cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2025): Oktober" : 4 Documents clear
BACK ANALYSIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN FONDASI TIANG Zahra Zulfa Nazwa; Vivi Bachtiar; R.M. Rustamaji
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i2.4502

Abstract

Fondasi tiang pancang merupakan pilihan yang bagus untuk tanah lunak di Kalimantan Barat. Tetapi, pengecekan daya dukung menggunakan perbandingan beberapa data sekunder masih terbatas. Pernelitian ini bertujuan menganalisis kembali daya dukung dan penurunan fondasi tiang pancang 25 cm x 25 cm yang berlokasi di Pondok Pesantren Nahdlatul Athfal Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya menggunakan data Standard Penetration Test (SPT), Kalendering, dan Pile Driving Anlyzer (PDA). Panjang tiang yang digunakan adalah 36 meter (35 meter terpancang) dan 30 meter (29 meter terpancang). Analisis daya dukung izin tiang pancang () berdasarkan data SPT dari lima metode didapatkan nilai terkecil adalah metode Meyerhof (1976) dengan nilai 262,98 kN (tiang 36 meter) dan 117,42 kN (tiang 30 meter). Sedangkan, berdasarkan data kalendering dari delapan formula, nilai terkecil diperoleh dari formula Hilley (1930) yaitu 107,07 kN (tiang 36 meter) dan 131,51 kN (tiang 30 meter). Penurunan total sebesar 13,191 mm (tiang 36 meter) dan 23,15 mm (tiang 30 meter) memenuhi syarat penurunan izin berdasarkan SNI 8460:2018. Penelitian ini memberikan arahan pemilihan metode yang baik untuk daya dukung berdasarkan kondisi tanah di Pontianak.
Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Pada Proyek Gedung Serbaguna Universitas Diponegoro Ashal Abdussalam; Susanti Susanti; Nasyiin Faqih
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i2.4504

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan proyek tidak selamanya sesuai rencana karena pengaruh cuaca, perubahan desain, kesalahan dalam perencanaan, sulitnya proses pemasangan material yang mengakibatkan keterlambatan pekerjaan. Keterlambatan dalam proyek bisa diantisipasi dengan penerapan metode crashing untuk mempercepat, namun tetap memperhatikan aspek biaya dan mutu. metode crashing dilakukan dengan mengurangi durasi aktivitas dalam pelaksanaan pekerjaan yang memiliki resiko penambahan biaya akibat sumber daya proyek. Penelitian ini menganalisis percepatan pada  proyek Gedung Serbaguna Universitas Diponegoro menggunakan metode crashing dengan alternatif  perubahan metode pelaksanaan menggunakan metode lifting, menambah jam kerja sebanyak 2 jam dan 3 jam, serta meningkatkan jumlah tenaga kerja sebanyak 100% dan 200% dengan tujuan untuk mengetahui total biaya proyek yang lebih ekonomis dan durasi waktu yang lebih efisien. Analisis percepatan dilakukan dengan cara membuat network planning dengan Software Microsoft project untuk mendapatkan Pekerjaan yang terletak pada jalur kritis, selanjutnya pekerjaan yang berada dalam jalur kritis dipilih dengan pertimbangan biaya paling mahal, durasi terpanjang, dan sulitnya proses pemasanganya. Dari pertimbangan tersebut diperoleh pekerjaan rangka atap space frame.  Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil optimum adalah alternatif penambahan tenaga kerja 200% dengan pengurangan durasi 74 hari dari durasi pekerjaan yang semula 112 hari dipercepat menjadi 38 hari dengan biaya crash sebanyak Rp21.801.520.588,00, yang berarti mengalami penurunan sebanyak 3.275% dibandingkan dengan biaya normal sebanyak Rp22.539.633.480,00.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR GEDUNG KULIAH TERPADU TUJUH LANTAI TERHADAP GAYA GEMPA DI KOTA PONTIANAK Nilam Apriani; Aryanto Aryanto; M. Yusuf
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i2.4462

Abstract

Penelitian ini meliputi analisis beban gempa, klasifikasi kategori desain seismik, dan pemodelan struktur. Analisis struktur dilakukan dengan menggunakan metode analisis dinamis dimana menggunakan metode ragam respons spektra guna mengevaluasi perilaku seismik bangunan. Gedung ini diklasifikasikan pada kategori klasifikasi desain seismik D, maka menggunakan Sistem Rangka Baja Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Pada struktur dilakukan Analisis struktur guna pengecekan terhadap perilaku struktur yang mempengaruhi pusat kekakuannya. Perangkat lunak berbasis metode elemen hingga digunakan dalam pemeriksaan analisis struktu gedung ini. Beban aksial (beban mati dan beban hidup) dan beban lateral (beban angin dan beban gempa) yang diperhitungkan dalam analisis ini sesuai dengan SNI 1726:2019 berisi perencanaan ketahanan gempa dan SNI 1727:2020 berisi beban  minimum gedung. Hasil analisis menunjukkan bahwa balok, kolom, pelat lantai dan pondasi yang digunakan gedung ini mampu menahan beban aksial maupun beban lateral dengan penggunaan faktor skala gaya gempa, simpangan antar tingkat dan pengaruh P-Delta masih dalam batas ijin yang disyaratkan oleh peraturan yang berlaku. Sistem struktur memenuhi persyaratan kekuatan, kekakuan dan stabilitas terhadap gaya gempa yang terjadi di pontianak, sehingga dapat dirancang secara aman dan nyaman sesuai standar perencanaan. Kata kunci : Analisis struktur, Gedung kuliah terpadu, Beban gempa, Pontianak, Struktur beton bertulang
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIS DAN MEKANIS KAYU LAMINASI BERBASIS FAST-GROWING WOOD SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL STRUKTURAL RAMAH LINGKUNGAN Risqi Sofiana; I Ketut Hendra Wiryasuta; Gde Bayu Mahatmanda Sudana
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jts.v16i2.4662

Abstract

Kebutuhan akan material konstruksi yang ramah lingkungan mendorong pengembangan bahan struktural alternatif dengan dampak karbon rendah. Kayu cepat tumbuh (fast-growing wood) menjadi solusi potensial karena ketersediaannya tinggi, dapat diperbarui, dan memiliki siklus panen singkat. Namun, sifat alaminya yang berkerapatan rendah, kekuatan mekanis terbatas, serta kestabilan dimensi yang kurang menyebabkan penggunaannya belum optimal untuk elemen struktural bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisis dan mekanis kayu laminasi berbasis fast-growing wood sebagai alternatif material struktural berkelanjutan. Pengujian fisis meliputi kadar air dan kerapatan, sedangkan pengujian mekanis meliputi kuat tarik sejajar serat, kuat tekan sejajar serat, dan keteguhan lentur statis (Modulus of Rupture/MOR) serta kekakuan (Modulus of Elasticity/MOE). Setiap jenis pengujian dilakukan pada lima sampel uji. Tujuh jenis kayu digunakan, yaitu Sengon, Jabon, Gmelina, Mahoni, Akasia, Lamtoro, dan Siris-siris, dalam bentuk kayu solid dan kayu laminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses laminasi mampu mempertahankan sekitar 80–90% kekuatan mekanis kayu solid, dengan rata-rata penurunan nilai MOR sebesar 15–25% dan MOE sebesar 20–30%. Jenis Mahoni dan Akasia menunjukkan performa tertinggi pada kondisi solid maupun laminasi, sehingga direkomendasikan untuk aplikasi elemen struktural ringan seperti balok dan pelat lantai. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi laminasi efektif dalam meningkatkan kekuatan dan efisiensi pemanfaatan kayu cepat tumbuh, serta mendukung penerapan konsep konstruksi hijau yang berkelanjutan

Page 1 of 1 | Total Record : 4