cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
PERBANYAKAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA BERBAGAI MEDIA BUATAN ENTOMOPATHOGENIC NEMATODES (ENPS) REARING ON VARIOUS ARTIFICIAL CULTURE MEDIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perkembangbiakan nematoda entomopatogen pada berbagai media buatan. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, tujuh perlakuan dan lima ulangan. Tujuh perlakuan media yaitu media A(tepung kedelai), B (hati ayam), C (dog food), D (campuran hati ayam dan tepung kedelai 1:1), E (campuran tepung kedelai dan dog food 1:1), F (hati ayam dan dog food 1:1) dan G (campuran tepung kedelai, hati ayam dan dog food 1:0,5:0,5). Sebanyak 1,2 x 10 JI/ml di biakkan pada setiap media rearing selama empat minggu. Populasi NEP diamati setiap minggu. Hasil menunjukkan media terbaik untuk perbanyakan NEP adalah media E (campuran tepung kedelai dan dog food) dengan populasi tertinggi 3,5 x 10 3 JI/ml. media E mengandung karbohidrat 1,27%, protein 1,52% dan lipid 1,09%.
AKUMULASI LOGAM CU PADA AVICENNIA MARINA DI WILAYAH TAPAK, TUGUREJO, SEMARANG
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5575

Abstract

Abstrak. Mangrove merupakan hyperaccumulator yang baik, mangrove bukan saja mampu tumbuh di tanah dengan konsentrasi unsur beracun yang tinggi, tetapi juga mampu mengakumulasi unsur tersebut di dalam batang dan daun. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bioakumulasi logam berat Cu pada Avicennia marina di wilayah Tapak Semarang. Penelitian dilakukan di Wilayah Tapak Kota Semarang, obyek penelitian merupakan kawan eksosistem mangrove yang berada pada wilayah pertambakan bandeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi (ecological approach). Data bioakumulasi dan translokasi logam berat dalam tanaman, sedimen dan air dianalisis berdasarkan rumus yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya logam Cu di air (0,0069 mg/l), sedimen (26,7637,889 mg/Kg), akar (2,336-7,997 mg/Kg), daun muda (2,367-6,604 mg/Kg) dan daun tua (1,08-6,748 mg/Kg) Avicennia marina. Sedimen mempunyai nilai tertinggi dalam mengakumulasi logam Cu dari air dengan Faktor Konsentrasi (3878,26 - 5491,16). Bio Concentration Factor (BCF) akar dan sedimen 0,090,211, dan Translocation Factors (TF) untuk daun muda (0,83-1,54), daun tua (0,46-0,94). Diperoleh hasil adanya tren kenaikan konsentrasi logam Cu tambak yang mengarah ke laut. Simpulan penelitian terdapat akumulasi logam Cu pada sedimen, akar dan daun Avicennia marina di wilayah tambak Tapak, Tugurejo Semarang. Sedimen tambak mempunyai kemampuan tertinggi dalam mengakumulasi logam Cu dari lingkungannya.
PEMANFAATAN BAMBU UNTUK TULANGAN JALAN BETON
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5543

Abstract

Bambu dapat tumbuh dengan cepat dan mempunyai sifat mekanik yang baik dan dapat digunakan sebagai bahan pengganti kayu maupun baja. Bambu sebagai bahan bangunan masih banyak digunakan sebagai bahan bangunan penunjang. Kurangnya penggunaan bambu sebagai bahan bangunan karena terbatasnya pengetahuan tentang bambu. Rigid pavement adalah salah satu contoh konstruksi beton bertulangan baja. Dengan berkembangnya pengetahuan tentang bambu bahan baja pada tulangan jalan beton dapat digantikan dengan bambu. Penelitian ini meliputi penelitian sifat mekanik dan fisik bambu, pengujian lentur beton bertulang, Rancangan tulangan balok yang digunakan adalah bambu walesan dengan diameter antara 10 – 20 mm. Tebal benda uji 20 cm lebar 15 cm dan panjang 230 cm. Rata-rata beton uji memiliki kuat tekan 22,15 MPa dan rata-rata berat satuan 2,39.10 -5 N/mm . Dari pengujian tiga bagian bambu walesan (pangkal, ujung, ros) didapat kuat tarik bambu walesan (fu) bagian pangkal 171,675 MPa dengan nilai E 5722,5 MPa, fu bagian ujung165,375 MPa dengan nilai E 5512,5 MPa, fu bagian ros 147,15 MPa dengan nilai E 4900 Mpa. Beban ultimit balok 1 sebesar 8,085 KN, beban ultimit balok 2sebesar 12,25 KN dan beban ultimit balok 3 sebesar 12,985 KN. Ketiga benda uji menunjukkan bahwa keruntuhan balok diawali dengan retak lentur. Keruntuhan tidak terjadi pada daerah dengan tulangan geser yaitu pada jarak 625 mm dari masing-masing ujung balok. Runtuh lentur ditandai dengan retak-retak tegak lurus di daerah tulangan tarik. Keruntuhan balok ditandai dengan sebagian bambu telah putus dan balok tidak mampu menahan beban lagi. Penggunaan bambu untuk tulangan jalan beton direkomendasikan untuk beban kendaraan 9 ton dengan ketebalan pelat 20 cm, mutu beton fc’ 21,08 Mpa, dan luas tulangan bambu 3080 mm 3 2 .
SINTESIS FATTY ACID METHYL ESTHER DARI MINYAK BIJI MAHONI (SWIETENIA MACROPHYLLA, KING) DAN UJI PERFORMANCE-NYA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA MESIN DIESEL
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5425

Abstract

Fatty acid methyl ester (FAME) merupakan bahan bakar alternatif pada mesin diesel yang terbarukan. Penelitian ini mensintesis FAME melalui transesterifikasi minyak biji mahoni dengan metanol menggunakan katalis KOH. Tujuannya (1) mendapatkan kondisi optimal sintesis FAME, (2) mengetahui sifat fisis FAME, dan (3) mengetahui performancenya. Minyak biji mahoni memiliki bilangan asam yang tinggi (29,86 mg KOH/ g minyak) sehingga dilakukan esterifikasi. Esterifikasi dilakukan pada suhu 35°C menggunakan katalis H . Transesterifikasi dilakukan dengan perbandingan minyak: metanol= 4:1. Variasinya suhu (30°C - 60°C) dan konsentrasi KOH (0,5% - 1% berat minyak). Didapatkan kondisi optimum reaksi transesterifikasi pada suhu 60°C, konsentrasi KOH 0,75%, waktu reaksi 60 menit, serta rasio volume minyak:metanol= 4:1, dan didapatkan yield sebesar 83,9742%. FAME diuji sifat fisisnya dengan variasi perbandingan FAME:solar: butanol sebesar 1:0:0, 1:1:1, dan 1:2:2. Pengujian meliputi densitas, korosi lempeng tembaga, color ASTM, viskositas kinematis, flash point, pour point, kandungan air, serta CCR. Hasilnya dibandingkan dengan standar kualitas biodiesel (SNI). Data menunjukkan bahwa semua komposisi campuran FAME:solar belum memenuhi persyaratan standar. Uji performance secara lengkap belum dapat dilaksanakan karena dapat menyebabkan kerusakan mesin, tetapi performance konsumsi FAME pada mesin diesel tidak jauh berbeda dengan konsumsi solar pada mesin diesel, tetapi emisinya lebih rendah.
KEANEKARAGAMAN VEGETASI DAN PROFIL HABITAT DI TAMAN KEHATI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5241

Abstract

Taman Kehati Unnes merupakan salah satu kawasan yang dirancang sebagai kawasan konservasi tanaman lokal Jawa Tengah.Penelitian tahun sebelumnya telah dilakukan analisis keanekaragaman jenis fauna di Taman Kehati Unnes. Penelitian sebelumnya (2013) menunjukan di Taman Kehati Unnes tercatat sebanyak 24 jenisburung, 63 jenis kupu-kupu, dan 26 jenis herpetofauna (amfibi dan reptil) berhasil diidentifikasi. Keanekaragaman fauna juga ditentukan oleh kondisi habitatnya, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis profil habitat. Pengambilan data vegetasi dilakukan menggunakan metode garis berpetak berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pancang, 2 x 2 untuk semai, dan 1 x 1 untuk.Profil vegetasi dibuat dari struktur vertikal penutupan tajukdengan membuat petak ukuran pemanfaatan 40 x 20 m. Pengukuran dilakukan terhadap kedudukan vegetasi, penutupan tajuk, arah tajuk, tinggi tajuk, tinggi bekas cabang vegetasi, dan diameter batang. Hasil penelitian dari 52 petak sampel vegetasi di Taman Kehati Unnes menunjukkan sebanyak 32 jenis tumbuhan herba atau perdu, 13 jenis Pancang, 12 jenis tiang dan 7 jenis pohon dapat diidentifikasi. Jenis rumput yang paling mendominasi adalah Imperata cylindrica (Alang-alang) dengan nilai INP 37.85 tanaman tersebut adalah jenis gulma yang biasa terdapat ditempat terbuka dan terganggu.Jenis tanaman yang paling mendominasi dari kelas pohon, pancangdan tiang adalahLeucaena leucocephala(Mlandingan). Hasil analisis menunjukan Taman Kehati Unnes memiliki tumbuhan yang sangat seragam, hal ini dapat dilihat dari dominasi Mlandingan (Leucaena leucocephala
IDENTIFIKASI APOPTOSIS DENGAN METODE TUNEL PASCA PEMBERIAN EKSTRAK SAMBILOTO DAN PENGARUHNYA TERHADAP VOLUME TUMOR
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5415

Abstract

Apoptosis adalah kematian sel terprogram (programed cell death) yang bertujuan untuk mempertahankan kestabilan populai sel. Kegagalan pengaturan apoptosis dapat menyebabkan sel membelah tanpa terkendali, yang disebut sebagai kanker. Peningkatan apoptosis merupakan suatu upaya yang dikembangkan sebagai terapi kanker. Pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL(Terminal deoxyribonucleotidyl transferase dUTP nick end labeling) dapat memberikan gambaran proses apoptosis pada tingkat sel tunggal sehingga lebih spesifik dan memiliki akurasi tinggi. Sambiloto merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang digunakan sebagai anti kanker. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro menunjukkan pengaruh andrografolid yang diisolasi dari sambiloto terhadap apoptosis sel kanker pada kultur. Hasil tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama pengaruhnya bila diberikan secara oral. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh ekstrak sambiloto terhadap apoptosis dan volume tumor bila diberikan secara oral dan diidentifikasi dengan metode TUNEL. Penelitian dilakukan dengan desain Randomized post test control group. Sebanyak 24 ekor mencit C3H yang telah tumbuh kanker mamma dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 6 ekor. Diberikan ekstrak sambiloto dengan dosis 5, 10 dan 15 mg per ekor per hari, dan kelompok kontrol. Pemberian ekstrak sambiloto dilakukan secara oral selama 14 hari. Pengukuran volume tumor dilakukan pada hari ke 1, 4, 8, 12 dan 15. Pada hari ke 15 mencit dimatikan dengan menggunakan eter. Jaringan kanker dibuat blok parafin untuk pemeriksaan apoptosis dengan metode TUNEL. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan sel apoptosis (p=0,000), dengan dosis terbaik 15 mg/hari. Ada beda yang bermakna pada rerata kelipatan penambahan volume tumor (p=0,049). Hasil uji post hoc menunjukkan bahwa perbedaan terletak antara kelompok kontrol dengan kelompok dosis 10 mg/hr. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto secara oral meningkatkan sel yang mengalami apoptosis dengan pemeriksaan TUNEL namun belum dapat menurunkan volume tumor.
IDENTIFIKASI PENCEMARAN LOGAM PADA SUNGAI KALIGARANG DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NETRON CEPAT(AANC)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.336

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pencemaran logam pada sungaiKaligarang dengan metode Analisis Aktivasi Netron Cepat (AANC). Metode AANCmeliputi metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis kualitatif dapat diketahuibahwa air sungai Kaligarang Semarang mengandung unsur-unsur Mg-24, Cu-63, Zn-65, Al-27, Fe-56, Si-28, K-41,Mn-55, dan P-31serta unsur-unsur logam tersebutterdistribusi merata ke seluruh lokasi pengambilan cuplikan air dan sedimen sungaiKaligarang. Kadar unsur-unsur tersebut belum melebihi batas ambang .Kata kunci : logam, sungai, AANC
PENINGKATAN NPK PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG AYAM
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5566

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan kadar N, P dan K pada pupuk organik cair dengan pemanfaatan Tepung Tulang Ayam (TTA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar NPK dari limbah cair tahu,massa optimal TTA yang harus ditambahkan ke dalam limbah cair tahu agar diperoleh kadar NPK tertinggi dan peningkatan kadar NPK pada limbah cair tahu terfermentasi setelah penambahan TTA. Metode yang digunakan untuk analisis kadar N total menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan analisis kadar P dan K menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian untuk limbah cair tahu mempunyai kadar N (742 ppm), P (20 ppm), dan K (80 ppm), dan setelah penambahan TTA sebanyak 20 g pada 200 mL limbah dengan fermentasi 12 hari memiliki kadar N 1930 ppm (0,193 %), P sebesar 930 ppm (0,093%), dan K sebesar 920 ppm (0,092%). Dari hasil penelitian ini terjadi peningkatan kadar N 1380 ppm (0,138%), P 910 ppm (0,091%), dan K 840 ppm (0,084%).
PEMODELAN SPASIAL HABITAT BURUNG WALET SARANG PUTIH (COLLOCALIA FUCIPHAGA) DENGAN MENGGUNAKAN SIG (SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS) DALAM UPAYA PENGEMBANGAN BUDIDAYA SARANG WALET DI JAWA TENGAH (STUDI KASUS KABUPATEN GROBOGAN DAN KABUPATEN SEMARANG)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.325

Abstract

Tujuan umum penelitian tahun kedua adalah mendapatkan data ilmiahmengenai distribusi dan ekologi burung walet sarang putih berdasarkan distribusisarang walet dan aspek ekologi yang mencakup identifikasi jenis dan kelimpahan,suhu lingkungan, kelembaban, ketinggian, jarak sarang dari sumber air, jalan, sungaidan pemukiman. Penelitian dilakukan di Kabupaten Semarang dan waktupelaksanaan penelitian pada bulan Maret – Oktober 2008. Metode pengumpulandata terdiri dari data spasial mencakup peta jalan, peta sumber air (sungai), petaketinggian, dan peta tutupan lahan. Dari peta-peta tersebut disusun kelas-kelaskesesuaian, yaitu kelas kesesuaian jarak jalan, kelas kesesuaian jarak sungai, kelaskesesuaian ketinggian dan kelas kesesuaian tutupan lahan. Penentuan distribusirumah walet dilakukan dengan menggunakan GPS (Global Positioning System).Analisis data dilakukan melalui analisis spasial dan analisis statistika denganmenggunakan Sistem Informasi Geografis, berdasarkan overlay (metode tumpangtindih), pengkelasan (Class), klasifikasi, penilaian (skoring), dan pembobotan. Setelahitu dilakukan validasi klasifikasi kesesuaian habitat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa wilayah yang sangat sesuai sebagai habitat burung walet sarang putih diKabupaten Semarang adalah sebesar 12767 Ha (11,98 %), area yang sesuai seluas80998 Ha (75,98 %) dan tidak sesuai seluas 12880 Ha (12,04 %). Berdasarkan hasilvalidasi, model kesesuaian habitat burung walet sarang putih termasuk dalam kategorisedang (71 %).Kata Kunci : Pemodelan spasial, habitat, walet sarang putih (Collocalia fuciphaga), SIG,Kabupaten Semarang
ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF METHANOL EXTRACT FROM MAHOGANY SEEDS Sri Mursiti, Supartono (SWIETENIA MACROPHYLLA, KING)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8991

Abstract

Mahogany seeds is one of the natural ingredients that can be used as an antimicrobial. This study aims to determine the antimicrobial activity of methanol extract mahogany seeds and determine the components of active compounds that have antimicrobial activity against Escherichia coli (E.coli) and Bacillus cereus (B.cereus). Extraction was done by maceration method with methanol and testing of antimicrobial activity using the absorption method. The results showed that the antimicrobial activity of methanol extract mahogany seeds shows inhibitory activity and provide clear zone against bacteria E.coli with value Inhibitory Regional Diameter 16,75 mm respectively, but did not give a clear zone of the bacterium B.cereus. Based on the results of the study it can be concluded that the methanol extract of seeds mahogany has antimicrobial activity against E.coli.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue