cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lembaran Ilmu Kependidikan
ISSN : -     EISSN : 02160847     DOI : 10.15294/lik
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 1 (2014): April 2014" : 14 Documents clear
PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU DI SMP MENJELANG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Noeraida, Noeraida
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan pembelajaran IPA Terpadu di SMP menjelang implementasiKurikulum 2013. Penelitian ini merupakan studi kasus tentang penerapan pembelajaran IPA Terpadu di salahsatu SMP di Kota Bandung. Obyek penelitian terdiri dari 1 orang guru IPA SMP dan 75 siswa kelas IX (2 kelas). Data penelitian yang dikaji peneliti terdiri atas perangkat pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar) yang dibuat, proses pembelajaran IPA di kelas, serta tanggapan guru dan siswa terhadap pembelajaran IPA. Berdasarkan studi ini diperoleh informasi bahwa pelaksanakan pembelajaran IPA Terpadu belum dilaksanakan dengan optimal. Sementara itu siswa lebih berminat melaksanakan pembelajaran IPA secara kontekstual dan terpadu dengan metode eksperimen/praktek.Guru kurang siap melaksanakan pembelajaran IPA Terpadu pada Kurikulum 2013 karena beberapa faktor yaitu terbatasnya pemahaman guru tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu; bahan ajar IPA Terpadu (buku dan LKS) yang belum menunjukkan keterpaduannya; dan motivasi guru yang kurang. Dari hasil temuan tersebut perlu dilakukan suatu tindak lanjut terkait dengan pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di SMP yaituberupa pelatihan bagi guru IPA SMP tentang pembelajaran IPA Terpadu dan model-model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA Terpadu, dan perlu adanya media pendukung pembelajaran IPA Terpadu berupa media dan bahan ajar IPA Terpadu yang mampu mengembangkan 4 kompetensi inti dalam Kurikulum 2013.This research aims to get the description of implementing of integrated science learning in junior high school in facing of Curriculum 2013. This is a case study about integrated science learning implementation in a Junior High School in Bandung. The object of study is 1 junior high science teacher and 75 ninth junior high students (in 2 classes). The collected data as follow: syllabi, lesson plans, learning materials (textbook and worksheet) which conducted by the teacher, science learning process in class, and the opinion of the teacher and the students related to science integrated learning. Based on this study, the science integrated learning in junior high school has not been implemented well, yet. While the students are more interested to contextual and integrated science by experiments or practical exercises. The teacher is less ready to implement the integrated science learning in Curriculum 2013. It is because of such factors: the teacher’s understanding of integrated science learning is low; the current learning material of integrated science which has not showed the integrity; and teacher’s motivation is weak. Based on this results, it is needed to conduct an action plan related to implementation of integrated science in junior high school, i.e. conducting of teacher training of integrated science learning and the suitable models of integrated science learning; the need for developing supporting learning material of integrated science which able to develop the 4 Core Competences in Curriculum 2013.
Transfer Pragmatik pada Strategi Merespon Pujian oleh Pembelajar Bahasa Inggris Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3178

Abstract

This study describes the realization of compliment response strategies, explains the pragmatic transfer from Indonesian, and the power relationship between participants in the the realization of compliment response strategies. This is an exploratory and descriptive study. The subjects were 20 students of English Department of Semarang State University. The data were collected by using a role play and discouse completion tests. The results show that among the responses to compliments, 23% of them are appreciation, 14% of them are agreement and explanation/comment history, 13% are compliment downgrade 13%, and other responses are under 10%. The responses least used by the subjetcs is expressing gladsness (1%). Pragmatic transfer is shown in the low of compliment downgrade. This response should have been used by the subjects in most compliment situations. Status and social factors and distance between participants affect the realization of compliment responses.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan realisasi strategi merespon pujian, menjelaskan transfer pragmatik dari bahasa Indonesia dalam realisasi strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris dan menjelaskan faktor hubungan antar partisipan yang ikut menentukan realisasi penggunaan strategi merespon pujian dalam bahasa Inggris. Penelitian ini bersifat eksploratori dan deskriptif. Subjek terdiri atas 20 orang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, FBS, Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan dengan main peran alami dan tes melengkapi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon yang paling banyak digunakan adalah pernyataan terima kasih sebanyak 23%, pernyataan setuju dan penjelasan atau riwayat diperolehnya objek atau penampilan yang dipuji 14%, diikuti oleh pernyataan mengurangi kadar pujian 13%, dan respon lainnya di bawah 10%. Respon paling sedikit adalah pernyataan senang terhadap pujian 1%. Transfer pragmatik terjadi pada rendahnya pernyataan mengurangi kadar pujian yang seharusnya digunakan dalam sebagian besar respon terhadap pujian. Faktor status sosial dan hubungan keakraban antar partisipan berpengaruh pada realisasi respon pujian. 
PENGEMBANGAN INSTRUMEN SELF DAN PEER ASSESSMENT BERBASIS LITERASI SAINS DI TINGKAT SMA Noviyanti, Linda; Indriyanti, Dyah Rini; Ngabekti, Sri
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3165

Abstract

The assessment at high school level has not been able to measure the cognitive, affective and psychomotor skill. The objectives of the research is to measure the quality, effectiveness, and the practicality of scientific literacy-based self and peer assessment in the ecosystem learning. This research and development consists of several stages. Requirement analysis, design and development of instruments based on the observations in SMA N 1 Gubug. The review is conducted by four experts. Limited scale trial performed on 10 learner and the broad scale carried out in XG as the experiment class and XF as the control class.The instrument is valid and suitable to be usedbased on the experts review. The effectiveness of self assessment evident from the cognitive experimental class mean and n-gain mean is different from the control class. In the t-test to the mean value of psychomotor not difference. Based on students and teachers questionnaire, instrument to be practically. Based on the the analysis, it mean that the instrument of scientific literacy-based self assessment was suitable, effective, and practical in ecosystem learning, while the instrument of scientific literacy-based peerassessment hadsuitable, andpractise but not effective in ecosystem learning.Penilaian yang dilakukan di sekolah menengah belum dapat mengukur aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menguji kualitas, efektifitas, dan kepraktisan instrumen self dan peer assessment berbasis literasi sains pada pembelajaran ekosistem. Penelitian dan pengembangan ini terdiri dari bebersapa tahap. Analisis kebutuhan, desain dan pengembangan instrumen didasarkan pada hasil observasi di SMA N 1 Gubug. Review dilakukan oleh empat pakar. Uji coba skala terbatas dilakukan pada 10 peserta didik dan uji coba skala luas dilakukan pada kelas XG sebagai kelas eksperimen dan kelas XF sebagai kelas kontrol. Instrument  dinyatakan valid dan nlayak digunakan berdasarkan review pakar. Instrumen self assessment terbukti efektif, terbukti dari hasil uji rerata n-gain dan rerata nilai kognitif kelas eksperimen berbeda dengan kelas kontrol. Pada uji t terhadap rerata nilai psikomotor membuktikan tidak ada perbedaan. Berdasarkan angket peserta didik dan guru, instrument dinyatakan praktis. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan instrumen selfassessmentberbasis literasi sains layak, efektif serta praktis digunakan dalam pembelajaran ekosistem, sedangkan peer assessmentberbasis literasi sains layak digunakan, praktis tetapi belum efektif dalam pembelajaran ekosistem. 
STUDI KASUS PENGARUH PEMBELAJARAN IPA KURIKULUM 2013 TERHADAP MOTIVASI SISWA SMP KELAS VII Mawardini, Annissa; Sofhianti, Anti Siti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 43, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v43i1.3172

Abstract

Penelitian dengan metode studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran proses pembelajaran IPA di SMP kelas VII dalam implementasi kurikulum 2013 dan mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 56 siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung. Data dijaring melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara guru, dan angket siswa. Triangulasi informasi dilakukan untuk menguji kredibilitas, keabsahan, dan keajegan data penelitian. Berdasarkan hasil observasi dan angket siswa, diperoleh informasi bahwa pembelajaran IPA secara terpadu pada kurikulum 2013 dapat meningkatkan motivasi siswa belajar IPA. Alasannya pembelajaran IPA menjadi lebih kontekstual dan bermakna, sehingga siswa menyukai pembelajaran IPA dan merasakan kebermanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dapat disimpulkan bahwa guru masih menghadapi kesulitan dalam memadukan pembelajaran IPA karena guru dituntut harus selalu belajar dan senantiasa memperluas wawasan untuk memadukan materi pembelajaran dengan tepat. Guru juga masih mengalami kesulitan dalam melakukan penilaian sikap siswa. Dari hasil temuan tersebut,  guru diharapkan: (1) mampu memahami karakteristik kurikulum 2013 khususnya pada pembelajaran IPA yang dikembangkan sebagai mata pelajaran terpadu (integrative science), (2) menekankan pembelajaran pada pengalaman sehari-hari dengan menggunakan model, metode dan media pembelajaran yang bervariasi dan sesuai agar siswa dapat termotivasi, dan (3) melakukan penilaian autentik.  The research method is case study aims to obtain a learning process in junior high science class VII in 2013 and the implementation of the curriculum determine its influence on students' motivation in learning science. The study involved a sample of 56 students in one class VII Junior High School in Bandung. Data captured through observation of learning activities, teacher interviews, and student questionnaires. Triangulation of information was conducted to test the credibility, validity, and constancy research data. Based on observations and student questionnaires, information was obtained that learning science is integrated in the curriculum in 2013 to enhance the students' motivation to learn science. The reason for learning science becomes more contextual and meaningful, so that students feel like learning science and feel that science useful in everyday life. Based on interviews with teachers can be concluded that teachers still face difficulties in integrating science learning because teachers are required to be constantly learning and constantly expanding horizons to integrate learning materials appropriately. Teachers also still have difficulty in assessing students' attitudes. From these findings, the teacher is expected to: (1) able to understand the characteristics of the curriculum in 2013, especially in science learning developed as integrated subjects (integrative science), (2) emphasize the learning in daily experience using models, methods and instructional media varied and appropriate for students to be motivated, and (3) conduct authentic assessment.

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 52, No 2 (2023): September: Technology and Innovation in Education, Inclusive Education and Equi Vol 52, No 1 (2023): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 51, No 2 (2022): September: Curriculum and Learning, Inclusive Education and Equity Vol 51, No 1 (2022): April: Technology and Innovation in Education, Leadership, Policy, and Educatio Vol 50, No 2 (2021): September: Leadership, Policy, and Educational Governance Vol 50, No 2 (2021): September Vol 50, No 1 (2021): April Vol 50, No 1 (2021): April: Curriculum and Learning, Technology and Innovation in Education Vol 49, No 2 (2020): September Vol 49, No 1 (2020): April Vol 48, No 2 (2019): September Vol 48, No 1 (2019): April Vol 47, No 2 (2018): September Vol 47, No 1 (2018): April Vol 46, No 2 (2017): September 2017 Vol 46, No 1 (2017): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2017 Vol 46, No 1 (2017): April 2017 Vol 45, No 2 (2016): September 2016 Vol 45, No 2 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2016 Vol 45, No 1 (2016): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2016 Vol 45, No 1 (2016): April 2016 Vol 44, No 2 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: September 2015 Vol 44, No 2 (2015): September 2015 Vol 44, No 1 (2015): Lembaran Ilmu Kependidikan: April 2015 Vol 44, No 1 (2015): April 2015 Vol 43, No 2 (2014): September 2014 Vol 43, No 2 (2014): Edisi September 2014 Vol 43, No 1 (2014): April 2014 Vol 43, No 1 (2014): Edisi April 2014 Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 2 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 42, No 1 (2013) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 2 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 41, No 1 (2012) Vol 40, No 1 (2011) Vol 40, No 1 (2011) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 2 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 39, No 1 (2010) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 2 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 38, No 1 (2009) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 2 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 37, No 1 (2008) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 2 (2007) Vol 36, No 1 (2007) Vol 36, No 1 (2007) More Issue