cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI (SOROT)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 306 Documents
Pertukaran Sosial Antara Pimpinan Dengan Karyawan Di Toko Kusuma Jaya Denpasar Rukningsih, Ni Putu Sri Veni; Nugroho, Wahyu Budi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze social exchanges between leaders and employees at Kusuma Jaya Shop Denpasar, one of the retail stores in the North Denpasar region. This research uses a qualitative approach with descriptive and explanatory types. The author uses three propositions from George Caspar Homans' six propositions of social exchange theory, namely the success proposition, the stimulus proposition and the value proposition. The dynamics of work at Toko Kusuma Jaya such as the number of employees, division of labor and the development of turnover have an influence on social exchange. Social exchange at Kusuma Jaya Shop occurs statically, in the process the propositions in Homans' social exchange theory are attributed in this study as the basis of individual behavior in making exchanges. The proposition is done by the individual to minimize the losses gained.
JUDI DARING DALAM PERGAULAN SOSIAL REMAJA KOTA DENPASAR Saputra, Bagus Dwi; Tamim, Imron Hadi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena judi daring di kalangan remaja di Kota Denpasar dengan fokus pada pengaruh pergaulan sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan adalah teori kognitif sosial oleh Albert Bandura sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terlibat dalam aktivitas judi daring karena pengaruh pergaulan sosial dari teman sebaya. Meskipun demikian, alasan individu untuk terus bermain judi daring dapat bervariasi, yakni sebagai hiburan semata, mencari keuntungan finansial secara instan, atau untuk menguji kemampuan analisis mereka terhadap data pertandingan, terutama dalam konteks judi olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa pergaulan sosial memiliki peran penting dalam membentuk perilaku judi daring pada remaja di Kota Denpasar.
AKTIVITAS MEMANCING IKAN DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI WAKTU LUANG Pratama, Agus Elfa; Kamajaya, Gede; Nugroho, Wahyu Budi; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 1 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada fenomena aktivitas waktu luang yang dimanfaatkan masyarakat untuk memancing ikan di Taman Pancing, Denpasar dan juga Dermaga Kedonganan, Kuta. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis pemanfaatan waktu luang yang digunakan masyarakat untuk memancing beserta relasinya terhadap berbagai aspek kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian adalah sosiologi waktu luang dari John Wilson. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa aktivitas memancing merupakan aktivitas waktu luang yang berkaitan dengan kesenangan dan ketenangan pribadi yang bersifat subjektif. Aktivitas memancing ikan yang dilakukan sebagai media rekreasi oleh masyarakat di waktu luang pada akhirnya memiliki relasi yang kuat terhadap beberapa aspek seperti pekerjaan, keluarga, siklus hidup dan stratifikasi sosial. Pekerjaan di sektor informal cenderung lebih leluasa beraktivitas memancing karena jam kerja yang tidak terlalu mengekang. Kemudian sesekali para pemancing mengajak anggota keluarga menghabiskan waktu luang bersama untuk melanggengkan aktivitas memancing. Perihal siklus hidup seseoarang berwaktu luang, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, karir masa depan dan juga semangat muda. Selanjutnya stratifikasi sosial dalam aktitivas memancing lebih kepada bagaimana cara memancing dan juga peralatan yang cenderung mahal, memancing dengan media perahu ke tengah laut akan berbeda dengan memancing sekadar di pinggiran. Biaya akan jauh lebih mahal memancing dengan sarana perahu, diikuti dengan peralatan yang mahal pula dibandingkan dengan peralatan untuk memancing di pinggiran.
Fenomena Fashion K-Pop Sebagai Pembentukan Identitas Diri Remaja di Cikupa,Banten Yoga, I Komang Dharma; Zuryani, Nazrina; Nugroho, Wahyu Budi
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hallyu wave that entered Indonesia has increased teenagers' interest in music, movies/dramas and idols to Korean fashion. Teenagers' interest in K-Pop fashion indirectly makes it a self-identity that is known in the social environment and to recognize themselves. This study analyzes the phenomenon of K-Pop fashion on the formation of self-identity in adolescents in Cikupa, Banten with a qualitative approach method with descriptive-explanatory data. The theoretical analysis used in this research as a scalpel is Stuart Hall's Identity theory. The results of this study reveal that teenager in Cikupa, Banten who use K-Pop fashion can form self-identity through the introduction of enlightenment subjects known in the social environment and recognize themselves. Through sociological subjects when interacting there is recognition when using K-Pop fashion in their social environment indirectly or directly believing in their identity for teenagers in Cikupa, Banten. Postmodern subjects know that the background of teenagers using K-Pop fashion is influenced by the globalization process because they can easily choose or adopt what they like. K-Pop fashion can shape self-identity in adolescents who are identical as their characteristics in their social environment. There are opportunities in the fashion industry that can be used as K-Pop fashion as a reference or elaborated using materials/models that carry the richness of Indonesian culture that are elaborated in K-Pop-style fashion to attract teenagers and K-Pop fandom.
FENOMENA KEDAI KOPI SEBAGAI GAYA HIDUP KONSUMTIF DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA (STUDI KASUS PADA UMAH KOPI PUPUAN) Wiryana, Ni Luh Putu Kirana Wulandari; Arjawa, I Gusti Putu Bagus Suka; Aditya, I Gusti Ngurah Agung Krisna; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 2 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia bisnis pada era globalisasi telah mengalami perubahan yang sangat signifikan, salah satunya yaitu bisnis kreatif. Bisnis kreatif semakin berhasil menggaet minat para penggiat usaha untuk bertransformasi dan memulai bisnisnya di bidang kreatif. Salah satu jenis bisnis kreatif yang sedang menjamur adalah bisnis kopi kekinian yang bernama kedai kopi. Kehadiran kedai kopi yang saat ini kerap dijadikan sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi (nongkrong), namun secara tidak langsung mempengaruhi pola, kebiasaan, atau gaya hidup generasi muda. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan penjelasan sosiologis keterkaitan mengenai fenomena kedai kopi sebagai gaya hidup konsumsi di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian yaitu Umah Kopi Pupuan dan Universitas Udayana. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, terdapat 3 jenis informan yaitu informan kunci (konsumen Umah Kopi Pupuan/mahasiswa Universitas Udayana), informan utama (pengelola) dan informan pelengkap (karyawan). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh keberadaan kedai kopi saat ini digunakan sebagai “tanda” dan “identitas” gaya hidup konsumtif generasi muda khususnya kalangan mahasiswa Universitas Udayana dalam iklan dan pemasaran, dengan menonjolkan kedai kopi sebagai tempat yang nyaman untuk berkumpul, mencari hal-hal terbaru dan mengikuti trend zaman sekarang. Selain sebagai “tanda” dan “identitas” gaya hidup konsumtif, keberadaan kedai kopi juga menjadikannya sebagai sebuah budaya yaitu dengan istilah “nongkrong”. Kesimpulan penelitian ini bahwa keberadaan kedai kopi dijadikan sebagai strategi dalam gaya hidup konsumtif khas bagi anak muda khususnya di kalangan mahasiswa Universitas Udayana.
PRESTISE BATU NA PIR SEBAGAI SARANA PENINGKATAN STATUS SOSIAL MASYARAKAT SUKU BATAK TOBA DI DESA SILALAHI II, SUMATERA UTARA Limbong, Angli Rosalia; Zuryani, Nazrina; Krisna Aditya, I Gst. Ngr Agung; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 4 No 2 (2024): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the tradition of building "batu na pir" in Silalahi II Village as a means of enhancing the social status of the local community. The research aims to analyze the prestige associated with batu na pir, employing an exploratory qualitative method with the theoretical framework of habitus, arena, and capital by Bourdieu. The findings reveal that batu na pir, which serves as a repository for the remains of ancestors, is a longstanding tradition of the Batak Toba people, maintained due to their strong belief in the power of ancestral spirits. The size and grandeur of batu na pir play a significant role in elevating the social status of its owner, leading the community to compete in constructing larger and more luxurious batu na pir. This study recommends education to prevent unhealthy competition and emphasizes the importance of preserving the tradition's original purpose as a form of respect for ancestors. Keywords : Prestige, Batu na pir, Social status, Batak Toba community