by purposive sampling method. In general, there are three settlement patterns in Plaju Subdistrict, namely settlement patterns that follow roads, namely settlements located along main roads and complex roads, scattered settlements are indigenous settlements which still process agricultural land, and centralized settlement patterns which are mostly around the growth center such as markets and malls and other public facilities such as schools and sports facilities. Groundwater quality based on physical conditions on scattered settlement patterns has the highest amount of suspended solids (TDS), which is 519 mg/liter. In the chemical elements of groundwater the largest pH content is in settlement patterns following highways with a pH concentration of 8.0. The highest nitrate content is in a centralized settlement pattern of 6.14 mg/liter. As for the largest nitrite content in the settlement pattern spread with a concentration of 0.030 mg/liter. The biological parameters of Colyform Total bacteria were in scattered settlement patterns of 4.5 MPN/100 ml.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue