cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
UJI KUALITAS BANDENG PRESTO DENGAN ALAT LOW TEMPERATUR HIGH PRESSURE COOKER (LTHPC)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.318

Abstract

Bandeng duri lunak merupakan pengembangan olahan yang berasal daripemindangan. Low Temperature High Pressure Cooker (LTHPC) merupakan alathasil karya mahasiswa Unnes yang berfungsi membuat bandeng presto atau bandengduri lunak, yang dapat memproduksi dalam sekala besar dengan waktu yang relatiflebih singkat daripada menggunakan panci presto. Tujuan penelitain ini adalah untukmengetahui waktu optimum pemanasan agar diperoleh bandeng presto dengankualitas yang diharapkan dan mengetahui kualitas bandeng presto dengan adanyavariasi waktu dalam proses pemasakkan bandeng presto tersebut. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh bandeng presto yang diproduksi oleh KUB Lumintu.Variabel bebas adalah suhu pemanasan (T) yang terdiri dari 3 perlakuan, yaitu: 60menit, 90 menit dan 120 menit. Sebagai variabel terikat adalah kualitas bandengpresto (K), yang terdiri dari dari kualitas proximat dan kualitas organoleptik. Datayang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian diperolehbahwa analisis proximat ketiga sampel penelitian tidak menunjukkan hasil yangberbeda sangat nyata. Hal ini dapat dilihat dari kandungan energi, lemak, protein,karbohidrat, calsium, serta kasar dan kadar air mempunyai nilai yang hampir sama.Dari uji organoleptik tersebut di atas, dapat diketahui bahwa bandeng presto yangdimasak dengan lama waktu pemasakan 90 menit mempunyai hasil yang terbaik danpaling disukai oleh konsumen (responden). Hal ini dapat dilihat bahwa bandengpresto dengan pemasakan 90 menit tersebut mempunyai nilai rata-rata 4,6. lebihtinggi dari bandeng presto pemasakan 60 menit (3,2), maupun pemasakan 120 menit(4). Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa kualitas bandeng presto yangdimasak dengan variasi waktu yang berbeda mempunyai kualitas yang hampir sama.Hasil analisis proximat ketiga sampel mempunyai kualitas yang hampir sama.Bandeng presto dengan pemasakan 90 menit mempunyai kualitas organoleptikterbaik, kemudian diikuti bandeng presto dengan pemasakan 120 menit dan 60 menit.Kata Kunci : Bandeng Presto, Low Temperature High Presure Cooker
SINTESIS ZEOLIT A DARI ABU LAYANG BATUBARA MELALUI MODIFIKASI PROSES HIDROTERMAL
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5574

Abstract

Abu layang batubara telah digunakan untuk sintesis zeolit A melalui modifikasi proses hidrotermal. Modifikasi dilakukan dengan perlakuan homogenisasi campuran abu layang dan larutan NaOH jenuh. Sintesis zeolit diawali dengan melakukan reflux abu layang dengan HCl 1M dan mencucinya kembali hingga netral. Setelah tahap pengeringan sebanyak 10 gram abu layang ditambah dengan larutan jenuh yang mengandung 12 gram NaOH, dan diaduk sampai homogen, kemudian diuapkan. Campuran padat yang diperoleh dilebur dalam krus stainless steel, selama satu jam pada 600 C. Setelah melalui serangkain tahap hidrotermal selama 4 jam pada temperature 90 o C, zeolit hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan diffraksi sinar-X, mikroskop elkctron, spektroskopi FT-IR, metode BET untuk luas permukaan dan kapasitas tukar kation. Karakteristik zeolit A hasil sintesis menunjukkan kesamaan dengan karakteristik zeolit A komersial dalam hal pola difraksi, spektrum inframerah dan morfologi permukaan. Luas permukaan dan kapasitas tukar kation produk zeolit A menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan abu layang yang digunakan. o
PEMANFAATAN ABU VULKANIK GUNUNG MERAPI SEBAGAI GEOPOLIMER (SUATU POLIMER ANORGANIK ALUMINOSILIKAT)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5542

Abstract

Telah dilakukan sintesis material berupa geopolimer dengan memanfaatkan abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung Merapi. Geopolimer merupakan polimer anorganik aluminosilikat dengan rantai SiO-Al yang disintesis dari material yang kaya akan silika dan alumina dengan larutan pengaktif natrium hidroksida. Analisis kandungan kimia abu vulkanik Merapi menunjukkan bahwa material ini termasuk material pozzolanik, dengan kandungan silika dan alumina yang tinggi, yakni 45,7% berat SiO ; 14,00% berat Al 2 O 3 ; 16,1% berat CaO; 18,2% berat Fe 2 O 3 dan 3,86% berat K O. Perbandingan mol SiO 2 /Al 2 O 3 2 dalam abu vulkanik Merapi cukup tinggi yakni 5,55. Abu vulkanik Merapi dapat disintesis menjadi geopolimer meskipun mempunyai rasio mol SiO 2 /Al 2 O yang tinggi, dengan cara mempertinggi konsentrasi larutan pengaktif NaOH serta menambah waktu curing selama 3 hari pada suhu 70°C untuk membantu proses kondensasi (lepasnya molekul air) pada geopolimerisasinya. Geopolimerisasi abu vulkanik Merapi pada suhu kamar tidak dapat terjadi, ditandai dengan kekuatannya yang sangat rendah. Karakterisasi pada geopolimer berbahan dasar abu vulkanik menunjukkan bahwa kuat tekan optimum dicapai pada komposisi dengan perbandingan abu vulkanik/Na silikat/NaOH/H 3 O sebesar 50/10/4/6 dengan kekuatan 61,16 MPa. Analisis kulitatif berupa fasa mineral dengan XRD dan ikatan kimia dengan FTIR menunjukkan bahwa telah terbentuk fasa amorf aluminosilikat geopolimer dengan ikatan Si–O–Si atau Si–O–Al. 2 2
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT PADA SUNGAI DI JAWA TENGAH
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5424

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadar cemaran logam berat pada sedimen air sungai di Jawa Tengah (Kaligarang, Juwana, Bengawan Solo, Kali Agung, Kali Banger). Sampel penelitian berupa sedimen sungai. Sampel diuji kadar logam berat (Hg, Cd, Cu, Cr, Zn, Pb). Uji kadar logam berat dilakukan dengan menggunakan metode Mercury analycer (Hg) dan AtomicAbsorptionSpectroscopy (Cd, Cu, Cr, Zn, Pb). Hasil pengujian menunjukkan, kadar logam tertinggi adalah Zn dan Cu. Kadar logam Zn dari sumber cemaran industri makanan, farmasi, rumah tangga, peleburan timah, pembuangan oli, limbah minyak dan limbah batik secara berturut-turut sebesar 254,12 ppm; 211,65 ppm; 151,56 ppm; 112,02 ppm; 124,65 ppm; 127,42 ppm dan 133,417 ppm. Kadar logam Cu dari sumber cemaran yang sama selain limbah farmasi berturut-turut sebesar 49,78 ppm; 30,77 ppm; 30,01 ppm; 27,98 ppm; 16,20 ppm dan 25,70 ppm. Untuk industri farmasi, kadar logam tertinggi kedua adalah Pb yaitu sebesar 57,40 ppm. Disimpulkan bahwa dari semua jenis sumber cemaran yang masuk ke badan air sungai sebagian besar mengandung logam Zn dan Cu. Secara keseluruhan kadar Hg, Cd, Cu, Zn, Cr, dan Pb cukup tinggi. Perairan sungai dalam penelitian ini, pada saat pengamatan menerima masukan limbah yang mengandung Zn lebih banyak dibandingkan logam lain.
SINTESIS EUGENOL MENJADI 2-METOKSI-4-(1PROPENIL) FENOL MELALUI REAKSI ISOMERISASI DAN APLIKASINYA SEBAGAI BAHAN SUPLEMEN PADA MOUTHWASH
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5240

Abstract

Pemanfaatan minyak cengkeh di Indonesia yang jumlahnya melimpah masih sangat terbatas. Penelitian ini memiliki tujuan meningkatkan daya guna dari kandungan utamanya yaitu eugenol. Senyawa eugenol dapat ditransformasikan menjadi isoeugenol melalui reaksi isomerisasi dengan menggunakan larutan basa KOH pada temperatur 150°C. Analisis spektra IR menunjukkan adanya serapan pada bilangan gelombang 1597,06 cm -1 merupakan serapan gugus C=C yang diperkuat dengan adanya serapan pada bilangan gelombang 1033,85 cm yang merupakan serapan gugus –CH=CH , memperlihatkan bahwa produk adalah isoeugenol. Hasil GC menunjukkan produk sintesis memiliki kadar 81,2%. Hasil uji pH menunjukkan bahwa semua sampel obat kumur berada dalam pH asam. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada penambahan isoeugenol 3 tetes, 5 tetes dan 7 tetes. Hasil uji menunjukkan pada penambahan isoeugenol 7 tetes lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan diameter zona hambat sebesar 14 mm. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sampel A4K2 adalah sampel terbaik sebagai bahan suplemen obat kumur.
POTENSI AVICENNIA MARINA SEBAGAI FITOREMIDIASI LOGAM CU PADA TAMBAK BANDENG WILAYAH TAPAK SEMARANG
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5413

Abstract

Mangrove yang tumbuh di ujung sungai besar berperan sebagai penampung terakhir bagi limbah dari industri di perkotaan dan perkampungan hulu yang terbawa aliran sungai. Area hutan mangrove akan menjadi daerah penumpukkan limbah, terutama jika polutan yang masuk ke dalam lingkungan estuari melampaui kemampuan pemurnian alami oleh air. Penelitian dilakukan di pertambakan bandeng pada ekosistem mangrove Wilayah Tapak Kota Semarang. Desain yang digunakan dalam peneltian ini adalah deskriptif eksploratif. Data yang digunakan berupa: logam Cu pada akar dan daun mangrove, serta air dan sedimen tambak. Dari hasil penelitian dapat diketahui kandungan logam Cu pada air untuk semua setasiun menunjukkan hasil rata-rata 0,06 mg/l, sedangkan pada sedimen berkisar antara 39,32-56,19 mg/kg. Pada akar berkisar antara 7,62-40,59 mg/kg, daun 3,92-17,65 mg/kg. Faktor Konsentrasi pada sedimen dan air tambak pada hari ke 1 dan 30 sebesar 685 dan 821,17. Berdasarkan perhitungan BCF menunjukkan hasil adanya kemampuan akar (0,18-0,52) dan daun (0,15-0,22) dalam mengakumulasi logam Cu dari sedimen lingkungan tempat hidupnya. Daun dan akar A. marina mempunyai TF antara 0,43-0,83. Hal ini dimungkinkan karena daun A. marina mampu mengakumulasi dan menanggulangi toksik logam Cu. Kesimpulan dari penelitian ini ialah mangrove dari jenis A. marina di Wilayah Tapak Kota Semarang dapat berperan sebagai fitoremidiator logam Cu di perairan tambak. Terdapat interaksi logam Cu antara akar A. marina dengan sedimen tambak bandeng di wilayah Tapak Semarang, dengan perhitungan BCF antara akar dan sedimen 0,18-0,52. Terdapat interaksi antara paparan logam Cu di sedimen dengan konsentrasi logam Cu pada daun tanaman mangrove dengan BCF 0,15-0,22.
PEMURNIAN GARAM DAPUR MELALUI METODE KRISTALISASI AIR TUA DENGAN BAHAN PENGIKAT PENGOTOR NA2C2O4 – NAHCO3 DAN NA2C2O4 – NA2CO3
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.335

Abstract

Telah dilakukan pemurnian garam dapur melalui penambahan bahan pengikatpengotor pada proses kristalisasi air tua dalam pembuatan garam dapur dengan tujuandiperoleh garam dapur yang berkadar NaCl tinggi.Sampel dalam penelitian ini adalahair tua dari Meteseh, Kec. Kaliori, Kab. Rembang Jawa Tengah yang diambil secaraacak. Air tua dikristalisasi biasa dan dengan penambahan bahan pengikat pengotorlarutan Na2C2O4 – NaHCO3, dan larutan Na2C2O4 – Na2CO3 yang divariasikonsentrasinya. Kadar air, kadar pengotor dan kadar NaCl dihitung sebelum dansesudah perlakuan kristalisasi. Kadar NaCl ditentukan dengan metode analisisArgentometri sedangkan pengotor Mg2+, Ca2+, Fe3+ ditentukan menggunakanSSA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar NaCl garam dapur dapatditingkatkan secara efektif dengan pemurnian secara kristalisasi air tua menggunakanbahan pengikat pengotor, Na2C2O4 dan Na2CO3 dibandingkan dengan Na2C2O4 danNaHCO3. Kadar NaCl sebelum dimurnikan sebesar 80,117 % meningkat menjadi96,460 %.Kata kunci : garam dapur, air tua, bahan pengikat pengotor
PERBEDAAN FISIK DAN KIMIA KOMPOS DAUN YANG MENGGUNAKAN BIOAKTIVATOR MOL DAN EM 4
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5565

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme lokal (MOL) sebagai aktivator dalam proses pengomposan sampah daun, serta membandingkan penampilan fisik, penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos yang dihasilkan dengan kompos yang menggunakan EM sebagai bioaktivator. Bahan baku kompos terdiri dari daun kering cacah dan kotoran kambing. Kompos dipanen setelah proses pengomposan berlangsung selama 6 minggu. Setiap perlakuan dibuat tiga ulangan. Data kualitatif yang diamati meliputi tekstur, warna dan bau, sedangkan data kuantitatif yang diukur meliputi persentase penyusutan bahan, persentase kompos yang terbentuk, kadar air, dan C/N rasio. Analisis data kualitatif dilakukan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif menggunakan uji t. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kompos kedua perlakuan memiliki penampilan fisik tidak berbeda. Berdasarkan uji t, ratarata penyusutan bahan, kadar air dan C/N rasio kompos matang tidak berbeda nyata, akan tetapi persentase kompos yang terbentuk menunjukkan perbedaan nyata. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kompos daun kedua perlakuan memperlihatkan penampilan fisik, penyusutan, kadar air dan C/N rasio yang tidak berbeda, sedangkan persentase kompos yang terbentuk pada kompos + EM lebih tinggi dibanding kompos + MOL. Secara umum kedua kompos masuk kategori layak digunakan berdasarkan standar SNI No. 19-7030-2004. 4 4
PEMBERDAYAAN ENERGI MATAHARI SEBAGAI ENERGI LISTRIK LAMPU PENGATUR LALU LINTAS
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.324

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai jenis sumber dayaenergi dalam jumlah yang cukup melimpah. Letak Indonesia berada pada daerahkatulistiwa, maka wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama 10 sampaidengan 12 jam dalam sehari. Data Ditjen Listrik dan Pengembangan Energi padatahun 1997, kapasitas terpasang listrik tenaga surya di Indonesia mencapai 0,88 MWdari potensi yang tersedia 1,2 x 109 MW. Penelitian ini bertujuan mengembangkaninovasi teknologi pembangkit listrik bersumber dari energi matahari. Pengkonversienergi matahari menjadi energi listrik menggunakan fotovoltaik atau surya sel.Sedangkan energi listrik yang dihasilkan disimpan dalam sebuah baterai. Manfaatdari penelitian untuk memberdayakan energi matahari secara optimal sebagai sumberenergi listrik pada lampu pengatur lalu lintas. Berdasarkan percobaan dari satu suryasel diperoleh kuat arus pada sel surya dan kuat arus yang mengalir ke dalam bateraiyang berfluktuatif besarnya. Energi listrik hasil dari sebuah surya sel 50 WP yangterkena sinar matahari selama 6 jam mampu menyalakan 4 buah lampu dengan daya30 watt selama 16 jam. Diharapkan agar diadakan penelitian mengenai efisiensi darisuatu surya sel sepanjang musim kemarau dan hujan secara realtime.Kata Kunci:Energi matahari, Fotovoltaik, Energi Listrik.
CHACARTERIZATION OF LOCAL DURIAN GERMPLASM BASED ON THE MORPHOLOGY OF FRUIT
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8989

Abstract

One of the efforts to improve the quality and the conservation of local fruits like durian requires characteristic certainty of durian fruits according to the needs of plant breeders and tastes of consumers. Some durian germplasm at Hortimart Agro Center in Central Java have been successfully characterized. There are 43 accessions with 18 characters covering 64 character states of fruit. The dendrogram showed that those 43 accessions split into 2 groups. Durian Kartomarmo separated from the other 42 accessions. Durian Kartosumarmo has a unique characteristic on its fruit, which has an apex with irregular shape (mammiform). Some durians which have good taste, such as durian Bismo, Cokro, Janoko, and Petruk were grouped together with durian Monthong. The coeffient similarity in 43 accessions of the durian fruit is between 0.44-0.86. The diversity of accessions based on the fruit morphology showed that these 43 accessions were different and not a duplicate of different accessions. It shows that each of accession should be categorized as a different cultivar since there are many other characteristics that have not been observed.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue