cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian
ISSN : 25493078     EISSN : 25493094     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian welcomes high-quality, original and well-written manuscripts on any of the following topics: 1. Geomorphology 2. Climatology 3. Biogeography 4. Soils Geography 5. Population Geography 6. Behavioral Geography 7. Economic Geography 8. Political Geography 9. Historical Geography 10. Geographic Information Systems 11. Cartography 12. Quantification Methods in Geography 13. Remote Sensing 14. Regional development and planning 15. Disaster
Arjuna Subject : -
Articles 555 Documents
PENGEMBANGAN OBYEK WISATA CANDI GEDONGSONGO SEBAGAI LABORATURIUM IPS TERPADU Hariyanto Hariyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i2.1663

Abstract

Meningkatnya teknologi pembelajaran sekarang ini menuntut tersedianya alat atau media pembelajaran yangefektif dan efisien.Pembelajaran dengan media elektronik seperti CD mempunyai beberapa kelebihan yakni : dapatdiulang berkali-kali, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tidak tergantung ruang dan waktu, biaya lebihmurah. Namun sering ketersediaan CD sebagai sumber belajar yang berisi semua topik bahasan IPS secara terpadumasih terbatas. Kalaupun ada biasanya kajiannya lebih bersifat bidang studi, misalnya masalah kemiskinan, orangsejarah akan mendekati dari aspek historis, orang ekonomi akan mendekati dari aspek ekonomi, orang geografimendekati dari aspek keruangan secara terpisah pisah. Jarang yang mengkaji suatu masalah secara terpadu/terintegrasi atau holistic. Tujuan dari kegiatan ini adalah terwujudnya Candi Gedongsongo sebagai sebagai laboraturiumIPS terpadu bagi siswa SMP maupun SMU. Siswa dapat memperoleh informasi mengenai candi Gedongsongo yangholistic/menyeluruh dari aspek sejarah, ekonomi, sosiologi-antropologi dan geografi melalui CD pembelajaran.Hasil kegiatan berupa CD pembelajaran IPS Terpadu dengan obyek kajian Candi Gedongsongo.Di pilihnyaobyek Candi Gedongsongo karena beberapa pertimbangan yakni, obyek ini mempunyai fenomena fisik, social, budayadan ekonomi yang kompleks.Selain itu pembuatan CD ini sekaligus untuk promosi wisata bagi Pemerintah DaerahKabupaten Semarang.Kajian geografi candi Gedongsongo meliputi aspek letak astronomis, letak geografis, kondisigeologi dan geomorfologi, bentang alam, iklim, sumber air panas dan sebagainya.Kajian sosiologi antropologi meliputiaspek adaptasi masyarakat terhadap lingkungan, budaya yang hidup ditengah masyarakat, dan system pranatasocial yang ada di masyarakat.Kajian ekonomi menyoroti aktivitas ekonomi, matapencaharian, potensi wisata, komoditasunggulan dan sebagainya.Kajian sejarah membahas aspek sejarah berdirinya candi, fungsi candi dan bagiannya,cerita/ mitos yang ada disekitar candi dan sebagainya.Simpulan obyek Candi Gedongsongo dapat dijadikan laboraturiumIPS terpadu sebab dapat dikaji dari berbagai bidang seperti sejarah, geografi, sosiologi-antropologi, ekonomi dansebagaianya dari sudut pandangnya masing-masing.
INVESTIGATING THE EFFECT OF CONSERVATION TECHNIQUES ON THE LAND DEGRADATION OF TROPICAL CATCHMENT PRONE TO LANDSLIDE Nugroho Christanto; Junun Sartohadi; Muhammad Anggri Setiawan; M Pramono Hadi; Victor G Jetten; Druba Phika Shrestha
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i2.11513

Abstract

Land degradation in Serayu watershed is a major concern in central Java and in Indonesia. As part of a broader effort to develop a land degradation assessment tool in tropical area, this study implemented a process-based watershed hydrology to assess the effect of conservation technique upon land degradation by using PCRaster. STARWARS was used to assess the watershed hydrology in the area based on their land use/ land cover, soil, and slope profiles. The results from STARWARS were used as inputs for the PROBSTAB model to simulate the slope stability in the area. DEM scenario were used, they are with terraces and without terraces.The models show that the landuse practice in the study area work like two edges of sword. The promoting of bench terrace can be reducing the risk of soil erosion but in the other hands it increases in the risk of landslide. From the slope-stability modeling, we can see that the terrace increases the pore-water pressure significantly which lead to the ideal conditions for the failures. The extremely high intensity rainfall, in the other hands, may build a sharp increase of pore-water pressure. The increasing probability of failure might cause the soil erosion even worse. Therefore, in order to make the terrace practice is effective to control the land degradation process; the terrace has to be well maintained.
SUNGAI MEANDER LUK ULO ANTARA KONDISI IDEAL DAN KENYATAAN Arif Mustofa Nur
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v6i2.95

Abstract

Sungai Luk Ulo merupakan sungai terbesar yang melintas di daerah Kebumen. Sungai Luk Ulo yang membelah Kawasan Karangsambung menunjukan kenampakan berkelok-kelok atau meander. Sungai meander mempunyai harga sinuosity (rasio panjang alur terhadap jarak sumbu) 1,5. Perlu dilakukan suatu kajian apakah sungai Luk Ulo sungai meander ataukah bukan. Kajian ini dilakukan dengan melakukan pengukuran pada Peta Rupa Bumi Indonesia yang mengacu pada konstanta mengenai Sungai Meander Dury (1969), dan survei lapangan. Terdapat 7 segmen yang menampakan kelokan menyerupai huruf .S. dan dilakukan pengukuran dan pengamatan. Hanya 4 segmen saja yang merupakan meander yaitu di Kalikayen Pucangan, Pesanggrahan, Kedungwaru, dan Seling. Berdasar hasil kajian stadia sungai Luk Ulo di Kawasan Karangsambung tergolong stadia dewasa . tua. Kelokan sungai dipengaruhi oleh litologi penyusun dan struktur geologi yang tercermin pada kenampakan kelurusan-kelurusan geologi. Kata Kunci : Sungai Luk Ulo, meander, Karangsambung
PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG UNTUK MENUJU KOTA BERSIH Hariyanto Hariyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8031

Abstract

This study aimed to: 1) determine how much waste volume which resulted by theSemarang City residents, 2) determine waste management of Semarang City inorder to seize title “the cleanest city”. The method used was descriptivequantitative. Population of this study was 70 families (household) which taken bypurposive random sampling. The results of this research showed that wastevolume resulted was 1000-1500 tonnes per day, with 8-12% increasement peryear. Waste volume was affected by the number of members from each household,economic level, and type of activity. 61.2% was organic waste and the rest wasnon-organic waste. The waste management conducted by transported to landfill(31%), burned or dumped (53%), disposed to river or sewer (15%), andcomposted (1.5%). The community considered that waste problem isgovernment's business, not community’s business. The waste managementapproach was focused to after waste produced and not been directed to decreasewaste volume before produced.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE QUESTION STUDENT HAVE DAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI POKOK HIDROSFER SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NAHDLATUSY SYUBBAN JEPARA Ulfatun Nihayah
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v12i2.7997

Abstract

In the process of learning geography in MA Nahdlatusy Syubban Jepara, teachers only provide learningusing lecture to students, thus making the students become passive in the learning process .This researchaims to determine 1) Implementation of the method of Question Student Have (QSH) in class X MANahdlatusy Syubban Jepara. 2) Knowing how much of a difference in the geography of learning outcomes inclass X MA Nahdlatusy Syubban Jepara using QSH method and the lecture method. QSH method is amethod that uses a technique to use student participation through writing. The subject in this study were allstudents of class X MA Nahdlatusy Syubban Jepara, amounting to 75 students ie 37 students X-1 as a grade38 student experiments and X-2 as a control class. From the research conducted, the average studentlearning outcomes that gain learning with QSH better method than the lecture method. Based on the analysisof test gain, increase control class learning outcomes by 43% and 50.3% for the experimental class.
IDENTIFIKASI KESIAPSIAGAAN RENCANA KONTINJENSI MENGHADAPI BAHAYA GAGAL TEKNOLOGI DI LINGKUNGAN KAMPUS B UHAMKA Wira Fazri Rosyidin
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v15i2.15416

Abstract

Penelitian ini merupakan  analisis bahaya kegagalan teknologi di lingkungan UHAMKA (Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA) khususnya kampus B FKIP UHAMKA Jakarta Timur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bencana kegagalan teknologi dilingkungan kampus B FKIP UHAMKA, dan mengidentifikasi kesiapsiagaan apa saja yang dimiliki oleh institusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk identifikasi bahaya dengan melakukan interpretasi data citra satelit dan Digital Elevation Model (DEM) SRTM, yang dianalisis secara kualitatif. Tahapan yang dilakukan yaitu identifikasi zona bahaya, dan pemetaan zonasi bahaya khususnya bencana kegagalan teknologi yang berupa kerawanan kebakaran, kebocoran saluran pembuangan, termasuk dampak turunan jika terjadi adanya bahaya gempabumi. kajian difokuskan terkait titik-titik vital yang diperkirakan berpotensi bahaya tinggi. Identifikasi selanjutnya berfokus kepada kesiapsiagaan UHAMKA  dengan metode HIRAC dilakukan dengan mengkonsentrasikan potensi bahaya awal, dan lanjutan dari sistem yang sedang berlangsung produksinya dalam menghadapi bahaya bencana gagal teknologi ataupun dampak lainnya sebagai turunan adanya bencana. Identifikasi kesiapsiagaan dengan melihat kebijakan yang ada termasuk adanya suatu rencana kontinjensi dalam menghadapi suatu kedaruratan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa Kampus B FKIP UHAMKA berpotensi terdampak bahaya kegagalan teknologi berupa kebakaran, ledakan, dan potensi ketidakhandalan sarana teknik . Secara kontijensi hasil menunjukkan tidak adanya kebijakan khusus oleh lembaga yang mengatur tentang keselamatan penggunaan sarana teknik dan mekanik sebagai manajemen keselamatan/kesiapsiagaan pada penggunaan gedung di Kampus B UHAMKA.
PEMBELAJARAN GEOGRAFI PADA JAM TERAKHIR: PERMASALAHAN DAN SUATU SOLUSI YANG DITAWARKAN Tuti Supriyanti Asofi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v8i1.1654

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan respon siswa terhadap pelajaran Geografi yangdiberikan di jam pelajaran terakhir di kelas XI IPS-3 di SMA Negeri 1 Karangreja pada tahun akademik 2010/2011.Pembelajaran dilaksanakan dengan model pembelajaran inovatif. Permasalahan yang penulis rumuskan untukmengungkap fenomena di atas adalah “ model pengajaran inovatif apa yang mampu meningkatkan tanggapan siswaterhadap Geografi pada kelas yang diteliti? Pembelajaran dikatakan berhasil apabila respon siswa tinggi dalamproses pembelajaran. Respon tinggi dapat dicapai jika faktor-faktor belajar mendukung proses pembelajaran, termasukpersiapan guru dan penyajian bahan, sikap guru terhadap subjek dan siswa, kesiapan, minat, dan prestasi, dan siswasiswa sikap terhadap subyek dan guru. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif pada penggunaan model mengajarpada proses belajar mengajar pelajaran Geografi. Tanggapan siswa meningkat secara signifikan selama perlakuandalam penelitian. Penerapan model pengajaran PARAMEK dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Geografimembuat siswa aktif, bekerja dengan semangat yang baik dan menikmati proses dalam kelas. Hal ini dapat dilihatdari hasil evaluasi pengamatan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Perikanan Tambak Terhadap Rencana Pola Ruang di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Rezky Yunita; Sri Fauza Pratiwi; Bayu Prasetyo Pambudi; Heirich Rakuasa
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v19i1.32201

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra produksi budidaya tambak dan memiliki tambak terluas di Indonesia   yaitu   98.617   ha. Kabupaten Barru merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian pesisir Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan budidaya perikanan tambak. Namun, kesesuaian lahan untuk pengembangan budidaya tambak ini belum dikaji secara menyeluruh terhadap rencana pola ruang Kabupaten Barru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan tambak di pesisir Kabupaten Barru disesuaikan dengan rancangan tata ruang wilayah Kabupaten Barru tahun 2011-2031. Adapun metode yang digunakan adalah teknik scoring  dan overlay dengan 6 variabel berupa jarak dari sungai, jarak dari garis pantai, kemiringan, tutupan lahan, pH  tanah, dan aksesibilitas. Dari hasil penelitian, wilayah pesisir Kabupaten Barru memiliki kelas kesesuaian tinggi (S1) untuk lokasi tambak dengan luas sebesar 1.419 ha. Evaluasi kesesuaian lahan terhadap rencana pola ruang menunjukkan bahwa terdapat beberapa wilayah tambak eksisting berada pada zona tidak sesuai (N). Lokasi yang tepat untuk pengembangan kawasan budidaya tambak dengan tingkat kesesuaian tinggi (S1) dominan berada pada kawasan rencana pertanian lahan basah. South Sulawesi is one of the centers of aquaculture production and has the largest fishpond  in Indonesia, which is 98,617 ha. Barru Regency is one of the regencies located in the coastal part of South Sulawesi Province which has considerable potential in the development of aquaculture. However, the suitability of the land for the development of aquaculture has not been thoroughly studied against the spatial pattern plan of Barru Regency. This study aims to determine the suitability of the fishponds on the coast of Barru Regency according to the spatial plan of Barru Regency in 2011-2031. The method is a scoring and overlay technique with 6 variables which is distance from the river, distance from the shoreline, slope, land cover, soil pH, and accesibility. The results of this study shows that the coastal area of Barru Regency has a high suitability class (S1) for pond locations with an area of 1,419 ha. Evaluation of land suitability toward  the spatial pattern plan shows that there are several areas of existing ponds located in the non-conforming zone (N). The right location for the development of aquaculture areas with a high level of suitability (S1) is dominant in the area of the wetland agriculture plan.
PEMODELAN SPASIAL KERAWANAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY DI KABUPATEN KUDUS Trida Ridho Fariz
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v14i1.9780

Abstract

Dengue Fever is a tropical infectious diseases which often cause epidemic in Indonesia. Kudus Regency is one of the area which every years increased extremly Dengue Fever distribution. The one of act for prevention and controlling of Dengue Fever is build a hazard mapping of this disease. The purpose of this research is build a spatial modelling of Dengue Fever hazard with fuzzy logic.This modeling is built from determinant hazard level indicators of Dengue Fever like rainfall index, settlement density, land elevation and water supply. Analisys used fuzzyfication then fuzzy overlay with operators are: AND, OR, SUM, PRODUCT, GAMMA-0,5 and GAMMA-09. The best result is a Overlay PRODUCT with correlation value of 0,57 and defuzzyfication area with high level of Dengue Fever hazard are Jati District, Kudus District and partially of Bae District dan Kaliwungu District.Conclussion from this research, fuzzy logic is pretty good for build spatial modelling of Dengue Fever hazard in Kudus Regency, other than that model still needs to be tested accuracy in modelling of Dengue Fever hazard in other places.
POLA DAN INTENSITAS KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KOTA SEMARANG TAHUN 2000-2009 - hariyanto
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.86

Abstract

Konversi lahan pertanian adalah fenomena yang tidak dapat dihindari bagi kota-kota besar seperti halnya kota Semarang. Desakan kebutuhan lahan untuk pembangunan begitu kuat, sementara luas lahan terbatas. Selama ini lahan pertanian mempunyai land rent yang rendah dibanding sektor lain, akibatnya lahan pertanian secara secara terus menerus akan mengalami konversi lahan ke nonpertanian. Padahal lahan pertanian (sawah) selain mempunyai nilai ekonomi sebagai penyangga kebutuhan pangan, juga berfungsi ekologi seperti mengatur tata air, penyerapan karbon di udara dan sebagainya. Konversi lahan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola dan intensitas konversi lahan pertanian di Kota semarang dari tahun 2000-2009. Pola konversi lahan meliputi dari penggunaan lahan apa menjadi apa, dan dimana saja konversi lahan terjadi. Intensitas meliputi kecepatan rata-rata pertahun atau kumulatif selama sepuluh tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah pendekatan statistik (data luas lahan pertanian dari BPS) dan peta penggunaan lahan dari BPN. Data statistik untuk melihat intensitas konversi lahan, data dari peta untuk melihat penyebarannya. Hasil penelitian terjadi konversi lahan pertanian seluas 60,63 ha selama kurun waktu 2000-2009, tetapi juga diimbangi pencetakan sawah baru (akibat pembangunan irigasi) seluas 79,32 ha. Meskipun demikian pada dasarnya luas lahan pertanian berkurang, sebab sawah baru tersebut berasal dari lahan pertanian juga (tegal, sawah tadah hujan dan sebagaianya). Dengan luas sawah sekarang (2009) 3.980 ha, dengan intensitas konversi yang sama (60,63 ha); diprediksi dalam 66 tahun lagi sawah di Kota Semarang akan habis. Bahkan tidak sampai waktu itu jika intensitasnya terus bertambah. Pola konversi terjadi di daerah pinggiran seperti Kecamatan Gunungpati, Tembalang, Gayamsari. Simpulan perlu ada upaya untuk mengendalikan konversi lahan pertanian, baik intensitasnya maupun distribusinya. Konversi lahan pertanian harus diarahkan pada lahan yang kurang subur dan tidak beririgasi teknik. Keberadaan lahan sawah harus dipertahankan terutama untuk daerah yang berfungsi resapan seperti Kecamatan Gunungpati, Mijen, Banyumanik, Ngalian. Jika hal ini diabaikan akan berdampak buruk bagi kota bawah terutama masalah banjir. Kata kunci : Konversi lahan, pola konversi, intensitas konversi

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023) Vol 19, No 2 (2022) Vol 19, No 1 (2022) Vol 18, No 2 (2021): In progress [July 2021] Vol 18, No 2 (2021) Vol 18, No 1 (2021): January Vol 18, No 1 (2021) Vol 17, No 2 (2020): July Vol 17, No 2 (2020) Vol 17, No 1 (2020): January Vol 17, No 1 (2020) Vol 16, No 2 (2019) Vol 16, No 2 (2019): July Vol 16, No 1 (2019): January Vol 16, No 1 (2019) Vol 15, No 2 (2018): July 2018 Vol 15, No 1 (2018): January 2018 Vol 15, No 2 (2018) Vol 15, No 1 (2018) Vol 14, No 2 (2017): July 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 1 (2017): January 2017 Vol 14, No 2 (2017) Vol 14, No 1 (2017) Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 2 (2016): July 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 1 (2016): January 2016 Vol 13, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2016) Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 2 (2015): July 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 1 (2015): January 2015 Vol 12, No 2 (2015) Vol 12, No 1 (2015) Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 2 (2014): July 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 1 (2014): January 2014 Vol 11, No 2 (2014) Vol 11, No 1 (2014) Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013): July 2013 Vol 10, No 2 (2013) Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 2 (2011): July 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 1 (2011): January 2011 Vol 8, No 2 (2011) Vol 8, No 1 (2011) Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 2 (2010): July 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 1 (2010): January 2010 Vol 7, No 2 (2010) Vol 7, No 1 (2010) Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009): July 2009 Vol 6, No 2 (2009) Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 2 (2007): July 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 1 (2007): January 2007 Vol 4, No 2 (2007) Vol 4, No 1 (2007) More Issue