cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 26 No. 1 (2021)" : 14 Documents clear
Ucapan Terima Kasih untuk Mitra Bebestari Edisi Ini Editorial Team Psikologika
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptasi Sanctification of Marriage Questionnaire: Versi Indonesia untuk Masyarakat Muslim Hepi Wahyuningsih; Dyna Rahayu Suci Pertiwi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi Sanctification of Marriage Questionnaire untuk muslim di Indonesia. Adaptasi dilakukan melalui tahap: penerjemahan, memberikan bukti validitas konstruk, dan reliabilitas. Bukti validitas konstruk dilakukan dengan analisis faktor eksploratori yang dilanjutkan dengan analisis faktor konfirmatori MGCFA (Multi-Group Confirmatory Factor Analysis). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan koefisien reliabilitas komposit. Subjek untuk mengungkap struktur faktor pensakralan perkawinan merupakan 160 individu yang menikah, sedangkan subjek untuk menguji stabilitas struktur faktor pensakralan perkawinan terdiri dari 102 suami dan 111 istri. Hasil analisis faktor eksploratori menunjukkan konstruk pensakralan perkawinan memiliki tiga faktor/dimensi yaitu: keyakinan, pengalaman kualitas kesakralan dan manifestasi Allah. Stabilitas struktur faktor pensakralan perkawinan kemudian diuji secara empiris dengan MGCFA. Hasil MGCFA menunjukkan ketiga faktor/dimensi pensakralan perkawinan terbukti stabil. Koefisien reliabilitas komposit dari Sanctification of Marriage Questionnaire berada dalam kategori baik. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk memberikan bukti validitas konstruk dengan validitas prediktif dan validitas konkuren dari Sanctification of Marriage Questionnaire. Keterbatasan dalam penelitian ini didiskusikan lebih lanjut.Kata Kunci: adaptasi skala, analisis faktor eksploratori, analisis faktor konfirmatori multi kelompok, muslim, pensakralan perkawinanAdaptasi Sanctification of Marriage Questionnaire: Versi Indonesia untuk Masyarakat MuslimAbstractThis study aims to adapt the Sanctification of Marriage Questionnaire for Muslims inIndonesia. Adaptation of the Sanctification of Marriage Questionnaire is carried out throughthe stages: translation, providing evidence of construct validity and reliability. Evidence of construct validity was carried out by exploratory factor analysis followed by MGCFA (Multi-Group Confirmatory factor Analysis). In this study, we used a composite reliability. Subjects to reveal the factor structure of sanctification of marriage were 160 married individuals, while the subjects to test the stability of factor structure consisted of 102 husbands and 111 wives. The result of exploratory factor analysis shows that the construct of sanctification of marriage has three factors / dimensions, namely: belief, perceived sacred qualities and manifestation of God. The structure stability of sanctification of marriage was then empirically tested by MGCFA. The results of MGCFA showed that the three factors / dimensions of sanctification of marriage proved stable. The composite reliability coefficient of the Sanctification of Marriage Questionnaire was in a good category. Further research can be carried out to provide evidence of construct validity with predictive validity and concurrent validity of the Sanctification of Marriage Questionnaire. Limitations in this study are discussed further.Keywords: exploratory factor analysis, multi-group confirmatory factor analysis, muslim,sanctification of marriage, scale adaptationKeywords: exploratory factor analysis, multi-group confirmatory factor analysis, muslim, sanctification of marriage, scale adaptation
Metaanalisis Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy untuk Menangani Gangguan Kecemasan Umum Stefany Livia Prajogo; Ananta Yudiarso
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art5

Abstract

Prevalensi gangguan kecemasan di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, terutama saat menghadapi ketidakpastian selama masa pandemic ini. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) adalah salah satu gelombang ketiga dari Coginitive Behaviour Therapy (CBT), yang biasa digunakan untuk menangani gangguan kecemasan. Di dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat efektivitas dari ACT terhadap penurunan tingkat Generalized Anxiety Disorder (GAD) yang diukur dengan menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), Geriatic Anxiety Inventory (GAI), dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Metode yang digunakan adalah metaanalisis dengan statdirect trial version 2.0. Penelitian ini melibatkan 17 jurnal eksperimen mengenai ACT dan GAD (n kelompok eksperimen = 574; n kelompok kontrol = 513). Pengukuran ACT dan GAD dilihat dari random effect size (I2 = 83.3%), tanpa adanya bias publikasi (-3.88). Hasil yang didapatkan ialah ACT masih cukup efektif untuk menurunkan tingkat GAD (d= -.66; medium effect size). Peneliti menyimpulkan bahwa ACT akan menjadi lebih efektif jika ada pendampingan dari intervensi lain. Adapun saran dari peneliti adalah untuk melakukan replikasi penelitian guna memperbanyak referensi terkait efektivitas ACT.Kata Kunci: Acceptance and Commitment Therapy, gangguan kecemasan umum, metaanalisisMeta-Analysis on The Effectiveness of Acceptance and Commitment Therapy for Dealing with Generalized Anxiety DisorderAbstractThe prevalence of anxiety disorder in Indonesia increases significantly every year. It is worth special attention, especially in facing the uncertainty during pandemic. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) is one of the third-wave cognitive behavior therapy (CBT), usually used for anxiety disorder treatment. In this research, I want to examine the effectiveness of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) to decrease the level of Generalized Anxiety Disorder (GAD), taking General Anxiety Disorder-7 (GAD-7), Geriatic Anxiety Inventory (GAI), and Beck Anxiety Inventory (BAI), as the standard. It uses a meta-analysis techniques processed by statdirect trial version 2.0. It involves 17 experimental journals of ACT and GAD (n experiment group = 574; n control group = 513). The assessment of ACT and GAD bases itself on random effect size (I2 = 83.3%), without any publication bias (-3.88). The result shows that ACT is still effective to decrease the level of GAD (d= -.66; medium effect size). The result concludes that the ACT needs the assistance from other interventions. It also suggests research replication to multiply the references related to the effectiveness of ACT.Keywords: Acceptance and Commitment Therapy, generalized anxiety disorder, meta-analysis
Perbedaan Regulasi Emosi Berdasarkan Jenis Kelamin dan Rentang Usia pada Remaja dengan Orangtua Bercerai Gita Maharani Swastika; Endang Prastuti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 26 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol26.iss1.art2

Abstract

Remaja memiliki karakteristik emosi yang tidak stabil, namun belum diketahui apakah terdapat perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin dan rentang usia remaja (awal, tengah, akhir). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran serta mengetahui perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin dan rentang usia pada remaja dengan orangtua bercerai di Kota Malang. Responden penelitian berjumlah 150 yang terbagi berdasarkan jenis kelamin dan rentang usia. Instrumen penelitian menggunakan skala regulasi emosi yang disusun oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan regulasi emosi ditinjau dari jenis kelamin pada remaja dengan orangtua bercerai di Kota Malang dengan nilai sig (2 tailed) = .540. Hasil lainnya adalah terdapat perbedaan regulasi emosi ditinjau dari rentang usia pada remaja awal dengan remaja madya serta remaja awal dengan remaja akhir yang memiliki orangtua bercerai di Kota Malang dengan nilai sig (2 tailed) = .005 dan .000 namun tidak terdapat perbedaan regulasi emosi ditinjau dari rentang usia remaja madya dengan remaja akhir yang memiliki orangtua bercerai di Kota Malang dengan nilai sig (2 tailed) = .989. Berdasarkan jenis kelamin dan usia, teknik sampling dengan jumlah responden lebih besar dan lebih merata menjadi saran penting bagi penelitian berikutnya, selain keterlibatan variabel strategi regulasi emosi.Kata Kunci: jenis kelamin, regulasi emosi, remaja dengan orangtua berceraiThe Differences of Emotional Regulation Based on Gender and Age Range in Adolescents with Divorced ParentsAbstract. Adolescents have characteristics of emotion instability however it is not yet known whether emotion regulation difference exists seen from gender and stage of adolescence (early, middle, late). This study aims to describe and to find out the differences of emotion regulation reviewed by gender and age range in adolescents with divorced parents in Malang City. The research respondents amounted to 150 who will be divided by gender and age range. The instrument in this research uses emotion regulation scale made by researcher. This research uses quantitative approaches with the type of descriptive comparative research. The result showed that there are no differences of emotion regulation reviewed by gender in adolescents with divorced parents in Malang City with sig value (2 tailed) = .540. Other result show that there are differences of emotion regulation reviewed by age range of early adolescents with middle adolescents also early adolescents with end adolescents who has divorced parents in Malang City with sig value (2 tailed) = .005 and .000 but there are no differences of emotion regulation reviewed by age range middle adolescents with end adolescents who has divorced parents in Malang City with sig value (2 tailed) = .989. Based on gender and age, the sampling technique with a larger and more even number of respondents is an important suggestion for future research, in addition to the involvement of the emotional regulation strategy variables.Keywords: adolescents with divorced parents, emotion regulation, gender

Page 2 of 2 | Total Record : 14