cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2010): December 2010" : 39 Documents clear
PEMBUATAN BAHAN GESEK KAMPAS REM MENGGUNAKAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PEMODIFIKASI GESEK Sutikno, -; Hindarto, Nathan; Marwoto, Putut; Rustad, Supriadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memfabrikasi bahan gesek menggunakanbahan dasar serbuk tempurung kelapa yang dapat diterapkan pada kampas remkendaraan bermotor. Formula bahan gesek dasar terdiri-dari sekitar sepuluhingredient. Serbuk tempurung kelapa dipilih untuk mengganti grafit atau serbuk batubara. Pada dasarnya bahan gesek kampas rem tersusun dari pengikat, pengisi,pemodifikasi gesek, dan serat. Pengikat, pengisi, dan penguat yang dipakai dalampenelitian ini adalah berturut-turut SBR 1712, CaCO3 dan serbuk tempurung kelapa.Spesimen dipersiapkan berdasarkan tahap eksperimen berikut: persen volumemasing-masing ingredient diukur, bahan-bahan dicampur dengan menggunakanblender, di-cure pada 190 C selama 3 jam dan kemudian dipanasi pada 200 C selama4 jam. Komposisi serbuk tempurung kelapa divariasi antara 10% sampai 30% darivolume total mould dan diperhitungkan menggunakan pendekatan Golden Section.Kadar unsur masing-masing bahan gesek diukur menggunakan energy dipersive xrayspectroscopy (EDS). Morfologi permukaan bahan gesek kampas rem diamatimenggunakan scanning electron microscopy (SEM). Kekerasan permukaan diukurmenggunakan Rockwell Hardness Tester (Wilson M1C1), Acco Wilson Instrumentsdan kekuatannya diukur menggunakan mesin uji tarik.Kata kunci: bahan gesek, kampas rem, serbuk tempurung kelapa
SINTESIS KITOSAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ANTI MIKROBIA IKAN SEGAR Mahatmanti, F Widhi; Sugiyo, Warlan; Sunarno, Wisnu
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.328

Abstract

Penggunaan senyawa anti mikroba yang tepat dapat memperpanjang umursimpan suatu produk serta menjamin keamanan produk. Untuk itu dibutuhkan bahansebagai anti mikroba yang alami supaya tidak membahayakan bagi kesehatan.Penggunaan kitosan untuk menghambat aktivitas mikrobia pada ikan nila segar akandiuji efektivitasnya. Pada penelitian ini kitosan yang digunakan sebagai anti mikrobiaikan nila disintesis dari cangkang udang windu (Peneaus Monodon). Populasicangkang udang yang digunakan untuk penelitian ini adalah cangkang udang winduyang berasal dari Tempat Pelelangan Ikan Tambak Lorok Semarang Populasi ikansegar yang digunakan adalah ikan nila hidup yang langsung berasal dari tambak diJuwana Pati. Kitin dan Kitosan disintesis dari cangkang udang windu (PeneausMonodon) dengan menggunakan metode Hong K.No (Mahatmanti, 2001). Kitin dankitosan yang berhasil disintesis dikarakteristik hasilnya meliputi pengujian kadar air,kadar abu, kadar Nitrogen, Derajad Deasetilasi. Kitosan setelah dikarakteristik,digunakan sebagai anti mikrobia ikan nila segar. Kitosan dilarutkan dalam asamasetat 2% dengan konsentrasi kitosan bervariasi 1%, 1,5%, dan 2%. Sebagai controldigunakan larutan asam asetat 2% dan akuades. Lama waktu penyimpanan ikan nilabervariasi 0 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam, 10 jam, 12 jam, dan 14 jam. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Kitin mempunyai kadar air 2,5%, kadar abu 7,78%,kadar Nitrogen 5,6%, dan Derajad Deasetilasi 67,64%. Kitosan mempunyai kadar air3,75%, kadar abu 8,75%, kadar Nitrogen 8,26%, dan Derajad Deasetilasi 81,11%.Hasil uji mikroba larutan kitosan terhadap ikan nila segar menunjukkan bahwaperlakuan dengan menggunakan larutan kitosan 1% pada ikan nila selama 10 jam(A1B1) yaitu sebesar 38.104 Sel/ mL adalah kondisi paling optimum.Kata Kunci : Kitosan, Anti mikrobia, Ikan Nila Segar.
AKTIVASI ABU LAYANG BATUBARA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN TIMBAL DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTROPLATING Astuti, Widi; Maharani, Widhi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Unnes Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.329

Abstract

Masalah utama pada pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakanbatubara sebagai sumber energi adalah adanya limbah padat berupa abu layangbatubara. Abu ini belum termanfaatkan dengan baik dan hanya ditumpuk dalamlandfill sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Abu layang tersusun atasbeberapa oksida berpori (terutaman silika) dan unburned carbon yang mempunyaipotensi baik sebagai adsorben. Namun,tingginya tingkat kristalinitas silika dankandungan unburned carbon dapat menyebabkan turunnya kapasitas adsorpsi.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh kristalinitas silika dan unburnedcarbon terhadap kapasitas adsorpsi timbal. Penurunan kristalinitas dilakukan denganlarutan NaOH sedangkan penurunan kadar unburned carbon menggunakan larutanH2SO4. Hasilnya, perlakuan dengan H2SO4 40% vol. selama 2 jam dengan suhu 40oCmampu menurunkan kandungan karbon sebesar 63%, dan meningkatkan kapasitasadsorpsi sebesar 65,28%. Sementara perlakuan dengan NaOH dapat menurunkantingkat kristalinitas dan meningkatkan kapasitas adsorpsi hingga hampir 100%.Kata kunci : abu layang batubara, adsorben, timbal
PENGARUH KONDISI PENUMBUHAN PADA SIFAT FISIS FILM TIPIS GA2O3 DENGAN DOPING ZNO Sulhadi, -; Marwoto, Putut; Sugianto, -
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.321

Abstract

Telah dapat ditumbuhkan film tipis Ga2O3:ZnO di atas substrat silikonmenggunakan dc magnetron sputtering (home made). Parameter deposisi yangdivariasikan dalam pembuatan film tipis Ga2O3:ZnO adalah daya plasma. Prosespenumbuhan dilakukan selama 3 jam. Struktur film dipelajari dengan menggunakandifraksi sinar X (XRD) dan SEM. Hasil difraktogram XRD dibandingkan dengandata JCPDS untuk mengidentifikasi struktur kristal yang tumbuh. Film tipis yangditumbuhkan dengan daya plasma 20,15 W dan 24,10 W teramati puncak difraksibersesuaian dengan orientasi bidang (201) yang menunjukkan lapisan tipisGa2O3:ZnO memiliki struktur monoklinik dan intensitas tertinggi bersesuaian denganorientasi bidang (400) pada fase kubik. Pada citra SEM dengan perbesaran 10.000kali teramati bahwa film yang ditumbuhkan dengan daya plasma 20,15 Wmempunyai morfologi yang lebih rata. Kondisi tersebut dikarenakan atom-atom yangmenempel pada substrat ada yang terlepas terlebih dahulu sebelum datang atom-atomyang tersputter dari target. Hal ini sebagai konsekuensi laju atom yang menujusubstrat relatif rendah karena ditumbuhkan pada daya plasma yang juga relatifrendah.Kata kunci: Ga2O3:ZnO, daya plasma, XRD, SEM, dc magnetron sputtering.
MODEL SPASIAL KETERSEDIAAN AIRTANAH DAN INTRUSI AIR LAUT UNTUK PENENTUAN ZONE KONSERVASI AIRTANAH Sriyono, -; Qudus, Nur; Setyowati, Dewi Liesnoor
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.326

Abstract

Airtanah merupakan sumberdaya air yang paling baik untuk air bersih danair minum. Kebutuhan airtanah selalu meningkat sesuai dengan pertambahanpenduduk. Peningkatan pengambilan airtanah pada kawasan pantai memacuterjadinya intrusi air laut, atau masuknya air laut ke air tawar. Tujuan umumpenelitian membuat model spasial ketersediaan airtanah dan intrusi air laut padakawasan pantai. Penelitian dilakukan di kawasan pantai Kota Semarang. Datameliputi: data fisik lahan, data hasil booring, karakteristik fisik airtanah, kedalamanmuka freatik, fluktuasi airtanah, sifat fisik airtanah, dan karakteristik akifer. Peralatanpenelitian berupa satu set alat geolistrik, GPS, EC-meter, dan Notebook. Pemilihandan pengukuran sampel sumur dan pendugaan geolistrik dengan teknik stratifiedpurposive sampling. Analisis meliputi uji kualitas air, analisis geolistrik dengansclumberger, sebaran intrusi, kedalaman dan arah aliran airtanah. Kondisi air sumurdi Pantai Semarang sebagian besar berasa payau sampai asin, dengan nilai DHLberkisar antara (6.448,1-5,7) ms/cm. Akifer bebas pada kawasan pantai Semarangtersusun material aluvium campuran dengan batupasir dengan lempung, pada bagianbawah terdapat lapisan akuitard dan lapisan kedap berupa akuiclud berupa materiallempung. Analisis hubungan antara ketersediaan dengan arah perkembangan wilayahmenghasilkan zone konservasi dalam enam zona, yaitu zone kritis, zone rawan, zoneaman 1, zone aman 2 zone aman 3, zone aman 4. Saran penelitian perlu dilakukanpemeliharaan dan pembatasan penggunaan airtanah, upaya mencari sumber airtanah,peningkatan cadangan airtanah dengan konservasi vegetatif, membuat embung,sumur resapan, biopori.Kata Kunci: akifer, intrusi, konservasi
STUDI PENGGUNAAN PREKURSOR HORMON STEROID DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS REPRODUKSI BURUNG PUYUH JANTAN (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Isnaeni, Wiwi; Fitriyah, Abdiyadul; Setyani, Ning
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efek penggunaan prekursor hormon steroid(dari bahan alami) dalam pakan terhadap kualitas reproduksi puyuh jantan. Prekursorhormon steroid dari bahan alami yang dimaksud yaitu minyak ikan lemuru (sumberomega-3), minyak sawit (sumber omega-6), dan kuning telur (sumber kolesterol),yang dicampurkan ke dalam pakan. Dalam penelitian ini digunakan 175 ekor burungpuyuh jantan umur empat minggu, dengan berat badan 60-98 gram, dibagi secaraacak menjadi tujuh kelompok, yaitu R-0 (kontrol), R-1 (3% ML), R-2 (6% ML), R-3(3% MS), R-4 (6% MS), R-5 ( 3% KT), dan R6 (6% KT). Pemberian pakandilakukan pada pagi pukul 07:00 dan sore pukul 16:00 WIB sebanyak 20 g pakan/100g BB puyuh/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Variabel penelitian(indikator kualitas reproduksi puyuh jantan) berupa kadar hormon testosteron plasma,kualitas darah, kecemerlangan/warna bulu dada, kualitas suara, dan kualitasspermatogenesis. Untuk mengamati struktur histologi testis, terlebih dahulu dilakukanpreparasi jaringan testis menggunakan metode pewarnaan H-E. Data dianalisisdengan analisis variansi menggunakan RAL, dilanjutkan dengan uji kontras ortogonaldan uji morpometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ML dan MSmampu meningkatkan kecemerlangan warna bulu dada burung puyuhjantan (P<0,01). Pemberian pakan sumber asam lemak dan kolesterol terbukti mampumeningkatkan motilitas dan konsentrasi spermatozoa burung puyuh secara bermakna(P<0,01). Pemberian ML level 6% mampu menurunkan abnormalitas spermatozoasecara bermakna. Pemberian MS level 6% mampu meningkatkan jumlahspermatozoa yang hidup. Pemberian MS dan ML level 6% mampu meningkatkankonsentrasi spermatozoa, sedangkan pemberian kolesterol level 6% cenderungmenurunkan kualitas semen. Pemberian ML dan MS level 6% menyebabkanpeningkatan kadar hormon testosteron. Kadar hormon testosteron tertinggiditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan dengan ML 6%. Kadar hormontestosteron terendah ditunjukkan oleh kelompok puyuh yang diperlakukan denganKT 6 % dan kelompok kontrol. Tingginya kadar hormon testosteron pada perlakuanML 6% dibarengi dengan rendahnya kadar kolesterol total (196,93 mg/ dl), HDL(79,73 mg/dl) dan LDL (12,68 mg/dl) pada plasma puyuh jantan. Pemberian ML,MS, dan KT level 6% juga meningkatkan hampir semua indikator kualitas suara.Kata Kunci: Minyak ikan lemuru, minyak sawit, kuning telur, hormon testosteron, kualitasreproduksi puyuh jantan.
STUDI PENUMBUHAN FILM TIPIS CUPC DENGAN METODE PENGUAPAN HAMPA UDARA PADA SUHU RUANG UNTUK APLIKASI SENSOR GAS Sujarwata, -; Triyana, Kuwat
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.322

