cover
Contact Name
Irfan Aditya Dharma
Contact Email
irfan.adharma@uii.ac.id
Phone
+6283867709733
Journal Mail Official
teknoin@uii.ac.id
Editorial Address
Faculty of Industrial Technology KH. Mas Mansyur Building Universitas Islam Indonesia Jl. Kaliurang KM. 14,5 Sleman Yogyakarta 55584
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknoin
ISSN : 08538697     EISSN : 26556529     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknoin memiliki komitmen untuk mempublikasikan topik-topik dalam bidang teknologi industri. Selain itu, dengan fitur jurnal open-access, diharapkan Teknoin dapat menjadi rujukan akademis tanpa batas baik untuk penelitian, pengajaran, maupun tujuan akademis lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 29 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Perancangan dan Pengembangan Produk Baju Seragam Taman Kanak-Kanak (TK) Menggunakan Kano Model dan Quality Function Deployment (QFD) (Studi Kasus UKM XYZ) Damayanti, Isywana Yupie; Emaputra, Andrean; Asih, Endang Widuri
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art1

Abstract

Penelitian ini berfokus terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen pada baju seragam TK, untuk meningkatkan penjualan yang berarti pula meningkatkan omzet perusahaan. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahap dengan jenis produk yang dipilih sebagai objek penelitian adalah baju seragam TK. Pertama, atribut kualitas baju seragam TK diidentifikasi. Kedua, tingkat penting atribut kualitas baju seragam TK tersebut dicari dengan kuesioner. Ketiga, atribut kualitas baju seragam TK tersebut dikelompokkan ke dalam klasifikasi atribut kualitas Model Kano, dan Keempat hasil pengelompokkan Model Kano tersebut yang digunakan sebagai kebutuhan konsumen dalam pembuatan rumah kualitas pada QFD. Penelitian ini memberikan beberapa hasil, Pertama, terdapat enam dimensi atribut produk yaitu (1) estetika, (2) fitur, (3) kinerja, (4) kehandalan, (5) kesan kualitas, (6) ketahanan. Kedua, survei Model Kano tersebut menunjukkan bahwa dari 20 atribut yang telah disebarkan, terdapat 10 atribut yang masuk dalam kategori attractive, 9 atribut kategori indifferent dan 1 kategori one dimensional. Ketiga, atribut kualitas yang masuk dalam attractive dan one dimensional inilah yang dikembangkan untuk mendapatkan baju seragam TK yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke: Usulan Perbaikan Kualitas Pada Proses Produksi Tahu dengan Metode Six Sigma dan Poka Yoke Azizah, Tania Nur; Hunusalela, Zeny Fatimah; Sinambela, Sahat
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art2

Abstract

Masalah yang terjadi pada Pabrik Tahu XYZ adalah banyaknya produk tahu yang mengalami kecacatan saat proses produksi. Penelitian ini menggunakan konsep Six Sigma dengan usulan perbaikan menggunakan Poka Yoke sehingga dapat mengurangi terjadinya kecacatan. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh nilai sigma yang telah dicapai sebesar 3.49 yang berarti perusahaan dalam kondisi yang cukup baik. Penyebab kecacatan dominan pada defect potongan tidak rata dengan persentase sebesar 21,5%. Adapun 4 faktor penyebabnya yaitu komposisi bahan baku kurang sesuai, alat ukur dilakukan secara manual, kadar air yang terlalu tinggi, dan alat potong konvensional. Nilai RPN tertinggi dari hasil fuzzy FMEA  208 yaitu pada alat potong konvensional yang menyebabkan potongan tahu tidak merata. Usulan perbaikan pada penelitian ini dengan metode Poka Yoke berupa usulan alat potong tahu yang memiliki plat potong pisau tahu dengan ukuran 7 x 7 cm serta ketebalan pisau 3 mm. Dapat disimpulkan bahwa usulan yang dapat diberikan berupa alat pemotong tahu otomatis dengan plat potong yang sudah disesuaikan dengan standar ukuran tahu pada Pabrik Tahu XYZ. Pabrik tahu diharapkan dapat meminimalisir terjadinya kecacatan pada defect potongan tidak rata.
Implementasi Sistem Manajemen Pergudangan dengan Pendekatan Class Based Storage dan Metode ABC Classification pada Perusahaan Farmasi: Indonesia Albert Sutrisno, Jane Ivana; Octavia, Tanti
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art3

Abstract

PT. X merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang farmasi. Sistem manajemen pergudangan yang ada pada PT. X saat ini belum berjalan dengan teratur dan efisien.Tata letak produk jadi yang ada pada gudang tidak memiliki standarisasi peletakan barang jadi. Hal ini mengakibatkan pekerja memerlukan waktu yang lebih lama dalam pemenuhan customer order. Oleh karena itu, penelitian kali ini bertujuan untuk membuat sebuah rancangan perbaikansistem pergudangan yang dapat mempersingkat waktu pemenuhan customer order. Hasil implementasi rancangan perbaikan sistem pergudangan berhasil meningkatkan efisiensi waktu pekerja dalam pemenuhan customer order sebesar 94,4% dengan penataan ulang berdasarkanpendekatan class based storage dan penggunaan metode analisis ABC serta penggunaan sistemwebsite.  
Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Supply Chain Operation Reference (Scor) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) pada CV ABC Sukoharjo Budi Raharjo, Lukman; Puspita Sari, Maria; Suprapto
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art4

Abstract

CV ABC merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufacturing food, yang berdiri sejak tahun 2021 di desa Trangsan, kecamatan Gatak, kabupaten Sukoharjo. Dalam perkembangan usaha fillet ikan ini, CV Adil Jaya Sentosa mengalami kendala dalam proses kedatangan bahan baku. Penelitian ini bertujuan melakuan apengkukuran kinerja SCM megacu pada prinsip-prinsip yang terdapat dalam metode SCOR dan AHP. SCOR digunakan untuk menganalisis permasalahan mulai dari hulu hingga hilir. AHP digunakan untuk melakukan penimbangan dengan menghasilkan nilai bobot atau prioritas. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dalam pengukuran kineja supply chain terdapat beberapa indikator yang memiliki nilai di bawah dari 90 (Excellent).Pengukuran ini berdampak dapat diketahuinya inidikator dalam supply cahain yang bermasalah. Setelah diketahu indikator apa saja yang bermasalah, kemudian diusulkan untuk melakukan perbaikan dengan melakukan perhitungan ulang pada indikator kinerja tersebut. Dengan demikian, diharapkan indikator kinerja tersebut akan menghasilkan nilai di atas 90 (Excellent).
Analisis Tingkat Pemenuhan Manajemen dan Sistem Proteksi Kebakaran di Gedung Laboratorium Teknik 2 Refly, Ahmad; Miswari, Nur; Wahyudi, Rizqi
Teknoin Vol. 29 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Industrial Technology Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknoin.vol29.iss1.art5

Abstract

Bahaya kebakaran merupakan salah satu potensi bahaya yang umum terjadi pada bangunan gedung dan memerlukan perhatian khusus. Kebakaran gedung merupakan salah satu bencana yang menimbulkan kerugian besar, tidak hanya kerugian dalam hal material tetapi juga menimbulkan korban luka dan yang terparah adalah timbulnya korban jiwa. Terdapat beberapa gedung di kampus XYZ yang di dalam gedung-gedung tersebut terdapat barang-barang mudah terbakar, sumber panas matahari, dan juga oksigen yang merupakan tiga faktor yang bila saling bereaksi satu dengan lainnya dapat menyebabkan timbulnya api yang pada akhirnya berpotensi menjadi sebuah bencana kebakaran. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian yaitu tentang seberapa baik kondisi dari manajemen dan sistem proteksi kebakaran yang ada atau diterapkan di Gedung Laboratorium Teknik (GLT) 2. Penelitian ini menggunakan metode checklist yang didasarkan pada PERMEN PU No. 26 Tahun 2008 dan PERMEN PU No. 20 Tahun 2009. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat kesesuaian dari manajemen dan sistem proteksi kebakaran di GLT 2, dan rancangan usulan peta proteksi kebakaran di GLT 2. Kesimpulan dari penelitian adalah tingkat kesesuaian terhadap manajemen dan sistem proteksi kebakaran berada pada kategori kurang, dan belum ada peta potensi bencana kebakaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5