cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 18 Documents clear
Aplikasi Mixed Media pada Make-up Fantasi the White Butterfly between White Flowers Rumkoda, Dina Nadya; Marlina, Marlina
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.23923

Abstract

Mixed media merupakan pencampuran media pada suatu objek yaitu wajah untuk diterapkan pada make up fantasi. Make up fantasi merupakan penampilan suatu bentuk kreasi dari seorang penata rias untuk membentuk kesan wajah menjadi suatu wujud yang diimajinasikan oleh penata rias (Sri Mayrawati Eka Turyani,2012: 17). Media yang akan dipakai untuk melakukan aplikasi mixed media yaitu mutiara, renda bunga, renda kupu-kupu, dan corsage bunga. Semua media akan ditempelkan pada wajah dengan lem khusus yang cocok dengan kulit wajah yaitu dnegan lem bulu mata dilihat dari kulit manusia yang sensitif maka sebelumnya akan dilakukan diagnosa. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode project based learning, penulis mendesain make up fantasi dengan cara aplikasi mixed media. Cara tersebut cukup sederhana akan tetapi bisa menjadikan make up fantasi menjadi lebih estetis dan bernilai tinggi. Diharapka hasil dari penelitian ini dapat memberi motivasi bagi penata rias untuk mengembangkan ide make up fantasi yang indah, berkarakter, kreatif dan inovatif yang dapat diminati oleh berbagai kalangan.
Dinamika Industri dan Inovasi Produk Batik di Kampung Pesindon Kota Pekalongan. Wijonarko, Ayuning Citra Selaras; Wahyuningsih, Sri Endah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21749

Abstract

Penelitian ini terfokus pada (1) Menganalisis Perkembangan industri batik di Indonesia khususnya di kota dengan julukan batik, kota Pekalongan. (2) Menganalisis adanya penetapan ‘Kota Kreatif Dunia’ dan peresmian kampung Pesindon sebagai kampung batik, yang merupakan objek penelitian. (3) Menganalisis pengaruh inovasi produk terhadap dinamika industri batik di kampung Pesindon. Populasi penelitian ini yaitu seluruh industri batik di paguyuban kampung Pesindon yang berjumlah 32 orang. Sampel yang digunakan dilakukan uji formula penentuan sampel slovin dengan rentan toleransi kekeliruan sebesar 5%, sehingga ukuran sampel ditentukan sebesar 30 orang. Uji coba yang dilakukan penelitian di kampung Kauman Kota Pekalongan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan angket. Uji coba instrumen menggunakan uji validitas dengan rumus korelasi product moment dan uji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif menggunakan tabel distribusi frekuensi, dan grafik distribusi. Statistik inferensial diawali dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas data, uji linearitas, uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan koefesien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara inovasi produk batik dengan dinamika industri di Kampung batik Pesindon Kota Pekalongan. Kontribusi tersebut menjelaskan bahwa 83,3% menyatakan bahwa inovasi produk batik yang terbentuk baik. Dan 86,7% menyatakan bahwa dinamika industri yang terbentuk baik.
Pembuatan Surface Design Pada Busana Ready To Wear Dengan Teknik Sashiko Ayda, Puspa Nur; Astuti, Astuti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.24065

Abstract

Sashiko merupakan teknik menjahit jelujur yang berasal dari Jepang, yang diterapkan di atas kain berwarna indigo dengan menggunakan benang berwarna putih serta dapat berfungsi sebagai penguat jahitan ataupun sebagai dekoratif pada kain. Teknik sashiko pada awal kemunculannya digunakan sebagai dekoratif serta sebagai penguat bahan untuk busana kerja pemadam kebakaran dan para nelayan, namun seiring dengan berkembangnya zaman, teknik sashiko memiliki beberapa perubahan, yakni pada fungsi dan warna kain serta  benang yang digunakan, hal tersebut dibuktikan sengan banyak bermunculannya berbagai jenis kain dengan berbagai warna yang motif hiasnya diisi dengan teknik sashiko, dimana motif hias dengan teknik pada kain tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekoratif, namun juga berfungsi sebagai surface design. Perubahan yang terjadi pada sashiko tersebut sebagai dasar pembuatan surface design dengan teknik sashiko pada busana ready to wear. Melalui busana ready to wear tersebut ditampilkan berbagai motif hias yang diterapkan dengan teknik sashiko menggunakan warna kain serta warna benang yang berbeda, sehingga tercipta kebaruan pada surface design kain dan pada busana ready to wear.
Perbedaan Hasil One Shoulder Dress Ukuran M ditinjau dari Bahan Thai silk, Rayon, dan Polyester Khoiriyah, Anisaul; Musdalifah, Musdalifah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.22507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil One Shoulder Dress ukuran M menggunakan bahan Thai silk, Rayon, Polyester, dan untuk mengetahui hasil manakah yang lebih baik antara One Shoulder Dress M menggunakan bahan Thai silk, Rayon, Polyester. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen.Dalam penelitian ini variabel bebas berupa jenis bahan yaitu bahan Thai silk, Rayon, dan Polyester.Variabel terikat berupa Hasil One Shoulder Dress meliputi bagian badan, bagian pinggang, bagian rok, tampak keseluruhan.Variabel kontrol berupa waktu, desain One Shoulder Dress, bahan, konstruksi pola, teknik jahit, mesin jahit, orang yang mengerjakan, mannequin.Metode pengumpulan data adalah observasi.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Uji Anova Satu Jalur. Hasil penelitian menunjukkan fhitung 6,143 > ftabel 0,003 α = 5%, maka hal tersebut menunjukkan ada perbedaan hasil One Shoulder Dress ditinjau dari bahan Thai silk, Rayon, Polyester, perlu dilakukan uji lanjut Post Hoc LSD untuk mengetahui pengaruh yang paling signifikan dari masing-masing bahan. Uji Lanjut Post Hoc LSD menunjukkan hasil terbaik One Shoulder Dress ukuran M menggunakan bahan Thai silk dibandingkan dengan menggunakan bahan Rayon dan Polyester. Perbedaan hasil One Shoulder Dress menggunakan tiga bahan dapat dilihat pada bagian badan dan rok. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil One Shoulder Dress menggunakan bahan Thai silk, Rayon, Polyester. Hasil terbaik One Shoulder Dress ukuran M menggunakan bahan Thai silk dibandingkan dengan menggunakan bahan Rayon dan Polyester.
Batik Sumber Ide Ornamen Keraton Kasepuhan Cirebon Nurdiyanti, Andini; Na'am, Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21502

Abstract

Cirebon merupakan tempat perkembangan kesultanan Islam, sehingga banyak peninggalan bersejarah kesultanan Islam. Salah satunya peninggalan yangterdapat di Cirebon yaitu Keraton Kasepuhan. Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon.Setiapsudut arsitektur keraton terkenal memiliki makna  bersejarah. Keraton inimemiliki banyak ragam hias yang berwujud ornamen. Ornamen-ornamen memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan manusia berupa motif batik pada kain. Pengembangan ornamen ini lebih menekankan pada representasi akan bentuk bentuk ornamen yang diterapkan pada karya batik berupa motif khas cirebon. Tujuan penelitian dan penciptaan karya seni ini adalah untuk mengetahui proses penciptaan, hasil dan makna simbolik batik sumber ide ornamen Keraton Kasepuhan Cirebon.Metode penelitian ini adalah Research and Development yang hasilnya disajikan secara kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data observasi, wawancara, angket dan dokument.Simpulan dari penelitian ini yaitu penciptaan karya ini menggunakan batik tulis yang terdiri dari tahap mencuci kain, molani, nyanting, nemboki, ngobat dan nglorod. Seta menggunakan teknik pewaraan celup. Hasil karya yang dibuat sebanyak tiga karya batik tulis. Karya dideskripsikan berdasarkan uji estetika menggunakan unsur dan prinsip desain, serta makna filosofis pada batik tersebut berdarkan makna simbolis yang terkandung pada ornamen yang dikembangkan tersebut. Ornamen yang dijadikan sumber ide batik ini diantaranya Slimpedan, Banteng, Bunga Kanigaran, Daun sirih, Untu walang, Kembang-kembang, Manggisan, Awan mega mendung dan Wadasan berhasil dikembangkan menjadi 3 (tiga) motif batik yaitu terdiri dari Laras Slimpedan, Kekuwatan Bantheng, Sekar Kedaton.
Pengembangan Modul Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana bagi Mahasiswa PKK FT UNM Irmayanti, Irmayanti; Suryani, Hamidah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.23999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan produk pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran pada matakuliah Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana yang terbagi atas dua materi yaitu mendesain dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop dan membuat pola busana aplikasi CAD System, (2) mengetahui respon mahasiswa terhadap  modul Aplikasi Komputer Terapan Tata Busana. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah pokok, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi orang-orang yang berkepentingan dan terpilih untuk memberikan informasi, tanggapan dan penilaian terhadap pengembangan modul. Subjek penelitian dikategorikan menjadi dua yaitu subjek informan dan subjek penilai ahli (expert judgment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) modul pembelajaran pada mata kuliah aplikasi komputer terapan Tata Busana yang dikembangkan mencapai kategori valid; (2) Hasil nilai respons mahasiswa yang dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan kelompok besar terhadap modul pembelajaran mendapatkan respons positif dari mahasiswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran pada mata kuliah aplikasi komputer terapan tata busana yang dikembangkan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran di Jurusan PKK FT UNM.
Pembuatan Pewarna Tekstil Ekstrak Pulutan (Urena Lobata L) Untuk Pencelupan Kain Rayon Viskosa Aliffianti, Febbi; Kusumastuti, Adhi
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21504

Abstract

Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna kain, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan warna sintetis. Pulutan mengandung senyawa  alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tumbuhan yang mengandung tanin dan flavonoid merupakan pigmen tumbuhan penimbul warna yang dapat dijadikan pewarna alam.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketuaan warna dan ketahanan luntur dari zat warna alam pulutan pada kain rayon viskosa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain dalam waktu 30 menit, kemudian dijemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 15 kali. Hasil pencelupan diuji nilai ketuaan warna dan ketahanan luntur yang dihasilkan.. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi terdapat pada mordan tunjung, kemudian disusul mordan tawas dan nilai paling rendah adalah mordan kapur tohor. Ketahanan luntur paling baik diperoleh pada penggunaan mordan tunjung dan mordan kapur tohor, ketahanan luntur sedang diperoleh pada penggunaan mordan tawas. Simpulan dari penelitian ini adalah pulutan berpotensi  sebagai pewarna alami dan jenis mordan berpengaruh terhadap hasil pewarnaan.
Legenda Tokoh Jepara sebagai Ide Dasar Penciptaan Motif Batik untuk Mengenal Sejarah dan Kearifan Lokal Jepara Fadlilah, Eftiyati Naila; Na'am, Muh. Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat motif batik yang menggunakan sumber ide dari tokoh-tokoh legendaris Jepara yaitu Syekh Maulana Mangun Sejati dan Roro Ayu Mas Semangkin. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya batik ini adalah metode penelitian R&D (Sugiyono, 2015: 407), yang menyatakan bahwa pada tahap penelitian ini terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk dan uji coba produk . Jenis penelitian ini menggunakan pengujian estetika. Visualisasi penciptaan motif batik legendaris Jepara diciptakan dari eksplorasi tokoh-tokoh di Kabupaten Jepara yang terdiri dari dua tokoh legenda Jepara yaitu Roro Ayu Mas Semangkin di Mayong Lor dan Sheikh Maulana Mangun Sejati di desa Bugel. Teknik visualisasi karya ini menggunakan batik tulis dengan tahapan yang terdiri dari molani, nyanting, nyoleti, nemboki, nglorod, dan ngerik. Hasil visualisasi dari karya yang dibuat oleh tiga karya batik dalam bentuk dua dalam bentuk panel berukuran 140 x 86 cm dan satu dalam bentuk kemeja ukuran xl. Yang terdiri dari 1) Legenda Syeh Maulana Mangun Sejati (Asal desa Bugel) 2) Legenda Roro Ayu Mas Semangkin (Perjuangan Perjuangan di Jepara) 3) Legenda Roro Ayu Mas Semangkin (Perjuang Perjuangan di Jepara). Karya ini dideskripsikan berdasarkan tes estetika menggunakan aspek estetika formal, aspek simbolik, aspek proses dan untuk kemeja dan aspek fungsional.
Perbedaan Hasil Pencucian Kain Batik Sintetis Remazol Menggunakan Lerak dan Detergen Miranti, Dani Lesa; Prasetyaningtyas, Wulansari
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas kain batik yang dicuci dengan lerak dan detergen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Variasi bahan pencuci yang digunakan adalah lerak, sari lerak, detergen, dan bahan pencuci, sedangkan jenis batik yang digunakan adalah batik pewarna sintetis remazol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah uji laboratorium ketahanan luntur warna dan penodaan warna terhadap bahan pencuci. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan anova satu jalur. Hasil analisis uji anova satu jalur menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara hasil pencucian kain batik pewarna sintetis remazol yang dicuci menggunakan lerak, sari lerak, detergen, tanpa bahan pencuci dengan nilai ketahanan luntur yang didapat sebesar 0,859 dan nilai penodaan warna yang didapat sebesar 0,783. Simpulan penelitian yaitu penggunaan bahan pencuci yang berbeda pada pencucian kain batik pewarna sintetis remazol tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap nilai katahanan luntur warna dan penodaan warna. Batik pewarna sintetis remazol yang dicuci menggunakan bahan pencuci lerak, sari lerak, detergen, dan tanpa bahan pencuci memiliki kualitas hasil pencucian yang baik.
Pembuatan Pewarna Tekstil Ekstrak Pulutan (Urena Lobata L) Untuk Pencelupan Kain Rayon Viskosa
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.21504

Abstract

Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna kain, diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penggunaan warna sintetis. Pulutan mengandung senyawa  alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Tumbuhan yang mengandung tanin dan flavonoid merupakan pigmen tumbuhan penimbul warna yang dapat dijadikan pewarna alam.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ketuaan warna dan ketahanan luntur dari zat warna alam pulutan pada kain rayon viskosa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Kain sebelum diwarnai diberi perlakuan pre mordanting menggunakan tawas, kapur tohor dan tunjung dengan konsentrasi 50gr/l. Pewarnaan dilakukan dengan cara merendam kain dalam waktu 30 menit, kemudian dijemur dan diulangi hingga frekuensi pencelupan 15 kali. Hasil pencelupan diuji nilai ketuaan warna dan ketahanan luntur yang dihasilkan.. Hasil uji ketuaan warna nilai tertinggi terdapat pada mordan tunjung, kemudian disusul mordan tawas dan nilai paling rendah adalah mordan kapur tohor. Ketahanan luntur paling baik diperoleh pada penggunaan mordan tunjung dan mordan kapur tohor, ketahanan luntur sedang diperoleh pada penggunaan mordan tawas. Simpulan dari penelitian ini adalah pulutan berpotensi  sebagai pewarna alami dan jenis mordan berpengaruh terhadap hasil pewarnaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 18