Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 45, No 2 (2016): September 2016"
:
12 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD, MODEL PBL, DAN POTENSI AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MTs AL FITHRAH SURABAYA PADA MATERI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
Zahroh, Ulfi Aminatuz
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.8381
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa MTs Al Fithrah Surabaya dengan potensi akademik sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan rincian dari kelas VII-A 35 siswa dan VII-C 35 siswa. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian menggunakan tes potensi akademik, tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar observasi keterampilan sosial. Analisis data dengan uji Anava dua jalur diperoleh hasil: (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 4,049 dan tingkat signifikansi 0,048; (2) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 5,886 dan tingkat signifikansi 0,018; (3) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 5,924 dan tingkat signifikansi 0,018; (4) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 10,420 dan tingkat signifikansi 0,002; (5) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dengan F hitung 13,422 dan tingkat signifikansi 0,000; dan (6) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap keterampilan sosial dengan F hitung 38,908 dan tingkat signifikansi 0,000.
INKUIRI-REFLEKTIF: PARADIGMA PENDIDIKAN IPS YANG TERABAIKAN
Farisi, Mohammad Imam
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.3331
This paper describes the result of philosophical inquiry about the existence and development of inquiry-reflective paradigm of the Social Studies in the scholar community thoughts, and the curriculum development within the schools' level. Analysis focused on the social studies competences to be achieved (objectives); approaches need to be done (methods); learning contents need to be given (content). The analysis shows that the development paradigm-reflective inquiry at the social studies community is still the academic discourse, and not been yet a shared commitment. In fact, there are strong indications of the paradigm in Indonesia have 'stagnant’. The Social Studies curriculum also not consistently provides space for the development of inquiry-reflective thinking skills in a whole.
Meaning Negotiation and Learners’ Uptake in The Process of Teacher’s Corrective Feedback
Nurwulandari, Eki;
Sofwan, Ahmad
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.3179
This research described and analyzed the teacher’s corrective feedback and learners’ uptake in the classroom interaction. This is a descriptive research. The sample of this research was 34 students of the eleventh graders of Medika Vocational High School Pekalongan. The data comprised of trancripts of 10 hours of narural classroom interactions recorded from a class of a teacher. The findings show that recast, clarification request, elicitation, repetition and explicit correction which successfully lead to student-generated repair, are rarely used by the teacher.  Dalam interaksi, ada memiliki negosiasi makna. Secara kualitatif, penelitian ini menggambarkan cara peserta didik memberikan serapan untuk umpan balik korektif guru di dialog transaksional siswa dengan mengumpulkan data. Secara quantitative, peneliti menganalisi presentase yang didapat dari masing –masing type yang digunakan pada umpan balik guru dan serapan dari peserta didik, dan presentase quesioner siswa dengan mempresentase kan masing- masing bagian dari quesioner. Peneliti bertujuan untuk menganalisis bagaimana dan dimana guru mengoreksi kesalahan yang diucapkan selama suatu aktivitas tertentu di kelas XI SMK Medika. Hasil juga memperlihatkan bahwa corrective feedback sangat efektif dalam menghasilkan perbaikan siswa secara relatif yang jarang terjadi di kelas. Berdasarkan studi ini menuang kembali, meminta klarifikasi, penimbulan, pengulangan, dan perbaikan secara eksplisit sukses membuat siswa melakukan perbaikan yang jarang digunakan oleh guru. Data dasar terdiri trancripts dari 10 jam interaksi kelas naruralistic direkam dari kelas guru. Dari total berubah, peneliti telah menghitung 228 episode masing-masing berisi kesalahan yang dihasilkan oleh pelajar, sebuah Umpan bergerak korektif dari guru dan serapan berikutnya pelajar dalam menanggapi CF. Episode umpan balik korektif diidentifikasi dan diklasifikasikan menggunakan model modifikasi dari Lyster dan Ranta (1997).Â
Guru Pedesaan: Mengembangkan Keprofesionalan Guru melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas
Asyari, Syahrullah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.4675
Artikel ini berupaya mengungkap persoalan ‘ketidakprofesionalan’ guru yang sudah tersertifikasi. Tiap tahun, guru tersertifikasi kian meningkat. Ironisnya, peningkatan kuantitas tersebut tidak diikuti oleh meningkatnya kualitas. Hal yang nampak adalah meningkatnya taraf kesejahteraan para guru. Ini didukung oleh temuan penelitian lembaga internasional dan pernyataan dari pakar pendidikan di Indonesia sendiri. Akibatnya, lulusan yang ditelurkan tiap tahun oleh sekolah di semua jenjang pendidikan pun demikian. Oleh karena itu, penting untuk mengupayakan solusi atas persoalan tersebut. Kami melihat di satu aspek yang bisa kami dekati untuk dibenahi, yaitu persoalan karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas. Meskipun, bagi sebagian kalangan menganggap pelatihan penelitian tindakan kelas sebagai kegiatan yang sudah ‘basi’. Bagi kami tidak demikian. Kenyataannya, di sekolah tempat kami observasi, guru tersertifikasi pun tidak unjuk gigi, ketika ditanya tentang karya PTK mereka. Hanya saja, kita perlu belajar dari efektifitas metode pelatihan yang selama ini digunakan. Pertanyaannya adalah mengapa bisa demikian. Padahal, dalam PLPG sekalipun, mereka telah memperoleh materi PTK. Sehingga, menurut kami perlu diadakan setting pelatihan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka para guru. Luaran yang dihasilkan dari program ini adalah keprofesionalan guru meliputi informasi real mengenai: pengetahuan pedagogi guru, serta kemampuan guru dalam membuat karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas.
