cover
Contact Name
Akhsanul In'am
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jkpp_pedagogi@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144 3rd Campus, 4th Building (GKB 4), 3th Floor
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan
ISSN : 23377623     EISSN : 23377615     DOI : 10.22219
Core Subject : Education,
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, adalah jurnal open access. Diterbitkan oleh Magister Pedagogi yang sebelumnya bernama Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang. Terbit dua kali dalam satu volume, pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan ilmiah hasil penelitian dan ulasan literatur dibidang kebijakan dan pengembangan pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2018): Juli" : 11 Documents clear
Implementasi Kebijakan Full Day School Di SDN 3 Blimbing Kota Malang Ubaidillah Ubaidillah; Akhsanul In’am
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11609

Abstract

Abstract: This study aims to describe 1) the implementation of full-day school policies conducted at SDN 3 Blimbing; 2) problems faced by SDN 3 Blimbing in implementing full-day school; 3) the solutions made in solving the problem of implementing full-day school policies in SDN 3 Blimbing. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that the implementation of the full-day school policy has been based on the Character Strengthening Policy made by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. The aim of a full-day school implemented at SDN 3 Blimbing Malang is that students have the character set by the Ministry of Education of the Republic of Indonesia. Problems that arise during the implementation of full-day school among other facilities and infrastructures that are inadequate, the adaptation of teachers, employees, and students that require a relatively long time, concerns parents of students towards their children who sit in grades 1 and 2 and adjusting school schedules and student activities outside of school that have been previously scheduled. The solution carried out by the school with existing problems is to always socialize student activities in full-day school policy, provide dispensation for students who have scheduled activities outside of school that has been previously scheduled, conduct weekly evaluations and hold collaboration with institutions that can support full-day school activities in the school.Keywords: Policy Implementation, Full Day School, Elementary School Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) implementasi kebijakan full day school yang dilakukan di SDN 3 Blimbing; 2) permasalahan yang dihadapi SDN 3 Blimbing dalam mengimplementasikan full day school; 3) solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan implementasi kebijakan full day school di SDN 3 Blimbing. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan full day school telah dilakukan dilandaskan pada Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Tujuan full day school yang diterapkan di SDN 3 Blimbing Kota Malang adalah supaya siswa-siswa mempunyai karakter yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Permasalahan yang muncul selama implementasi full day school antra lain sarana dan prasana yang belum memadai, adaptasi guru-guru, karyawan, dan siswa-siswa yang membutuhkan waktu yang relatif lama, kekhawatiran orang tua siswa terhadap anak-anaknya yang duduk di kelas 1 dan 2 dan penyesuaian jadwal sekolah dan kegiatan siswa diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya. Solusi yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan permasalahan yang ada adalah dengan selalu mensosialisakan kegiata-kegiatan siswa dalam kebijakan full day school, memberikan dispensasi terhadap siswa yang ada jadwal kegiatan diluar sekolah yang telah terjadwal sebelumnya, melakukan evaluasi mingguan dan mengadakan kerja sama dengan lembaga yang bisa mendukung kegiatan-kegiatan full day school yang ada di sekolah.Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Full Day School, Sekolah Dasar
Pengembangan Modul Pada Pembelajaran Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Suseno Adi Utomo; Agus Tinus
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11610

Abstract

Abstract: Learning innovation in the 21st century is an important priority. Innovation can be in the form of developing teaching materials in the form of modules. The purpose of this study is 1) to develop extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? (2) know the validity test of extracurricular learning modules for scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? and (3) describe the effectiveness of extracurricular learning modules in scientific works of SD Muhammadiyah 9 Malang? The type of research used is the Research and Development of Borg and Gall to produce products, product validity, and test product effectiveness. The results showed the module's validity by 81.6% of material experts and 90% media experts. The module effectiveness test through limited trials get an average of 86% of students' responses to the module, more extensive trials get an average of 87% of students' responses to the module, an average score of 84,06 learners' test results, a student activity test learning I 83%, learning II 93% and learning III 95%.Keywords: Module Development, Extracurricular Elementary School Scientific Work Abstrak: Inovasi pembelajaran pada abad ke 21 menjadi prioritas yang penting dilakukan. Inovasi dapat berupa pengembangan bahan ajar yang berupa modul. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengembangkan modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? (2) mengetahui uji validitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? dan (3) mendeskripsikan efektifitas modul pembelajaran ekstrakurikuler karya ilmiah SD Muhammadiyah 9 Kota Malang? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian (Research and Development) Borg and Gall untuk menghasilkan produk, validitas produk dan menguji keefektifan produk. Hasil penelitian menunjukkan validitas modul oleh ahli materi 81,6% dan ahli media 90 %. Uji keefektifan modul melalui uji coba terbatas mendapatkan rata-rata 86 % respon peserta didik terhadap modul, uji coba lebih luas mendapatkan rata-rata 87 % respon peserta didik terhadap modul, uji hasil belajar skor rata-rata 84,06, uji aktivitas peserta didik pembelajaran I 83%, pembelajaran II 93% dan pembelajaran III 95%.Kata kunci: Pengembangan Modul, Ekstrakurikuler Karya Ilmiah SD
Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi Sekolah Di SMP Negeri 3 Malang Siti Hanik Zubaidah; Nurul Zuriah
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11611

Abstract

Abstract: This study aims to determine the form of GLS implementation in SMPN 3 Malang, supporting factors, obstacles, and solutions. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data collection uses interviews, observation, and documentary study techniques. Data analysis with data reduction, data display, and verification. Test the validity of the data by triangulation. The results showed that based on Permendikbud No. 23 of 2015, SMPN 3 Malang made a derivative policy on GLS. Form of GLS implementation in the form of habituation, development, and learning. Literacy is 45 minutes every day as an extracurricular and 30 minutes according to the curricular schedule. The implementation of the three stages of GLS was 84.33% and 92.40% showed the literate school ecosystem. Successful implementation is influenced by clear and consistent communication factors, sufficient resources, disposition with receptive responses, and complete bureaucratic structure with clear SOPs. Internal supporting factors are the active role of school principals and staff, libraries, intakes, and the amount of literacy time. The external factor is the role of the guardians of students in infrastructure. Internal inhibiting factors are the lack of school funds and journal check personnel as well as book rotation, the absence of follow-up literacy activities at home, and internal factors of students (gadget influence). The external inhibiting factor is the absence of the government's role in the budget, training, assistance, monitoring, and evaluation. The solution is to increase cooperation with parents and a new policy as an improvement.Keywords: Policy Implementation, Education, GLSAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk implementasi GLS di SMPN 3 Malang, faktor pendukung, penghambat, dan solusinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dengan data reduction, data dislpay, dan verification. Uji keabsahan data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2015, SMPN 3 Malang membuat kebijakan derivat tentang GLS. Bentuk implementasi GLS berupa pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Pelaksanaan literasi adalah 45 menit setiap hari sebagai intrakurikuler dan 30 menit sesuai jadwal kokurikuler. Keterlaksanaan tiga tahap GLS sebesar 84,33 % dan 92,40 % menunjukkan sebagai ekosistem sekolah literat. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh faktor komunikasi yang jelas dan konsisten, sumber daya yang cukup, disposisi dengan respon menerima, dan struktur birokrasi yang utuh dengan SOP yang jelas. Faktor internal pendukungnya adalah peran aktif kepala sekolah dan staff, perpustakaan, intake, dan banyaknya waktu literasi. Faktor eksternalnya adalah peran wali murid dalam sarana prasarana. Faktor internal penghambatnya adalah minimnya dana sekolah dan tenaga pengecekan jurnal serta perotasian buku, belum adanya tindak lanjut kegiatan literasi di rumah, dan faktor internal peserta didik (pengaruh gadget). Faktor eksternal penghambatnya adalah tidak adanya peran pemerintah terkait anggaran, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Solusinya adalah meningkatkan kerjasama dengan orang tua serta adanya kebijakan baru sebagai penyempurnaan. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Pendidikan, GLS
Analisis Problematika Pembelajaran Sekolah Dasar Negeri Di Pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep Nuris Syarifatul Imamiyah; Ainur Rofieq; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11612

Abstract

Abstract: This study was a qualitative study using a descriptive approach. The data of the study was obtained through the interview, researcher observation, and documents study. The interview data were collected from state elementary schools’ headmasters and teachers in Bancamara, Gili Iyang island. The observation sheets were based on the researcher’s direct participation during classroom activities held by teachers. While the data of the document study was taken from teachers’ and students’ number and attendance list, syllabus, and also lesson plan. Then the data was analyzed using the interactive model, a concept from Miles and Huberman. This study used source triangulation for its validity checking. While the results showed that the teaching plan, which consisted of planning, implementing, and evaluating the process, was arranged and applied. In general, the learning problems that happened in Gili Iyang island were the teachers’ work-placement; imbalance number of teachers; public transportation issues; the number of schools; and also, the teachers’ salary issues. The strategies applied to overcome those problems were maintaining good relationship and way of communicating among teachers; recruiting fresh graduates; applying a family-friendly approach to comfort those honorary teachers; making a regular schedule to keep teachers attending school; applying a working day of 50 percent plus 1 day from the total number of effective days in a month; applying an internal policy in school in terms of allocating the school fund for honorary teachers’ welfare, and having the teachers familiar teaching more than one class at the same day.Keywords: Learning Problems, State Elementary Schools, Island Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis (1) problematika pembelajaran yang terjadi pada sekolah dasar negeri di pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep? (2) mendeskripsikan strategi yang diterapkan untuk mengatasi problematika pembelajaran pada sekolah dasar negeri di pulau Gili Iyang Kabupaten Sumenep? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data wawancara diperoleh dari kepala sekolah dan guru-guru di sekolah dasar negeri di Desa Bancamara pulau Gili Iyang sebagai informan. Lembar observasi didasarkan pada pengamatan langsung peneliti terkait proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Data untuk studi dokumen diperoleh dari data jumlah guru, jumlah siswa, presensi kehadiran guru dan siswa, silabus dan juga RPP. Analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif dari Miles and Huberman. Kemudian untuk menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi. Jenis triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pembelajaran, secara umum, yang terjadi di pulau Gili Iyang adalah distribusi guru yang belum merata, ketimpangan jumlah guru honorer dan pegawai negeri, faktor transportasi, jumlah sekolah, dan tunjangan kesejahteraan. Strategi yang diimplementasikan guna mengatasinya adalah menjaga baik komunikasi antar guru, merekrut fresh graduate yang merupakan penduduk asli pulau Gili Iyang, mengupayakan pendekatan secara kekeluargaan untuk membuat nyaman para guru honorer sehingga memperkecil niat untuk berhenti mengajar, membuat piket masuk secara bergantian guna mengupayakan tetap ada guru yang hadir ke sekolah, memberlakukan hari kerja sebanyak 50 persen plus 1 hari dari jumlah total hari efektif dalam satu bulan, memberlakukan kebijakan internal sekolah sehubungan dengan alokasi dana BOS untuk kesejahteraan guru honorer, dan membiasakan para guru berstatus honorer dan pegawai negeri untuk siap mengajar lebih dari satu kelas.Kata kunci: Problematika Pembelajaran, Sekolah Dasar Negeri, Pulau
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di SMP Muhammadiyah Waipare Kabupaten Sikka Vitalia Rahmawati Safrudin; Ichsan Anshory
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11613

Abstract

Abstract: One of the competency standards that must be possessed by a teacher is professional competency. In reality, there are still teachers who lack professional competency. The purpose of this study is to determine 1) the factors that influence the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Middle School. 2) Efforts are made in improving the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Middle School. The method used in this research is descriptive qualitative. Informants in the study were teachers, principals, vice-principals in student fields, school treasurers. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. The results of this study indicate that 1) factors influencing teacher professional competence include difficulties in delivering teaching material, internal factors, availability of facilities and infrastructure, teachers who are often not on time, lack of teacher welfare. 2) Efforts made to improve the professional competence of teachers in Muhammadiyah Waipare Junior High School are to increase the number of reference books, provide opportunities for teachers to continue to higher levels of education, Add infrastructure, provide opportunities for teachers to take part in MGMP workshop activities, and increase teacher welfare.Keywords: Professional Competency, Teachers, Secondary Education Abstrak: Standar kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru salah satunya adalah kompetensi profesional. Pada kenyataannya masih ada guru yang kurang menunjukkan kompetensi profesional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui 1) faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare. 2) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian adalah Guru, Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, bendahara sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) faktor yang mempengaruhi kompetensi profesional guru meliputi kesulitan dalam menyampaikan materi ajar, faktor internal, ketersedian sarana dan prasarana, guru yang sering tidak tepat waktu, kurangnya kesejahteraan guru. 2) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMP Muhammadiyah Waipare yaitu dengan menambah jumlah buku referensi, memberikan kesempatan kepada guru untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Penambahan sarana prasarana, memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti kegiatan workshop MGMP, dan meningkatkan kesejahteraan guru.Kata kunci: Komepetensi Profesional, Guru, Pendidikan Menengah
Program Peningkatan Keterampilan Literasi Pada Sekolah Unggul Di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang Maulana Hudan Daromi; Mohammad Syaifuddin
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11614

Abstract

Abstract: The Studi aims to describe 1) the strategy of improving literacy skills in superior schools in elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. 2) the constraints of the strategy to improve literacy skills in superior schools in elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. 3) the solution to the problem of improving literacy skills in superior schools in the elementary school of Muhammadiyah 9 Malang. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. Data analysis using Miles and Huberman analysis. After analyzing the data, the validity of the data is tested using triangulation techniques and extensions of observation. The results of the study show that literacy activities began in 2015. There was an increase in literacy skills at SD Muhammadiyah 9 Malang. Students who were originally only accustomed to reading non-text books, now students can already produce literacy products, namely books. The strategy to improve literacy skills at SD Muhammadiyah 9 Malang city refers to the three stages of school literacy. Starting from the habituation stage, development, until the implementation stage of literacy-based learning. The constraints of strategy in improving literacy skills in SD Muhammadiyah 9 Malang, include: (1) procurement of non-text reading books, (2) teacher literacy competencies are still low, (3) students' enthusiasm in literacy is low, (4 ) lack of funding, (5) narrow library space, (6) the absence of special staff as librarians. Solutions from strategic obstacles in improving literacy skills in SD Muhammadiyah 9 Malang, among others: (1) there are tuition fees for homeroom teachers and student guardians, (2) homeroom teachers make budget proposals, (3) schools work together with the literacy community, (4) socialization of funding to student guardians, (5) structuring library space, (6) assignments and scheduling teachers as a librarian.Keywords: Program, Improvement, Skills, Literacy Abstrak: Tujuan Penelitian yaitu untuk mendeskripsikan 1) strategi program peningkatan ketrampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. 2) kendala strategi peningkatan keterampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. 3) solusi permasalahan strategi peningkatan keterampilan literasi pada sekolah unggul di SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Miles dan Hubberman. Setelah dianalisis maka data diuji keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pelaksanaan kegiatan literasi dimulai tahun 2015. Ada peningkatan keterampilan  literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang. Siswa yang semula hanya terbiasa membaca buku non teks, sekarang siswa sudah bisa menghasilkan produk literasi yaitu buku. Strategi peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang mengacu pada tiga tahapan literasi sekolah. Mulai dari tahap pembiasaan, pengembangan, sampai tahap penerapan pembelajaran berbasis literasi. 2) Kendala strategi dalam peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang, antara lain: (1) pengadaan buku bacaan non teks, (2) kompetensi literasi guru masih rendah, (3) semangat siswa dalam literasi rendah, (4) kurangnya pendanaan, (5) ruang perpustakaan yang sempit, (6) tidak adanya tenaga khusus sebagai pustakawan. 3) Solusi dari kendala strategi dalam peningkatan keterampilan literasi di SD Muhammadiyah 9 kota Malang, antara lain: (1) adanya iuran wali kelas dan wali murid, (2) wali kelas membuat usulan anggaran, (3) sekolah bekerjasama dengan komunitas literasi, (4) sosialiasi pendanaan kepada wali murid, (5) penataan ruang perpustakkan, (6) penugasan dan penjadwalan guru sebagai pustakawan.Kata kunci: Program, Peningkatan, Ketrampilan, Literasi
Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer (Studi Multisitus) Di MIN 1 Dan MIN 2 Flores Timur Ilmin Sakir; Akhsanul In’am; Sri Hartiningsih
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11615

Abstract

Abstract: This study aims to examine the role of the MIN 1 and MIN 2 principals of East Flores as managers, success supporting factors, the obstacles faced and the principal's efforts to overcome obstacles. The research method used is a qualitative approach with the type of research is descriptive. This research uses a multi-site study. Data obtained through interviews, observation, and study documentation. The results of this study indicate that the roles of the heads of MIN 1 and MIN 2 as managers are 1) Involving teachers and staff in managing school programs; 2) Conduct curriculum management; 3) Creating a conducive learning and achievement climate; 4) Include teachers in training to improve their competence; 5) Facilitating facilities and infrastructure supporting school activities; 6) Planning a budget; 7) Conduct student management activities; 8) Specifically assigning teachers to oversee the program, and 9) Conduct supervision. Internal factors that support the success of the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers are the togetherness of the teachers to optimize their potential and the willingness to sincerely carry out the school programs that have been planned together. The external factor is the strong support of student guardians in the programs that have been run by schools. The internal obstacle faced by the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers are the limited time for teachers to carry out or run the program to the maximum extent possible. The external obstacle is the student's guardian awareness of the school program. Efforts made by the heads of MIN 1 and MIN 2 East Flores as managers in improving the quality of schools to overcome internal and external problems are communicating to teachers to be more active in carrying out or carrying out planned programs.Keywords: Principal, Manager, Multisitus Study Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer, faktor pendukung keberhasilan, kendala yang dihadapi dan upaya kepala sekolah mengatasi kendala. Metode penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan studi multisitus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran kepala MIN 1 dan MIN 2 sebagai manajer yaitu 1) Melibatkan guru dan pegawai dalam pengelolaan program sekolah; 2) Melakukan pengelolaan kurikulum; 3) Mewujudkan iklim belajar dan berprestasi yang kondusif; 4) Mengikutkan guru-guru dalam pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya; 5) Memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung kegiatan sekolah; 6) Merencanakan penganggaran; 7) Melakukan kegiatan pengelolaan kesiswaan; 8) Menugaskan secara khusus guru-guru untuk mengawal program, dan 9) Melakukan pengawasan. Faktor internal yang menjadi pendukung keberhasilan kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer adalah kebersamaan guru-guru untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan keinginnan yang ikhlas untuk mejalankan program sekolah yang telah direncankan bersama-sama. Faktor eksternalnya adalah dukungan wali murid yang kuat pada program yang telah dijalankan oleh sekolah. Kendala internal yang dihadapi kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer adalah keterbatasan waktu dari guru-guru untuk melakukan atau menjalankan program dengan semaksimal mungkin. Kendala eksternalnya adalah kesadaran wali murid akan program sekolah tersebut. Upaya yang dilakukan kepala MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur sebagai manajer dalam meningkatkan mutu sekolah untuk mengatasi masalah internal dan eksternal adalah mengkomunikasikan kepada guru-guru untuk lebih aktif melakukan atau menjalankan program yang telah direncanakan.Kata kunci: Kepala Sekolah, Manajer, Studi Multisitus
Analisis Peran Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Dalam Membangun Kompetensi Sosial Guru Di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan Hairil Anwar; Sukarsono Sukarsono
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11616

Abstract

Abstract: This study aims to find out 1) the role of the principal's democratic leadership in building the social competence of teachers; 2) know the social competence of teachers. This research was conducted at SMP Thomas Santo Thomas Pamekasan Regency, using a qualitative approach supported by descriptive data. Data analysis is performed by presenting data, data reduction and concluding. The results showed that the role of the democratic leadership of school principals included: 1) As an educator able to facilitate and encourage teachers to improve teacher social competence. 2) As a manager that is facilitating and providing opportunities for teachers to develop their social competence through various education and training activities. 3) An administrator can allocate a budget to improve teacher competencies to build the social competencies of teachers. 4) As a supervisor, namely giving advice and guidance to the teacher's indirect supervision of learning activities in building teacher social competence. 5) As a motivator that is providing educational motivation in carrying out the tasks and functions in building the social competence of teachers. The social competence of teachers is quite good, there is cooperation within the school community which includes the cooperation of fellow teachers, teachers with students, teachers with parents, and teachers with surrounding communities.Keywords: Role of School Principals, Democratic Leadership, Social Competence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah dalam membangun kompetensi sosial guru; 2) mengetahui kompetensi sosial guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMPK Santo Thomas Kabupaten Pamekasan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif didukung data deskriptif. Analisis data dilakukan dengan cara menyajikan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan demokratis kepala sekolah antara lain: 1) Sebagai educator mampu memfasilitasi dan mendorong guru dalam meningkatkan kompetensi sosial guru. 2) Sebagai manajer yaitu memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengembangkan kompetensi sosialnya melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Sebagai administrator yaitu dapat mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru sehingga membangun kompetensi sosial para guru. 4) Sebagai supervisor yaitu memberikan saran dan bimbingan kepada guru dalam kegiatan supervisi pembelajaran secara langsung dalam membangun kompetensi sosial guru. 5) Sebagai motivator yaitu memberikan motivasi pendidikan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun kompetensi sosial guru. Kompetensi sosial guru yang terjadi cukup baik, adanya kerja sama dalam warga sekolah yang meliputi kerja sama guru sesama guru, guru dengan siswa, guru dengan wali murid, serta guru dengan masyarakat sekitar.Kata kunci: Peran Kepala Sekolah, Kepemimpinan Demokratis, Kompetensi Sosial
Analisis Kesiapan Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri Di SMP Muhammadiyah 10 Muncar Kabupaten Banyuwangi Fuad Muttaqin; Ahmad Juanda
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11617

Abstract

Abstract: This study aims to describe the readiness for the implementation of an independent Computer-Based National Examination (UNBK) at Muhammadiyah Secondary School 10 Muncar including 1) Why did Muncar Muhammadiyah 10 Secondary School choose to take an independent Computer-Based National Examination (UNBK) preparing for the independent implementation of UNBK. In this study, the researchers used descriptive methods using a qualitative approach. Research data was obtained from primary sources, namely: Principal, Vice Principal, Vice Facilities, Proctor, Technicians, Teachers, and Helpdesk of Banyuwangi Regency. While secondary data sources from documents relating to UNBK. The results of the study stated that the 10 Muncar Muhammadiyah Secondary School in Banyuwangi Regency was ready to carry out an independent Computer-Based National Examination (UNBK), this was evidenced by three stages of the process including 1) Planning stage; 2) Implementation stage; 3) Evaluation stage. So that Muhammadiyah 10 Muncar Secondary School was successful and ready to implement UNBK independently.Keywords: Education Evaluation, ICT, Proctor, UNBK Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri di SMP Muhammadiyah 10 Muncar diantaranya: 1) Pertimbangan SMP Muhammadiyah 10 Muncar lebih memilih mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri, 2) Upaya dari SMP Muhammadiyah 10 Muncar dalam menyiapkan pelaksanaan UNBK mandiri. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa SMP Muhammadiyah 10 Muncar Kabupaten Banyuwangi siap dalam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mandiri, hal ini dibuktikan dengan tiga tahapan proses diantaranya: 1) tahap Perencanaan; 2) tahap Pelaksanaan; 3) tahap Evaluasi. Sehingga SMP Muhammadiyah 10 Muncar berhasil dalam melaksanakan UNBK secara mandiri. Adapun Upaya dari SMP Muhammadiyah 10 Muncar dalam menyiapkan pelaksanaan UNBK secara mandiri adalah: 1) pengadaan perangkat PC dan jaringan komputer melalui kerjasama dengan UPJ SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, 2) pembiayaan UNBK melalui pinjaman lunak pihak ke tiga, 3) Meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan dan pembinaan.Kata kunci: Evaluasi Pendidikan, TIK, Proktor, UNBK
Penanaman Nilai-Nilai Karakter Pada Anak Usia Dini Di RA Al Mashitoh Tegalgondo Karangploso Malang Adhar Adhar; Akhsanul In’am; Sri Hartiningsih
Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jkpp.v6i2.11618

Abstract

Abstract: The study aims to describe 1) the method of planting character values in Early Childhood in RA Al-MasithohTegalgondo, and 2) the inhibiting factors in the process of instilling character values in Early Childhood in RA Al-MasithohTegalgondo and efforts to overcome it. The method used in this research is qualitative. With descriptive approaches. This research was conducted at RA Al-MasithohTegalgondoKarangploso Malang. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, conclusion making, and verification. Testing the validity of the data using the method triangulation technique. The results showed that 1) methods that are often used in the cultivation of character values in early childhood in RA AL Masithoh include habituation methods, exemplary methods, story methods, play methods, demonstration methods, and travel tour methods, and 2) factors that become an obstacle in the cultivation of character values in early childhood in RA AL Masithoh, including inadequate learning facilities and infrastructure, a social environment that is not supportive as a place of social interaction, parents who pay less attention and do not teach character values who are good in their family environment, students come from different family backgrounds, and parents who cannot bear to leave their children at school and wait for them outside the room. Efforts to overcome these obstacles include socializing to students' parents about the importance of character education in the family environment, designing learning that is comfortable and enjoyable, doing activities that are loved by children, holding parenting activities intended for parents of students by bringing in resource persons competent in their fields, inviting the community to create a safe, peaceful, orderly, disciplined and free social environment from deviant acts as a place for children's association, and building cooperation with all parties concerned with character education between schools, parents of students and the local community.Keywords: Early Childhood, Character, Planting values Abstrak: Tujuan dari pada penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) metode penanaman nilai-nilai karakter pada Anak Usia Dini di RA Al-MasithohTegalgondo, dan 2) faktor penghambat dalam proses penanaman nila-nilai karakter pada Anak Usia Dini di RA Al-MasithohTegalgondo serta upaya untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dengan pendekatakan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di RA Al-MasithohTegalgondoKarangploso Malang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputipengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan, dan verifikasi. Pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) metode yang sering digunakan dalam penanaman nilai-nilai karakter pada anak usia dini di RA AL Masithoh meliputimetode pembiasaan, metode peneladanan, metode cerita, metode bermain, metode demonstrasi, dan metode karya wisata, dan 2) faktor yang menjadi penghambat dalam penanaman nilai-nilai karakter pada anak usia dini di RA AL Masithoh, meliputisarana dan prasarana pendukung pembelajaran yang masih kurang memadai, lingkungan sosial yang tidak mendukung sebagai tempat pergaulan anak, orang tua yang kurang memperhatikan dan tidak mengajarkan nilai-nilai karakter yang baik dilingkungan keluarganya, peserta didik berasal dari latar belakanng keluarga yang berbeda-beda, dan orang tua yang tidak tega meninggalkan anaknya di sekolah dan menunggunya diluar ruangan. Upaya untuk mengatasi hambatan tersebut antara lainmelakukan sosialisasi pada orang tua siswa tentang pentingnya pendidikan karakter dilingkungan keluarga, mendesain pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan, melakukan  kegiatan yang disenangi oleh anak-anak, mengadakan kegiatan parenting yang diperuntukkan bagi orang tua siswa dengan mendatangkan narasumber yang berkompeten dibidangnya, mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, damai, tertib, disiplin serta bebas dari perbuatan yang menyimpang sebagai tempat pergaulan anak, dan membangun kerja sama dengan semua pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan karakter antara sekolah, orang tua siswa dan masyarakat setempat.Kata kunci: Anak Usia Dini, Karakter, Penanaman nilai-nilai

Page 1 of 2 | Total Record : 11