Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 17, No 2 (2019): December"
:
10 Documents
clear
Sistem Informasi Perencanaan dan Pengukuran Kinerja Unit dengan Metode Analytical Hierarchy Process
Widiyanto, Widiyanto;
Suryono, Suryono;
Kusumaningrum, Retno
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.18777
Penilaian kegiatan untuk pengukuran kinerja menggunakan Analytical Hierarchy Process. Proses kegiatan unit kerja dimulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan, dan laporan kegiatan. Input data proposal dilakukan oleh operator unit yang menghasilkan perencanaan kegiatan dan keuangan. Input data pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan data arsip kegiatan. Input laporan kegiatan dan keuangan menghasilkan data capaian, serapan anggaran, serta lama proses laporan kegiatan. Nilai kegiatan didapatkan dari total nilai capaian semua kegiatan yang dikalikan dengan bobot masing-masing indikator. Bobot indikator didapatkan dengan metode Analytical Hierarchy Process. Nilai kinerja dari unit didapatkan dari rata-rata nilai kegiatannya. Dengan adanya sistem informasi manajemen dapat membantu dan mempermudah penilaian kinerja unit menggunakan metode Analytical Hierarchy Process sehingga perencanaan dapat direalisasikan dengan baik dan terukur pada unit pengembang jurnal secara terintegrasi. Evaluasi kinerja dengan menilai kualitas suatu unit sistem menghasilkan nilai 60% dengan kriteria baik, dan informasi yang dihasilkan sebesar 80% dengan kriteria baik, serta kegunaan sistem dalam pemenuhan kebutuhan unit sebesar 80% dengan kriteria baik.
Penerapan Oven Pemanggang Telur Asin pada UMKM Telur Asin Sekaran Gunungpati Semarang
Subarkah, Danang;
Maryono, Maryono;
Kriswanto, Kriswanto;
Apriyanto, Rahmat;
Karsan, Karsan;
Hasyim, Fuad
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.24596
Kelompok usaha yang memproduksi telur asin dengan menggunakan metode perebusan. Hasil dari proses perebusan mengakibatkan telur asin yang dihasilkan, masih mengandung banyak kadar air dan daya tahan telur hanya 2 minggu. Peningkatan penghasilan dan penghematan operasional pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan menerapkan alat untuk memasak sehingga kadar air berkurang dan hemat energi. Kualitas telur asin dapat tetap bernutrisi dan tahan lama melalui penerapan oven pemanggang. Metode pelaksanaan dari kegiatan berupa sosialisasi program pengabdian masyarakat, dan membuat oven pemanggang sesuai kebutuhan mitra dengan metode rancang bangun dan pabrikasi. Mitra dilatih untuk menggunakan alat pemanggang telur asin dan dievaluasi dengan metode uji coba dan pengamatan. Desain oven panggang dengan suhu 100oC dilengkapi dengan kontrol suhu, dan kapasitas memasak telur asin mencapai 450 butir Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yakni mengatasi permasalahan produksi mitra melalui penerapan dan pelatihan oven pemanggang hemat energi kapasitas 450 butir dengan biaya produksi sebesar 0,3 kg gas elpiji atau senilai Rp1.800,00/proses. Penggunaan oven pemanggang dapat mengurangi kadar air dan dapat meningkatkan masa simpan telur asin dari sebelumnya 2 minggu menjadi 3 minggu.
Penerapan Mesin Pengaduk Adonan Kue pada Usaha Bakpia di Kelurahan Pakintelan
Kriswanto, Kriswanto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.21727
Abstrak.UMKM kue kering bakpia di Kelurahan Pakintelan menggunakan proses secara manual sehingga kapasitas produksi rendah dan biaya produksi tinggi. Tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas produksi dan menurunkan biaya produksi melalui penerapan mesin pengaduk adonan kue ekonomis. Metode pelaksanaan berupa pembuatan mesin pengaduk adonan ekonomis dengan proses manufaktur; pembuatan media pemasaran offline dan desain label kemasan dengan metode desain grafis. Pembuatan media pemasaran online digunakan untuk pelatihan penggunaan dan perawatan mesin dan alat menggunakan metode praktik dan tanya jawab; evaluasi penggunaan alat menggunakan metode uji coba dan pengamatan. Hasil yang dicapai berupa penerapan 1 unit mesin pengaduk adonan kue kapasitas 6 kg/proses. Mesin yang diterapkan membutuhkan biaya dalam satu kali proses sehingga lebih ekonomis dibandingkan tenaga manusia sehingga terjadi penurunan biaya produksi sebesar 85,2%. Permasalahan spek pemasaran diatasi dengan penerapan media pemasaran online dan offline yakni menggunakan media online marketplace, media sosial, dan kartu nama sehingga pemasaran dapat lebih luas. Penerapan mesin pengaduk meningkatkan kapasitas produksi dimana waktu 1,5 jam (proses manual) sebelumnya 12 kg dapat menjadi 108 kg adonan kue. Keuntungannya dalah waktu proses satu batch lebih cepat, kapasitas lebih besar, menghemat tenaga manusia dan digantikan listrik yang hemat. UMKM bakpia pastries in Pakintelan Village use a manual process to make production capacity low, and production costs are high. This activity aims to increase production capacity and reduce production costs through the application of an economical cake dough mixer. The implementation method makes an economical dough mixer with a manufacturing process, making offline marketing media and packaging label design using graphic design methods. Making online marketing media is used for training in the use and maintenance of machines and tools using practice and question and answer methods; evaluation of the use of tools using trial and observation methods. The results achieved were the application of 1 unit of cake dough mixer with 6 kg/process capacity. The machine that is applied requires a cost in one process, so it is more economical than human labor, so that the production cost decreases by 85.2%. The marketing spec problem is overcome by implementing online and offline marketing media, namely using the online media marketplace, social media, and business cards so that marketing can be broader. The mixing machine's application increases the production capacity where the time of 1.5 hours (manual processing) previously 12 kg can be 108 kg of cake dough. The advantage is that one batch processing time is faster, larger capacity saves human labor and is replaced by economical electricity.
Penyediaan Mesin Penetas Telur dan Peningkatan Kapasitas Produksi bagi Peternak Bebek Petelur di Kelurahan Nongkosawit
Supraptono, Supraptono
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.21735
Di wilayah Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Semarang ada usaha peternakan bebek yang berkembang dari penetasan telur yang memperbanyak jumlah bebek dan meningkatkan penjalan perusahaan. Tingkat keberhasilan penetasan telur diteliti dan diujicobakan menggunakan mesin tetas telur. Telur bebek tidak hanya dijual mentah namun bisa juga ditetaskan, menentukan produk alternatif dan mengetahui penurunan biaya produksi pemasakan telur asin. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah/penyuluhan tentang pentingnya menjaga suatu usaha dan memberikan peluang produk alternatif serta meningkatkan jumlah bebek dari keberhasilan menetas dan menjadi bebek baru dengan lebih cepat. Motivasi untuk mencoba alat inkubator penetas telur bebek dengan kontrol pemanasan dan kelembaban. Mencoba alat dan mempraktekan pembuatan telur asin dengan kapasitas yang lebih besar. Mitra dapat mencoba sendiri alat untuk penetas telur dan pemasak telur dengan instruksi atau prosedur yang sudah disampaikan selama kegiatan bersama. Program yang sudah dilaksanakan memberikan keberhasilan mesin penetas telur untuk menetaskan telur bebek diterapkan pada mitra peternak meningkat menjadi 87,5%. Pemasakan telur asin menggunakan panci kukus kapasitas besar 2 L dapat menurunkan biaya produksi pemasakan sebesar 62,5% dari mula-mula. Permasalahan untuk mempercepat waktu produksi dan perbaikan sudah dapat dikendalikan sehingga peternak dapat menetaskan telur bebek secara mandiri dengan memilih telur yang berkualitas dan diversivikasi produk berupa telur asin. In Nongkosawit Village, Gunungpati District, Semarang, there is a duck farming business that has developed from hatching eggs that increase the number of ducks and increase the company's sales. The success rate of hatching eggs was researched and tested using an egg hatching machine. Duck eggs are sold raw and can also be hatched, determining alternative products and knowing the reduction in production costs for cooking salted eggs. Implementing this community service activity is the method of lecturing/counseling on the importance of maintaining a business, providing alternative product opportunities, and increasing the number of ducks from hatching success and becoming new ducks more quickly. Motivation to try a duck egg incubator with heating and humidity controls. Try out tools and practice making salted eggs with a bigger capacity. Partners can try their egg incubator and egg cooker with the instructions or procedures that have been conveyed during the joint activity. The program that has been implemented has resulted in egg incubators' success for incubating duck eggs being applied to breeder partners, increasing to 87.5%. Cooking salted eggs using a 2 L large capacity steamer can reduce cooking production costs by 62.5% from the start. The problem of speeding up production and repair time can be controlled so that breeders can hatch duck eggs independently by selecting quality eggs and product diversification in the form of salted eggs.
Sistem Seleksi Calon Penerima Bantuan Siswa Miskin Menggunakan Metode Simple Additive Weighting pada SMK NU Ma'arif 2 Kudus
Syaifuddin, Syaifuddin;
Riyanto, Eko;
Solikhin, Solikhin
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.26084
Permasalahan yang dihadapi panitia seleksi adalah bahwa wali kelas menunjuk siswanya secara acak. Siswa tersebut mendapat bantuan dari pemerintah berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Kesulitan dalam menentukan siswa yang berhak mendapatkan bantuan yang sesuai capaian standar yang diinginkan. Penentuan siswa terbaik harus didukung oleh sistem seleksi untuk memilih siswa yang diterima terutama bagi Siswa Miskin. Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan merancang Sistem Pendukung yang sederhana terhadap Keputusan Seleksi Calon Penerimaan Bantuan Siswa Miskin dengan menggunakan Metode Simple Additive Weighting di SMK NU Ma'arif 2 Kudus yang merupakan status sekolah swasta. Metode pemeringkatan ditentukan dari data identitas dari siswa berkualitas atau berbobot berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan. Kriteria yang digunakan dalam Sistem Seleksi berdasarkan Penghasilan Orang Tua, nilai Rapor Rata-rata, dan jumlah Keluarga. Jumlah siswa yang akan terseleksi sebanyak 10 siswa untuk mendapatkan bantuan beasiswa siswa miskin.The problem faced by the selection committee is that the homeroom teacher appoints their students randomly so that there is difficulty in determining who is entitled to receive assistance in order to achieve the desired standard and obtain the best candidates. To overcome this problem, a Decision Support System (SPK) was designed for the Selection of Candidates for Reception of Poor Student Assistance (BSM) using the Simple Additive Weighting (SAW) Method at SMK NU Ma'arif 2 Kudus, which is a simple ranking method by finding weighted summations based on predetermined assessment criteria. The criteria used in the Selection System for Prospective Assistance for Poor Student Assistance (BSM) using the Simple Additive Weighting (SAW) Method at SMK NU Ma'arif 2 Kudus, namely: Total Parents' Income, Average Score Report Card, Number of Relatives.
Penyediaan Mesin Penetas Telur dan Peningkatan Kapasitas Produksi bagi Peternak Bebek Petelur di Kelurahan Nongkosawit
Supraptono, Supraptono
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.21735
Di wilayah Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Semarang ada usaha peternakan bebek yang berkembang dari penetasan telur yang memperbanyak jumlah bebek dan meningkatkan penjalan perusahaan. Tingkat keberhasilan penetasan telur diteliti dan diujicobakan menggunakan mesin tetas telur. Telur bebek tidak hanya dijual mentah namun bisa juga ditetaskan, menentukan produk alternatif dan mengetahui penurunan biaya produksi pemasakan telur asin. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode ceramah/penyuluhan tentang pentingnya menjaga suatu usaha dan memberikan peluang produk alternatif serta meningkatkan jumlah bebek dari keberhasilan menetas dan menjadi bebek baru dengan lebih cepat. Motivasi untuk mencoba alat inkubator penetas telur bebek dengan kontrol pemanasan dan kelembaban. Mencoba alat dan mempraktekan pembuatan telur asin dengan kapasitas yang lebih besar. Mitra dapat mencoba sendiri alat untuk penetas telur dan pemasak telur dengan instruksi atau prosedur yang sudah disampaikan selama kegiatan bersama. Program yang sudah dilaksanakan memberikan keberhasilan mesin penetas telur untuk menetaskan telur bebek diterapkan pada mitra peternak meningkat menjadi 87,5%. Pemasakan telur asin menggunakan panci kukus kapasitas besar 2 L dapat menurunkan biaya produksi pemasakan sebesar 62,5% dari mula-mula. Permasalahan untuk mempercepat waktu produksi dan perbaikan sudah dapat dikendalikan sehingga peternak dapat menetaskan telur bebek secara mandiri dengan memilih telur yang berkualitas dan diversivikasi produk berupa telur asin. In Nongkosawit Village, Gunungpati District, Semarang, there is a duck farming business that has developed from hatching eggs that increase the number of ducks and increase the company's sales. The success rate of hatching eggs was researched and tested using an egg hatching machine. Duck eggs are sold raw and can also be hatched, determining alternative products and knowing the reduction in production costs for cooking salted eggs. Implementing this community service activity is the method of lecturing/counseling on the importance of maintaining a business, providing alternative product opportunities, and increasing the number of ducks from hatching success and becoming new ducks more quickly. Motivation to try a duck egg incubator with heating and humidity controls. Try out tools and practice making salted eggs with a bigger capacity. Partners can try their egg incubator and egg cooker with the instructions or procedures that have been conveyed during the joint activity. The program that has been implemented has resulted in egg incubators' success for incubating duck eggs being applied to breeder partners, increasing to 87.5%. Cooking salted eggs using a 2 L large capacity steamer can reduce cooking production costs by 62.5% from the start. The problem of speeding up production and repair time can be controlled so that breeders can hatch duck eggs independently by selecting quality eggs and product diversification in the form of salted eggs.