MORPHOSYNTACTIC ANALYSIS ON INDONESIAN EFL LEARNERS’ DESCRIPTIVE WRITING
Zainuddin, Zainuddin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.7199
This study is aimed at investigating the morphosyntactic issues in English descriptive writing of EFL learners in Indonesia. Therefore, qualitative data were collected from the students’ descriptive writing and analyzed in the morphosyntactic issues that lead to the grammatical errors, which take place in descriptive writing. Furthermore, the technique of collecting data was a documentation technique and the analysis technique used is the descriptive analysis. The findings in this study indicated that the EFL learners in Indonesia did not aware of using “s†for plural mark and third singular in present tense. Then, they did not aware of using “ed†for regular verb in past and past participle form. Moreover, they did not build sentence according to the syntax structure in English because they followed the Indonesian language sentence structure.
PENERAPAN PBL BERBASIS KEGIATAN PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN IKLIM KELAS, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XII MIPA-6 SMA
Prasetyanti, Nanik Murti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.9426
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kegiatan pratikum pada materi pembelajaran Metabolisme (Fotosinntesis) bertujuan untuk meningkatkan iklim kelas, motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Bentuk dan strategi dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dirasakan oleh guru di kelas untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan optimal. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMA 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik lebih aktif, bertanggungjawab, disiplin, dan memahami serta menguasai materi pelajaran dalam proses pembelajaran biologi dengan kegiatan praktikum dan diskusi LKPD tentang fotosintesis. Hal ini terlihat pada rata- rata indikator iklim kelas siklus I diperoleh 81,75 dan mengalami kenaikan menjadi 90,59 pada siklus II. Pada aspek motivasi belajar peserta didik diperoleh rata-rata 75,97 pada siklus I dan terjadi penguatan motivasi pada siklus II dengan rata-rata indikator menjadi 84,71. Hasil belajar kognitif pada siklus I diperoleh ketuntasan 91,18% dan 100% tuntas pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kegiatan Praktikum dapat meningkatkan aktivitas iklim kelas, motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar kognitif peserta didik pada KD Metabolisme untuk materi Fotosintesis kelas XII-MIPA- 6 SMA Negeri 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016.
Guru Pedesaan: Mengembangkan Keprofesionalan Guru melalui Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas
Asyari, Syahrullah
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.4675
Artikel ini berupaya mengungkap persoalan ‘ketidakprofesionalan’ guru yang sudah tersertifikasi. Tiap tahun, guru tersertifikasi kian meningkat. Ironisnya, peningkatan kuantitas tersebut tidak diikuti oleh meningkatnya kualitas. Hal yang nampak adalah meningkatnya taraf kesejahteraan para guru. Ini didukung oleh temuan penelitian lembaga internasional dan pernyataan dari pakar pendidikan di Indonesia sendiri. Akibatnya, lulusan yang ditelurkan tiap tahun oleh sekolah di semua jenjang pendidikan pun demikian. Oleh karena itu, penting untuk mengupayakan solusi atas persoalan tersebut. Kami melihat di satu aspek yang bisa kami dekati untuk dibenahi, yaitu persoalan karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas. Meskipun, bagi sebagian kalangan menganggap pelatihan penelitian tindakan kelas sebagai kegiatan yang sudah ‘basi’. Bagi kami tidak demikian. Kenyataannya, di sekolah tempat kami observasi, guru tersertifikasi pun tidak unjuk gigi, ketika ditanya tentang karya PTK mereka. Hanya saja, kita perlu belajar dari efektifitas metode pelatihan yang selama ini digunakan. Pertanyaannya adalah mengapa bisa demikian. Padahal, dalam PLPG sekalipun, mereka telah memperoleh materi PTK. Sehingga, menurut kami perlu diadakan setting pelatihan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan mereka para guru. Luaran yang dihasilkan dari program ini adalah keprofesionalan guru meliputi informasi real mengenai: pengetahuan pedagogi guru, serta kemampuan guru dalam membuat karya tulis ilmiah penelitian tindakan kelas.
MORPHOSYNTACTIC ANALYSIS ON INDONESIAN EFL LEARNERS’ DESCRIPTIVE WRITING
Zainuddin, Zainuddin
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.7199
This study is aimed at investigating the morphosyntactic issues in English descriptive writing of EFL learners in Indonesia. Therefore, qualitative data were collected from the students’ descriptive writing and analyzed in the morphosyntactic issues that lead to the grammatical errors, which take place in descriptive writing. Furthermore, the technique of collecting data was a documentation technique and the analysis technique used is the descriptive analysis. The findings in this study indicated that the EFL learners in Indonesia did not aware of using “s” for plural mark and third singular in present tense. Then, they did not aware of using “ed” for regular verb in past and past participle form. Moreover, they did not build sentence according to the syntax structure in English because they followed the Indonesian language sentence structure.
PENERAPAN PBL BERBASIS KEGIATAN PRAKTIKUM UNTUK MENINGKATKAN IKLIM KELAS, MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XII MIPA-6 SMA
Prasetyanti, Nanik Murti
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.9426
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis kegiatan pratikum pada materi pembelajaran Metabolisme (Fotosinntesis) bertujuan untuk meningkatkan iklim kelas, motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Bentuk dan strategi dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) untuk memecahkan masalah yang dihadapi dirasakan oleh guru di kelas untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan optimal. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMA 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik lebih aktif, bertanggungjawab, disiplin, dan memahami serta menguasai materi pelajaran dalam proses pembelajaran biologi dengan kegiatan praktikum dan diskusi LKPD tentang fotosintesis. Hal ini terlihat pada rata- rata indikator iklim kelas siklus I diperoleh 81,75 dan mengalami kenaikan menjadi 90,59 pada siklus II. Pada aspek motivasi belajar peserta didik diperoleh rata-rata 75,97 pada siklus I dan terjadi penguatan motivasi pada siklus II dengan rata-rata indikator menjadi 84,71. Hasil belajar kognitif pada siklus I diperoleh ketuntasan 91,18% dan 100% tuntas pada akhir siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kegiatan Praktikum dapat meningkatkan aktivitas iklim kelas, motivasi belajar peserta didik dan hasil belajar kognitif peserta didik pada KD Metabolisme untuk materi Fotosintesis kelas XII-MIPA- 6 SMA Negeri 3 Surakarta semester gasal tahun pelajaran 2015/2016.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD, MODEL PBL, DAN POTENSI AKADEMIK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MTs AL FITHRAH SURABAYA PADA MATERI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
Zahroh, Ulfi Aminatuz
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 45, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/lik.v45i2.8381
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan PBL terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan sosial siswa MTs Al Fithrah Surabaya dengan potensi akademik sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain faktorial 2x2. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa dengan rincian dari kelas VII-A 35 siswa dan VII-C 35 siswa. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian menggunakan tes potensi akademik, tes kemampuan berpikir kritis, dan lembar observasi keterampilan sosial. Analisis data dengan uji Anava dua jalur diperoleh hasil: (1) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 4,049 dan tingkat signifikansi 0,048; (2) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan model PBL dengan F hitung 5,886 dan tingkat signifikansi 0,018; (3) ada perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 5,924 dan tingkat signifikansi 0,018; (4) ada perbedaan keterampilan sosial antara kelompok siswa yang memiliki potensi akademik tinggi dengan yang memiliki potensi akademik rendah dengan F hitung 10,420 dan tingkat signifikansi 0,002; (5) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap kemampuan berpikir kritis dengan F hitung 13,422 dan tingkat signifikansi 0,000; dan (6) ada interaksi yang sangat signifikan antara model pembelajaran dan potensi akademik terhadap keterampilan sosial dengan F hitung 38,908 dan tingkat signifikansi 0,000.