cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI (SOROT)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
KEPENTINGAN INDONESIA DALAM MENGANTISIPASI ANCAMAN CYBER SERTA KERENTANANNYA TERHADAP PENCEGAHAN STRATEGIS SERANGAN KONVENSIONAL
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 01 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar fokus dalam akademik dan komunitas praktisi di Indonesia terfokus dalam upaya pencegahanserangan siber. Telah dilakukan dalam-pencegahan domain, dan bahkan studi pencegahan lintas domain telahsebagian besar berkaitan dengan pekerjaan instrumen kekuatan noncyber untuk mencegah serangan siber. Bagaimanakah Kepentingan Indonesia Dalam Mengantisipasi Ancaman Cyber Serta Kerentanannya Terhadap Pencegahan Strategis Serangan Konvensional. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data sekunder dapat dijelaskan sebagai data yang diperoleh memlalui hasil wawanara yang sudah diolah baik melalui media, jurnal dan sebagainya. Hasil penelitian 1). Strategi Aktor Dalam Penguatan Pencegahan Perang Siber. 2). Risiko Cyber Hingga Konvensional. 3). Rekomendasi Kebijakan. 4). Spionase. Keywords: Siber, Ancaman, Kerentanan
STRATEGI DRIVER GUIDE DALAM MENJAGA KELANGSUNGAN EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KUTA, BALI
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes and describes the driver guide strategy and finds out the effectiveness of the strategy to maintain family economic continuity during the Covid-19 pandemic in Kuta, Bali. The approach used in this research is qualitative with descriptive explanatory type and analysis using rational choice theory from James Samuel Coleman emphasizes that an individual in carrying out an action will utilize the resources he has to achieve the desired goal. In this study, the driver guides utilized their available resources to achieve strategies in maintaining family economic continuity during the Covid-19 pandemic. The strategies carried out by the driver guides vary according to the resources they have, such as the savings they have to open a new business and loans from cooperatives or relatives. There are differences of opinion regarding the effectiveness of the strategies carried out by each driver guide based on the strategies carried out in maintaining family economic continuity during the Covid-19 pandemic. There are five crucial stages in the rational choice process, namely, determining priorities, weighing the available resources, selecting actors from the various available options, weighing the success or failure of the actions taken, and exchanging resources owned by other parties. The strategy carried out by the driver guides is also based on the five crucial stages, where the driver guides also determine priorities, consider the available resources, select actors from various available options, weigh the success or failure of the actions taken, and exchange resources owned by another party. Keywords: Strategy, Driver Guide, Family Economy, Covid-19 Pandemic, Kuta, Bali
Membaca Sisi Lain Keberadaan Angkringan di Kota Denpasar
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji angkringan sebagai ruang publik yang dilihat dari alasan masyarakat tertarik untuk datang ke angkringan dan berbagai aktivitas yang biasa berlangsung di angkringan Kota Denpasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksplanatif. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah ruang publik dari Jurgen Habermas. Ruang publik menurut Jurgen Habermas merupakan suatu wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan mengomunikasikan ide, pandangan, dan informasi. Angkringan yang pada awalnya merupakan tempat untuk menikmati makanan dan minuman, kini berkembang menjadi ruang bagi pengunjung untuk berkumpul dan berinteraksi membahas ide, gagasan, dan informasi yang ada. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pengunjung yang datang ke angkringan merasakan suatu kesederhanaan namun tetap dalam suasana nyaman dan santai. Angkringan juga dijadikan sebagai ruang bagi pengunjung untuk mengutarakan dan membicarakan pendapat atau aspirasi tentang sosial, politik, dan ekonomi. Selain itu, pembicaraan dan interaksi yang terjalin di angkringan bersifat bebas tanpa adanya institusi yang mengikat. Kata Kunci: Angkringan, Ruang Publik
FEMINISME CYBORG DONNA JEANNE HARAWAY: REKONSEPSI TUBUH PEREMPUAN DI DUNIA SIBER
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explain Donna Jeanne Haraway's cyborg feminism. The method used in this research is using a qualitative approach with the type of library. The results of this study explain and analyze Haraway's thoughts which acutely encourage alternative ways of recreating the female body in cyberspace as an unavoidable reality in today's society. Haraway's cyborg feminism highlights the category of women who have lost their authenticity as a starting point for feminist analysis, epistemology, and politics. In the context of cyborg feminism, women as part of the structure of society need to know the boundaries and meaning of their own bodies. This opportunity opens wider with cyborg situations. Efforts to reconstruct the female body in the cyber world are carried out with the following steps: (1) Fractured Identities; (2) Informatics of Domination; (3) Homework Economy; (4) Women in The Integrated Circuit; (5) The Myth of Political Identity. Keywords: Cyborg feminism, Donna Jeanne Haraway, cyberspace, body.
Akulturasi Dalam Tradisi Maulid Adat Di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cultural acculturation is a social process in which a certain group is confronted with cultural elements that are new and different from their culture. This research is descriptive-explanative with a qualitative approach. John W. Berry defines four kinds of strategies in acculturation, namely: assimilation strategy, separation strategy, integration strategy and marginalization strategy. The Indigenous Maulid in Bayan Village manifests an acculturation of integration where culture and religion are able to go hand in hand, both from the series of events as well as the understanding and perceptions of the people.
South Korean Popular Socio-Cultural Construction in the BTS ARMY Indonesia Fan Community Amino (BAIA) Bali
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis serta mendeskripsikan konstruksi sosial budaya populer Korea Selatan pada komunitas penggemar BTS ARMY Indonesia Amino Bali (BAIA) Bali dan upaya dalam mempertahankan komunitas BTS ARMY Indonesia Amino (BAIA) Bali agar tetap eksis di tengah masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni kualitatif dengan jenis deskriptif- eksploratif. Adapun teori yang digunakan adalah konstruksi sosial dari Peter L. Berger, yang menjelaskan bahwa kenyataan subjektif dan objektif dibangun secara sosial, melalui konsep dialektika yang dikenal sebagai eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Teori ini memperlihatkan bagaimana individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai mesin produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya. Seluruh anggota komunitas penggemar BAIA Bali yang menjadi subjek dalam penelitian ini melewati fase eksternalisasi melalui media massa, sosial media, ketertarikan baru, dan hobi, fase objektivasi melalui produk-produk sosial, kebiasaan-kebiasaan baru, dan bahasa sebagai tanda (sign), dan fase internalisasi melalui penafsiran akan makna-makna yang BTS munculkan pada setiap karya mereka. Praktik fase dialektika ini menggambarkan realitas sosial ialah hasil ciptaan manusia kreatif, melalui kekuatan konstruksi sosial terhadap dunia sosial di sekelilingnya. Bersamaan dengan rencana dan karya-karya dari sosok idola yang menginspirasi berbagai hal di kehidupan mereka, maka eksistensi komunitas penggemar-pun akan terus bernyawa di tengah-tengah lingkungan sosial kita.
STRATEGY OF ANKRINGAN BUSINESS CONTINUITY IN THE CITY OF DENPASAR DURING THE COVID-19 PANDEMIC
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 2 No 2 (2022): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran Covid-19 semakin hari semakin tidak terkendali. Penyebaran Covid-19 yang semakin luas ini memiliki dampak terhadap seluruh aspek kehidupan manusia. Pemerintah Indonesia menetapkan beberapa regulasi hukum dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19. Pelaku usaha angkringan sebagai bagian dari suatu masyarakat sosial merasa terdapat disharmonisasi norma dengan masyarakat terkait penerapan regulasi hukum tersebut. Dalam kondisi terburuk fenomena ini dapat mengakibatkan kebangkrutan bagi pelaku usaha angkringan terutama di Kota Denpasar. Teori pilihan rasional berusaha menganalisa terkait strategi bertahan oleh pelaku usaha angkringan dalam menghadapi fenomena tersebut . Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriftif dan eksplanatif. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kuantitatif dalam rangka penyempurnaan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan regulasi hukum terkait dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia memiliki dampak yang signifikan bagi para pelaku usaha angkringan di Kota Denpasar. Dampak yang ditimbulkan yaitu dampak ekonomi,. Para pelaku usaha angkringan perlu menerapkan sebuah strategi berdasarkan pemikiran yang logis dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mempertahankan kelangsungan usaha kuliner angkringan di Denpasar. Penelitian ini diharapkan bisa membantu para pelaku usaha angkringan dan juga masyarakat sosial lainnya dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 terutama di kota Denpasar. Kata Kunci : Covid-19, Angkringan, Strategi.
Strategi Bertahan Hidup Musisi Jalanan Angklung Arieska Jogja di Jalan Malioboro, Yogyakarta
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 1 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the community of street musicians Angklung Arieska Jogja in developing survival strategies to survive and exist on Malioboro Street, Yogyakarta City. The purpose of this study is to explain how the survival strategy compiled by Angklung Arieska Jogja Community with the theoretical study of Constructive Functionalism by Pierre Felix Bourdieu. The Angklung Arieska Jogja Community in maintaining its existence as street musicians on Malioboro Street can be seen from how they develop a strategy to survive based on Bourdieu's theory of Constructive Functionalism with the formula (HabitusxModal)+Area= Action. This study uses a qualitative research method with a descriptive-explanative method, because it is very important to use it in obtaining facts and information in the field and can provide explanations related to research. The results of this study explain that there are four survival strategies for street musicians Angklung Arieska Jogja, namely: 1) Introducing traditional music, especially the angklung musical instrument to the wider community, 2) Having good relations with various parties, 3) Utilizing developing technology, 4) Having stage name and social identity. The four strategies are implemented by the Angklung Arieska Jogja community with their habitus and capital, as well as the areas they use to survive with various objectives such as a means of making a living, attracting tourists, and preserving traditional musical instruments.
Konstruksi Sosial Sabung Ayam (Tajen)
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 1 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative study describes the social construction of cockfighting (tajen) in Binyan Village. Tajen rah and Tajen cocongan remain essential for the ceremony. Tajen tabuh rah and Tajen cocongan are cultural constructs based on ancestral traditions. The rules of tajen tabuh rah and tajen cocongan are regulated based on current conditions to make the community more bearable while still providing entertainment. Only a few performers in the arena used simple gambling methods to gamble. Social construction begins when communities externalize adatbased tajen rules by extending the performing of tajen times and adding gambling elements. Furthermore, gambling is internalized by repeating the simple rules of tajen and involving several actors in both sets. Tajen tabuh rah and Tajen cocongan became objectified as a series with a gambling element in the smaller arena
STIMULUS TO CATCALLING: A STUDY ON VERBAL SEXUAL HARASSMENT AMONG UNDERGRADUATE STUDENTS
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 1 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explains and investigates catcalling among undergraduate students at Udayana University, Denpasar. The stimulus-response theory of George Herbert Mead was applied in a qualitative approach with a descriptive-explanatory design. Men mostly do catcalling. Meanwhile, the sufferers are primarily women. Catcalling stimulates because students are unaware of it; catcalling is frequently portrayed as commonplace in public interactions, and many undergraduates and members of society have no severe responses to verbal sexual harassment, including catcalling. The victim's responses to stimuli are as follows: avoiding; dismissing the perpetrator; trying to ignore any forms of catcalling experienced; expressing discomfort; striking; making eye contact; and reporting to certain other authorities. Catcalling often occurs in the afternoon and evening when people go out for sports and entertainment. The victim prefers to remain silent and avoids the perpetrator at night because of fear. Victims fear that catcalling at night will lead to kidnappings, robberies, and other forms of sexual violence, such as rape. The study indicates that catcalling most often occurs in a quiet place has the potential to trigger other forms of sexual violence.