Sistem Seleksi Calon Penerima Bantuan Siswa Miskin Menggunakan Metode Simple Additive Weighting pada SMK NU Ma'arif 2 Kudus
Syaifuddin, Syaifuddin;
Riyanto, Eko;
Solikhin, Solikhin
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.26084
Permasalahan yang dihadapi panitia seleksi adalah bahwa wali kelas menunjuk siswanya secara acak. Siswa tersebut mendapat bantuan dari pemerintah berupa sejumlah uang tunai yang diberikan secara langsung kepada siswa sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Kesulitan dalam menentukan siswa yang berhak mendapatkan bantuan yang sesuai capaian standar yang diinginkan. Penentuan siswa terbaik harus didukung oleh sistem seleksi untuk memilih siswa yang diterima terutama bagi Siswa Miskin. Pemecahan masalah dapat dilakukan dengan merancang Sistem Pendukung yang sederhana terhadap Keputusan Seleksi Calon Penerimaan Bantuan Siswa Miskin dengan menggunakan Metode Simple Additive Weighting di SMK NU Ma'arif 2 Kudus yang merupakan status sekolah swasta. Metode pemeringkatan ditentukan dari data identitas dari siswa berkualitas atau berbobot berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan. Kriteria yang digunakan dalam Sistem Seleksi berdasarkan Penghasilan Orang Tua, nilai Rapor Rata-rata, dan jumlah Keluarga. Jumlah siswa yang akan terseleksi sebanyak 10 siswa untuk mendapatkan bantuan beasiswa siswa miskin.The problem faced by the selection committee is that the homeroom teacher appoints their students randomly so that there is difficulty in determining who is entitled to receive assistance in order to achieve the desired standard and obtain the best candidates. To overcome this problem, a Decision Support System (SPK) was designed for the Selection of Candidates for Reception of Poor Student Assistance (BSM) using the Simple Additive Weighting (SAW) Method at SMK NU Ma'arif 2 Kudus, which is a simple ranking method by finding weighted summations based on predetermined assessment criteria. The criteria used in the Selection System for Prospective Assistance for Poor Student Assistance (BSM) using the Simple Additive Weighting (SAW) Method at SMK NU Ma'arif 2 Kudus, namely: Total Parents' Income, Average Score Report Card, Number of Relatives.
Sistem Informasi Perencanaan dan Pengukuran Kinerja Unit dengan Metode Analytical Hierarchy Process
Widiyanto, Widiyanto;
Suryono, Suryono;
Kusumaningrum, Retno
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.18777
Penilaian kegiatan untuk pengukuran kinerja menggunakan Analytical Hierarchy Process. Proses kegiatan unit kerja dimulai dari pengajuan proposal, pelaksanaan, dan laporan kegiatan. Input data proposal dilakukan oleh operator unit yang menghasilkan perencanaan kegiatan dan keuangan. Input data pelaksanaan kegiatan ini menghasilkan data arsip kegiatan. Input laporan kegiatan dan keuangan menghasilkan data capaian, serapan anggaran, serta lama proses laporan kegiatan. Nilai kegiatan didapatkan dari total nilai capaian semua kegiatan yang dikalikan dengan bobot masing-masing indikator. Bobot indikator didapatkan dengan metode Analytical Hierarchy Process. Nilai kinerja dari unit didapatkan dari rata-rata nilai kegiatannya. Dengan adanya sistem informasi manajemen dapat membantu dan mempermudah penilaian kinerja unit menggunakan metode Analytical Hierarchy Process sehingga perencanaan dapat direalisasikan dengan baik dan terukur pada unit pengembang jurnal secara terintegrasi. Evaluasi kinerja dengan menilai kualitas suatu unit sistem menghasilkan nilai 60% dengan kriteria baik, dan informasi yang dihasilkan sebesar 80% dengan kriteria baik, serta kegunaan sistem dalam pemenuhan kebutuhan unit sebesar 80% dengan kriteria baik.
Penerapan Oven Pemanggang Telur Asin pada UMKM Telur Asin Sekaran Gunungpati Semarang
Subarkah, Danang;
Maryono, Maryono;
Kriswanto, Kriswanto;
Apriyanto, Rahmat;
Karsan, Karsan;
Hasyim, Fuad
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.24596
Kelompok usaha yang memproduksi telur asin dengan menggunakan metode perebusan. Hasil dari proses perebusan mengakibatkan telur asin yang dihasilkan, masih mengandung banyak kadar air dan daya tahan telur hanya 2 minggu. Peningkatan penghasilan dan penghematan operasional pembuatan telur asin dapat dilakukan dengan menerapkan alat untuk memasak sehingga kadar air berkurang dan hemat energi. Kualitas telur asin dapat tetap bernutrisi dan tahan lama melalui penerapan oven pemanggang. Metode pelaksanaan dari kegiatan berupa sosialisasi program pengabdian masyarakat, dan membuat oven pemanggang sesuai kebutuhan mitra dengan metode rancang bangun dan pabrikasi. Mitra dilatih untuk menggunakan alat pemanggang telur asin dan dievaluasi dengan metode uji coba dan pengamatan. Desain oven panggang dengan suhu 100oC dilengkapi dengan kontrol suhu, dan kapasitas memasak telur asin mencapai 450 butir Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yakni mengatasi permasalahan produksi mitra melalui penerapan dan pelatihan oven pemanggang hemat energi kapasitas 450 butir dengan biaya produksi sebesar 0,3 kg gas elpiji atau senilai Rp1.800,00/proses. Penggunaan oven pemanggang dapat mengurangi kadar air dan dapat meningkatkan masa simpan telur asin dari sebelumnya 2 minggu menjadi 3 minggu.
Penerapan Mesin Pengaduk Adonan Kue pada Usaha Bakpia di Kelurahan Pakintelan
Kriswanto, Kriswanto
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 17, No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/rekayasa.v17i2.21727
Abstrak.UMKM kue kering bakpia di Kelurahan Pakintelan menggunakan proses secara manual sehingga kapasitas produksi rendah dan biaya produksi tinggi. Tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas produksi dan menurunkan biaya produksi melalui penerapan mesin pengaduk adonan kue ekonomis. Metode pelaksanaan berupa pembuatan mesin pengaduk adonan ekonomis dengan proses manufaktur; pembuatan media pemasaran offline dan desain label kemasan dengan metode desain grafis. Pembuatan media pemasaran online digunakan untuk pelatihan penggunaan dan perawatan mesin dan alat menggunakan metode praktik dan tanya jawab; evaluasi penggunaan alat menggunakan metode uji coba dan pengamatan. Hasil yang dicapai berupa penerapan 1 unit mesin pengaduk adonan kue kapasitas 6 kg/proses. Mesin yang diterapkan membutuhkan biaya dalam satu kali proses sehingga lebih ekonomis dibandingkan tenaga manusia sehingga terjadi penurunan biaya produksi sebesar 85,2%. Permasalahan spek pemasaran diatasi dengan penerapan media pemasaran online dan offline yakni menggunakan media online marketplace, media sosial, dan kartu nama sehingga pemasaran dapat lebih luas. Penerapan mesin pengaduk meningkatkan kapasitas produksi dimana waktu 1,5 jam (proses manual) sebelumnya 12 kg dapat menjadi 108 kg adonan kue. Keuntungannya dalah waktu proses satu batch lebih cepat, kapasitas lebih besar, menghemat tenaga manusia dan digantikan listrik yang hemat. UMKM bakpia pastries in Pakintelan Village use a manual process to make production capacity low, and production costs are high. This activity aims to increase production capacity and reduce production costs through the application of an economical cake dough mixer. The implementation method makes an economical dough mixer with a manufacturing process, making offline marketing media and packaging label design using graphic design methods. Making online marketing media is used for training in the use and maintenance of machines and tools using practice and question and answer methods; evaluation of the use of tools using trial and observation methods. The results achieved were the application of 1 unit of cake dough mixer with 6 kg/process capacity. The machine that is applied requires a cost in one process, so it is more economical than human labor, so that the production cost decreases by 85.2%. The marketing spec problem is overcome by implementing online and offline marketing media, namely using the online media marketplace, social media, and business cards so that marketing can be broader. The mixing machine's application increases the production capacity where the time of 1.5 hours (manual processing) previously 12 kg can be 108 kg of cake dough. The advantage is that one batch processing time is faster, larger capacity saves human labor and is replaced by economical electricity.