cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015): December 2015" : 18 Documents clear
Membudayakan Jalan Kaki di Kampus Konservasi Wahyuningsih, A Setyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampus sebagai tempat penyelenggara kerja, mempunyai ribuan tenaga kerja dengan berbagai macam jenis pekerjaan, antara lain pengajar, karyawan administrasi dan operator komputer. Berdasarkan pengamatan di UNNES bulan Januari hingga April tahun 2010, didapatkan data bahwa sekitar 90 % karyawan, dosen, dan mahasiswa UNNES menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi dan mobilisasi baik dalam jarak dekat ( dalam satu fakultas ) maupun jarak jauh ( antar fakultas, menuju rektorat ). Status kesehatan para dosen dan karyawan di lingkungan kerja Universitas Negeri Semarang (UNNES) , didapatkan bahwa adanya peningkatan kasus – kasus tentang penyakit degenaratif akibat gangguan metabolik seperti ; kegemukan, hipertensi, hiperkolesterolemia, hiperuresemi, dan hiperlipidemi, serta penyakit jantung koroner. Jalan kaki merupakan aktifitas fisik yang paling mudah, murah, aman dan efektif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh serta bersifat sebagai ketahanan dan kekuatan serta merupakan salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman serta mampu mencegah munculnya penyakit. Pencanangan UNNES sebagai universitas konservasi yang salah satu misinya adalah melakukan konservasi energi sehingga tercipta UNNES yang bebas asap, asri, hijau, sejuk dan indah serta kualitas udara yang sehat maka kegiatan jalan kaki di lingkungan kampus bagi segenap warga kampus dalam beraktifitas kesehariannya merupakan upaya promotif dan preventif bagi kesehatan seluruh warga UNNES.
The Effectiveness of Sidearm Throw in Softball Players Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: The good throws need acceleration, and acceleration starts from maximum lateral rotation with the ball come quickly to the target. The aim of this study was to investigate the comparison between sidearm and overhand throws. Method: 60 players participate in this study (age 20.9±0.4, Height 168.9±5.3, Weight 58.8±5.3 and BMI 20.6±1.8). All participants are beginner and they are right handed. Throw test in this study were sidearm and overhand throws technique with ten meters in one minute. Stopwatch is used to calculate the time for sidearm throw and overhand throw, and Dartfish software version 4.5.2.0 is used to analyze throwing motion. The paired t-test in this study was p < 0.05 to analyze the data. Result: The sidearm and overhand throws had significant differences with the average in one minute was 18.08 times and overhand throw was 15.55 times. Base on the motion analysis view in Dartfish, sidearm throw is simpler and faster, which meant side arm throw was more easy to use than overhand throw by the players. Conclusion: sidearm throw more effective than overhand throw, because the movement is shorter and simpler.
Efek Olahraga Ringan Pada Fungsi Imunitas Terhadap Mikroba Patogen : Infeksi Virus Dengue Sukendra, Dyah Mahendrasari
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunitas atau kekebalan pada tubuh manusia merupakan kemampuan tubuh untuk melawan berbagai mikroba patogen, misalnya virus dengue penyebab penyakit DBD. Kecenderungan anak-anak terhadap gadget  yang terkoneksi internet, membuat anak-anak lebih suka bermain dengan gadget. Sehingga muncul kecenderungan anak hanya diam dan kurang beraktivitas. Tubuh yang cenderung diam dan kurang beraktivitas dapat berpengaruh pada fungsi kekebalan tubuh. Aktivitas latihan fisik ringan lebih bermanfaat pada fungsi imunitas bila dibanding hanya melakukan aktivitas berupa duduk/tidak melakukan kegiatan apapun. Kekebalan tubuh dapat mudah ditingkatkan dengan melakukan latihan fisik/olahraga juga istirahat serta tidur cukup. Peningkatan jumlah leukosit dalam sirkulasi darah (utamanya limposit dan neutrofil) serta trombosit, dengan melakukan latihan fisik/olahraga ringan dipengaruh oleh intensitas dan durasi latihan. Terjadi pula peningkatan konsentrasi plasma dari berbagai substansi yang dikenal dengan efek fungsi leukosit, termasuk sitokin pada peradangan, seperti TNF-α, makrofag inflamatori protein-1, IL-1β; anti-inflamator sitokin IL-6, IL-10, dan IL-1-reseptor antagonist (IL-1ra); serta peningkatan kadar protein, termasuk C-reaktif protein (CRP). Mekanisme kenaikan atau penurunan imun saat latihan fisik/olahraga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan dalam jangka panjang, hal ini berkaitan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit. Sehingga jika terjadi  infeksi mikroba patogen yaitu virus dengue, maka tubuh mampu melakukan pencegahan  infeksi virus dengue ke dalam tubuh.
Perbedaan Kesegaran Jasmani Dilihat dari Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi Mentari, Yulian Afrinda; Yosephin, Betty; Kusdalinah, Kusdalinah
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui kebiasaan sarapan dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, tes lari 50 meter untuk kesegaran jasmani. Sampel penelitian adalah siswa SMP Negeri 01 Kota Bengkulu. Analisa data menggunakan uji t test Independen. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang kurang adalah 96,55 %. Tidak ada perbedaan yang bermakna kebiasaan sarapan dan status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang kurang dan baik (nilai p>0,05).
Penggunaan Narkotika dikalangan Olahragawan Malaysia Parnabas, Vincent A.; Abdullah, Nagoor Meera; Mahamood, Yahaya; Omar-Fauzee, M.S.; Nazaruddin, Mohamad Nizam; Parnabas, Julinamary A.
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalpasti penggunaan narkotika dikalangan atlet mengikut kemahiran, iaitu yang mewakili peringkat Nasional (negara), negeri, daerah dan universiti. Selain itu, ia juga untuk melihat perbezaan penggunaan narkotika dikalangan atlet berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan sampel 111 atlet Malaysia (Negara = 31; Negeri = 35; Daerah = 19; Universitas = 26), yang dipilih secara random semasa pertandingan olahraga antara universitas. Manakala dari segi gender, atlet lelaki adalah 66 dan atlet perempuan adalah 45. Angket Penggunaan Narkotika (Drug Use Questionnaire) digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur tahap penggunaan narkotika. Hasil penelitian menunjukkan tujuan utama penggunaan narkotika adalah untuk menang. Selain itu, penggunaan narkotika dikalangan atlet lelaki lebih tinggi daripada perempuan. Hasil penelitian juga menunjukkan narkotika lebih tinggi diguna oleh olahragawan yang mewakili peringkat Nasional (Negara). Ahli-ahli psikologi olahraga harus memainkan peranan penting untuk menggurangkan ketagihan penggunaan narkotika dengan memberi terapi yang berkesan. Pemerintah Malaysia harus melarang olahragawan yang menggunakan narkotika terlibat dalam pertandingan olahraga.
Pengaruh Status Gizi, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein terhadap VO2 Maks Widyastari, Hasty; Setiowati, Anies
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi , tingkat asupan energi (TKE) dan protein (TKP) terhadap VO2 maks. Penelitian ini merupakan observasional analitik ini dilakukan secara cross sectional pada 20 sampel yang diambil secara acak sederhana pada 50 orang populasi. Sebagai populasi adalah mahasiswa semester III PKG PGSD Jurusan PJKR UNNES berusia 20-30 tahun, sehat saat penelitian dan bersedia dijadikan sampel penelitian. Status Gizi dinilai berdasarkan IMT (BB/TB2 ), TKE dan TKP dari hasil recall 24 jam sedangkan VO2 Maks diukur dengan tes Balke lari 15 menit. Analisis univariat menggunakan nilai rerata IMT, TKE dan TKP serta distribusi frekuensi. Analisis bivariat dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian :  rerata IMT 22,5 ± 2,9 kg/m2, asupan energi 1791,5 ± 428,8 kklal, asupan protein 40,6 ± 14,3 gram, VO2 maks 37,1 ± 6,2 ml/kgBB/menit, 60% mahasiswa mempunyai IMT normal, 90% TKE dan 70% TKP kurang. Hasil analisis korelasi pearson diperoleh hasil tidak terdapat hubungan antara  IMT , tingkat asupan energi, tingkat asupan protein dengan VO2 maks (IMT , p= 0,816 ; r= -0,056 ), (TKE, p= 0,142 ; r= -0,341), (TKP, p= 0,267 ;  r=-0,261. Simpulan: terdapat faktor-faktor lain yang berpengaruh pada VO2 maks selain IMT, TKE dan TKP.
Pengaruh Status Gizi, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein terhadap VO2 Maks Widyastari, Hasty; Setiowati, Anies
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7893

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi , tingkat asupan energi (TKE) dan protein (TKP) terhadap VO2 maks. Penelitian ini merupakan observasional analitik ini dilakukan secara cross sectional pada 20 sampel yang diambil secara acak sederhana pada 50 orang populasi. Sebagai populasi adalah mahasiswa semester III PKG PGSD Jurusan PJKR UNNES berusia 20-30 tahun, sehat saat penelitian dan bersedia dijadikan sampel penelitian. Status Gizi dinilai berdasarkan IMT (BB/TB2 ), TKE dan TKP dari hasil recall 24 jam sedangkan VO2 Maks diukur dengan tes Balke lari 15 menit. Analisis univariat menggunakan nilai rerata IMT, TKE dan TKP serta distribusi frekuensi. Analisis bivariat dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian :  rerata IMT 22,5 ± 2,9 kg/m2, asupan energi 1791,5 ± 428,8 kklal, asupan protein 40,6 ± 14,3 gram, VO2 maks 37,1 ± 6,2 ml/kgBB/menit, 60% mahasiswa mempunyai IMT normal, 90% TKE dan 70% TKP kurang. Hasil analisis korelasi pearson diperoleh hasil tidak terdapat hubungan antara  IMT , tingkat asupan energi, tingkat asupan protein dengan VO2 maks (IMT , p= 0,816 ; r= -0,056 ), (TKE, p= 0,142 ; r= -0,341), (TKP, p= 0,267 ;  r=-0,261. Simpulan: terdapat faktor-faktor lain yang berpengaruh pada VO2 maks selain IMT, TKE dan TKP.
Membudayakan Jalan Kaki di Kampus Konservasi Wahyuningsih, A Setyo
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7889

Abstract

Kampus sebagai tempat penyelenggara kerja, mempunyai ribuan tenaga kerja dengan berbagai macam jenis pekerjaan, antara lain pengajar, karyawan administrasi dan operator komputer. Berdasarkan pengamatan di UNNES bulan Januari hingga April tahun 2010, didapatkan data bahwa sekitar 90 % karyawan, dosen, dan mahasiswa UNNES menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi dan mobilisasi baik dalam jarak dekat ( dalam satu fakultas ) maupun jarak jauh ( antar fakultas, menuju rektorat ). Status kesehatan para dosen dan karyawan di lingkungan kerja Universitas Negeri Semarang (UNNES) , didapatkan bahwa adanya peningkatan kasus – kasus tentang penyakit degenaratif akibat gangguan metabolik seperti ; kegemukan, hipertensi, hiperkolesterolemia, hiperuresemi, dan hiperlipidemi, serta penyakit jantung koroner. Jalan kaki merupakan aktifitas fisik yang paling mudah, murah, aman dan efektif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh serta bersifat sebagai ketahanan dan kekuatan serta merupakan salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman serta mampu mencegah munculnya penyakit. Pencanangan UNNES sebagai universitas konservasi yang salah satu misinya adalah melakukan konservasi energi sehingga tercipta UNNES yang bebas asap, asri, hijau, sejuk dan indah serta kualitas udara yang sehat maka kegiatan jalan kaki di lingkungan kampus bagi segenap warga kampus dalam beraktifitas kesehariannya merupakan upaya promotif dan preventif bagi kesehatan seluruh warga UNNES.
The Effectiveness of Sidearm Throw in Softball Players Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7894

Abstract

Introduction: The good throws need acceleration, and acceleration starts from maximum lateral rotation with the ball come quickly to the target. The aim of this study was to investigate the comparison between sidearm and overhand throws. Method: 60 players participate in this study (age 20.9±0.4, Height 168.9±5.3, Weight 58.8±5.3 and BMI 20.6±1.8). All participants are beginner and they are right handed. Throw test in this study were sidearm and overhand throws technique with ten meters in one minute. Stopwatch is used to calculate the time for sidearm throw and overhand throw, and Dartfish software version 4.5.2.0 is used to analyze throwing motion. The paired t-test in this study was p < 0.05 to analyze the data. Result: The sidearm and overhand throws had significant differences with the average in one minute was 18.08 times and overhand throw was 15.55 times. Base on the motion analysis view in Dartfish, sidearm throw is simpler and faster, which meant side arm throw was more easy to use than overhand throw by the players. Conclusion: sidearm throw more effective than overhand throw, because the movement is shorter and simpler.
Efek Olahraga Ringan Pada Fungsi Imunitas Terhadap Mikroba Patogen : Infeksi Virus Dengue Sukendra, Dyah Mahendrasari
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7890

Abstract

Imunitas atau kekebalan pada tubuh manusia merupakan kemampuan tubuh untuk melawan berbagai mikroba patogen, misalnya virus dengue penyebab penyakit DBD. Kecenderungan anak-anak terhadap gadget  yang terkoneksi internet, membuat anak-anak lebih suka bermain dengan gadget. Sehingga muncul kecenderungan anak hanya diam dan kurang beraktivitas. Tubuh yang cenderung diam dan kurang beraktivitas dapat berpengaruh pada fungsi kekebalan tubuh. Aktivitas latihan fisik ringan lebih bermanfaat pada fungsi imunitas bila dibanding hanya melakukan aktivitas berupa duduk/tidak melakukan kegiatan apapun. Kekebalan tubuh dapat mudah ditingkatkan dengan melakukan latihan fisik/olahraga juga istirahat serta tidur cukup. Peningkatan jumlah leukosit dalam sirkulasi darah (utamanya limposit dan neutrofil) serta trombosit, dengan melakukan latihan fisik/olahraga ringan dipengaruh oleh intensitas dan durasi latihan. Terjadi pula peningkatan konsentrasi plasma dari berbagai substansi yang dikenal dengan efek fungsi leukosit, termasuk sitokin pada peradangan, seperti TNF-α, makrofag inflamatori protein-1, IL-1β; anti-inflamator sitokin IL-6, IL-10, dan IL-1-reseptor antagonist (IL-1ra); serta peningkatan kadar protein, termasuk C-reaktif protein (CRP). Mekanisme kenaikan atau penurunan imun saat latihan fisik/olahraga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan dalam jangka panjang, hal ini berkaitan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit. Sehingga jika terjadi  infeksi mikroba patogen yaitu virus dengue, maka tubuh mampu melakukan pencegahan  infeksi virus dengue ke dalam tubuh.

Page 1 of 2 | Total Record : 18