Abstract

Penumbuhan film tipis CuPc di atas substrat SiO2 dengan metodepenguapan hampa udara (Model JEOL JEE-4X) telah dilaksanakan. Aktivitas inimerupakan langkah awal untuk mengembangkan sensor gas berbasis CuPc.Penumbuhan film tipis CuPc dilakukan dengan 2 variabel penelitian, yaitu waktudeposisi dan kuat arus pada alat vacuum evaporator. Karakteristik film tipis CuPctelah dianalisis didasarkan pada struktur mikro dengan menggunakan X-RayDiffraction (X-RD) and Scanning Electron Microscopy (SEM). Selanjutnya hasil XRDuntuk masing-masing sample telah dianalisis oleh ICDD ((International Centrefor Diffraction Data). Pada sisi lain, permukaan dan ketebalan film tipis CuPcdianalisis dengan gambar hasil dari SEM. Hasil spektrum dari X-RD diperoleh bahwafilm CuPc dideposisikan dengan kuat arus 35 A – 50 A menunjukkan adanyapeningkatkan kristal dalam film tipis CuPc.Ketebalan film tipis CuPc yangdideposisikan dengan pengaturan kuat arus 40 A, 45 A dan 50 adalah berturut-turut2,1 μm, 2,4 μm dan 4,8 μm. Film tipis CuPc yang didasarkan pada hasil deposisidapat dikatakan bahwa film dengan pengaturan kuat arus 45 A pada alat penguapanhampa udara merupakan karakteritik optimum pertama . Kesimpulan yang diperolehadalah film tipis CuPc dengan ketebalan akan meningkat, jika kuat arus yangdiaplikasikan pada alat penguapan ruang hampa juga ditingkatkan.Pembuatan OFETberbasis CuPc dilakukan dengan membuat struktur bottom-contact. Proses diawalidengan pencucian substrat Si/SiO2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner. Untukstruktur bottom-contact, setelah dilakukan pencucian substrat selanjutnyamendeposisikan elektroda source/drain di atas lapisan SiO2 menggunakan bahanemas murni dengan metode lithography.Kata kunci : Copper Phthalocyanine(CuPc), film tipis CuPc, vacuum evaporator
PEMBUATAN BAHAN GESEK KAMPAS REM MENGGUNAKAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PEMODIFIKASI GESEK Sutikno, -; Hindarto, Nathan; Marwoto, Putut; Rustad, Supriadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memfabrikasi bahan gesek menggunakanbahan dasar serbuk tempurung kelapa yang dapat diterapkan pada kampas remkendaraan bermotor. Formula bahan gesek dasar terdiri-dari sekitar sepuluhingredient. Serbuk tempurung kelapa dipilih untuk mengganti grafit atau serbuk batubara. Pada dasarnya bahan gesek kampas rem tersusun dari pengikat, pengisi,pemodifikasi gesek, dan serat. Pengikat, pengisi, dan penguat yang dipakai dalampenelitian ini adalah berturut-turut SBR 1712, CaCO3 dan serbuk tempurung kelapa.Spesimen dipersiapkan berdasarkan tahap eksperimen berikut: persen volumemasing-masing ingredient diukur, bahan-bahan dicampur dengan menggunakanblender, di-cure pada 190 C selama 3 jam dan kemudian dipanasi pada 200 C selama4 jam. Komposisi serbuk tempurung kelapa divariasi antara 10% sampai 30% darivolume total mould dan diperhitungkan menggunakan pendekatan Golden Section.Kadar unsur masing-masing bahan gesek diukur menggunakan energy dipersive xrayspectroscopy (EDS). Morfologi permukaan bahan gesek kampas rem diamatimenggunakan scanning electron microscopy (SEM). Kekerasan permukaan diukurmenggunakan Rockwell Hardness Tester (Wilson M1C1), Acco Wilson Instrumentsdan kekuatannya diukur menggunakan mesin uji tarik.Kata kunci: bahan gesek, kampas rem, serbuk tempurung kelapa
PENGGUNAAN KOMPOS AKTIF AKTIF TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN Herlina, Lina; Dewi, Pramesti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.317

Abstract

Cabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggidan dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Masalah utama dalam budidaya cabaiadalah tingginya serangan hama/penyakit yang secara ekonomis dapat menurunkanprodukitifitas, penggunaan pupuk kimia yang kurang bijaksana berdampak padalingkungan dan tidak aman untuk dikonsumsi. Untuk mengurangi penggunaan pupukkimia diperlukan teknologi inovasi penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupukaktif Trichoderma harzianum, sebagai salah satu alternatif agar produktifitas daricabai yang diusahakan tidak menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui penngaruhpupuk aktif Trichoderma harzianum, terhadap pertumbuhan dan produksi tanamancabai .Rancangan acak lengkap digunakan sebagai rancangan dalam penelitian ini.Tanaman indikator yang digunakan adalah cabai. Cabai ditanam di dalam polibagberukuran 40 x 50 cm dengan tanah sebanyak 10 kg. Variasi pupuk aktifTrichoderma harzianum ( g) adalah 0, 100, 150, 200 dan 250. Data dianalisis denganmenggunakan ANAVA satu jalan serta dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Hasilpenelitian menunjukkan pemberian kompos aktif Trichoderma harzianumberpengaruh terhadap pertumbjuhan akar primer, berat kering tanaman, kadar klorofiltetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Hasil uji lanjut BNT menunjukanbahwa pemberian pupuk aktif Trichoderma Harzianum pada semua perlakukanberbeda nyata kontrol pada panjang akar dan kadar klorofil, sedangkan pupuk aktif Tharzianum, dosis 250 g perpengaruh paling besar terhadap berat keringtanaman.Simpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kompos aktif Trichodermaharzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai . Respon pertumbuhantanaman cabai akibat pemberian kompos aktif Trichoderma harzianum dapatmeningkatkan jumlah akar lateral, kandungan klorofil serta berat kering tanamancabai.Kata Kunci : pertumbuhan dan produksi , tanaman cabai
PEMANFAATAN KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN SENG BEKAS SEBAGAI ABSORBER UNTUK MEREDUKSI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR MINYAK RUMAH TANGGA R, M Burhan; Anis, Samsudin; Karnowo, -
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.323

Abstract

Sumber energi fosil yang semakin terbatas perlu disikapi secara bijak untukmenjaga security of supply melalui usaha penghematan energi dan pemanfaatanenergi baru dan terbarukan. Aplikasi kolektor surya sebagai pemanas awal air skalarumah tangga diharapkan menjadi salah satu solusinya. Penelitian ini dilakukan untukmendapatkan konstruksi kolektor surya yang dapat dimanfaatkan sebagai pre-heaterair skala rumah tangga, mengetahui pengaruh modifikasi tebal kaca penutup dan jarakantar absorber dengan kaca penutup terhadap daya serap kolektor, dan mengetahuiseberapa besar kontribusi kolektor surya yang didesain dalam mereduksi pemakaianbahan bakar minyak skala rumah tangga. Penelitian diawali dengan perancangankolektor surya jenis plat datar yang dimodifikasi menggunakan plat gelombang dariseng bekas. Luas permukaan kolektor adalah 1,2 m2 dengan kapasitas 18 liter/jam.Setelah kolektor dirancang dan dibuat, dilanjutkan dengan pengujian dan pengukuranuntuk mendapatkan efisiensi kolektor yang optimal. Pengujian dilakukan pada sianghari pukul 10:00 – 15:00 dengan selang waktu 60 menit pada berbagai ukuran tebalkaca penutup yaitu 3 hingga 8 mm dan jarak absorber ke kaca penutup 10 hingga 50mm. Setelah didapatkan desain kolektor yang optimal, dilanjutkan dengan percobaanpendidihan air berdasar suhu keluaran kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwakolektor surya yang didesain dapat dimanfaatkan sebagai pre-heater air skala rumahtangga. Modifikasi tebal kaca dan jarak absorber ke kaca penutup berpengaruhterhadap efisiensi kolektor. Desain kolektor yang optimal didapatkan padapenggunaan tebal kaca 5 mm dan jarak absorber ke kaca penutup 30 mm. Desain inimenghasilkan efisiensi rerata tertinggi sebesar 79,6% dan mampu mereduksipenggunaan bahan bakar minyak sebesar 52,32%.Kata kunci: Kolektor surya, seng bekas, efisiensi, reduksi bahan bakar minyak

Page 2 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue