cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 364 Documents
Upaya Peningkatan Peilaku Hidup yang Bersih dan Sehat untuk Mewujudkan Santri Pesanten Tahfizh Daarul Qur`an Ungaran Peduli Sehat
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v9i1.26145

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting yang harus diusahakan. Kesehatan salah  satunya diwujudkan dengan perilaku hidup yang bersih dan sehat. . Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan kesehatan Masyarakat. Hidup yang sehat dan bersih misalnya dengan  menjaga pola makan yang seimbang, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Banyak sakit yang ditimbulkan karena tidak menjaga kebersihan. Pada masa sekarang ini telah terjadi pandemi Covid 19. Covid 19 telah memakan korban jiwa yang sangat banyak sekali diseluruh penjuru dunia, begitu pula di Indonesia. Penyebaran virus Corona disebarkan oleh droplet dari penderita kemudian sampai ke orang lain masuk melalui mulut, hidung dan mata, maka orang tersebut akan tertular. Sehingga penting sekali untuk berperilaku hidup yang bersih dan sehat.Demikian pula Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, dimana santrinya perupakan pemuda generasi bangsa. Santri tinggal diasrama sehingga harus memiliki kemampuan dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya mengkonsumsi makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhannya, memcuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. . Tugas utama santri adalah belajar, agar dapat belajar dengan baik maka badan harus sehat dan lingkungan diri dan sekitar dalam kondisi bersih. Santri adalah generasi muda bangsa. Bangsa Indonesia menanti karya-karya mereka untuk berkiprah dalam pembangunan, mensejahterakan Indonesia. Dengan demikian sangat penting diberikan pengetahuan dan ketrampilan  tentang perilaku hidup yang bersih dan sehat.Pandemi Covid 19 membawa dampak pada bidang pendidikan. kegiatan pendidikan dilakukan dengan jarak jauh sesuai surat edaran menteri pendidikan No 4Tahun 2020 tentang Pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (covid 19), tertanggal 24 Maret 2020. Hal ini menyebabkan pelaksanaan pengabdian tidak dapat bertatap muka dengan para santri.  Tim pengabdi memberikan tempat cuci tangan portable yang dilengkapi dengan langkah-langkah cuci tangan dengan baik dan benar. Pihak pesantren memberikan tanggapan positif, cuci tangan dengan baik dan benar merupakan hal yang vital dan harus dilakukan untuk menjaga kesehatan badan apalagi di masa pandemi covid 19. Tempat cuci tangan portable dengan dua sisi dan dilengkapi langkah-langkah mencuci tangan sangat membantu pihak pesantren dalam mentertibkan para santri untuk melakukan protokol kesehatan. Kedepannya setelah masa pandemi membaik dapat dilaksanakan kegiatan pengabdian kembali yang mendukung para santri dapat belajar lebih baik lagi.
MANFAAT HASIL BELAJAR PERAWATANKULITWAJAH SEBAGAI KESIAPAN MENJADI BEAUTY OPERATOR PRATAMA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v4i1.13846

Abstract

Pendidikan merupakan kunci utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan sumber daya manusia. Pendidikan bertujuan untuk Memberikan perubahan kepada peserta didik baik pengetahuan, sikap, tingkah laku, keterampilan, daya reaksi, daya penerimaan dan aspek-aspek lain yang ada pada individu. Perubahan-perubahankearah positif tersebut dinamakan hasil belajar. Hasil belajar ini di harapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat mencetak peserta didik (mahasiswa) untuk siap bekerja. Prodi Pendidikan Tata Kecantikan Unnes merupakan salah satu Prodi yang tidak hanya mencetak mahasiswanya untuk menjadi tenaga pendidik tapi juga mencetak mahasiswa yang dapat berwirausaha di bidang kecantikan. Penelitian manfaat hasil belajar perawatan kulit wajah sebagai kesiapan menjadi beauty operator pratamaini dilakukan di Prodi Pendidikan Tata Kecantikan pada mahasiswa semester IV FT. Metode yang digunakan yaitu metode diskriptif. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel total yang berjumlah 44 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini bertujuanuntuk memperoleh gambaran manfaat hasil belajar perawatan kulit wajah ditinjau dari konsep dasar perawatan kulit wajah, teknik diagnosis perawatan kulit wajah, peralatan dan kosmetik perawatan kulit wajah, teknik perawatan kulit wajah yang didalamnya mencakup factor kegagalan perawatan kulit wajah dan perawatan pasca perawatan kulit wajah sebagai kesiapan menjadi beautyoperator pratama. Data yang diperoleh dari angket hasil belajar mahasiswa dengan rata-rata 80,75% (baik). Hal ini menerangkan bahwa ada manfaat dari hasil belajar Perawatan Kulit Wajahpada mahasiswa semester IV Prodi Pendidikan Tata Kecantikansebagai Kesiapan Menjadi Beuty Operator Pratama
PENGARUH KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v1i1.6404

Abstract

Bisnis makanan tidak akan pernah meredup. Pada saat krisis moneter tahun 1997, bisnis makanan tidak terkena imbasnya. Dalam mengembangkan bisnis makanan, pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan barang dan mutu produk yang dijual, tetapi juga harus disertai dengan jasa (servis). Semakin banyaknya bisnis makanan yang berkembang, tidak semuanya mampu bertahan lama. Dalam terminologi pemasaran dapat dikatakan bahwa tujuan perusahaan terkait dengan pemasaran saat ini telah bergeser dari akuisisi pembeli (customer acquisition) kepada kesetiaan pelanggan  (customer  retention  or  customer  loyalty).  Loyalitas  pelanggan  merupakan tujuan  inti  yang diupayakan pemasar. Hal ini dikarenakan  dengan adanya loyalitas  pelanggan sesuai dengan yang diharapkan, dapat dipastikan perusahaan akan meraih keuntungan. Dampak lainnya adalah perusahaan mampu mempertahankan bisnisnya (eksistensi). Untuk mendapatkan loyalitas diperlukan kepuasaan pelanggan. Dan untuk mendapatkan kepuasaan pelanggan, perlu adanya  faktor  pendukung,  antara  lain  kualitas  pelayanan terhadap  pelanggan,  nilai  pelanggan (customer  value)  dan  keunggulan produk  (product  advantage).  Keempat  faktor  tersebut  saling berkaitan erat dan mampu memciptakan keuntungan usaha yang juga berdampak terhadap eksistensi bisnis makanan
Pengaruh Substitusi Tepung Hanjeli Dalam Pembuatan Roti Soft Roll Terhadap Daya Terima Konsumen
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v10i1.28644

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung hanjeli dalam pembuatan roti soft roll terhadap daya terima konsumen terhadap aspek eksternal (volume, warna kulit roti, bentuk, keseragaman pemanggangan, dan karakter kulit roti) dan aspek internal (pori-pori roti, warna crumb, aroma, rasa, dan tekstur) pada roti. Penelitian ini dilakukan di laboratorium pastry and bakery Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Jakarta yang dimulai pada bulan September hingga Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode ekperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah roti soft roll dengan substitusi tepung hanjeli dengan persentase 10%, 20%, dan 30%. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kesukaan (hedonik) oleh 25 panelis tidak terlatih. Hasil tes hedonik menunjukan roti soft roll substitusi tepung hanjeli 10% merupakan produk yang paling disukai pada aspek internal dengan rentan nilai 4,00 hingga 4,24 dan roti soft roll substitusi tepung hanjeli 20% merupakan produk yang paling disukai pada hampir semua aspek eksternal dengan rentan nilai 4,24 hingga 4,40. Hasil uji Friedman menyatakan terdapat pengaruh substitusi tepung hanjeli pada volume, warna kulit roti, pori-pori roti, aroma, rasa hanjeli, dan tekstur.
Pengaruh Penggunaan Pati Garut (Maranta arundinacea) sebagai Bahan Lulur Tradisional terhadap Kehalusan dan Kecerahan pada Kulit Kering
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.24092

Abstract

Salah satu produk asli kosmetika Indonesia yaitu lulur tradisional. Bahan dasar dalam pembuatan lulur tradisional adalah tepung beras. Butiran pati garut lebih kecil daripada butiran tepung beras dengan kata lain pati garut lebih halus daripada tepung beras. Semakin halus atau semakin kecil butiran suatu bahan akan menyebabkan suspensi dari produk yang dihasilkan menjadi lebih homogen sehingga patut diduga lulur dari tepung pati garut berpotensi mempunyai manfaat lebih mampu menghaluskan dan mencerahkan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung beras dengan pati garut terhadap khasiat lulur menghaluskan dan mencerahkan kulit kering. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap I (pra penelitian) dan tahap II (penelitian). Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif persentase. Hasil penelitian ini adalah dari pemakaian ketiga jenis produk lulur menunjukkan responden yang menggunakan produk A3 memiliki pengaruh paling baik terhadap peningkatan kehalusan kulit dengan rata-rata persentase sebesar 54% serta pengaruh paling baik terhadap peningkatan kecerahan kulit dengan rata-rata persentase sebesar 12%  dengan kriteria cerah. Simpulan dari penelitian ini adalah subtitusi tepung beras dengan pati garut berpengaruh terhadap khasiat lulur menghaluskan dan mencerahkan kulit kering.
Meningkatkan Pemahaman Etiket Sehari- Hari melalui Pendidikan Bagi Pengurus dan Anggota PKK Kelurahan Sukorejo Kodya Semarang
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v7i1.19554

Abstract

Tujuan kegiatan, untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan, cara mengantisipasi dan memberikan solusi hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan anak usia remaja sampai dewasa bagi keluarga anggota PKK di Kelurahan Sukorejo, khususnya yang memiliki putera- puteri usia sekolah sampai dewasa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, metode yang digunakan, ceramah, tanya jawab, demontrasi, diskusi. Jumlah peserta 29 orang terdiri dari pengurus dan anggota PKK kelurahan Sukorejo, kodya Semarang. Hasil menunjukkan, adanya peningkatan pemahaman etiket sehari, rata- rata sangat baik; Hal ini terlihat dari kegiatan diskusi aktif mereka, yang lebih lanjut, berharap ada penyuluhan lanjutan. Kesimpulan, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan: Meningkatkan Pemahaman Etiket Sehari- hari dan memiliki kontribusi yang tinggi bagi masyarakat setempat. Saran yang diberikan: Untuk ketua tim penggerak PKK Kelurahan Sukorejo: Mohon untuk terus meningatkan kinerja para penggerak PKK dimulai dari tingkat RW, karena mereka memiliki potensi yang tinggi untuk maju dan sebagai kader yang semangat dalam pemberdayaan anggota PKK untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan dan implementasi etiket bermasyarakat yang benar dan santun.
Pengaruh Teknik Pendinginan Pada Pembuatan Menchi Katsu Tahu Ikan Terhadap Daya Terima Konsumen
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i2.23307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh subtitusi tahu putih pada pembuatan menchi katsu ikan terhadap daya terima konsumen berdasarkan aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengolahan Pastry dan Bakery Program Studi Pendidkan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta. Dengan waktu penelitian dimulai pada bulan Mei 2019 hingga Desember 2019. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel pada penelitian ini adalah menchi katsu tahu ikan dengan teknik pendinginan pada suhu ruang 30°C, suhu refigerator 8°C, dan suhu freezer -9°C kemudian diujikan kepada 30 panelis agak terlatih yang menilai keseluruh aspek. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji Friedman dan uji Tuckey pada aspek warna, rasa, dan aroma menunjukan tidak adanya pengaruh teknik pendinginan menchi katsu tahu ikan. Sedangkan pasa aspek tekstur terdapat pengaruh. Kesimpulan hasil penilaian organoleptik secara umum bahwa menchi katsu tahu ikan dengan teknik pendinginan yang paling disukai oleh konsumen dari aspek warna, rasa, aroma, dan tekstur terletak pada teknik pendinginan suhu freezer -9°C.
PENGARUH LAMANYA WAKTU MIXING DALAM PROSES PEMBUATAN BROWNIES TERHADAP KUALITAS BROWNIES DITINJAU DARI ASPEK INDERAWI
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16672

Abstract

Brownies merupakan salah satu jenis cake yang berwarna coklat kehitaman dengan tekstur sedikit lebih keras dari pada cake karena brownies tidak membutuhkan pengembangan atau gluten. Bahan yang digunakan dalam pembuatan brownies adalah tepung terigu, gula, lemak, telur, coklat batang, coklat bubuk, baking powder, dan garam. Tepung berfungsi sebagai pembentuk struktur dan tekstur brownies, pengikat bahan-bahan lain dan mendistribusikannya secara merata, serta berperan dalam membentuk cita rasa. Tepung terigu yang digunakan untuk membuat brownies adalah terigu protein rendah. Proses pembuatan brownies salah satunya adalah  pengadukan (mixing). Mixing merupakan suatu proses pencampuran bahan sehingga semua bahan tercampur rata menggunakan mixer. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratorium bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama waktu yang digunakan dalam mixing adonan brownies sehingga didapatkan brownies yang berkualitas dilihat dari aspek inderawi serta untuk mengetahui bagaimana kesukaan masyarakat terhadap brownies hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penilaian subyektif. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengaruh kualitas dari brownies dilihat dari aspek inderawi juga untuk mengumpulkan data tentang tingkat kesukaan. Penilaian subyektif ini menggunakan dua macam tipe pengujian yaitu uji inderawi dengan panelis agak terlatih dan organoleptik dengan panelis tidak terlatih. Analisis data  yang digunakan uji anava  dan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen digunakan analisis deskriptif kualitatif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh lama waktu mixing terhadap rasa dan tekstur bagian luar, tidak ada pengaruh terhadap aroma, warna dan tekstur bagian dalam. Tingkat kesukaan masyarakat terhadap sampel Y1, Y2,Y3 rata-rata suka dan untuk Y4 sangat suka.
ADAT BUDAYA SIRAMAN PENGANTIN JAWA SYARAT MAKNA DAN FILOSOFI
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v2i2.6427

Abstract

Upacara perkawinan adat Jawa merupakan warisan tradisi keraton yang dulu hanya boleh diselenggarakan oleh keluarga keraton saja, akan tetapi dengan perkembangan  zaman,  adat  budaya  perkawainan  berkembang  luas  di  masyarakat sampai manca Negara. Salah satu dari adat budaya perkawinan yang sampai saat ini masih dilaksanakan adalah adat budaya siraman pengantin Jawa, adat budaya siraman pengantin Jawa mempunyai pengertian menyirami atau memandikan calon pengantin agar pengantin bersih suci lahir dan batinnya dan siap memulai kehidupan berumah tangga.Perlengkapan siraman  pengantin  antara  lain,  tumpeng    lengkap,  tumpeng  robyong, tumpeng gundul, jajan pasar, bunga tujuh rupa, kendi yang berisi dari tujuh sumber mataair  bertuah, kain  batik  wahyu tumurun, cendol, uang kreweng dari  tanah liat, klosobongko, daun tolak balak, dan lain-lain. Perlengkapan yang  disajikan mempunyai makna dan filosofi tuntunan hidup agar calon pengantin   dapat mengarungi kehidupanyangbahagia dan sejahtera.Adat budaya siraman pengantin Jawa pada masa kini berkembang luas diberbagailapisan masyarakat Jawa baik di nusantara maupun di manca Negara, bahkan orang asingpun tertarik untuk mempelajarinya, karena…….mempunyai filosofi yang luhur, untuk itu perlu disosialisasi dengan berbagai media tentang adat budaya perkawinan adat Jawa dengan lengkap.
Pembuatan Surface Design Pada Busana Ready To Wear Dengan Teknik Sashiko
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v8i1.24065

Abstract

Sashiko merupakan teknik menjahit jelujur yang berasal dari Jepang, yang diterapkan di atas kain berwarna indigo dengan menggunakan benang berwarna putih serta dapat berfungsi sebagai penguat jahitan ataupun sebagai dekoratif pada kain. Teknik sashiko pada awal kemunculannya digunakan sebagai dekoratif serta sebagai penguat bahan untuk busana kerja pemadam kebakaran dan para nelayan, namun seiring dengan berkembangnya zaman, teknik sashiko memiliki beberapa perubahan, yakni pada fungsi dan warna kain serta  benang yang digunakan, hal tersebut dibuktikan sengan banyak bermunculannya berbagai jenis kain dengan berbagai warna yang motif hiasnya diisi dengan teknik sashiko, dimana motif hias dengan teknik pada kain tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dekoratif, namun juga berfungsi sebagai surface design. Perubahan yang terjadi pada sashiko tersebut sebagai dasar pembuatan surface design dengan teknik sashiko pada busana ready to wear. Melalui busana ready to wear tersebut ditampilkan berbagai motif hias yang diterapkan dengan teknik sashiko menggunakan warna kain serta warna benang yang berbeda, sehingga tercipta kebaruan pada surface design kain dan pada busana ready to wear.