cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23550759     EISSN : 26847728     DOI : -
Jurnal Manajemen Agribisnis (JMA) merupakan jurnal ilmiah, memiliki konsentrasi fokus pada Pengelolaan Pertanian Agribisnis dan Kawasan Pertanian yang Berkelanjutan serta mengacu pada terminologi “Sustainable Development Goals.” Sustainable Development Goals sangat dibutuhkan dalam manajemen agribisnis sebagai sarana untuk membentuk perencanaan agribisnis yang terstruktur dan terorganisasi dengan baik. Melalui konsentrasi fokus tersebut, dapat dipahami bahwa perencanaan sangat vital dalam bisnis pertanian mengingat sifatnya yang penuh ketidakpastian dan rentan risiko kerugian, sehingga memerlukan analisis dan sintesis ilmu multidisiplin untuk menjelaskan fakta empiris dimensi sosial, ekonomi, manajemen, dan kelembagaan dalam suatu perusahaan atau kawasan pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020" : 10 Documents clear
Socio-Economic Conditions of Fruits Seller Collectors in Ubung Kaja Village, North Denpasar Sub-district, Denpasar City NP Kanya Mitha; Widhianthini Widhianthini; Ketut Rantau
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p03

Abstract

Kondisi sosial ekonomi merupakan suatu kedudukan manusia yang dilihat dari jenis aktivitas ekonomi, pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jenis rumah tinggal, dan kekayaan yang dimiliki. Pedagang pengepul buah di Desa Ubung Kaja Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar merupakan usaha milik pribadi yang tidak termasuk pada pasar, sementara pasar diatur dan dikembangkan oleh Perusahaan Daerah Pasar. Berkumpulnya pedagang pengepul buah di lokasi yang cukup dekat dengan pasar akan menimbulkan persaingan antara pedagang buah di dalam dan pedagang pengepul buah di luar pasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi sosial ekonomi pedagang pengepul buah, kendala ekonomi, sosial, dan kelembagaan, serta strategi untuk mengatasi kendala. Kondisi sosial ekonomi pada penelitian ini meliputi pendapatan, modal awal, umur, jumlah karyawan, tingkat pendidikan, lama usaha, dan lama jam kerja. Sampel penelitian sebanyak 40 pedagang pengepul buah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan Model Interpretatif Struktural (Interpretive Structural ModellingSM). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pedagang pengepul buah termasuk dalam kategori usaha kecil dan lima diantaranya usaha mikro dengan usia yang produktif dan tingkat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah. Elemen kendala pada pedagang usaha mikro yang harus mendapat perhatian yaitu pendapatan pedagang pengepul buah. Strategi untuk mengatasinya yaitu dengan memasarkan buah secara online. Saran yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, bagi pemerintah adalah mengoptimalkan bantuan Kredit Usaha Rakyat dan bagi pedagang pengepul buah sebaiknya tetap berinovasi dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan media sosial.
Management of Utilization of Sweet Stem Sorghum on Bali Cows I Made Londra; Putu Sutami
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p08

Abstract

Penelitian tentang pengaruh pemberian sorgum batang manis terhadap induk sapi bali dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Desember 2016. bertempat desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, menggunakan 21 ekor sapi betina bunting dengan berat berkisar antara 200 - 250 kg/ekor pada fase kebuntingan ke-2 sampai ke-4 kali. Ke 21 ekor sapi tersebut dipelihara oleh petani kooperator. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 Perlakuan, masing-masing perlakuan menggunakan 7 ekor induk sapi Bali yang sedang bunting 7 bulan sebagai ulangan. Adapun perlakuan sebagai berikut : P1 = Cara Petani 100%, P2 = Pakan cara petani 75%+batang sorgum (25%), P3 = Pakan cara petani 50%+ batang sorgum (50%). Data dianalisis dengan analisa sidik ragam berdasarkan Program GenStat Release 12.2 dengan tingkat kesalahan 1 – 5 %. Apabila pengujian sidik ragam menunjukkan pengaruh perbedaan yang nyata , maka pengujian diantara rataan dua perlakuan dilakukan dengan LSD. Hasil Penelitian menunjukkan sapi-sapi pada perlakuan P3 menghasilkan anak dengan bobot lahir dan sapih terbesar diikuti oleh perlakuan P2 dan terakhir P1, masing-masing 19,00±1,79 kg, 17,50±1,76 kg dan 15,17±1,4 kg, dengan bobot sapih masing-masing 99,50±5,32 kg, 95,33±4,63 kg dan 87,33±8,36 kg. Selain itu birahi pasca melahirkan tercepat pada perlakuan P3 diikuti oleh perlakuan P2 dan terakhir P1 masing-masing 93,67±3,61 hari, 94,67±4,59 hari dan 105,83±8,40 hari.
The Contribution of Fermentation Technology to the Value Added of Certification Cocoa in the Subak Abian Amerta Nadi Tuwed Village Melaya District Jembrana Regency Luh Putu Intarini; I Wayan Budiasa; I Made Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p04

Abstract

Perkembangan kakao sebagai komoditi ekspor menjadi isu penting di sektor perdagangan global, dimana kakao merupakan salah satu komoditi ekspor. Pelaksanaan program sertifikasi berkelanjutan dengan pengolahan fermentasi sangat penting, hal ini dikarenakan tuntutan konsumen yang semakin kritis terutama dalam aspek kualitas, kesehatan dan keamanan produk sampai kepada bagaimana produk tersebut dapat bermanfaat secara sosial dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian dilakukan terhadap petani kakao sertifikasi UTZ berkelanjutan di Kabupaten Jembrana. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 40 responden melakukan fermentasi kakao dan sebanyak 30 responden yang tidak melakukan fermentasi kakao yang diambil dengan metode survei. Teknik analisis data menggunakan analisis uji beda dan analisis nilai tambah menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kakao mengalami peningkatan, secara signifikan pada proses pengolahan fermentasi dan non fermentasi. Proses produksi fermentasi dengan output sebanyak 118 kg/proses memperoleh keuntungan sebesar Rp. 8.911,- dengan persentase atau tingkat keuntungan sebesar 39,27 persen dari nilai output sebesar Rp 20.911, sehingga dari perhitungan marjin keuntungan dalam proses fermentasi kakao. Keuntungan bersih yang diterima oleh petani sebesar Rp. 8.065,- per proses produksi. Berdasarkan analisis pendapatan petani dan analisis nilai tambah fermentasi kakao, pendapatan petani yang melakukan sertifikasi lebih tinggi dibandingkan dengan non-sertifikasi, dan ada nilai tambah yang diperoleh petani yang melakukan fermentasi kakao. Manfaat yang diperoleh petani kakao di Kabupaten Jembrana selain meningkatkan pendapatan, memperoleh harga primum, dan dapat mempertahankan mutu kakao. Diharapkan bagi petani kakao yang mengikuti sertifikasi UTZ agar melakukan pengolahan fermentasi untuk meningkatkan mutu biji kakao dan meningkatkan pendapatan petani kakao. Diharapkan dukungan dari pemerintah, maupun pihak selaku steakholder dalam pengawasan pengendalian mutu kakao. Petani kakao diberikan sosialisasi dan bimbingan teknis meningkatkan kualitas mutu kakao, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun pasar global dan berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
The Effect of Housing Management on Parasite Worm Infection in Gembrong Goats in Two Different Places in Bali Province I Made Londra; I Wayan Sudarma
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p09

Abstract

Kendala dihadapi peternak dalam pemeliharaan Kambing Gembrong di Bali antara lain parasit cacing. Infeksi cacing gastrointestinal pada kambing menimbulkan dampak berupa penurunan bobot badan, anemia, diare, penurunan produktivitas, serta menimbulkan kerugian ekonomi. Telah dilakukan penelitian didusun Beraban dan Abang pada bulan September hingga Nopember 2018 bertujuan mengetahui pengaruh tata laksana perkandangan terhadap infeksi cacing pada kambing gembrong di Bali. Penelitian menggunakan sampel feses sebanyak 20 ekor kambing gembrong umur 7- 15 bulan tanpa membedakan jenis kelamin dipelihara dalam kandang panggung bersekat dan kandang postal, sampel dimasukkan kedalam kantong plastik kecil yang berisi larutan formalin 10 %. Sampel diperiksa ke BB –Vet Denpasar dan diuji dengan metode konsentrasi pengapungan, dan identifikasi telur berdasarkan morfologi. Data yang diperoleh dianalisa secara deskriptif. Hasil pemeriksaan terhadap 20 sampel ditemukan 9 sampel positif pada kandang panggung dan 13 sampel positif pada kandang postal terinfeksi sebesar 22 % %. Setelah diidentifikasi berdasarkan morfologi telur ditemukan pada pola kandang panggung sebanyak 1.020 butir gram ./feses sedangkan pola kandang postal sebanyak : 1.560 butir garam/feses. Tingkat infeksi cacing gastrointestinal berada dalam tahap infeksi sedang.
Prospect of Sustainability Rural Agribusiness Business Development Programs In Purwakarta District Lena Puspa Aswara; Ma’mun Sarma; Lukman M Baga
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p05

Abstract

Program PUAP merupakan fasilitas bantuan modal bagi anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Purwakarta adalah salah satu kabupaten di Jawa Barat yang menerima program PUAP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pemanfaatan dana PUAP, menganalisis dampak PUAP, mengevaluasi program bantuan, dan merumuskan program berdasarkan prospek keberlanjutan PUAP. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk petani yang menerima dana PUAP dan yang tidak (NON PUAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total input produksi petani PUAP lebih besar daripada petani NON PUAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara total biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh petani PUAP dan petani NON PUAP. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pendapatan bersih petani PUAP dan petani NON PUAP. Program bantuan diberikan oleh penyuluh pertanian, penyuluh pertanian lepas lepas harian (THL-TBPP), Pengawas Mitra Petani (PMT) dan Agen Saprodi. Implikasi kebijakan yang dapat dirumuskan untuk keberlanjutan program PUAP di Kabupaten Purwakarta adalah: 1) Pembinaan lembaga usaha pangan masyarakat; 2) DAK Reguler Bidang Pertanian Sektor Ketahanan Pangan (DAK 2019); 3) Program peningkatan kesejahteraan petani; 4) Pemberdayaan kelompok pengembangan usaha dan pengolahan hasil pertanian; 5) Program Peningkatan Pemasaran Produk Pertanian; 6) Pendampingan Kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Padi; 7) Peningkatan Kapasitas penyuluh pertanian.
Strategies for Improvement of Government Budget Absorption of Bogor City Gustawan Rachman; Ma’mun Sarma; Dwi Rachmina
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam penyerapan anggaran belanja Pemerintah Kota Bogor supaya dapat dirumuskan suatu strategi untuk meningkatkan kinerja penyerapan anggaran. Pencarian variabel yang membentuk faktor-faktor penyebab dilakukan dengan pengamatan langsung dan pencarian data pustaka. Exploratory Factor Analysis (EFA) digunakan untuk mencari faktor-faktor utama yang diekstraksi dari variabelvariabel pembentuk faktor. Pencarian strategi alternatif untuk meningkatkan kinerja penyerapan anggaran dilakukan dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis EFA menemukan lima faktor utama yang menyebabkan keterlambatan dalam penyerapan belanja anggaran, yaitu faktor dalam kegiatan perencanaan anggaran, faktor dalam peraturan pemerintah dan birokrasi, faktor kondisi kerja, faktor yang mempengaruhi kegiatan keuangan dan pencairan anggaran Pemerintah, dan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN). Analisis AHP menunjukkan bahwa dari lima Perangkat Daerah yang berperan sebagai key-leader dalam meningkatkan kinerja penyerapan anggaran adalah 2 Sekretariat Daerah. Hambatan utama dalam meningkatkan penyerapan anggaran adalah intervensi internal dan eksternal. Strategi utama untuk memperbaiki keterlambatan dalam pengeluaran adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan anggaran dan pengadaan barang jasa.
Strategy to Improve the use Of Village and Regional Information Systems (SIDEKA) In Cianjur District Eka Chandra Kusuma; Harianto Harianto; Lala M Kolopaking
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Pendanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dapat meningkatkan kesuksesan penggunaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA). Dalam penelitian ini, menggunakan Confirmatory Factor Analisis (CFA) terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan penerapan SIDEKA di Kabupaten menunjukan bahwa pendanaan alokasi SIDEKA, SDM pendidikan pengelola dan pendamping SIDEKA berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kesukesaan penerapan SIDEKA. Beberapa alternatif strategi telah berhasil dirumuskan dengan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threaths (SWOT) terhadap faktor-faktor internal dan eksternal. Strategi prioritas yang dipilih berdasarkan penilaian responden adalah strategi kelemahan dan peluang (WO) diantaranya pertama mengalokasikan dan peningkatan dana SIDEKA. Kedua, melakukan kerja sama pendidikan dan pelatihan untuk pengelola. Dan ketiga, peningkatan jaringan Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Cianjur
The Strategy of Budget Disbursement Optimization in The Agency of Public Works and Spatial Planning of Bogor Regency Tatu Rizkia; Dedi Budiman Hakim; A Faroby Falatehan
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p06

Abstract

Penelitian ini didasari laporan realisasi anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. DPUPR Kabupaten Bogor merupakan Satuan Kerja Perangkat Dearah (SKPD) yang mempunyai persentase realisasi anggaran terendah diantara seluruh SKPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama kurang optimalnya penyerapan anggaran belanja langsung serta merumuskan strategi guna mengoptimalkan penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor. Analisis skala likert digunakan untuk menentukan penyebab utama kurang optimalnya realisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab utama kurang optimalnya realisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor adalah penyedia barang/jasa (rekanan) yang mengajukan pencairan sekaligus di akhir tahun, tidak bertahap sesuai dengan termin pembayaran yang ada dalam dokumen kontrak. Strategi yang terpilih untuk optimalisasi penyerapan anggaran belanja langsung pada DPUPR Kabupaten Bogor berdasarkan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) adalah dibuatnya regulasi yang sangat mengikat bagi penyedia jasa agar tertib administrasi (Peraturan Daerah/Peraturan Bupati).
Comparative Analysis of Competitive Advantages of Rice Paddy and Oil Palm Farming in Mukomuko Regency, Bengkulu Province Ana N Nurmalia; Rasoki Timbul; Asnamawati Lina
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p02

Abstract

Perluasan lahan perkebunan kelapa sawit melalui alih fungsi lahan padi sawah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit telah menjadi perdebatan panjang karena tidak sesuai dengan visi misi Kabupaten Mukomuko tentang kemandirian pangan, namun beberapa tahun belakangan terjadi alih fungsi lahan perkebunan kelapa sawit ke padi sawah. Sekitar 370 hektar lahan perkebunan kelapa sawit dan rawa di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, diubah menjadi sawah baru. Hal ini menarik untuk diteliti karena fenomena ini dianggap unik saat di wilayah lain masyarakat berbondong bondong untuk mengalih fungsikan lahan pangan ke perkebunan sawit, sebaliknya di Kabupaten Mukomuko masyarakat yang melakukan alih fungsi lahan dari perkebunan sawit ke padi sawah, padahal selama ini usaha tani kelapa sawit. Pemilihan Lokasi dilakukan yaitu secara purposive dan penentuan responden dilakukan dengan metode solvin yang mana diperoleh sebanyak 181 Responden. Pengumpulan data menggunakan metode survey dengan pembagian kuisioner kepada responden. Untuk analisa data menggunakan metode keuntungan privat dan Privat Cost Ratio. Hasil penelitian menjelaskan keuntungan privat (Private Profitability) dan efisiensi finansial (Private Cost Ratio). Dimana keuntungan privat padi sawah (Private Profitability) sebesar Rp. 38.173.833,-/Ut/Ha/Th - sedangkan untuk usaha tani kelapa sawit memperoleh keuntungan privat (Private Profitability) sebesar Rp.28.308.303,-/Ut/Ha/Th. Hal ini bermakna jika dilihat dari sisi keuntungan privat, maka padi sawah lebih kompetitif. Namun jika dilihat dari efisiensi finansial (Private Cost Ratio) usaha tani padi sawah sebesar 0,31 sedangkan untuk usaha tani kelapa sawit sebesar 0,24 yang mana artinnya kedua nilai PCR usahatani padi sawah dan kelapa sawit yang di dapat lebih kecil dari 1, jadi keduanya memiliki tingkat keunggulan kompetitif dan mempunyai daya saing, jika dibandingkan maka nilai PCR kelapa sawit < PCR Padi Sawah (024<0,31) yang artinya secara efisiensi finansial usaha tani kelapa sawit lebih efisien.
The Conversion of Rice Field Functions in North Badung Ni Made Ayu Krisna Wati; I Made Sudarma; Widhianthini Widhianthini
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 8 No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2020.v08.i02.p07

Abstract

Tanah merupakan sumber daya utama dalam menjalankan pembangunan. Berkurangnya luas lahan khususnya lahan pertanian untuk pembangunan juga berdampak pada luas lahan pertanian di Bali khususnya di Kabupaten Badung. Pembangunan akomodasi untuk menunjang sektor pariwisata menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian di Kabupaten Badung yang banyak terdapat di Badung Selatan. Badung Utara yang tidak memiliki objek wisata sebanyak di Badung Selatan ternyata juga mengalami alih fungsi lahan pertanian khususnya persawahan seperti yang terjadi di Kecamatan Abiansemal dan Mengwi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah di Kecamatan Badung Utara dan menentukan strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Badung Utara. Teknik penentuan informan kunci dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Interpretive Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konversi sawah atau lahan sawah di Badung Utara adalah unsur ekonomi yaitu pendapatan usahatani padi, stabilitas harga panen, akses pemasaran hasil panen dan harga lahan padi. Unsur sosial yaitu partisipasi keluarga dalam pengelolaan sawah, pengaruh modernisasi terhadap pertanian, jumlah anggota keluarga yang ditampung dan kaderisasi pengelolaan sawah. Unsur ketiga adalah lingkungan, yaitu tingkat pengairan sawah, hama penyakit, dan kebutuhan perumahan akibat pertambahan penduduk. Strategi pengendalian konversi lahan basah di Badung Utara yang dapat dilakukan berdasarkan prioritas pengelolaan jangka pendek di sektor mandiri adalah program Milenial Farmer.

Page 1 of 1 | Total Record : 10