cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET LIMBAH PENGOLAHAN KAYU SENGON (ALBAZIA FALCATARIA)
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5570

Abstract

Saat ini pemanfaatan bahan bakar padat sudah jauh berbeda dan mengalami banyak perubahan, pembakaran adalah metode utama untuk mengubah bahan bakar padat menjadi energi. Dalam penelitian ini 3.5 gram briket dibakar dalam reaktor pembakaran tanpa adanya udara paksa. Termokontroler dipasang pada reaktor sebagai pengatur temperatur. Pengujian dilakukan dengan memanaskan briket pada reaktor sampai temperaturnya mencapai temperatur 823K, karakteristik pembakaran diamati dengan melihat perubahan massa briket saat dibakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembakaran briket serbuk kayu sengon sesuai dengan teori pembakaran bahan bakar padat yang menyatakan bahwa pembakaran bahan bakar padat dibagi menjadi tiga tahapan secara berurutan. yaitu pengeringan, dovolatilisasi dan pembakaran arang. Perubahan wujud fisis briket sebelum dan sesudah pembakaran tampak bahwa setelah dilakukan uji pembakaran tetap berbentuk silindris tetapi mengalami penyusutan dimensi baik diameter atau tinggi dan terlihat pori-porinya dan diduga bahwa pembakaran sampel dapat didekati dengan Shrinking Core Model (SCM),
APLIKASI MOBILE ELEKTRONIK BOOK (MOE - BOOK) BERBASIS JAVA SEBAGAI PENDAMPING PROSES PEMBELAJARAN DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNNES
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5386

Abstract

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di institusi pendidikan (Perguruan Tinggi atau sekolah), saat ini sudah menjadi keharusan walaupun tidak ada yang mewajibkan, karena penerapan TIK dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu institusi pendidikan. Perkembangan TIK ini tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi manusia di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya yaitu penggunaan handphone. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu aplikasi buku elektronik atau Mobile Elektronik Book untuk perangkat handphone dengan menggunakan perangkat lunak Java 2 Micro Edition. Aplikasi handphone ini kemudian disingkat dengan MoE-Book. Dalam aplikasi MoE-Book ini berisikan informasi seputar Mata kuliah yang bisa digunakan sebagai pendamping di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. Hanya dengan menggunakan handphone pengguna sistem dapat membaca informasi tersebut kapan saja dan di mana saja. Pengembangan aplikasi MoE-Book ini menggunakan metode System Development Life Cycle dengan pendekatan waterfall yang meliputi: library research, analisis sistem, desain sistem, implementasi sistem, operasi dan pemeliharaan. Kesimpulan yang diperoleh melalui penelitian ini : Pertama; Secara umum penelitian ini telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan yaitu membangun aplikasi Mobile Elektronik Book (MoE-Book) untuk perangkat handphone menggunakan perangkat lunak Java 2 Micro Edition. Kedua; Java 2 Micro Edition memberikan keefektifitasan dalam mengembangankan aplikasi berbasis handphone, karena dapat diimplementasikan ke hampir semua jenis dan tipe handphone yang berbeda. Hal ini terlihat pada saat uji komparasi terhadap beberapa jenis dan tipe handphone yang berbeda. Rata-rata mampu menjalankan aplikasi dengan baik.
AKTIVASI ABU LAYANG BATUBARA DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN TIMBAL DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ELEKTROPLATING
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.329

Abstract

Masalah utama pada pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakanbatubara sebagai sumber energi adalah adanya limbah padat berupa abu layangbatubara. Abu ini belum termanfaatkan dengan baik dan hanya ditumpuk dalamlandfill sehingga menyebabkan masalah lingkungan. Abu layang tersusun atasbeberapa oksida berpori (terutaman silika) dan unburned carbon yang mempunyaipotensi baik sebagai adsorben. Namun,tingginya tingkat kristalinitas silika dankandungan unburned carbon dapat menyebabkan turunnya kapasitas adsorpsi.Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh kristalinitas silika dan unburnedcarbon terhadap kapasitas adsorpsi timbal. Penurunan kristalinitas dilakukan denganlarutan NaOH sedangkan penurunan kadar unburned carbon menggunakan larutanH2SO4. Hasilnya, perlakuan dengan H2SO4 40% vol. selama 2 jam dengan suhu 40oCmampu menurunkan kandungan karbon sebesar 63%, dan meningkatkan kapasitasadsorpsi sebesar 65,28%. Sementara perlakuan dengan NaOH dapat menurunkantingkat kristalinitas dan meningkatkan kapasitas adsorpsi hingga hampir 100%.Kata kunci : abu layang batubara, adsorben, timbal
DEVELOPMENT OF CHEMSITRY TEACHER PROFESSIONALISM THROUGH PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE TRAINING
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i2.8996

Abstract

This study aims to analyze the impact of Pedagogical Content Knowledge (PCK) training to the development of chemistry teachers’ professionalism through MGMP. The study involved 5 chemistry teachers who measured the PCK capability through filling CoRe (Content Representation) and writing PaPeRs (Pedagogical and Professional-experience Repertoires), which represents the PCK of a teacher as proposed by Loughran. Quantitative data drawn from the results of the fillingCoRe,Lesson Plan (RPP), and PaP-eRs instruments, whereas qualitative data were taken from the three linkage analysis supported by the results of the interview. Based on the results of data analysis revealed that PCK training can develop the teachers professionalism as measured by the PCK capability especially in minimizing the weaknesses that have been prevalent as how to express apperception, the depth of the material, determine the learning strategies, and pay attention to the prerequisites material.
PEMANFAATAN ALUMINIUM SKRAP SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI KECIL PENGECORAN LOGAM NON FERRO MELALUI PERLAKUAN PADA LOGAM CAIR (SOLUTION TREATMENT) DENGAN ROTARY DEGASSER
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5561

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk merumuskan metoda pemanfaatan aluminium skrap sebagai bahan baku ndustri Kecil Pengecoran Logam Non Ferro melalui perlakuan pada logam cair (solution treatment) dengan Rotary Degasser. Metode yang digunakana dalah Eksperimen Laboratorium. Bahan yang digunakan adalah sekrap aluminium terpilih dari bahan piston bekas dan pelek bekas. Bahan dilebur dan dilakukan perlakuan rotary degasser dengan variasi waktu 2 menit,2,5 menit, 3 rnenit dan 3,5 menit; untuk perbaikan butir dengan variasi Ti 0,03, 0,04 dan 0,05% sedangkan untuk modifikasi dengan variasi penambahan COVERAL 11 sebanyak 0,06%, 0,07% dan 0,08%. Kemudian di tuang pada suhu 724 C pada cetakan logam. Untuk memproduksi coran komponen otomotif (1) terlebih dahulu dipilih bahan yang tidak tercampur dengan bahan-bahan lain; (2) menggunakan dapur krusibel yang terbuat dari grafit dan burner pemanas yang mampu melebur bahan dengan sempurna; (3) pengendalian temperatur peleburan dengan menggunakan alat pengukur suhu (termocouple) dan mempertahankan suhu peleburan pada 725 o C karena diatas suhu tersebut aluminium banyak menghasilkan gas H yang berakibat porus pada hasil coran; (4) dilakukan perlakuan-perlakuan pada logam cair (solution treatment), perlakuan logam cair (solution treatment) dengan cara degassing menggunakan alat rotary degasser yang memberikan peningkatan sifat mekanik terbesar adalah pengadukan selama 2,5 menit, untuk perbaikan butir yang memberikan peningkatan tertinggi adalah dengan penambahan Ti (sebagai TiB) pada penambahan 0,05%, sedangkan untuk modifikasi yang memberikan peningkatan tertinggi adalah dengan penambahan COVERAL 11 pada penambahan 0,07%. 2 0
RANCANG BANGUN MODEL PENYEIMBANG BEBAN PADA GENERATOR INDUKSI
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5531

Abstract

Pada pembangunan pembangkit listrik skala kecil, misalnya pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan biaya murah ada beberapa alternatif, diantaranya adalah penggunaan motor induksi sebagai pembangkit listrik atau diistilahkan sebagai Motor Induksi Sebagai Generator (MISG). Motor induksi, khususnya jenis tiga fasa memiliki beberapa keuntungan yaitu: sederhana, daya tahan lebih kuat, tidak ada gesekan mekanis (jenis rotor sangkar), harga relatif murah, efisiensi cukup tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development, yaitu penelitian yang menghasilkan model sebagai fungsi kreasi dan inovasi dalam upaya pemecahan masalah krisis energi, yaitu mewujudkan penyeimbang beban pada generator induksi. Hasilnya adalah; (1). Motor induksi dengan spesifikasi tiga fasa 1,5 HP, 220/380 V, 50 Hz, 1400 rpm dapat dioperasikan sebagai generator induksi (MISG) dengan penambahan kapasitor sebesar 16 µF sebagai eksitasi pada saat MISG tersebut diputar melebihi putaran nominalnya, (2). Model penyeimbang beban generator jenis Electronic Load Control (ELC) dengan IC Mikrokontroller ATMEGA 16 sebagai otak pengendali dapat bekeja dengan baik.
SINTESIS ADITIF OCTANE BOOSTER DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN PROSES PERENGKAHAN KATALITIK
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.320

Abstract

Proses sintesis aditif octane booster dari minyak biji karet melalui prosesperengkahan katalitik fasa cair yaitu H2SO4. Kondisi reaksi pada reactor batchtekanan atmosfer berpengaduk, waktu reaksi 0,5-2 jam dan suhu reaksi 160-250oC.Selama proses perengkahan katalitik menggunakan kadar katalis 1%. Kondidioptimum pada waktu 1 jam dan suhu 220oC. Karakterisasi aditif octane booster yangdihasilkan adalah densitas 0,734 g/mL, viskositas 0,027 poise, dan angka oktana101,01. Penurunan densitas dan viskositas terjadi setelah proses perengkahankatalistik dan destilasi Hal ini menunjukkan bahwa trigliserida minyak biji karetdirengkahkan menjadi molekul yang lebih kecil yang terdiri dari senyawa denganrantai C lebih pendek. Analisis FTIR sebelum dan sesudah reaksi menunjukkan reaksiperengkahan dengan produk alkena, alkana, asam alkanoat. Pada analisis GC-MSdihasilkan aditif octane booster pada C5-C12 konversi 38,67 dan yield 35,61.Kata kunci: aditif, octane booster, perengkahan katalitik, fasa cair
KAJIAN BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7616

Abstract

Bakteri Penghasil IAA mampu menghasilkan fitohormon yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Hormon IAA adalah auksin endogen yang berperan dalam pembesaran sel, menghambat pertumbuhan tunas samping, merangsang terjadinya absisi, berperan dalam pembentukkan jaringan xilem dan floem, dan juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pemanjangan akar. Hormon IAA merupakan hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga sintesis oleh bakteri tertentu merupakan alasan yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu masalah yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah apakah isolat bakteri endofit dari tanaman kacang tanah berpotensi sebagai penghasil IAA , bagaimana identifikasi bakteri endofit yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA, bagaimana pengaruh IAA terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Secara khusus penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang tanah , menguji kemampuan isolat bakteri endofit menghasilkan IAA secara in vitro dan menganalisis IAA terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah . Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 3 tahap, pertama isolasi bakteri endofit penghasil IAA pada bagian akar dan batangdilakukan pada medium umum untuk pertumbuhan bakteri , kedua menguji kemampuan bakteri endofit memproduksi IAA secara in vitro, dilakukan dengan cara menumbuhkan bakteri pada media yang mengandung triptofan.dan ketiga introduksi bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang hijau. Pengujian kadar IAA yang dihasilkan diukur dengan menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 535 nm. Kecambah yang tumbuh diamati setelah empat hari . Parameter yang diamati adalah panjang kecambah , jumlah akar lateral. Hasil Isolasi didapat 16 isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA dengan kadar yang di hasilkan berbeda dengan karakteristik morfologi yang berbeda. Isolat yang menghasilkan kadar IAA tinggi di aplikasi ke kacang hijau. Pemberian IAA berpengaruh terhadap jumlah akar lateral tapi tidak berpengaruh terhadap panjang kecambah. Analisis lebih lanjut bahwa semua isolat berbeda signifikan dengan kontol kecuali isolat AT dalam pembentukan akar lateral. Isolat DM dan K1K1 mempunyai hasil yang tertinggi dalam pembentukan akar lateral.
ESTIMASI NILAI BREEDING BERAT BADAN DAN PRODUKSI TELUR PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) BERDASARKAN POLIMORFISME GEN GH
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5552

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai breeding berat badan dan produksi telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) berdasarkan polimorfisme gen GH. Sampel darah puyuh yang digunakan 100 sampel puyuh betina. Untuk mengetahui ada tidaknya polimorfisme gen GH digunakan metode PCR-RFLP dengan tahapan isolasi DNA, amplifikasi gen GH menggunakan sepasang primer GH Forward 5’-ATCCCCAGGCAAACAT CC TC-3’ GH Reverse 5’-CCTCGACATCCAGCTCACAT 3’. Selanjutnya digesti menggunakan enzim Msp I. Hasil elektroforesis dianalisis statistik berdasarkan frekuensi alel gen GH. Hasil penelitian diperoleh produk PCR 776 bp. Produk PCR-RFLP yang telah dipotong dengan enzim Msp I hasil elektroforesis menggunakan agarose 2% diperoleh adanya polimorfisme gen GH. Polimorfisme gen GH ditunjukkan dengan 3 macam fragmen hasil potongan gen GH pada setiap individu yaitu fragmen yang terpotong menjadi dua pita 239 bp dan 537 bp sebagai genotip AA tidak terpotong satu pita 776 bp genotip BB dan fragmen gabungan tiga pita 239 bp, 537 bp dan 776 bp yang disebut genotip AB. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa gen GH puyuh menggunakan PCR-RFLP bersifat polimorfik. Nilai breeding berat badan genotip AA 26,04; AB 25,53 dan BB 25,01. Nilai breeding produksi telur AA 6,17; AB 2,26 dan BB – 1,66. Nilai breeding berat badan dan produksi telur berkorelasi negatip.
OPTIMASI UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN MEVARIASI TEMPERATURE UDARA AWAL
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5522

Abstract

Gasifikasi merupakan metode mengkonversi secara termokimia bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas (syngas) dalam wadah gasifier dengan menyuplai agen gasifikasi seperti uap panas, udara dan lainnya. Metode gasifikasi dinilai lebih menguntungkan dan gas pembakaran lebih bersih dibanding pembakaran langsung. Namun demikian, tekonologi gasifikasi masih perlu dikembangkan mengingat masih rendahnya efisiensi gasifikasi. Hal ini karena karakteristik biomassa khususnya sekam padi memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur awal udara terhadap efisiensi gasifikasi sekam padi. Alat gasifikasi yang digunakan adalah updraft circulating fluidized bed gasifier. Penelitian dilakukan pada temperatur awal udara yang bervariasi yaitu 300C hingga 4000C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal udara gasifikasi, semakin meningkat efisiensi gasifikasi dan efisiensi karbon. Temperatur awal udara yang optimum didapatkan pada 3000C dengan efisiensi gasifikasi sebesar 65,78%.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue