cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2008)" : 6 Documents clear
PEMBENTUKAN WIRAUSAHA BARU BUSANA KE ARAH PENGEMBANGAN KEHIDUPAN INDUSTRI BUSANA Hartatianti, -
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Graduate of Education Fashion Study Program do not have to become teacher,but also have to create the opportunity of occupation for their own and others, throughentrepreneurship. This activity represent devotion to society, developing new small scaleclothing business to be instructed to become bigger industry. It needed partnership with"father industry" which can train entrepreneur candidate in blazing and developingbusiness. Target of this activity are : (1) improving skill and knowledge about fashionbusiness through apprenticeship program; (2) improving knowledge and skill of fashionproduction according to industrial standard; and (3) developing business. Target of theactivity is a small scale business which is just blazed by graduates of Fashion StudyProgram of IKIP Semarang, Academy of Social Prosperity ( AKS) and of SMU, entirely 5peoples. Approach is held through action research, as the following steps : (1) identifyingcondition; (2) apprenticeship; (3) assessment of goals achievement; and ( 4) evaluation.Results are gained in the form of make-up of knowledge and skill in management andmarketing, correct sewing and finishing skills, where evaluation show 80% “perfectcategory” and 20% “good”. Developing program of the new business unit should becontinued in cooperation with industry, and business perpetrators.Keywords : entrepreneurship, fashion, industryLulusan program studi Pendidikan Tata Busana, tidak harus menjadi guru, tetapijuga harus dapat menciptakan peluang kerja bagi dirinya sendiri maupun orang lain,dengan berwirausaha. Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat, melaluipembentukan wirausaha baru yang akan diarahkan menjadi industri busana. Untuk itu,diperlukan mitra "bapak angkat" yang dapat melatih calon usahawan dalam merintis danmengembangkan usaha. Tujuan kegiatan ini diarahkan untuk (1) meningkatkanketrampilan dan pengetahuan tentang bisnis busana melalui program pemagangan; (2)meningkatkan pengetahuan dan keterampilan produksi busana sesuai standar industri;dan (3) mengembangkan usaha. Sasaran kegiatan ini adalah usaha yang baru dirintisoleh lulusan Tata Busana dari IKIP Semarang, Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) danSMU, seluruhnya 5 orang. Pendekatan dilakukan melalui kaji tindak, dengan langkahlangkahberikut (1) identifikasi kondisi (2) pemagangan (3) penilaian prestasi target dan(4) evaluasi hasil. Hasil yang dicapai berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilanaktual dalam pengelolaan usaha dan pemasaran, keterampilan menjahit danpenyelesaian secara benar, di mana hasil evaluasi menunjukkan kategori sempurna 80%dan baik 20%. Program pembinaan terhadap unit usaha baru ini perlu dilanjutkanbekerjasama dengan industri, pelaku bisnis dan koperasi.Kata Kunci: kewirausahaan, pertunjukan, industri
PEMANFAATAN DAUN SENGON (ALBIZIA FALCATARIA) SEBAGAI PEWARNA KAIN SUTERA MENGGUNAKAN MORDAN TAWAS DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA Kusriniani, Dewi
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengon leaves could be used as silk dye with the assistance of Al2(SO4)3. Theaim of the research are to know: (1) the quality of silk yarn dyed with sengon leavesextract, with variation of Al2(SO4)3; and; (2) Al2(SO4)3 concentration with optimum quality.Research hypothesis is there are differences of washing fastness and color depth in everyvariation of Al2(SO4)3. Independent variable is Al2(SO4)3, with concentration variation: 25g/l, 50 g/l, 75 g/l, 100 g/l, 150 g/l and 200 g/l. Dependent variable is quality of silk fabriccolor, measured with: washing fastness and color depth. Control variables are: extractconcentration of sengon leaves 500 g/l, temperature 400C, mordant treatment and dyeingtime is 60 minutes each, and dyeing frequencies are 5 times. Data are collected throughlaboratory test. The optimal quality of color in 150 g/l Al2(SO4)3, with good color fastnessand deep color. The research conclude that sengon leaves could dye silk, and there aresignificant differences of color quality in variation of Al2(SO4)3. The higher theconcentration, washing fastness gets better, and color gets deeper.Keyword : sengon leaves, Al2(SO4)3 mordant, silk dyeDaun sengon dapat digunakan sebagai pewarna sutera, dengan bantuanmordan tawas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kualitas warna kain suterayang dicelup dengan ekstrak sengon dengan variasi konsentrasi tawas; (2) konsentrasitawas yang menghasilkan kualitas warna optimal. Hipotesis penelitian, ada perbedaanketahanan luntur terhadap pencucian dan ketuaan warna pada tiap konsentrasi tawas.Variabel bebas adalah tawas dengan variasi konsentrasi 25g/l, 50g/l, 75g/l, 100g/l, 150g/ldan 200g/l. Variabel terikat adalah kualitas warna kain sutera, meliputi: ketahanan lunturterhadap pencucian dan ketuaan warna. Variabel control antara lain: konsentrasi ekstrakdaun sengon 500 g/l, temperatur 400C, waktu mordanting dan waktu pencelupan masingmasing60 menit, dan frekuensi pencelupan 5 kali. Data diperoleh melalui uji laboratorium.Hasil analisis deskriptif menunjukkan kualitas warna optimum pada konsentrasi tawas 150g/l, dengan nilai ketahanan luntur baik dan warna tua. Simpulan penelitian adalah ekstrakdaun sengon dapat dipakai sebagai pewarna kain sutera, terdapat perbedaan kualitaswarna yang signifikan pada tiap variasi konsentrasi tawas. Makin tinggi konsentrasi tawas,ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makin tua.Kata Kunci : daun sengon, mordan tawas, pewarna sutera
PEMANFAATAN DAUN TEMBAKAU UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA DENGAN MORDAN JERUK NIPIS Santosa, Ester Kusumawati; Kusumastuti, Adhi
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural dyes are cheaper, easy to get, and environmentally save. One of itis: tobacco leaves (nicotiana tabacum). The experiment is held to know the differencesof color quality of silk fabric dyed with addition of lemon extract (citrus aurantifoliaswingle). Independent variable is lemon extract with variation of concentration: 25g/l,50g/l, 75g/l, dan 100g/l, and quality of color as dependent variable. Control variablesare: tobacco leaves concentration 750g/l, dyeing times 1 hour, mordant ing times 30minutes, and dyeing frequences 5 times. Data collecting use laboratory test. Varianceanalysis proof that hypothesis is accepted, means that the color quality of silk dyed withtobacco leaves difference significantly according to concentration lemon extract. Thehigher mordant concentration, washing fastness becomes better, and color is deeper.The optimal result is in the used of 100g/l lemon mordant.Keyword : tobacco leaves, silk fabric, lemon.Zat warna alam digunakan untuk pewarnaan tekstil, karena lebih murah,mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Salah satu di antaranya adalah dauntembakau (nicotiana tabacum). Penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahuiperbedaan kualitas warna kain sutera yang dicelup dengan konsentrasi mordan jeruknipis (citrus aurantifolia swingle). Variasi konsentrasi jeruk nipis 25g/l, 50g/l, 75g/l, dan100g/l menjadi variabel bebas, kualitas warna kain sutera adalah variabel terikat.Variabel kontrolnya: konsentrasi daun tembakau 750g/l, waktu pencelupan 1 jam,waktu mordanting 30 menit, dan frekuensi pencelupan sebanyak 5 kali. Pengumpulandata dilakukan melalui uji laboratorium. Hasil analisis varian menunjukkan bahwahipotesis diterima, artinya kualitas warna kain sutera berbeda secara signifikan padasetiap variasi konsentrasi mordan jeruk nipis. Makin tinggi konsentrasi mordan yangdigunakan, ketahanan luntur warna terhadap pencucian makin baik, dan warna makintua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah daun tembakau dapat dipakai sebagaipewarna kain sutera dengan bantuan mordan jeruk nipis, dengan kualitas warnaoptimum pada pemakaian konsentrasi mordan 100g/l.Kata kunci : daun tembakau, kain sutera, jeruk nipis.
PENGEMBANGAN PRODUK TEKSTIL PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH BATIK TRADISIONAL DAN SUTERA DI JAWA TENGAH Sawitri, Sicilia
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Come into the global market era, all industries in Indonesia have to developtheir competitiveness, including small and medium scale industries of batik and silk fabricin Central Java. Hard work and hard effort has to be done to increase the efficiency,innovation, and creativity. Product diversification is one of the effective effort for theindustry, by developing: (1) batik new technique; (2) tye dye technique; embroiderytechnique. The steps of the proses will be: (1) design producing; (2) proses menghiaskain; dan (4) apparel, wardrobe, and upholstry production.Keyword: industry, traditional batik, silk, product diversificationMemasuki pasar bebas, semua industri di Indonesia harus berbenahmeningkatkan daya saingnya dan memperluas pangsa pasarnya, tidak terkecuali industrikecil dan menengah batik tradisional dan sutera di Jawa Tengah. Salah satu upayaindustri tersebut adalah meningkatkan efisiensi, inovasi dan kreativitas. Upayadiversifikasi produk, dipandang cukup efektif untuk industri ini, antara lain pengembangan:(1) berbagai teknik membatik; (2) berbagai teknik jumputan; (3) berbagai teknik bordir.Langkah yang dilakukan adalah: (1) pembuatan desain; (2) proses menghias kain; dan (4)pembuatan pakaian dan asesoris rumah tangga.Kata kunci : industri, batik tradisional, sutera, diversifikasi produk
PERBEDAAN KEKUATAN BENANG KAIN KATUN DITINJAU DARI JENIS AIR RENDAMAN Wahyuningsih, Sri Endah
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water from well, river, and sea are differ in chemical content. The aim of the study is toknow if there are differences in cotton fabric yarn strength between one which are steeped in wellwater, river water, and sea water. Experiment using cotton fabric taken with total random sampling.Data are collected with laboratory test, using yarn strength tester equipment according to textilestandard. Variance analysis was used for data analyzing proved the hypothesis where Fh=337,35 >Ft=3,4, and Tukey B test value for sea water= 4,3556, river water=2,5926, and well water=3,6370.The research conclude that there are differences of cotton fabric yarn strength by the influence byeach type of steeping water, separately, and all together. Hence suggested to choose river waterinsist of sea water with higher risk of fabric damage.Keyword: strength, cotton yarn, steeping waterAir sumur, air sungai, dan air laut mengandung unsur yang berbeda. Diduga kandunganunsur dapat mempengaruhi kekuatan bahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanyaperbedaan kekuatan benang kain katun yang direndam dengan tiga jenis air tersebut. Penelitian iniberupa eksperimen, dengan obyek penelitian benang katun yang terdapat dalam kain.Pengumpulan data melalui uji laboratorium menggunakan yarn strength tester. Analisis data menggunakananalisis varians dilanjutkan dengan uji B Tukey. Hasil analisis menunjukkan hipotesisditerima (F=337,35 > Ft=3,4), yang didukung oleh hasil uji Tukey dengan besaran untuk air lautadalah 4,3556, air sungai sebesar 2,5926 dan air sumur sebesar 3,6370. Simpulan yang dapatdiambil adalah ada perbedaan yang signifikan antara kekuatan benang kain katun pada setiapvariasi air rendaman. Perbedaan terbesar terdapat pada perendaman dengan air laut. Saranmenghindari penggunaan air laut dan air dengan kadar asam tinggi untuk merendam kain katun.Kata kunci : Kekuatan, benang kain katun, air rendaman.
REVOLUSI DALAM TEKNOLOGI PEMELIHARAAN TEKSTIL Syamwil, Rodia
Teknobuga Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maintaining clothes and textiles are very importance following theincreasing of people awareness in clean and healthy life. Textile maintenancetechnology like washing, bleaching, patching or mending, sizing or resin finishing,ironing, pleating and keeping, are grow rapidly. Textile maintenance are dailyactivities, but we found that many people could not follow the rapid changing of itstechonology. The differences of consumer knowledge of available technologies, couldcause inefficient usage, difficulty in justified damage and workmanship. To overcomethis problem, informations through mass media, web, counsellings program in PKK,internalization through school lifeskills curriculum, are needed. Corret textilemaintenance, give beneficial economically, since it can lengthen the life of textilesand minimalize purchasing.Keyword: maintenance of textilePemeliharaan tekstil sangat penting seiiring meningkatnya kesadaranmasyarakat terhadap pola hidup bersih, sehat dan indah. Proses pemeliharaan tekstilmeliputi : proses-proses pencucian, pemutihan atau pengelantangan, penisikan ataupenambalan, penganjian atau peresinan, penyetrikaan, pelipatan dan penyimpanan.Semua kegiatan tersebut dapat dikerjakan dengan baik apabila masyarakat memilikipengetahuan tentang teknik pemeliharaan yang benar. Perkembangan teknologipemeliharaan tekstil yang pesat, harus sejalan dengan pengetahuan masyarakattentang teknologi tersebut. Apabila terjadi kesenjangan antara pengetahuankonsumen dengan teknologi yang tersedia, maka akan terjadi pemakaian yang tidakefisien, kesulitan pengerjaan, atau kerusakan. Kesenjangan tersebut dapat di atasidengan menyebarkan informasi-informasi melalui media massa, internet, penyuluhanpada kelompok-kelompok PKK, internalisasi melalui kurikulum lifeskill di sekolah.Pemeliharaan tekstil yang dilakukan dengan benar dapat memperpanjang usiapemakaian pakaian dan menghemat pembelian.Kata kunci: pemeliharaan tekstil

Page 1 of 1 | Total Record : 6